GAME LOVE

GAME LOVE
bab 67. keusilan Lili


__ADS_3

"Lili,,,"


Teriak Reza menahan kesalnya saat Lili mengerjainya saat ini.


Sedang Lili tertawa lepas melihat ke arah Reza yang merah padam menahan rasa pedas yang luar biasa.


Setelah melakukan kegiatan panas mereka, menumpahkan semua rindu yang membebani hati keduanya, yang semakin mempererat ikatan batin mereka. Kini Lili sedang membuat makan malam untuk suaminya.


Karena keusilannya kini mulai muncul lagi, maka dengan senyum yang terus mengembang ia menyiapkan makan malam yang romantis tuk keduanya.


Sedangkan Reza sibuk dengan laptop nya mengurusi semua pekerjaannya, sesekali saja ia melihat kearah Lili yang terlihat begitu menggoda bagi Reza, dengan memakai daster yang hanya bertali, dengan rambut yang diikat keatas dengan anak rambut yang tak beraturan, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih menggoda siapa saja yang melihatnya, apa lagi sebagian dadanya juga terlihat sebagian. Membuat Reza hanya bisa menelan salivanya. Andai saja ia tak disibukkan dengan pekerjaannya, pasti ia tak akan melepaskan istrinya keluar dari kamar.


Lili yang melihat Reza memperhatikannya justru semakin menggoda suaminya itu dengan mengedipkan sebelah matanya, lalu memberikan ciuman jauh untuk suaminya itu.


Sedang Reza pun menangkap ciuman itu dan menempelkan tangannya ke dada. Membuat keduanya terkekeh bersama.


Akhirnya mereka pun sibuk dengan pekerjaan masing masing. Tanpa Reza sadari, Lili berjalan kearahnya dengan membawa coffe latte tuk suaminya.


"Kak,,, minum dulu, pasti Kakak capek, kan?"


Ucap Lili sambil duduk di pangkuan suaminya, lalu melingkarkan tangannya di leher Reza, sambil tersenyum menggoda.


"Sayang,,, jangan menggodaku saat saat seperti ini, aku bisa gila kalau gini,,"


Tutur Reza sambil memeluk tubuh istrinya, hingga ia pun mencium lembut bibir Lili. Untuk sesaat mereka terlena dengan aksi mereka hingga Lili tersadar lalu mendorong tubuh Reza menjauh darinya.


"Kak,,, sudah,,, masakanku hangus ntar,,,"


Lili pun bangkit dari pangkuan suaminya, sedikit berlari takut masakannya hangus. Sedangkan Reza hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan, lalu meneruskan pekerjaannya.

__ADS_1


Setelah satu jam memasak, akhirnya semua masakan tersedia di meja makan, Lili sengaja memasak yang simpel, ia membuat cap cay dengan ayam serta udang krispy. Tak lupa ia membuat jus lemon untuk mereka berdua. Ia pun membuat saos untuk koloke yang dibuatnya. Dirasa semua sudah siap, ia pun menghampiri Reza yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Kak,,, kita makan dulu yuk, aku da lapar,, kasihan debay dari tadi belum mendapat nutrisi."


Tutur Lili manja sambil menutup laptop suaminya, yang membuat Reza memandangnya dengan tajam karena mengganggu pekerjaannya.


"Kenapa,,, mau marah sama aku, udah ganggu kerjaan Kakak? Ya udah,,, aku makan sendiri aja,,,"


Dengan wajah cemberut Lili hendak melangkah meninggalkan suaminya yang sudah memerah wajahnya tadi. Namun kakinya terhenti karena Reza sudah mengangkat tubuhnya sambil tersenyum tipis.


"Mana mungkin aku bisa marah sama princess manjaku ini, apa lagi sudah susah susah masak buat aku."


Sambil menempelkan hidung mereka, lalu melangkah menuju ruang makan, sedang Lili hanya tersenyum dengan tangannya bergelayut manja di leher suaminya.


Setelah sampai di meja makan, Reza pun mendudukkan istrinya, sedangkan dia mencuci tangannya lalu mengambil piring dan mulai mengisi piring itu dengan nasi, lengkap dengan sayur dan lauknya. Lalu perlahan menyuapi Lili yang sedari tadi cuma memperhatikannya saja.


