GAME LOVE

GAME LOVE
bab 58 cerita masa lalu


__ADS_3

"Saat hati dalam dilema, kemana kau akan bersandar, jika bersandar pada sesama makhluk, suatu saat ia akan lelah dan meninggalkanmu, namun kala kita bersandar pada Tuhan semesta alam, insya Allah kita akan selalu mendapat rahmat kasih sayangnya."


Itulah sepenggal kata yang tertulis di dalam secarik kertas yang ditinggalkan Papa Sanjaya untuk Lili.


Dengan senyum getirnya ia melangkah keluar kamarnya, menuju kearah balkon, lalu menghirup udara malam yang terasa sejuk olehnya.


Harum bunga bunga yang tumbuh ditaman, sejenak membuatnya terlupa akan sakit harinya yang tadi siang sempat tergores dalam.


Ditatapnya malam yang penuh bintang bertaburan, bersanding dengan bulan yang hanya separuh saja, semilir angin malam menerpa lembut wajahnya.


"Pa,,, Ma,,, aku rindu pada kalian,,, kapan kita bisa berkumpul lagi,,, aku akan memiliki debay lagi Ma,,, Pa,,, pasti kalian bahagia mendengarnya,,,"


senyuman getir pun terbit di bibir yang merona itu. Tak terasa air mata sudah membasahi pipinya.


"Sayang,,, kenapa berdiri di luar,,, nanti masuk angin kamu, pikirkan pertumbuhan debay juga."


Bibi Aisyah sudah membelai lembut rambut Lili.


"Kamu yang sabar ya,,, aku sudah tau yang terjadi tadi siang di kantor Reza, kamu harus kuat."


"Bi,,, bisakah aku panggil Bibi dengan Mama?"


Aku merindukan Mama juga Bunda Ay dan Bibi May,,,aku butuh mereka saat ini Bi,,,"

__ADS_1


Lili menatap sendu kearah wanita yang merupakan Mama dari orang yang dicintai juga dibencinya saat ini.


'Tentu saja boleh sayang, kan memang Lili putri Mama, meski tanpa menikah dengan putra Mama, Lili adalah putri Mama sejak dilahirkan.


Kamu tau sayang, kenapa nama Az Zahra disematkan dalam nama Lili, bukan nama Papa atau Mama Lili, karena saat bayi Lili itu sakit sakitan, dan hampir saja tak tertolong, ada orang yang ngerti, dia nyuruh Papa Lili membuang Lili ke dalam kubangan, dan diakukan anak orang lain bukan anak Sanjaya, dan Mama yang mendapatkan amanah itu, jadi nama Mama ikut di belakang nama Lili."


Mama Aisyah akhirnya menceritakan semunya, dari awal sampai akhir, yang membuat Lili semakin berurai air mata dengan semua pengorbanan kedua orang tuanya. Dan kini ia tau kenapa Reza sengaja di titipkan pada kedua orang tuanya, bukan karena Mama Aisyah tak ingin merawatnya, namun untuk menjaga keluarga tetap aman dari ulah Arsen, hingga Mama Aisyah tak tahan lalu pergi meninggalkan pria itu.


"Semua ini adalah salah kami, namun kamu dan Reza yang harus menanggungnya, maafkan kami sayang,,,"


Mama Aisyah mengusap air mata Lili yang terus mengalir membanjiri pipinya dan terjun bebas jatuh ke lantai balkon. Di peluknya Lili lalu diajaknya duduk di sofa yang ada di balkon tersebut.


Sejenak Mama Aisyah mengambil nafas dalam dalam terus membuangnya dengan berat. Di tatapnya langit yang penuh dengan bintang, lalu ia pun mulai menceritakan kisah 29 tahun yang lalu.


Disebuah kamar hotel, nampak seorang pria tengah bertelanjang dada, tubuhnya terasa terbakar setelah meminum segelas wine yang diberikan oleh adik klien kerjanya, ia tak bisa menolak karena tak ingin menyinggung rekan kerjanya tersebut. Dan inilah hukuman atas kelalaiannya telah berani menyentuh serta meminum minuman yang dilarang oleh tunangannya, karena toleransinya pada alkohol sangat lemah.


Tiba tiba terdengar suara pintu dibuka, lalu terdengar suara pintu ditutup kembali dan dikunci. Nampak seorang wanita cantik dan masih muda melangkah kearah pria tadi. Ia pun duduk ditepi tempat tidur. Memandang ke arah pria itu dengan senyum penuh kemenangan.


"Zahira sayang,,, kau kah itu,,?"


Karena kesadarannya mulai menghilang, Sanjaya melihat sosok wanita di depannya adalah Zahira, tunangannya.


Dengan lembut Sanjaya menarik tubuh gadis itu hingga jatuh kedalam pelukannya. Kemudian ia pun menarik lembut tengkuk gadis itu hingga ia mendaratkan ciumannya di bibir yang menjandi candunya, karena terpengaruh oleh alkohol, ia pun semakin menuntut lebih dan lebih untuk menawarkan dahaganya.

__ADS_1


Tubuhnya yang sudah terbakar akan pengaruh obat itu tak lagi dapat menahan hasratnya.


Segera dibukanya satu persatu baju yang dikenakan oleh gadis itu tanpa melepas ciuman mereka, karena tak ada penolakan dari gadis itu, justru ia mengimbangi permainan Sanjaya, membuatnya semakin bernafsu untuk segera melahap wanitanya.


Dalam sekejap, keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun, Sanjaya pun mulai menciumi tiap inci dari tubuh gadis itu, menciumi leher dan berakhir di kedua gundukan besar dan bermain disana.


Desahan dari bibir gadis itu membuatnya tak tahan lagi untuk melakukan penyatuan mereka, hingga,,,,


"Aaahhh,,, eeehhmmm,,"


Suara desahan dan rintihan keduanya saat Sanjaya telah menyatukan perbedaan mereka.


Entah untuk berapa lama akhirnya mereka mencapai klimaksnya bersama dan Sanjaya menaburkan benihnya di rahim wanita itu.


Setelah itu mereka terbuai dalam buai mimpi mereka, tak perduli akan esok yang tengah terjadi.


Sementara itu di kamar yang berbeda tetap di hotel yang sama, nampak seorang pria tengah menyalurkan hasratnya yang telah lama di pendamnya untuk wanita ini, meskipun dengan cara yang curang, ia puas bisa meraih apa yang diinginkannya, tak hentinya ia mempermainkan tubuh polos itu meski si empunya tubuh hanya diam tanpa memberikan balasan untuknya.


Entah untuk berapa kali mereka mencapai klimaksnya bersama dan pria itu menaburkan benihnya di rahim sang wanita. Hingga akhirnya ia tertidur disamping wanitanya yang sedari tadi memang sudah masuk dalam buai mimpinya yang tak berujung.


Apa yang akan terjadi esok hari, adalah neraka untuk Sanjaya dan wanita yang diambil kegadisannya dengan paksa. Dan kisah balas dendam Arsen dimulai dari peristiwa ini....


bersambung,,, 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2