GAME LOVE

GAME LOVE
bab 21 penderitaan lili


__ADS_3

Dengan perlahan pria itu merebahkan tubuh Lili di tempat tidur, senyuman penuh kemenangan nampak di bibirnya. Perlahan ia pun duduk di tepi tempat tidur, di belainya pipi yang sedikit cuby itu.


Tangannya pun menyusuri tiap lekuk wajah Lili, dari kening, hidung dan berhenti di bibir Lili, senyuman tipis terukir di bibirnya.


" Kau akan jadi milikku sekarang, dan kupastikan kau akan merengek untuk kunikahi Lili, kupastikan menanamkan benih ku dirahimmu."


Perlahan pria itu mulai membuka kancing baju Lili satu persatu, lalu membukanya dan melemparnya tak tentu arah, matanya yang dimanjakan oleh keindahan tubuh Lili pun tak bisa lagi menahan hasratnya yang telah menggelora.


Perlahan ia mulai mengaktifkan CCTV yang telah disiapkannya. Setelah itu ia mulai dengan aksinya menjamah tubuh Lili.


Di sentuhnya bibir Lili yang merona. Lalu perlahan dilepaskannya tiap helai benang yang menutupi tubuh Lili hingga menyisakan dua helai yang menutupi tubuh Lili.


Perlahan ia pun mulai mencium kening, hidung, pipi dan berakhir di bibir yang merekah merona itu. Setelahnya turun ke leher dan tangan pria ini mulai meraba tubuh indah Lili.


Perlahan ia mulai membuka kancing bajunya dan membukanya melemparnya tak tentu arah. Tubuhnya kini setengah telanjang, dan ia pun mulai mencium bibir Lili, namun tak berapa lama ia menikmati lembut dan manisnya bibir gadis ini, sepasang tangan sudah menarik tubuhnya yg berada di sana gy samping Lili dan memberinya pukulan mematikan, tanpa ampun Reza memukuli tubuh pria itu hingga babak belur.


Lalu melempar tubuh pria itu keluar dari kamar Lili," Mati saja kau ke laut, awas kalau kau berani mendekati dan menyakiti Lili lagi."


Reza segera menutup kamar Lili dan menguncinya. Diambilnya selimut untuk menutupi tubuh polos itu.


" Kenapa kau bisa ceroboh seperti itu, kenapa si brengsek itu bisa masuk dalam kamarmu, apa kau sungguh menikmati permainan dia?"


Meskipun ia tahu tak akan ada jawaban dari Lili, ia tetap meluapkan amarahnya dengan ngomel ngomel sendiri.


" Ingin kubunuh si brengsek itu saat ini juga, tapi itu terlalu ringan untuknya, ku punya hukuman yang lebih berat dari pada membunuhnya."


Seringai licik terlihat jelas di senyum Reza saat ini.


Ia pun duduk ditepi tempat tidur dan membelai rambut Lili.


" Ku harap kau tak akan mengetahui semua ini, pasti kau akan merasa hancur nantinya."

__ADS_1


Reza pun mengambil ponselnya dan menelpon Dokter pribadi mereka, tak butuh waktu lama sambungan itu pun diangkat oleh seseorang di seberang.


"Cepat datang ke Villa di puncak, Lili kurang sehat dan ingat jangan beritahu Om dan Tante, mereka akan cemas, dalam satu jam kau sudah harus sampai."


Reza pun memutus tlpnya, tak menghiraukan yang diseberang sedang mengumpatnya habis habisan.


Reza pun membuka lemari pakaian Lili dan mengambil piyama, saat ia mau memakaikan piyama itu langkahnya terhenti, karena melihat keringat yang membasahi wajah dan leher Lili.


" Brengsek,,,obat apa yang sebenarnya diberikan padamu, seberapa besar dosisnya?"


Reza pun mengambil handuk kecil dan membasahinya dengan air lalu menyeka keringat di wajah dan leher Lili.


