GAME LOVE

GAME LOVE
bab 46 indah pagi yang ternoda


__ADS_3

Malam telah berlalu dari peraduannya, berganti dengan sinar surya yang menghangatkan seluruh alam. Diiringi hembusan sang bayu yang menampar apa saja yang dilaluinya. Tetesan embun pun kini telah menguap. Pertanda mentari mulai meninggi dari tempat peraduannya.


Kicauan burung yang melantunkan melodi indah pun kini telah berganti dengan deru mesin yang berlalu lalang.


Di mana semua insan telah sibuk dengan aktifitas masing masing.


Namun disebuah kamar yang cukup besar dan luas itu nampak wanita masih setia dengan tidurnya. Mungkin karena lelahnya yang teramat sangat setelah melayani suaminya semalam, hingga mentari sudah meninggi pun ia belum membuka matanya.


Reza yang sudah terbangun dari tadi hanya tersenyum melihat tubuh yang terbalut selimut itu. Nampak pundak yang putih dan mulus yang tak tertutup oleh selimut, karena posisi Lili yang tidur membelakanginya.


Dengan lembut Reza mencium pundak Lili, membelai rambutnya, mencium keningnya.


Lili yang merasakan sentuhan itu hanya menggeliatkan tubuhnya, berbalik arah menghadap kearah Reza namun masih dengan mata tertutup.


Dengan manjanya ia memeluk tubuh Reza," Ma,,, jangan pergi, temani aku disini,,,"


Reza yang tau Lili ngigau hanya tersenyum sambil mencubit pelan hidung Lili.


"Dasar manja,,, sampai kapan kebiasaan ngigaumu ini hilang,,, wkwkwk,,,"


Reza terkikik pelan takut membangunkan Lili.


Ditatapnya terus wajah yang kini telah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya, sungguh ia takut kehilangan Lili sekarang, karena ia tau sifat Lili yang akan mengalah demi kebahagiaan orang lain meski ia sendiri terluka dan menderita nantinya.


"Sayang,,, kuharap kau bisa bertahan hingga kutemukan bukti bahwa anak dalam kandungan Alin bukanlah darah dagingku, ku mohon padamu, percayalah padaku."


Di dekapnya tubuh Lili yang memeluknya. Kehangatan yang dirasa Lili membuatnya semakin meringsek ke dalam dada bidang Reza dan menggerak gerakkan kepalanya mencari kenyamanan yang diinginkannya, membuat Reza geli dan menahan tawanya.


Hingga ia tak tahan dengan ulah Lili.


" Sayang,,, kalau kamu gini terus, bisa memancing singa yang tidur, jangan salahkan aku jika singa itu terbangun karena ulahmu."


Bisiknya tepat ditelinga Lili sambil menggigitnya pelan. Membuat Lili membuka matanya karena merasa sakit ditelinganya. Dan dia terkejut sudah berada dalam pelukan Reza. Perlahan ia berusaha melepaskan dirinya dari Reza. Namun Reza makin menariknya lebih dalam kepelukan Reza.


"Kamu mau kabur setelah membuat kekacauan pagi hariku, susah payah aku menahan hasratku dari tadi, kamu malah membangunkannya sayang,,, maka terima resiko dari ulahmu,,,"


Dengan cepat Reza sudah menguasai Lili dalam kungkungannya, membuat Lili sedikit terkejut karena nyawanya belum terkumpul semua.


" Kak,,, aku lelah,,, tolong jangan sekarang ya,, aku juga lapar,,,"

__ADS_1


Dengan wajah yang menghiba dan memelas ia berpura pura membodohi suaminya itu.


Reza hanya tersenyum melihat ekspresi Lili,"sayang,,, aku juga lapar ingin minum SGM sebentar, bolehkan?"


Ucapnya sambil menelusuri wajah Lili dengan telunjuknya. Lili nampak bingung dengan ucapan Reza, bukankah SGM itu susu bayi dan mereka tak memiliki susu itu.


Karena penasaran ia pun bertanya pada Reza,"Kak,,, memang kamu menyimpan susu bayi, selama ini kamu minum susu bayi Kak?"


Reza yang mendengar perkataan Lili pun terkekeh apa lagi melihat raut wajah Lili yang terlihat sangat lucu oleh Reza.


