GAME LOVE

GAME LOVE
Bab 49 perkelahian


__ADS_3

Sementara itu dirumah Lili, Cahya yang tidak mendapati Lili ada dirumah nampak sedih, ia tak mau sarapan, ia hanya duduk terdiam di sudut sofa ruang tamu.


Meskipun Bunda Ay, Bibi May dan Zahra sudah membujuknya, namun ia bersikeras ingin bertemu dengan Lili.


"Sayang,,, makan dulu ya, dari pagi Cahya belum makan, nanti kalau Cahya sakit, Kak Lili pasti sedih, kalau tahu Cahya tidak mau makan pasti nanti kami dimarahi, Cahya nggak kasihan dengan kami kena marah princess manja itu."


Ucap Bibi May sambil mengarahkan pandangannya ke bingkai foto Lili yang ada di ruang tamu itu.


"Kak Lili tidak manja Bi,,,"


tuturnya dengan wajah cemberut sambil memeluk bantal kecil di sofa.


"Iya ,, Bibi salah,,, Kak Lili tidak manja, dia wanita yang kuat, dengan semua yang sudah menimpanya, dia tetap tak ingin menyakiti orang lain, dia memang bodoh,,,"


Air mata Bibi May pun jatuh membasahi pipinya.


"Kak Lili tidak bodoh Bi,,, dia pintar,,, aku ngambek kalau Bibi terus ngatai jelek Kak Lili."


Cahya pun memalingkan wajahnya dari Bibi May sambil cemberut.


"Iya,,, iya sayang,,, Kak Lili memang baik, sayang sama Cahya, nah,, sekarang makan dulu ya,,, nanti kalau Kak Lili sudah pulang, mau tidak diajak jalan jalan seperti kemarin?"


Ucap Bibi May sambil membelai rambut Cahya.


Gadis kecil itu hanya terdiam tanpa melihat kearah Bibi May.


"Cahya ingin Kak Lili, nggak mau yang lain,, hikss,, hikksss,,,"


tangis Cahya malah pecah, membuat Bibi May kebingungan dan berusaha menenangkannya.

__ADS_1


Namun usahanya tak membuahkan hasil. Cahya semakin kencang menangisnya membuat seluruh isi rumah kalang kabut dibuatnya.


Bunda Ay yang mendengar tangis Cahya segera keluar ke ruang tamu setelah memastikan semua masakannya sudah siap dalam kotak makanan.


Iya,, ia berinisiatif membawakan Lili dan Reza serta Vino makan siang, ia akan mengantar makanan itu ke kantor Reza.


"Sayang cantik,,, kenapa menangis, Cahya ingin ketemu sama Kak Lili?"


Kata Bunda Ay lembut sambil menghapus air mata Cahya.


Gadis kecil itu hanya mengangguk pelan. Namun masih terisak dalam tangisnya.


"Ayo kita ketemu Kak Lili,,, sudah,,, jangan menangis lagi ya sayang,,,"


Bunda Ay menggendong tubuh Cahya dan membawanya keluar rumah menuju mobil yang telah disediakan Pak Maman.


Akhirnya mereka pun berangkat ke kantor Reza juga Lili.


*******


Sementara itu di kantor Sanjaya Group. Nampak Reza juga Jay sedang bersitegang, mereka berdua tak ada yang mau mengalah, bahkan kini kata kata tak bisa menyelesaikan perdebatan mereka. Meski Lili berusaha menengahi keduanya, namun mereka tetap kekeh dengan pendirian masing masing.


Akhirnya mereka saling baku hantam, karena merasa direndahkan dengan ucapan masing masing. Sedang Lili tak bisa berbuat apa apa karena dia sudah dipegangi oleh Vino dengan tangan yang telah terkunci di belakang.


Vino melakukan ini atas isyarat dari Reza, mau tak mau dia harus mematuhi perintah atasan dan sahabatnya itu, selain itu ia juga tak mau Lili terluka karena pukulan keduanya.


"Vin,,, lepasin aku Vino,,, kamu mau mereka saling bunuh,,,lepasin aku Vino,,,"


Ucapnya cemas namun penuh dengan penekanan.

__ADS_1


"Maaf,,, aku tak bisa melepaskanmu, ini permintaan Reza, jika kamu bersikeras pergi dengan Jay, kamu akan melihat kematiannya."


Bisik Vino yang terus mengunci tubuh Lili, karena ia terus beontak ingin melepaskan dirinya.


"Berhenti kalian berdua, kalau tidak, kalian akan melihat jasadku sekarang,,,"


Teriak Lili namun tak dihiraukan oleh Reza juga Jay, mereka tetap baku hantam meski darah sudah mengalir dari bibir mereka berdua.


Jay yang sedari kecil juga sudah digembleng ilmu bela diri bisa mengimbangi Reza yang juga jago beladiri.


"Sungguh tontonan yang mengasyikkan,,"


Bisik Aby pada Salsa yang melihat perkelahiaan itu dengan nyali yang menciut, ia takut terjadi apa apa dengan Reza.


" Hentikan ucapanmu itu, jika tak ingin kita dalam masalah."


Balasnya berbisik kearah Aby yang tersenyum mengejek kearah Reza dan Jay.


Lili semakin tak bisa mengendalikan dirinya, hingga ia berteriak teriak menyuruh Reza juga Jay mengakhiri perkelahian mereka.


Dengan susah payah ia mencoba melepaskan dirinya dari Vino, hingga,,,,


"Bruukkk,,,beg,, beg,,,"


Tendangan kaki dan pukulan mengarah ke wajah Vino, membuatnya terhuyung ke belakang dan melepaskan Lili. Kini Lili berada dalam kendali wanita muda ini.


"*Jangan takut Kakak ipar, kamu aman bersamaku."


bersambung,, 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹*

__ADS_1


__ADS_2