
Disebuah perkebunan anggur yang cukup luas, nampak hamparan pepohonan anggur yang siap untuk di panen. Di pulau yang terpencil itu, hanya ada beberapa pasang keluarga yang bermukim di sana.
Dari beberapa pasang itu ada sepasang suami istri yang menjadi pemilik dari perkebunan itu.
Mereka cukup disegani oleh para pekerja karena keramahan mereka, juga kebaikan mereka yang tidak pernah membeda bedakan status seseorang.
Para pekerja disana sangat menghormati dan menganggap keduanya itu panutan bagi keluarga yang lain, sebagai pemilik tempat itu, mereka tidak sombong serta angkuh sok berkuasa, justru mereka membaur dengan anak buahnya yang merupakan penduduk setempat.
Ya,,, disinilah kini mereka berada, di salah satu pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya, namun tak ada yang berani datang karena pulau ini masih cukup liar, banyak binatang buasnya. Namun udaranya terasa sejuk karena pulau ini terdapat pegunungan yang sudah tak aktif lagi. Kini mereka merintis dari bawah lagi usaha bisnis yang baru, yaitu berkebun anggur dan mengolahnya menjadi minuman yang segar juga yang membuat orang mabuk kepayang, seperti wine, dan yang lain. Namun itu pun untuk mereka ekspor ke luar negeri, pemasaran utama mereka.
Sejak kabar kematian mereka, disinilah Papa Sanjaya juga Mama Zahira menghabiskan hari harinya.
Meskipun kerinduannya pada putri semata wayang mereka teramat dalam. Namun mereka mencoba bertahan, karena diam diam Reza selalu mengirim video tentang Lili untuk mengobati kerinduan mereka.
Selain itu mereka juga punya mata mata yang bisa diandalkan untuk melindungi Lili dari jauh.
Seperti biasa, hari hari mereka habiskan di perkebunan anggur, mengawasi juga membantu anak buahnya memetik anggur yang sudah masak.
Itulah yang bisa mengurangi kerinduan keduanya pada Lili, dengan menyibukkan diri serta bercanda dengan para pekerjanya, yang merupakan para bodyguard kepercayaan mereka beserta istri istrinya.
Jadi boleh dibilang jika kawasan itu steril dari orang asing, karena semua penghuninya adalah orang keoercayaan yang selalu setia pada Papa Sanjaya juga Reza.
Karena Reza telah menyelamatkan nyawa mereka dari kejamnya dunia bawah tanah. Hingga mereka bersumpah dan berjanji akan setia pada penolong mereka, meski nyawa taruhannya.
Kesetiaan mereka telah teruji, makanya Reza merasa aman meninggalkan Papa Sanjaya dan Mama Zahira bersama dengan anak buahnya yang bisa menyamar menjadi apa pun sesuai tugas mereka.
Sebuah pesawat mendarat di roof top sebuah gedung pencakar langit yang merupakan pabrik pembuatan dan pengolahan anggur anggur itu.
Turunlah dua tokoh utama kita dengan gaya mereka masing masing.
Reza yang terlihat coll dengan ketampanannya serta wibawanya, menuntun tangan Lili yang terasa sulit untuk berjalan.
Bagaimana tidak, karena Reza sudah menghukumnya selama di dalam pesawat tadi, tak pernah menyisakan waktu untuk Lili beristirahat, dengan alasan klasik, jika Lili bertemu kedua orang tuanya nanti, ia akan tersisih, karena waktu Lili pasti tersita untuk keduanya. Karena itu ia mengambil jatahnya sekarang.
"Sayang,,, perlu bantuan,,,?"
Goda Reza dengan senyum penuh kemenangan yang menghiasi bibirnya. Sedangkan Lili hanya cemberut sambil menatap tajam kearah Reza. Membuat Reza semakin menggodanya.
"Sayang,,, yang tadi belum selesai, kita lanjut di dalam ruang kerjaku ya,,, sebelum Mama dan Papa pulang."
Reza pun menaik turunkan alisnya menggoda Lili, sambil tersenyum kearah istrinya itu.
__ADS_1
"Kakak,,, kau ingin membunuhku sebelum bertemu dengan Mama dan Papa? Debay juga akan tersakiti dengan ulah Papanya tak berperi kepapa an serta kesuamian, dasar mesum,,,"
Jawab Lili cemberut sambil mencubit perut Reza yang sobek sobek itu.
"Ahhh,,, nikmatnya,,,"
Reza bukannya merasakan sakit, justru seakan akan ia begitu menikmati cubitan Lili, membuatnya semakin kesal, lalu memukul pelan dada bidang suaminya. Karena kesalnya ia pun menangis dan membenamkan wajahnya di dada bidang itu.