" Sayang,,, untuk apa aku minum susu bayi kalau disini sudah ada yang lebih nikmat,,,"


tuturnya sambil matanya mengarah ke dada Lili.


"SGM itu susu gantung mantul sayang,, "


lanjutnya kemudian, ( maaf ya otak author lagi gesrek ini wkwkwk).


Membuat Lili segera menyadari maksud Reza, ia pun segera menutupinya dengan selimut.


" Kenapa mesti ditutupi sayang, aku sudah melihat dan merasakan semuanya."


"Udah Kak,,, aku mau ke kamar mandi,, ni perutku sakit banget,,, "


Ucap Lili sambil mendorong tubuh Reza agar menjauh darinya.


Namun usahanya sia sia, Reza semakin mengunci Lili dalam kungkungannya.


" Sifat bulusmu aku sudah tau sayang,,, beri aku SGM dulu, baru kau ku lepas."


Goda Reza sambil menaik turunkan alisnya.


"Kakak,,, please,,, ini beneran,,,"


Ucap Lili sambil mengatupkan kedua tangannya di dada, membuat Reza sedikit mempercayainya.


Ia pun bangkit dan melepaskan Lili dari kungkungannya. Segera Lili bangun dan membebatkan selimut ke tubuhnya lalu berlari ke kamar mandi.


Di kamar mandi ia bersandar pada pintu kamar mandi sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak karena ulah Reza tadi.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup tenang, ia segera mengunci pintu kamar mandi lalu merendamkan tubuhnya di bathup, merilekskan tubuhnya dengan aroma teraphy.


Perlahan ia memejamkan matanya, merasakan kesegaran yang menenangkan pikirannya. Hingga ia merasa ada orang yang ikut masuk ke dalam bathup.


Ia pun membuka matanya, dan terkejut melihat Reza sudah ada di depannya.


"Kak,,, bagaimana kau bisa masuk, aku sudah mengunci pintunya."


Sambil mengambil handuk yang ada disebelahnya, ingin segera menyudahi mandinya, namun tangannya terhenti oleh Reza.


" Kau pikir suamimu ini tak tau akal bulusmu sayang, tentu saja aku sudah mengganti semua kode kunci di apartemen ini, jadi kau tak akan bisa pergi dari sini tanpa ijinku."


Reza tersenyum sambil mengerlingkan sebelah matanya, membuat Lili semakin cemberut.


" Menolak suami dosa lo sayang,,, semua makhluk di bumi akan melaknatimu."


Kata Reza yang menahan senyumnya, membuat Lili tak berdaya dengan arti ucapan Reza. Ia pun memaksakan senyumannya,"Kak,,, maaf,,, tapi aku capek banget,,,"


Reza pun berpura pura marah, ia segera bangkit dan ingin keluar dari kamar mandi dengan wajah marahnya, membuat Lili merasa bersalah dan takut akan laknat Allah, ia pun segera bangkit dan keluar dari bathup, berlari dan memeluk suaminya dari belakang,," maaf,,, "


Hanya ucapan itu yang keluar, sambil mengeratkan pelukannya. Reza yang menahan tawa semakin mengusilinya. Dia tetap diam seribu bahasa membuat Lili tak berdaya, hingga akhirnya ia yang memulai mencumbu Reza agar tak marah lagi padanya, hingga kejadian semalam harus terulang lagi, hingga mereka mencapai klimaksnya bersama.


Setelah itu mereka membersihkan diri lalu keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuh mereka masing masing.


Hingga bunyi ponsel Reza mengejutkan mereka berdua. Lili yang lebih dekat dengan ponsel itu segera mengambilnya tertera nama Alin disana. Ia pun segera memberikan ponsel itu pada Reza lalu mencari baju ganti di lemari satunya yang dikhususkan untuknya oleh Reza.


Reza pun menerima panggilan itu," Iya, aku pulang sekarang, tunggu aku,,,"


Hati Lili terasa sakit dan perih, air mata pun mengalir dari pelupuk matanya. Namun segera di hapusnya.


"Kita pulang sekarang, aku sudah rindu dengan Cahya,,"


Ucapnya ingin menyembunyikan luka hatinya dengan senyum manisnya.


" Ku tahu kau terluka sayang,, meski senyum itu kau berikan, maafkan aku,,"


Bisik hati Reza sambil mengambil baju gantinya, yang sudah disiapkan oleh Lili.


bersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2