
Seorang gadis telah cantik dengan pulasan make up tipisnya, juga gaun yang cukup elegant tuk seorang penyanyi, disinilah Zahra sekarang berada, di sebuah cafe ternama di kota S, ditemani oleh Lili dan Kean, hari ini dia akan mengisi acara peresmian cafe. Tak hanya Zahra saja yang akan mengisi acara ini, tapi seorang model terkenal pun akan datang sebagai tamu kehormatan.
Acara pembukaan telah selesai dilakukan bahkan pemotongan pita pun telah selesai. Tiba saatnya semua tamu kehormatan dimanjakan dengan hidangan yang lezat di caffe itu diiringi alunan melody yang indah dari band ternama di negara ini.
Saat namanya di panggil untuk mengisi acara, nampak raut wajah Zahra tegang, karena ia grogi dan tak percaya diri, hingga Lili dan Kean memberinya semangat.
" Kamu pasti bisa, berjuang tuk masa depan yang lebih baik,, sebut nama Bunda Ay,,, semangat,,,," bisik Lili sambil menggenggam tangan Zahra yang terasa dingin.
Senyuman tersungging di bibir Zahra saat Kean tersenyum dan mengangkat genggaman tangannya memberi semangat. Keberaniannya dan kepercayaan dirinya pun meningkat melihat Kean menyemangatinya.
Zahra pun naik keatas pentas, memberitahukan lagu yang akan dinyanyikan olehnya pada anggota Band tersebut .
"Lagu ini kutujukan untuk seseorang yang selalu mengisi ruang hatiku, dari dulu hingga kini tak akan berubah, hanya namamu yang tertulis dengan pena kasih sayang dalam hatiku."
Zahra menatap ke arah Kean dan Lili yang duduk di meja barisan depan sebelah kiri yang tersenyum kearahnya.
Alunan musik pun mulai terdengar dan Zahra pun mulai melantunkan suara merdunya.
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
*Kuingin engkau tau
Betapa kumengagumimu
Kuingin engkau tahu
Betapa diriku memujamu
Haruskah aku nyanyikan cintaku
Agar kau dengar suara hatiku
Haruskah aku melukiskan
Tulus cintaku kepadamu
Sekian lama kupendam rasa
Rasa yang begitu dalam padamu
Tapi itu semua khayalan
Akankah jadi kenyataan
Kuingin engkau tahu
Betapa ku mengagumimu
Kuingin engkau tahu
__ADS_1
Betapa ku mengharapkanmu
Ku ingin engkau tahu
Betapa diriku memujamu,,,
๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ
Suara merdu zahra bisa menghipnotis semua orang, lewat lagu yang dipopulerkan oleh Ayu Ting Ting yang berjudul suara hati.
Tepuk tangan bergemuruh di ruang caffe itu setelah Zahra menyelesaikan nyanyiannya, semua orang tampak puas dengan penampilan Zahra.
"Selamat,,, kamu berhasil membuat mereka terpana dengan penampilanmu."
Lili pun memeluk Zahra dan memberikan tempat duduk di samping kanan Kean, sedang ia duduk di samping kiri Kean.
Jantung Zahra seakan berhenti berdetak saat duduk di sebelah pria yang selama ini dikaguminya. Rasanya ini hari yang begitu membahagiakan baginya. Bisa menyalurkan hobi dan bakatnya sekaligus berdekatan dengan pria pujaannya. Ingin rasanya ia menghentikan waktu untuk saat ini.
Mereka bertiga pun bercanda, saling tertawa lepas tanpa memperhatikan sekitar mereka.
Dan tanpa mereka sadari sudah ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari semula.
Orang itupun memanggil salah satu pelayan, mengambil segelas orange jus dan memasukkan sesuatu kedalamnya.
" Berikan jus ini pada wanita yang berada di sebelah kiri pria itu, ingat jangan sampai gagal, dan ini untuk kamu,"
Setelah mengangguk hormat, pelayan itupun memberikan orange jus itu pada gadis yang ada disebelah kiri Kean.
"Terima kasih ya, mas," kata gadis itu sambil tersenyum ke arah pelayan tadi. Pelayan itupun segera pergi dari caffe setelah memberikan jus tadi.