"Iya maaf,,,aku hanya bercanda, hentikan tangismu,,, kalau Papa dan Mama tahu bisa dipecat aku jadi menantu mereka, sudah membuatmu menangis karena kenikmatan,,, he,, he,,he,,,"
Sekali lagi Reza menggoda Lili membuatnya semakin jengkel dan tanpa kata melangkah menuruni tangga pesawat. Reza yang menyadari jika marah Lili sudah pada puncaknya pun segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan juniornya dari puasa sebulan wkwkwk.
Ia pun segera menggendong tubuh istrinya menuruni tangga pesawat, lalu berjalan ke arah lift yang akan membawa mereka ke ruang kerja Reza.
"Maaf,, aku tidak akan menggodamu lagi,,, setidaknya tidak untuk hari ini,,,"
bisiknya di telinga Lili yang masih dalam gendongannya.
Tak berapa lama pintu lift sudah terbuka, dan mereka kini sudah berada dalam ruang kerja Reza.
Perlahan Reza merebahkan tubuh Lili di kamar pribadinya.
Setelah mencium kening istrinya, ia pun melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah kepergian Reza, Lili pun bangun dari tidurnya, ia pun melangkah ke balkon kamar itu.
Dari lantai atas, ia bisa melihat ke seluruh penjuru dari perkebunan itu.
Matanya dimanjakan dengan pemandangan para pekerja yang sibuk dengan pekerjaan mereka.
Hingga air matanya menetes menangkap sosok yang sangat dirindukannya.
" Mama,,,"
ucapnya lirih dan tersendat di tenggorokan rasanya. Hatinya begitu bahagia bisa melihat Mama nya lagi. Hampir saja ia melangkah, namun tubuhnya sudah terhenti oleh dekapan seseorang.
"Kamu ingin bunuh diri,,?"
Suara Reza yang terdengar khawatir juga berat penuh dengan penekanan itu pun menyadarkan Lili jika kini ia sedang berada di lantai paling atas perusahaan itu.
"Astaghfirullah Kak,,,aku tak sadar di mana tempatku sekarang, bawa aku ke mereka Kak,, aku ingin menemui mereka."
__ADS_1
Lili yang tak menyadari keadaannya saat ini segera melepas pelukan Reza, berjalan cepat hendak keluar dari ruangan Reza hingga ada kata yang menghentikannya.
"Dengan pakaian seperti itu,,,"
Teriak Reza yang membuatnya sadar jika kini dia hanya memakai gaun tidurnya yang tipis dan terawang.
"Astaghfirullah,,, kenapa aku ceroboh sekali,,,"
Ucapnya sambil menepuk jidatnya pelan. Ia pun berbalik memandang Reza yang sudah berjalan ke arahnya.
Reza segera membopong tubuh Lili ke kamar mandi.
"Bersihkan dirimu dulu, baru kuantar ke tempat Papa dan Mama."
Lili pun mengangguk pelan, membuat Reza tersenyum lalu mengacak rambut Lili pelan.
"Istriku sangat manis kalau patuh begini, jadi pingin,,"
ucapnya terhenti saat menagkap tatapan membunuh dari Lili.
"Jangan harap dapat jatah dariku jika Kakak macem macem sekarang, puasalah sebulan penuh,,,"
mungkin itu arti dari tatapan Lili yang membuat Reza tersenyum masam. Lalu keluar dari kamar mandi.
Selang beberapa saat setelah selesai bersiap siap, mereka pun segera turun dengan menggunakan lift khusus yang hanya Reza serta Papa Sanjaya yang tau.
Setelah berjalan hampir lima belas menit sambil menikmati pemandangan sekitar akhirnya mereka sampai di perkebunan anggur, Lili tak bisa menahan langkahnya lagi. Ia pun berlari lalu memeluk dari belakang sosok tubuh yang sangat dirindukannya.
"Mama,,,"
Air mata terjun membasahi pipinya.
Wanita itu pun tertegun mendengar suara yang selalu terngiang di telinganya selama ini, apakah ini nyata atau hanya ilusinya saja. Namun pelukan ini,, air matanya pun mengalir merasakan betapa bahagianya dia saat ini, segera dia berbalik dan memeluk putrinya dengan erat seakan tak ingin terpisah lagi.
"Putri manja Mama,,,"
Semua yang melihat pertemuan ibu dan anak itupun ikut menitikkan air mata, karena mereka tau penderitaan Lili selama ini. Papa Sanjaya pun memeluk kedua bidadarinya sambil tersenyum bahagia. Menatap ke arah Reza, dengan isyaratnya, Reza pun ikut bergabung dan memeluk istrinya juga Papa Sanjaya.
Berpelukan,,,, teletubbies,,,
bersambung🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1