GAME LOVE

GAME LOVE
Bab 56 satu sama


__ADS_3

Sementara itu, seorang pria paruh baya sedang mengepalkan tangannya menahan amarah yang sudah mencapai ubun ubunnya. Ia tak habis pikir dengan kebodohan putranya. Kenapa harus terjerumus lagi dan masuk dalam perangkap percintaan yang bisa membuatnya merana seumur hidupnya. Karena cintanya yang tulus itu bisa menghancurkannya.


Setelah melihat dari cctv perusahaan, Arsen bisa melihat Reza membopong Lili masuk ke dalam ruangannya, itulah yang membuatnya geram, karena ia tak mau rencana balas dendamnya terhalang oleh putranya sendiri.


Segera ia menghubungi Henry yang masih berada di apartemen elit miliknya.


Tak perlu menunggu lama, Henry pun mengangkat panggilannya.


"Bereskan kerikil penghalang itu."


Suaranya geram menahan marahnya.


Henry yang mengerti maksud dari Arsen hanya bisa menganggukkan kepalanya, meski ia tau Arsen tidak akan mengetahui jawabnya dengan anggukan. Karena sambungan dari Arsen pun sudah terputus. Ia pun segera menghubungi seseorang.


Dan di seberang sudah terdengar suara yang menjawab panggilannya.


"*Bereskan kekacauan ini,,,"


"Ok*,,,"


Lalu sambungan pun terputus.


Henry pun tersenyum sinis, kemudian mengambil kunci mobilnya bergegas keluar dari apartemen mewahnya. Menuju tempat yang akan membuatnya bertemu dengan pujaan hatinya.l


Sementara itu Lili yang ingin lepas dari Reza memeras otaknya agar bisa lepas dari cengkraman singa yang kelaparan itu.


Sejuta alasan sudah dia katakan, namun tak menyurutkan niat Reza untuk bercinta dengannya.


"Kak,,, ku mohon mengertilah, ini bukan hanya tentangku, tapi tentang nasib seluruh karyawan jika tender ini tak ku dapatkan, kasihan mereka kalau kehilangan mata pencaharian, terus mereka mau menghidupi anak istrinya dengan apa."


Lili menatap penuh harap cemas kearah Reza yang kini sudah mengukung tubuhnya. Mimiknya dibuat semelas mungkin agar Reza mau melepaskannya. Namun Reza tetap terdiam dan bahkan tangannya mulai nakal melepas kancing baju Lili satu persatu.


Lili hanya bisa menggigit bibir bawahnya, ia berusaha sebisa mungkin meredam rasa tegangnya, sudah hampir sebulan lebih mereka tak bertemu, membuat Lili merasa malu jika Reza melihat tubuhnya yang polos.


Dengan sedikit senyuman yang dipaksakan ia mencoba menahan tangan Reza yang sudah bergerilya menyusuri lekuk tubuhnya.


"Kak,,, kita tak boleh melakukannya, kita bukan muhrim lagi, kan aku sudah bercerai dari Kakak, aku sudah menandatangani perceraian kita, kita akan berbuat dosa besar kalau tetap melakukannya."


Lili menahan dada Reza yang ingin mendekatkan wajahnya pada Lili. Senyuman tipis pun terbit di bibir si beruang kutub itu, membuat Lili bergidik melihatnya, ia mengerti akan arti senyuman itu.

__ADS_1


Perlahan ia berusaha menggeser tubuhnya agak kesamping, namun Reza sudah menahannya. Wajahnya pun semakin di dekatkan pada Lili. Dengan sedikit memicingkan matanya Lili berusaha menghindari Reza yang ingin menciumnya.


"Apa aku begitu menjijikkan hingga kamu menghindariku,,,"


Reza mengernyitkan keningnya menatap penuh tanya serta menyelami dalamnya arti tatapan Lili padanya.


"Bukan begitu Kak,,, aku takut sakit, lagian aku tak mau terjadi apa apa sama debay, kita juga udah bukan muhrim Kak,,,"


Lili berusaha mencari seribu alasan untuk menghindari apa yang akan terjadi.


Padahal ia tau kalau Reza belum menceraikannya, sedangkan surat cerai yang ditanda tangani oleh Lili telah di sobek sobek oleh Reza.


Mendengar penuturan Lili, semakin membuat Reza menjahili wanita yang sangat dirindukannya selama ini, tiada harinya tanpa bayang bayang Lili.


"Tak perlu banyak berpikir, santai saja sayang, bukankah ini bukan pertama kalinya bagi kita."


