
Malam yang semakin larut dengan bertabur bintang bintang, juga bulan yang hampir sempurna, menambah indahnya suasana yang tercipta antara dua insan yang sedang dimabuk asmara ini. Setelah pertengkaran kecil antara mereka yang terjadi karena keusilan masing masing.
Kini keduanya berada di balkon kamar mereka, menikmati indahnya malam dengan selimut
yang menutupi tubuh mereka. Sebagai penghalang hawa dingin yang menyelimuti malam ini.
Semilir angin malam menampar lembut keduanya, membuat Reza semakin mengeratkan pelukannya di pinggang ramping istrinya. Sedangkan Lili tengah sibuk dengan teleskop bintangnya.
"Kak,,, memang benar malam ini akan hujan meteor?"
Ucapnya seraya berbalik menatap sekilas wajah suaminya yang menjawabnya dengan anggukan. Lili pun membalikkan badannya lagi dan kembali fokus melihat ke langit dengan teleskop bintangnya.
"Sayang,,, kenapa kamu ingin sekali melihat meteor jatuh."
Tanya Reza lirih ditelinga Lili hingga hembusan nafasnya pun menerpa leher jenjang Lili, membuat Lili merasakan sensasi geli hingga bulu bulu halusnya pun berdiri.
"Aku ingin melihat keindahan alam di angkasa sana Kak, apa lagi ada mitos jika kita melihat hujan meteor, semua keinginan kita akan terwujud."
Reza pun mengernyitkan dahinya, tak percaya dengan pendengarannya saat ini. Lili yang biasanya tak suka dengan hal yang berbau mistis kini malah mempercayai mitos yang belum tentu kebenarannya.
"Sejak kapan kamu percaya dengan hal gituan, sayang?"
Tanya Reza lirih sambil menyelusuri leher Lili dengan kecupannya, membuat Lili menggeliat kegelian.
"Kak,,, bisa tidak jangan menggodaku lagi, aku mau fokus dulu, ini detik detik kemunculan meteor rain, aku tak mau melewatinya, sabar ya Papa, setelah ini Papa baru boleh menengok debay."
Ucap Lili yang memandang suaminya dengan kedua tangannya menakup kedua pipi Reza, lalu mencium bibirnya sekilas, sambil tersenyum manis, lalu fokus lagi dengan teleskop bintangnya.
"Bener ya,,, habis ini aku boleh menengok debay,,"
Bisik Reza sambil menggigit lembut telinga istrinya.
"Iya,,,"
jawab Lili singkat yang masih tetap fokus pada tujuannya, melihat meteor rain.
Akhirnya apa yang diimpikannya pun jadi kenyataan, hujan meteor pun tertangkap oleh Lili lewat teropong bintangnya, sungguh ia sangat bahagia.
"Kak,,, aku melihatnya, aku melihatnya Kak,,,"
Seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah, itulah sikap Lili saat ini, dengan sedikit berjingkrak jingkrak ia memandang dan menakupkan tangannya di kedua pipi Reza sekilas lalu fokus lagi pada teleskopnya.
__ADS_1
Reza yang ikut penasaran pun, mengambil teleskop bintang yang satunya. Ikut menyaksikan keindahan fenomena alam ini.
Untuk beberapa saat mereka saling mengepalkan tangannya di dada sambil memejamkan matanya. Doa pun diucapkan oleh keduanya dalam hati mereka.
"Ya Allah,,, lindungi kami,,, jaga kami dari kebaikan dan keburukan yang kami ketahui atau yang tidak kami ketahui, jadikan kami tetap menjadi keluarga di dunia dan akhirat, satukan cinta kami selamanya,,,,"
Doa Reza dalam hati, lalu membuka matanya dan mengusapkan kedua telapak tangannya pada wajahnya.
"Ya Allah,,, satukanlah kami diakhiratmu kelak, tetapkanlah cinta kasih ini di hati kami, ridhoilah hamba lewat keridhoannya,,, jadikanlah hamba istri dan Ibu yang amanah,, membawa keluarga kami dalam sakinah, mawaddah, warahmah,,,izinkan amanahmu jadi penerang dan kebanggaan kami nantinya."
Doa Lili dalam hati, lalu mengusapkan kedua telapak tangannya pada wajahnya, lalu memandang ke arah Reza yang sudah menatapnya dengan lekat disertai dengan senyum tipisnya yang menyejukkan hati.
"Apa yang kau doakan sayang,,"
tanyanya lembut sambil meraih tubuh Lili dalam dekapannya.
