
"Kakak,,,"
Teriak Lili tersadar dari mimpi buruk ya, keringat dingin sudah membasahi sekujur tubuhnya. Setelah kesadarannya terkumpul semua, ia pun mengambil air dari atas nakas lalu meminumnya. Sejenak ia berusaha untuk mengatur pernafasannya yang naik turun.
"Kakak,,, apa yang sebenarnya terjadi pada mu, Ya Allah,,, lindungi suami hamba dari kebaikan dan keburukan yang kami ketahui atau tidak, jagalah dia Ya Allah,,,"
Tuturnya lirih sambil menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul satu dini hari.
Karena merasa hatinya tak tenang, ia pun segera turun dari tempat tidur, melangkah ke kamar mandi lalu mengambil air wudhu. Setelah itu ia menunaikan sholat tahajjud dan juga sholat hajat, di tutup dengan sholat witir, setelah itu ia pun melantunkan ayat ayat suci al qur'an. Dirasa telah mendapatkan kedamaian hatinya, Lili pun melepas mukena dan menaruhnya kembali ke tempatnya semula.
Perlahan ia pun menuju ke tempat tidurnya, namun ia terkejut karena Reza sudah tersenyum kearahnya sambil duduk bersandar di kepala ranjang. Kedua tangannya terbuka seakan menyuruh Lili untuk berhambur kepelukannya.
"Kakak kapan datang, kenapa aku tidak tahu,,,"
Lili pun melangkah ke arah Reza, menyambut tangan suaminya dan masuk dalam pelukannya.
"Maafkan aku, sudah menyakiti hatimu sayang,,,"
Ucapnya sambil mencium pucuk rambut Lili.
Lili hanya tersenyum sambil memandang ke arah suaminya lalu menakupkan kedua tangannya di wajah Reza.
"Aku baik baik saja Kak, selama langkah yang kita ambil ini untuk kebaikan bersama."
Dalam hati Reza sangat bersyukur dengan kelapangan hati istrinya, namun ia juga takut jika harus melukai Lili lebih dalam lagi, apa lagi sekarang dia sedang hamil muda, meski bukan yang pertama kali buatnya, namun Reza tetap cemas dengan pertumbuhan janinnya, jika Mama nya terlalu stress akan semua masalah yang muncul nantinya.
"Sayang,,, apa pun yang terjadi nanti, kau harus percaya sama aku, mau kah kau berjanji untuk itu."
Dengan tatapan sendu dan penuh harap Reza memandangi istrinya yang kini sedang mencari tempat terenak untuknya tidur.
"Maksud Kakak apa, adakah yang Kakak sembunyikan dari aku?"
__ADS_1
Lili menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, sambil bermain di dada itu dengan telunjuknya mengukir sebuah kata, membuat Reza tersenyum menahan geli.
"Sayang,,, jangan membangunkan singa yang sedang tidur."
Bisik Reza sambil menggigit lembut telinga istrinya, membuat wajah Lili memerah merona karena malu.
"Kak,,, aku capek, pasti Kakak juga capek kan? Ayo kita tidur, besok aku ada meeting dengan Mark."
Ucap Lili sambil mengakhiri ulah usilnya yang membangunkan Reza junior, dan tanpa ada rasa bersalah ia pun tidur sambil memeluk tubuh Reza erat sekali membuatnya sedikit lebih susah bergerak.
Namun untuk kali ini Reza melepaskan istrinya, karena ia tau betapa lelahnya Lili saat ini, tak hanya lelah fisik tapi juga hatinya. Dan ia tak mau memaksakan kehendaknya lagi pada istri yang sangat disayanginya itu.
Namun belum sempat Lili terhanyut dalam buai mimpinya. Ponselnya berbunyi, dengan terpaksa juga malas ia pun mengambil ponselnya yang ada di atas nakas.
Perlahan di bukanya sebuah video yang terkirim padanya. Matanya membelalak sempurna, rasa kantuk yang tadinya menyerang hebat, kini seakan sirna di hempas angin lalu.
Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya, tanpa terasa buliran bening itu pun tumpah dan membasahi pipinya. Ia memandang ke arah Reza tak percaya dan menyimpan sejuta tanya juga amarahnya.
Reza yang mendapat tatapan dari Lili hanya bisa memberi isyarat dengan mengerutkan keningnya, seakan ia ingin bertanya balik pada Lili apa yang terjadi.
Segera Reza mengambil ponsel Lili, lalu melihat video yang terkirim tadi.
Sekilas terlihat senyum tipis di bibirnya, lalu ia merengkuh tubuh Lili ke pelukannya, namun tangannya di tepis oleh Lili yang masih berderai air mata.
"Kenapa Kakak begitu tega sama aku?"
Ucapnya setengah berteriak kearah Reza. Hatiku begitu hancur melihat Reza yang sedang bercinta dengan Alin. Bagai tersambar petir tanpa ada hujan ia menyaksikan semuanya.
Reza yang mengerti akan perasaan istrinya saat ini pun hanya terdiam. Lalu ia menaruh ponsel Lili ke dalam nakas lagi.
Dengan lembut namun sedikit memaksa ia merengkuh Lili ke dalam pelukannya. Karena Lili berusaha untuk berontak.
__ADS_1
"Bukankah tadi sudah ku bilang, percayalah padaku, karena yang kau lihat dan dengar belum tentu itu kebenarannya, kadang mata dan telinga bisa salah juga sayang,,,"
Reza membelai lembut rambut dan punggung Lili yang kini menangis dalam pelukannya.
"Coba kau lihat dengan seksama, mana bisa aku berada di dua tempat yang berbeda, apa aku sesakti itu sayang, andai bisa ku hanya ingin bersamamu selalu, tanpa harus kita terpisah seperti yang sudah sudah."
Mendengar perkataan Reza, Lili pun segera menghapus air matanya, lalu memandang ke arah suaminya.
"Maksud Kakak,,,,"
Tanpa harus menunggu jawaban Reza, otak Lili mulai bekerja, dan dia pun tersipu malu pada suaminya.
"Maafkan aku Kak,,, aku terlalu hanyut dengan perasaanku hingga tak memakai logikaku, maafkan aku."
Lili pun memeluk erat tubuh Reza, dengan senyuman tersungging di bibirnya.
"*Aku sungguh bahagia sayang, ternyata kau sangat mencintaiku sekarang, mana bisa aku marah sama kamu, justru aku mencintaimu lebih dari sebelumnya."
"Lalu bagaimana kalian bisa bertukar posisi tanpa diketahui oleh Papa Arsen*?"
Reza pun mulai menceritakan semuanya, jika ia menyuruh Dokter ahli bedah kulit untuk membuatkan wajah palsu mirip dengan dirinya, dan kulit wajah palsu itu pun di pakai oleh Henry. Yang tanpa disadari oleh Arsen karena postur tubuh mereka sangat mirip.
"Jadi yang bercinta dengan Alin adalah,,,,"
Ucapan Lili terputus karena Reza sudah menutupnya dengan bibirnya. Yang semakin lama ciuman itu semakin lembut dan menuntut.
Dan akhirnya,,, Lili yang mendorong tubuh Reza, karena perutnya terasa diaduk aduk hingga ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isinya.
"Sayang,,, kenapa kau harus mengganggu disaat yang tidak tepat."
Reza mengusap wajahnya kasar karena gagal melanjutkan aksi berikutnya, dengan malas ia pun melangkah ke kamar mandi memijat tengkuk istrinya.
__ADS_1
"Sabarlah junior, kamu harus puasa sekarang,,,"
bersambung๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น