" Eh,,, enak saja minum orange jus,,, kamu lupa kalau kamu nggak bole minum apa pun selain air putih, itu perjanjian kamu sama Reza tadi, kasih jus itu sama Zahra."
Kean mengambil gelas itu dari Lili dan memberikannya pada Zahra.
" Kak,,, tapi aku ingin jus itu,,,"
Lili sudah cemberut kearah Kean, membuatnya tertawa begitu juga dengan Zahra, yang melihat raut wajah Lili yang lucu menurut mereka, membuat Lili semakin ngambek.
"Adikku sayang,,,,kamu ingat pesan suamimu, banyak musuh bisnis kalian yang ingin mencelakaimu dan juga debay, maka kamu harus hati hati, ini bukan kawasan kita sayang,,,"
Kean mengacak lembut pucuk rambut Lili yang membuatnya nyengir kuda mendengar ucapan Kean.
Zahra pun tersenyum melihat kedekatan keduanya,, ia pun meminum jus itu cuma seteguk, lalu menaruhnya di meja.
Tak berapa lama saat Lili dan Kean sedang asyik ngobrol, tiba tiba saja Zahra meringis menahan sakit di perutnya dan tak berapa lama ia pun pingsan.
Kean dan Lili pun panik, Kean segera membopong tubuh Zahra dan membawanya keluar dari caffe itu diikuti oleh Lili di belakang mereka.
" Kak, biar aku yang bawa mobilnya, Kakak yang jaga Zahra."
__ADS_1
Kean pun mengangguk dan memberikan kunci mobil pada Lili.
Setelah masuk ke dalam mobil, Lili segera melajukan mobilnya agak cepat karena takut ada apa apa dengan Zahra.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit ternama di kota itu.
Setelah mobil berhenti tepat di depan ruang UGD, Kean segera membopong tubuh Zahra ke dalam Rumah Sakit.
Sedang Lili yang selesai memarkirkan mobil mereka pun turun dari mobil, namun tanpa ia sadari, ada tangan yang sudah membekap mulut dan hidungnya.
Dalam hitungan detik ia pun terkulai lemah dan tak sadarkan diri.
Segera orang itu memasukkan tubuh Lili kedalam mobil yang telah disediakannya.
"Cepat pergi dari sini, bawa kami ke bandara."
Perintah orang itu pada sopirnya, dan diangguki oleh sopir itu.
Senyuman penuh kemenangan terbit di bibir orang ini.
" Kau berani melawanku Nak, maka kita liat sampai dimana kemampuanmu, dasar wanita tak tau diri, beraninya kamu menggoda putraku, kita liat sampai dimana kau bisa bertahan dari siksaanku."
Gumamnya di dalam hati dengan senyuman penuh arti dari bibirnya.
Sementara Kean yang sibuk dengan urusan Zahra tak menyadari jika Lili tak ada di samping mereka.
Ia tersadar saat Zahra sudah masuk keruang ICU, Kean berusaha mencari Lili kemana mana namun tak dapat menemukannya.
Segera ia menghubungi Reza dengan paniknya. Setelah sambungan terhubung dan diangkat ia pun mulai menceritakan semuanya.
"Liat cctv Rumah Sakit, aku akan mencarinya."
Jawaban singkat Reza yang langsung menutup ponselnya.
Bergegas Reza yang saat itu ada meeting di kantor pun membubarkan meeting dan menyuruh Vino memberitahukan pada anak buahnya untuk memulai pencarian.
"Semoga ini bukan ulahmu, Pa."
Lirih Reza yang segera keluar dari kantornya diikuti oleh Vino.
Sementara itu, Lili dan pria itu sudah sampai di bandara dan berada di jet pribadi milik orang itu.
Setelah perintah dari pria itu, jet pribadi itupun lepas landas dari bandara menuju tempat tujuannya.
"*Ucapkan selamat tinggal untuk duniamu, selamat datang untuk nerakamu."
" Ha,,, ha,,, ha*,,,," tawa itu menggema di ruangan itu, meskipun sangat keras tapi tak membangunkan Lili dari pingsannya.
bersambung๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
__ADS_1