"Lalu apa doa Kakak,,,"
Seperti biasa Lili tak mau kalah dari suaminya. Dengan tangannya yang menggenggam pergelangan tangan Reza yang memeluknya dari belakang. Tatapan keduanya terarah keatas langit yang kini penuh dengan bintang.
"Tentu saja rahasia, itu hanya aku dan Allah yang tahu, biar dikabulkan,,,"
"Doamu apa sayang,,,"
tanya Reza kemudian.
"Tentu saja rahasia, kalau aku kasih tahu ke Kakak, itu bukan doa lagi, tapi keinginan, doaku hanya Allah yang tahu,,, wkwkwk,,,"
Lili terkekeh pelan karena telah menggoda suaminya. Sedang Reza hanya tersenyum tipis namun menyiratkan misteri yang hanya diketahui oleh seorang Liliana.
"Ngapain Kakak senyum kayak gitu, belum saatnya debay di jenguk, ia masih ingin melihat bintang, apa Kakak mau dia nanti ileran,,,,"
seloroh Lili dengan entengnya sambil melihat kearah Reza sekilas, lalu kembali menatap langit dengan senyum penuh arti.
Dalam hati ia bersorak gembira bisa mengerjai suaminya lagi, mengatas namakan debay,"emang enak Kak aku kerjai, sapa suruh tadi cuekin aku, inilah balasannya dari ku,, wkwkwk,,,"
Reza yang menyadari keusilan istrinya hanya bisa mendesah perlahan. Namun bukan Reza kalau tidak membalas keusilan Lili. Ia pun berbisik di telinga istrinya itu sambil membelai perut Lili yang masih rata.
"Sayang,,, kau tahu berapa dosa istri yang menolak suaminya sampai ia marah, murka Allah akan bersamanya sepanjang malam sampai suaminya ridho kepadanya, kamu ingin mendapat murka Allah, apa lagi mengatas namakan amanahnya,,,, "
Reza pun menaik turunkan alisnya dengan senyum penuh kemenangan menghiasi bibirnya.
__ADS_1
Sedang Lili sudah cemberut merasa terpojok dengan ucapan suaminya.
"Apa lagi kalau memasang wajah cemberut dan membuat suaminya dalam kesusahan,,"
goda Reza lagi sambil tersenyum licik.
"Kakak,,, "
Lili semakin memajukan bibirnya, membuat Reza gemas, lalu mencium bibir istrinya dengan lembut namun menuntut.
Perlahan ia mengangkat tubuh istrinya membawanya masuk ke dalam kamarnya, lalu merebahkannya diatas tempat tidur. Dan mulailah percintaan panas mereka yang membawa keduanya dalam indahnya syurga dunia, saling memberi serta menerima, meleburkan semua kerinduan yang selama ini menyesak di dada, menyelami lautan madu hingga mencapai klimaksnya.
Setelah membersihkan diri mereka, kini keduanya pun masuk ke dalam buai mimpi bersama, Lili begitu damai tidur dalam pelukan suaminya, hingga ada bunyi ponselnya yang membuat Reza terbangun dari tidurnya.
Dengan malas ia mengambil ponsel istrinya diatas nakas lalu menerima panggilan itu.
"Sayang,,,, aku merindukanmu,,, aku mencintaimu,,,"
Ucap diseberang sebelum Reza berkata apa apa.
Mata yang tadinya mengantuk, kini terbuka dengan lebar, lalu ia melihat nama yang tertera di ponsel Lili, ia pun tersenyum devil mengetahui siapa yang mencoba bermain main dengannya, berusaha mendekati istrinya.
"Tunggu saja kehancuranmu, sebelum kau dekati istriku,,,"
Reza pun mematikan ponsel Lili lalu menaruhnya lagi di dalam nakas, lalu kembali tidur dengan memeluk istrinya yang tidur seperti bayi itu.
"Aku tak akan membiarkan sapa pun menyentuhmu,,, kau hanya milikku princess manjaku,,,"
Bisik Reza di telinga Lili yang membuat Lili semakin menyusupkan wajahnya ke dalam dada bidang suaminya.
"Dasar nakal,,, tidak terjaga tidak tidur kau selalu menggodaku sayang,,, jangan salahkan aku, kau sudah bangunkan singa yang tidur,,, maka kau harus dapatkan hukumannya,,"
Bisik Reza yang sudah menjalankan aksinya, yang membuat Lili terbangun dari tidurnya.
"Kakak,,,,"
Teriaknya namun bibirnya sudah tertutup oleh bibir suaminya.
"*Tidurlah,,, biar aku yang bekerja,,,"
bersambung,,, 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹*
__ADS_1