GAME LOVE

GAME LOVE
bab 7 pertemuan


__ADS_3

Sementara itu di sebuah studio pemotretan


nampak seorang gadis cantik sedang melakukan sesi fotonya, dengan sangat profesional ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai ia pun mengganti kostumnya dengan bajunya sendiri lalu melangkah kearah dimana Managernya berada.


' Say,, setelah ini kita akan ke kantor Sanjaya Group membicarakan soal iklan kosmetik mereka, apa kamu sudah siap ketemu dengan Reza disana?"


Sang Manager menatap serius kearah Salsa yang kini sedang duduk dan memperbaiki make up nya. Ia tau hubungan artisnya dengan Reza seperti apa, karena itu ia khawatir jika Salsa akan memutuskan kontrak kerjasama dengan Sanjaya Group agar tak bertemu lagi dengan Reza.


Seminggu yang lalu, Reza tengah memergoki Abymana di apartemen Salsa, dan itu membuat konflik mereka semakin panas, sempat terjadi baku hantam antara keduanya, hingga Salsa yang berdiri di tengah untuk meredam perkelahian keduanya.


Karena Reza tidak mau menyakiti Salsa maka ia yang pergi dari tempat itu. Karena kejadian itu hubungan mereka pun terombang ambing tak tentu arah, tak ada kepastian perpisahan dan juga kelanjutannya.


Salsa pun menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi, memandang kosong ke depan.Dan untuk sesaat ia hanyut dalam buai lamunannya. Serpihan serpihan kenangan dengan Reza memenuhi pikirannya, membias ke dalam pandangannya, menciptakan adegan yang membuat matanya menitikkan airmata.


" Aku tak tau harus gimana Say, hatiku masih untuk Reza tapi tubuhku tak bisa menolak kehangatan seorang Abymana, dan tak ku pungkiri aku juga menikmatinya. Aku bahkan jijik dengan diriku sendiri sekarang,,,"


Salsa pun menghapus air mata yang membasahi pipinya.


" Andai saja malam itu aku tak terjebak oleh permainan Aby, mungkin sekarang aku dan Reza masih bisa merasakan kebahagiaan kami,,,"


Raut kesedihan nampak jelas di wajah artis ini, dunia hiburan yang digelutinya telah membawanya pada puncak kesuksesan dan juga kenestapaan, karena untuk jadi ambasador sebuah produk kosmetik dan sabun kecantikan ia harus kehilangan yang berharga bagi seorang wanita, semua itu karena Abymana.


Hingga ia tak berkutik dan selalu dalam kendali Presdir Abymana Alfarizi, meninggalkan luka dalam untuk seorang Reza yang merupakan kekasihnya selama 2 tahun ini.


" Kring,,, kring,,,," bunyi ponsel sang Manager.


" Iya,, kami dalam perjalanan ke kantor pusat sekarang, mohon pengertiannya karena jalanan macet, terima kasih."


" Ayo say,,, mereka sudah menunggu kita."


Dengan tergesa gesa ia mengambil semua barang barang milik Salsa dan segera melangkah pergi dari situ yang diikuti oleh Salsa.


" Apa Reza juga datang say?"

__ADS_1


Tiba tiba saja Salsa merasakan dadanya berdebar dengan kencang, karena rapat ini menentukan siapa yang akan menjadi pemenang tender kosmetik ini. Yang merupakan produk dari Perusahaan terbesar di China dan Hongkong.


Mereka akan memilih salah satu dari perusahaan yang kini sedang memanas karena masalah pribadi mereka.


Yaitu Sanjaya Group dan Alfarizi Group.


Mereka yang dulunya bersatu kini menjadi lawan bisnis yang sama sama tangguh.


Dalam waktu 5 menit mereka sudah sampai di gedung perkantoran PT Sanjaya Group, karena pemotretan tadi berada di depan gedung itu.


Setengah berlari mereka memasuki lift menuju ruang rapat diselenggarakan.


Banyak pasang mata karyawan yang memandang kagum pada kesempurnaan yang dimiliki oleh model no 1 ini, hingga mereka tak sadar jika pekerjaan mereka terbengkalai karena terpesona oleh kecantikan Salsa.


" Lihat, Salsa itu cantik banget ya, ramah lagi, memang serasi dengan Pak Reza, dari pada putri Bos Besar, cantiknya memang cantik bahkan lebih dari Salsa tapi sifatnya itu lo naudzubillah kalau sama Pak Reza, pingin rasanya ku becek becek kalau ia menghina Pak Reza."


Ucap karyawan A yang merupakan bagian keuangan.


" Iya, amit amit deh jangan sampe anakku besok seperti gadis itu, kalau cantiknya sih boleh tapi sifatnya jangan sampai,,,"


Tanpa mereka sadari kalau Reza dan Lili ada di belakang mereka dan mendengar semuanya.


Reza tersenyum tipis dan menyapa keduanya.


" Selesaikan kerjaan kalian kalau tak mau dipecat besok, jaga lidah kalian, kami tidak membayar karyawan untuk bergosip."


Tuturnya lalu melangkah pergi menyusul Lili yang lebih dulu menuju ruang rapat dengan wajah masamnya.


" Oh Tuhan,,, matilah kita, Nona Lili mendengar semuanya."


Jerit mereka tertahan dan saling menggenggam tangan satu sama lain saling memberi kekuatan jika besok mereka harus kehilangan pekerjaan mereka.


Tangan mereka sama sama memukul mulut mereka yang telah lancang bergosip soal pimpinannya, dan itu melanggar peraturan perusahaan.

__ADS_1


Sementara di dalam lift, Reza hanya menahan tawanya melihat Lili yang cemberut dengan muka ditekuk, ia diam seribu bahasa.


" Apa kau akan memecat mereka?"


Suara Reza memecah keheningan di dalam lift itu.


Namun Lili tetap diam seribu bahasa, hingga tiba tiba lift berhenti mendadak membuat tubuh Lili tak seimbang dan hampir jatuh menimpa dada bidang Reza, membuat mereka saling dekat, dan saling menatap satu sama lain hingga lift itu tiba tiba terbuka, tampak seorang Abymana dan asistennya sedang berada di depan pintu lift.


Keduanya pun mengakhiri pandangan mereka, dan Lili tiba tiba saja meraih dasi Reza dan merapikannya. Lalu tersenyum manja dan bergelayut manja di lengan Reza, mereka berjalan keluar tanpa menghiraukan adanya Abymana.


" Kita lihat saja, aku pasti bisa memilikimu lagi sayang,, tunggu saja tanggal mainnya, kamu pasti mengemis untuk kunikahi."


Bisik Abymana di dalam hati dengan seringai jahatnya.


Ia pun memasuki lift untuk turun ke lobby mengambil berkas yang terlupa dan kini diantar oleh orang kepercayaannya dsn sedang menunggu di lobby.


Setelah memastikan Abymana menghilang di dalam lift, Lili pun segera melepaskan tangannya dari Reza dan mengibas ngibaskannya seolah olah ada kotoran yang menempel pada tubuhnya.


Membuat Reza geram lalu meninggalkannya sendiri.


" Kenapa hatiku terluka, saat ia tak menghiraukanku,," gumam Lili pelan lalu menyusul Reza yang telah memasuki ruang rapat.


Dan mata yang teduh dan bersinar itu menangkap sesosok yang pernah ada dihatinya.


" Salsa"


Sebuah tatapan pun tertuju pada wanita yang dipanggil Reza.


Dan aura tak suka jelas terpancar dari wajahnya.


bersambung,,,🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


jgn lupa jejaknya ya,, mkasih🙏

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2