"Kak,,, sini,, biar aku yang menyuapi Kakak,,,"


Akhirnya mereka pun saling menyuapi dari piring yang sama. Hingga acara makan itu pun selesai, kini Lili pun membersihkan sisa sisa makanannya, dan mencuci piring serta gelas yang kotor. Sedangkan Reza melanjutkan kerjaannya lagi.


Setelah selesai dengan acara bersih bersihnya, Lili pun mengambil koloke yang dibuatnya beserta saosnya. Lalu melangkah ke arah Reza dan duduk di samping suaminya itu sambil menyuapi Reza masakannya.


Dengan senang hati Reza membuka mulutnya tiap kali Lili menyuapinya. Hingga hampir 2 jam Lili menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaannya, namun belum selesai selesai. Hingga usilnya kambuh. Mulanya dia hanya menyuapi Reza koloke tanpa saos, kini ia pun memberikan saos ke koloke tersebut.


Reza yang tak menyadari adanya jebakan ranjau, tetap membuka mulutnya menerima suapan Lili hingga,,," huwaa,,,"


Reza segera mengambil air putih yang ada di meja kerjanya, dengan cepat air itu pun tandas dari gelasnya. Namun itu tak mengobati rasa pedas yang sudah membakar mulut dan tenggorokannya. Ia pun mengedarkan pandangannya mencari apa pun yang bisa meredakan rasa pedas yang sudah membakar mulutnya. Sedang Lili sudah kabur semenjak ia menyuapi Reza tadi.


"Lili,,,,"

__ADS_1


Teriaknya menggema di seluruh ruangan itu.


Dengan menahan rasa kesalnya, ia pun segera membereskan berkas berkas juga menutup laptopnya. Lalu melangkah ke dapur dan mengambil jus lemon yang ada di dalam kulkas. Raut wajahnya yang merah padam menahan rasa yang sangat dibencinya. Setelah merasa lebih baik, ia pun segera melangkah ke kamarnya, namun pintunya terkunci.


"Sayang,,, buka pintunya,,, masa iya aku harus tidur di luar?"


Sambil mengetuk ngetuk pintu kamar, Reza berusaha meluluhkan hati Lili.


"Kakak tidur di luar, aku tak mau dapat hukuman dari Kakak,,, aku capek,,, capek hati dan badan juga,,, malam ini Kakak tidur di luar,,, mengerti,,,, tak usah merengek seperti anak kecil."


Ucap Lili dengan nada tinggi biar Reza bisa mendengarnya. Dengan senyum penuh kemenangan akhirnya Lili merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.


"Emang enak dicuekin,,, aku juga bisa Tuan Reza, bukan hanya kamu aja yang bisa nyuekin aku,,"


gumam Lili lirih sambil mencari posisi yang enak untuk masuk dalam dunia mimpinya.


Untuk beberapa saat Lili sangat nyaman dengan tidurnya hingga ada sesuatu yang meraba tubuhnya. Ia pun tersentak kaget melihat Reza sudah berada di sampingnya saat ini, Lili pun bangun dari tidurnya, sedang Reza hanya tersenyum melihat raut wajah istrinya saat ini.


"Kakak,,, kenapa bisa disini,,, lewat mana?"


Pertanyaan bodoh pun lolos dari bibir Lili.


"Tentu saja lewat pintu sayang,,, masa iya lewat balkon kamar kita,,,"ucapnya sambil tersenyum penuh kemenangan.


Lili pun menepuk jidatnya, ia lupa kalau tidak mengunci jendela kamar, jarak antara lantai satu dan dua tidak terlalu jauh, pasti Reza dengan mudah bisa menaikinya. Kan dia sudah terbiasa memanjat tebing yang terjal sekalipun.


Kini Reza yang mulai menggoda Lili dengan mengangkat kedua alisnya, dibarengi dengan senyum penuh kemenangan. Lili yang mengerti ada sinyal membahayakan pun berusaha kabur. Namun sayang,, semua terlambat.


"Terima hukumanmu sekarang,,,"

__ADS_1


Reza sudah menguasai tubuh istrinya dan selanjutnya apa yang terjadi ,,,,,,,


bersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2