Perlahan Lili menggeliat merasakan sentuhan Reza, meski di bawah alam sadarnya, ia bisa merasakan sentuhan itu. Seolah sedang bermimpi, Lili merasakan tubuhnya terasa panas, ia tak dapat menahan hasrat bercintanya, seakan bermimpi ia menarik tangan Reza yang sedang membersihkan keringatnya.


Membuat tubuh Reza tertarik ke arah wajah Lili, meski tak sadar, Lili menarik tengkuk Reza dan mulai mencium bibirnya, Reza yang menyadari Lili dalam pengaruh obat pun berusaha melepas ciuman itu.


Hatinya berdetak kencang menahan hasrat yang tiba tiba muncul setelah sentuhan bibir Lili, bagaimana pun ia seorang pria yang normal, dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk menyadarkan dirinya agar tak tergoda oleh cumbuan Lili.


Karena Lili yang semakin tak terkendali, Reza pun mengangkat tubuh Lili yang berbalut selimut ke kamar mandi.


Memasukkan tubuh gadis itu dalam bathtup dan mulai menghujaninya dengan air shower yang dingin, meskipun ia tak tega melihat Lili yang menggigil kedinginan.


Namun ia berharap dengan cara itu Lili bisa bebas dari pengaruh obat tadi.


Hampir sejam lebih ia merendam tubuh Lili dalam air yang dingin, namun pengaruh obat itu belum juga hilang, hingga Dokter keluarga mereka sampai di Villa, dengan terpaksa Reza mengunci Lili di kamar mandi. Karena ia tak mau Dokter Kean sampai melihat Lili dalam kondisi seperti itu.


"Mana Lili, katanya dia sakit? "


Kean duduk disofa kamar sambil memandang Reza yang terlihat sangat kacau, ia sungguh frustasi dengan keadaan Lili saat ini.


Reza pun menceritakan semua dari awal sampai ia harus mendinginkan tubuh gadis itu di kamar mandi. Namun tetap saja tak menghilangkan efek obat itu.

__ADS_1


"Kasihan Lili, ia pasti tersiksa sekarang, memang ada obat yang efeknya hanya bisa diobati dengan bercinta, dan kalau itu tak tersalurkan bisa membunuhnya perlahan. Dasar brengsek pria itu, kenapa kau tak menghabisinya saja."


Kean pun berdiri dari sofa dan menepuk pundak Reza, "kamu harus mengambil keputusan kalau tak ingin kehilangan Lili, ku tau ini sulit bagimu, apa perlu aku yang ngasih bantuan ke Lili? Dengan senang hati aku akan lakuinnya."


Reza memandang horor kearah Dokter Kean, ia pun bingung langkah apa yang harus dia ambil.


" Brengsek kau Aby, aku pasti akan membalasmu lebih dari penderitaan Lili."


Geram Reza dalam hatinya, tangannya sudah mengepal menahan marahnya.


" Jangan buang waktu Bro, kasihan Lili, ku yakin kau akan bertanggung jawab untuk semua perbuatanmu, jangan sampai menunggu dia pergi karena obat dan siksaanmu, mengunci dia di kamar mandi,,, he,,he,,,he,,, "


Dokter Kean pun melangkah pergi setelah menepuk pundak sahabat karibnya semasa di SMA sampai kuliah itu. Hanya saja mereka mengambil jurusan yang berbeda.


" Semoga berhasil mencetak Reza junior, aku tunggu undangannya, jangan buat adik tercintaku menderita lagi."


Iya,, Kean adalah sahabat Reza yang menganggap Lili sebagai adiknya sejak ia bersahabat dengan Reza. Lili pun suka usil dan manja dengan Kean.


Kini Reza dihadapkan dengan keputusan yang sulit baginya, ia tak mau merusak kepercayaan orang tua Lili tapi ia juga tak mau kehilangan gadis itu.


Saat ia diambang dilema, terdengar


" Pyarrr,,,"


"Lili,,," teriaknya lalu berlari ke kamar mandi dan membuka pintu yang telah dikuncinya.


"Lili,,,," teriaknya dengan keras.


bersambung,,, 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


makasih untuk semua dukungannya, moga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat ,🤗❤️

__ADS_1


__ADS_2