Seringai licik terbit di bibir Reza, lalu dengan lembut mencium bibir Lili, ciuman yang mulanya lembut kini semakin menuntut, membuat Lili tak berdaya saat Reza sudah beraksi di bagian dadanya. Ia menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan desahannya.


Reza pun mengabsen tiap inci tubuh Lili yang kini telah polos, memanjakan mata Reza yang melihatnya, dalam sekejab kini keduanya sudah sama sama polos dengan selimut sebagai penutup tubuh mereka.


Saat Reza ingin menyatukan perbedaan mereka, tiba tiba saja Lili menutup mulutnya, wajahnya nampak merah padam menahan sesuatu, dan Reza menyadari itu.


"Kau kenapa sayang,,,"


"Hueeekk, huueekk,,,"


Lili memuntahkan seluruh isi perutnya. Reza yang mendengarnya pun segera ke kamar mandi setelah memakai celana boxernya.


"Sayang,, kau tak apa apa?"


Sambil memijit tengkuk Lili, Lalu membantunya menyiapkan air hangat dalam bathup. Memberinya aroma terapi yang menenangkan kesukaan istrinya itu. Setelah itu ia mengangkat tubuh istrinya dan membenamkan dalam bathup, dengan telaten Reza memijat pundak istrinya.


Sedang Lili yang merasa lemas setelah muntah tadi hanya bisa menerima semua perlakuan suaminya.


"Kak cukup, aku lebih baik sekarang, sebaiknya Kakak keluar, aku bisa mandi sendiri."


Ucap Lili sambil menoleh kearah Reza. Ia baru menyadari wajah suaminya yang sudah merah padam menahan hasratnya yang sudah terlanjur on.


Dengan wajah yang tak berdosa dan pura pura tak tau, Lili justru dengan sengaja menggoda Reza dengan bermain gelembung dan meniupnya dengan manja,, ala model sabun profesional yang begitu menghayati perannya.

__ADS_1


Reza yang menahan hasratnya dari tadi hanya bisa mengepalkan tangannya menahan marahnya.


Cukup lama Lili menikmati keusilannya pada suaminya, hingga ada sesuatu yang mengambang dalam busa mandinya, matanya terbelalak melihat ada kecoa disana,


"Aaaarrhh,,,,"


Teriaknya sambil berhambur kepelukan Reza, ia sungguh ketakutan melihat ada kecoa di air mandinya. Tanpa ia sadari justru dia sendiri yang memeluk Reza dengan erat.


Senyum kemenangan tersungging di bibir Reza. Ia pura pura terkejut saat Lili memeluknya.


"Kenapa sayang, wajahmu pucat pasi kayak gitu,,"


Tuturnya lembut sambil menahan senyumnya, namun tetap memeluk Lili.


"Kak,,, itu,,, itu,,, buang,,, aku takut Kak,,,"


dengan bibir yang bergetar Lili menunjuk kearah kecoa tanpa melihatnya karena ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Ok,,, aku akan membuangnya, dengan syarat,,,"


Reza tak meneruskan kata katanya. Lili yang menyadari apa syarat yang diinginkan suaminya itu hanya bisa mengangguk lemah.


"Tidak sekali, tapi sampai debay tertidur, gimana,,,?"


Ucap Reza yang mengangkat dagu Lili hingga mereka saling tatap, lagi lagi Lili hanya mengangguk pelan.


"Yess,,, "


Ucap Reza sambil mengepalkan tangannya menariknya dari atas bahunya ke bawah. Bagai mendapat durian runtuh dengan segera Reza mengangkat tubuh Lili dan membersihkannya dengan shower, hasrat yang tak bisa ditahannya lagi pun segera disalurkan dibawah guyuran air shower, namun ia melakukannya dengan perlahan.


"Kak,,, kecoa tadi,, belum kau buang,,"


Ucap Lili di tengah tengah aksi suaminya, ia sangat takut hingga tak bisa menikmati semua permainan suaminya.


"Tak ada kecoa disini sayang,, itu hanya mainan yang dibeli oleh Cahya dan tertinggal disini,,,"


"*Apaaa,,,jahat kau Kak,,,"


"Kita satu sama sayang*,,,"

__ADS_1


Tanpa menghentikan aksinya meski Lili memasang raut wajah yang masam, namun semua berubah saat mereka meleburkan kerinduan yang selama ini menumpuk di kalbu mereka dengan gelora asmara yang meyelami lautan madu mereka, menciptakan indahnya syurga dunia mencari keridhoan Nya.


bersambung🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2