
Sementara itu, di mansion Sanjaya. Nampak seorang wanita sedang duduk termenung di balkon kamarnya. Sebulan sudah ia tinggal di mansion ini, namun Reza tak pernah menemuinya walau hanya sebentar. Jangankan ingin menemuinya, menelpon untuk menanyakan kabarnya saja ia tak pernah. Hingga Alin merasa tiada arti di mata Reza.
"Eza,,, apa kau tak merindukanku sekarang, apa memang sudah tak ada lagi aku dihatimu, apa arti hadirku tak ada lagi buatmu?"
Buliran bening pun mengalir membasahi pipi Alin, saat ini ia sangat merindukan Reza, sungguh perasaan ini sangat menyiksanya.
Tanpa ia sadari Bibi May sudah datang dengan membawa sarapan paginya juga vitamin serta obat mualnya. Dengan hati hati Bibi May menaruh nampan makanan itu di meja sofa.
"Alin sayang,,, ayo makan sarapanmu dulu, lalu minum vitaminnya."
Bibi May membelai punggung Alin yang kini sedang menatapnya sambil tersenyum.
"Aku belum lapar Bi, ntar aja ya, aku makan sarapannya,,,"
Bibi May pun duduk disamping Alin, lalu membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Dengar sayang,,, kamu harus menjaga debay dengan baik, dia butuh nutrisi untuk perkembangannya, di trimester pertama itu sangat penting untuk membentuk pertumbuhannya, kamu jangan egois, pikirkan debay, Allah memberikan amanat ini untukmu, berarti Allah mempercayakannya untukmu, meski kau tak menginginkannya, tapi percayalah,,, ini yang terbaik untukmu di mata Allah."
Bibi May berusaha untuk memberi pengertian pada Alin, karena ia tau, Alin tak pernah menginginkan kehadiran anak ini dalam rahimnya.
"Ingat sayang, dia tidak berdosa, jangan menghukumnya atas perbuatan pria itu, banyak yang ingin memiliki anak, segala usaha telah dicoba, namun Allah belum berkehendak, maka semua tak akan bisa, juga princess manjaku telah merasakannya,,,"
Mengingat Lili, air mata Bibi May pun tak bisa dibendungnya, tanpa permisi sudah jatuh membasahi pipinya. Alin yang melihatnya pun merasakan hal sama, ia merasa jadi orang yang sangat jahat untuk Lili meski ia melakukan semua ini juga terpaksa, demi suatu rahasia tentang orang tuanya, ia harus mau menuruti semua perintah Arsen.
"Maafkan aku Bibi,,,akulah penyebab perpisahan kalian,,,,"
Alin juga terisak dengan tangisnya, ketidak berdayaannya membuat semua jadi terluka.
"Sayang,,, kamu jangan merasa bersalah, ini semua bukan salahmu, hanya takdir saja yang mempermainkan kita sekejam ini, Lili berpesan pada Bibi untuk menjagamu sebelum dia pergi bersama Jay, ia mengkhawatirkanmu, jangan sia siakan pengorbanannya sayang,,, kau harus hidup dengan baik bersama debay."
Bibi May pun menghapus air mata Alin, lalu tersenyum dan mengangguk saat menyuapi Alin. Dengan terpaksa Alin pun membuka mulutnya dan menerima suapan Bibi May lalu mengunyahnya dan menelannya sedikit demi sedikit meski itu terasa sulit baginya.
"Lili,,, sampai kapan kita harus seperti ini,,,"
bisiknya dalam hati, sungguh keadaan ini sangat menyiksa mereka.
Hingga suapan terakhir lalu meminum vitamin dan obatnya, air mata Alin tak berhenti menetes, membuat Bibi May pun juga sama, meneteskan air matanya.
"Kenapa takdir begitu kejam pada kalian, putra putriku,,,"
bisiknya dalam hati.
"Sudah sayang,,, jangan menangis lagi, debay bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Mama nya, jadi demi dia, kau harus bahagia, pikirkan saja hal hal yang membuatmu bahagia, itu pesan Lili,,,"
Ucap Bibi May sambil menghapus dan membelai rambut Alin.
"Iya Bi,,, demi kebahagiaan kami aku akan lakukan apa yang Lili minta."
Ucapnya sambil tersenyum tipis kearah Bibi May yang membereskan nampan makanannya.
__ADS_1
"Sayang,,, Bibi ke dapur dulu ya, nanti kalau perlu apa apa panggil Bibi atau Bunda Ay,,, ya sayang,,,"
Alin hanya mengangguk mengiyakan ucapan Bibi May. Hingga wanita itu menghilang dari pandangannya, ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"*Sudah ada kabar dari orang tuaku?"
"Belum sayang,,, pria tua itu sungguh licik, aku belum mendapat informasi lagi, bersabarlah, jaga kesehatanmu juga debay, love you honey*,,,"
Sambungan pun terputus, menyisakan Alin yang menggenggam erat ponselnya.
"Sampai kapan ini berakhir,,,"
******
Disebuah apartemen mewah nampak seorang pria sedang menghubungi seseorang.
"Apa dia mau makan sarapannya dan minum vitamin serta obat nya Bibi?"
"Sudah,,, meski dia tetap bersedih sampai sekarang, sampai kapan kalian akan tetap begini?"
"Sampai dia kembali Bibi, aku tak akan menemui Alin sampai Lili mau kembali padaku."
Sambungan tlp pun diputus oleh Reza, ia tak ingin luluh hatinya yang selama ini sudah berusaha mati matian untuk kembali menjadi seorang Reza yang dingin pada sapa pun. Karena kelunakan hatinya, ia tersiksa begitu pun dengan kedua wanita yang berarti dalam hidupnya.
Semenjak kepergian Lili, sikapnya sudah berubah, tak ada lagi kehangatan di hatinya, dia menjadi dingin pada semua orang.
"Sampai kau kembali, aku akan menjadi Reza yang lain Lili, dan ini semua karenamu."
Di lobby bawah sudah menunggu Vino, setelah Reza keluar dari lift, mereka pun segera masuk ke dalam mobil, Vino pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Suasana yang hening membuat Vino memutar musik untuk menghilangkan kesuntukannya, ia pun memutar lagu kenangan mereka. My love dari Westlife.
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
An empty,,,an empty house
A hole inside my heart
I'm all alone, the rooms are getting smaller
I wonder how, i wonder why, i wonder where they are
The days we had, the songs we sang together ( oh yeah)
And all my love, i'm holding on forever
Reaching for the that seems so far
So i say a little prayer
__ADS_1
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue, to see you once again ,,, my love
All the seas from coast to coast
To find the place i love the most
Where the fields are green, to see you once again,,, my love
I try to read, i go to work
I'm laughing with my friends
But i can't stop to keep my self from thinking ( oh no)
I wonder how, i wonder why, i wonder where they are
The days we had, the songs we sang together ( oh yeah)
And all my love, i'm holding on forever
Reaching for the love that seems so far
So i say little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue, to see you once again,,, my love
All the seas from coast to coast
To find the place i love the most
Where the fields are green, to see you once again,,,my love
To hold in my arms
To promise you my love
To tell you from the heart
You're all i'm thinking of
Reaching for the love that seems so far
🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶
Reza yang juga mendengarkan lagu itu terusik hatinya, kerinduannya pada sosok wanita yang dicintainya pun kembali mengisi relung hatinya serta bermain dalam pikirannya.
__ADS_1
"Kenapa kau kejam padaku, maka jangan salahkan aku jika aku juga kejam padamu nantinya."
bersambung 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