GAME LOVE

GAME LOVE
bab 77


__ADS_3

Sementara itu di bagian bumi yang lain, nampak seorang pria paruh baya yang masih terlihat segar di usianya yang hampir 55 tahun kini sedang menikmati minuman nya. Di dampingi dua orang wanita cantik yang begitu menggoda. Pakaian mereka yang terlalu seksi memperlihatkan lekuk lekuk tubuh mereka yang menggoda, apa lagi kerah baju mereka yang berbentuk V memperlihatkan sebagian gunung kembar mereka, membuat siapa saja yang melihatnya pasti tergoda dan ingin mencicipi apa yang ada di dalam kain tipis yang membungkusnya itu.


Tanpa malu malu mereka menuangkan wine tersebut ke mulut mereka lalu memberikan pada pria tersebut, tak hanya sekedar meminum wine yang di berikan wanitanya, ia pun ******* bibir itu dengan rakusnya, tangannya tak tinggal diam, masuk kedalam baju tipis si wanita yang satunya lalu meremas kedua gundukan tersebut, membuat dua orang wanita itu mendesah nikmat atas perlakuan pria itu.


Meskipun usia tidak muda lagi, tapi gairah pria ini masih cukup tinggi, bahkan dalam semalam ia bisa bercinta dengan 4orang wanita sekaligus. Sungguh luar biasa bukan, karena kekecewaan pada istrinya yang ternyata masih menyimpan nama pria lain dalam hatinya, membuat pria ini membalasnya dengan bermain main juga bercinta dengan wanita yang di bilang masih muda, bahkan ia sering memesan wanita yang masih perawan dari mucikari ternama di negara itu.


Pemimpin dunia hitam yang sangat di takuti oleh musuh musuhnya, membuatnya dengan mudah mendapatkan semua yang ia mau, namun jauh di lubuk hatinya ia merasa bersalah pada wanita yang sangat dicintainya, yang telah memberikannya dua orang anak, putra dan putri yang cukup membanggakan baginya. Hanya karena harga diri sebagai lelaki seperti diinjak injak oleh istri juga mantan suaminya, ia pun membalas sakit hati ini dengan menyakiti hati wanita yang sangat dicintainya, hingga kini ia benar benar telah kehilangan wanita itu.


"Tuan,,,akhh,,,," desah nikmat seorang wanita yang terdengar begitu seksi menyadarkan lamunannya, meskipun bibir juga tangan beraksi, namun pikirannya tetap tertuju pada istrinya.


"Puaskan aku sekarang,,,!" Perintahnya yang sudah menarik kepala wanita itu pada daerah intimnya. Tanpa menunggu lama kedua wanita itu pun mulai membuka kancing celana pria tersebut, lalu terpampang lah senjata yang harus mereka manjakan. Tanpa merasa jijik, keduanya secara bergantian melakukan apa yang pria itu perintahkan.


Saat mereka terbuai akan hasrat yang membara, pintu ruang VVIP di club' tersebut terbuka lebar. Membuat ketiganya menoleh kearah suara.

__ADS_1


"Lanjutkan,,!" Perintah pria itu tanpa memperdulikan seorang pria tampan berjalan kearahnya dengan amarah yang sudah memuncak.


"Pergi kalian,,,!" Tangan kekar itu sudah melempar kedua wanita tersebut jauh hingga punggung mereka bertemu dengan tembok.


"Buugghh""


"Akkhh,," pekik keduanya yang merasakan sakit di punggung juga bokongnya


Dengan santainya pria tua itu menyalakan rokok lalu menghisapnya, seakan tidak pernah terjadi apa apa di dalam ruangan tersebut. Membuat pria muda ini semakin geram dengan tingkah Papanya.


"Sampai kapan Papa akan begini terus, apa sampai Mama benar benar kembali pada mantan suaminya baru Papa sadar? Hah,,,!" Jay berteriak dan melempar botol wine kearah dinding, sungguh ia merasa tak tahu lagi harus menyadarkan Papanya dengan cara bagaimana lagi. Andai saja pria di depannya ini bukan orang tuanya, sudah diledakkan kepala pria itu. Karena telah menyakiti hati Mamanya sedemikian rupa, hingga untuk menghibur hatinya sendiri, Mamanya melakukan tour sosialnya ke negara negara yang pantas mendapatkan bantuan dari yayasannya.


Hingga dalam setahun bisa dihitung berapa kali mereka bertemu dan berkumpul bersama,. sungguh ironi bukan, harta yang melimpah tidak bisa membeli kebahagiaan yang mereka harapkan. Beruntung Jay juga Erlangi tumbuh dengan didikan dari Mamanya yang penuh kasih sayang, meski kini semua sedikit demi sedikit kebahagiaan itu telah pergi dari keluarga Ceofeng karena ulah pria itu yang lebih mementingkan egonya.

__ADS_1


"Keluarlah,,, kalau kamu datang cuma untuk menghakimi Papa,,," Kini pemimpin mafia itu sudah menunjukkan taringnya pada putranya sendiri. Ia paling tidak suka jika kesenangannya harus di ganggu.


"Terserah Papa mau berbuat apa, aku sudah muak dengan ini semua, aku akan mencari Mama dan tak akan pernah kembali sebelum Papa sadar." Ancam Jay sambil melangkah keluar, namun belum sampai ia mendekati pintu, ia berhenti sebentar," Mama. juga Lili ada di tangan Arsen sekarang, Erlangi juga Kak Reza tak bisa melindungi mereka karena terkena tembakan jarum bius."


Setelah menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan, Jay melangkah ke luar ruangan, menuju tempat yang harusnya ia datangi.


Ceofeng yang mendengar penuturan Jay meremas gelas wine nya hingga gelas itu pecah berantakan. Dadanya sudah kembang kempis menahan marahnya dengan mata yang sudah memerah dan rahang yang mengeras.


"Berani kau sentuh istriku, ku kirim kau ke neraka." geramnya lalu bangkit sambil menelpon orang kepercayaannya.


"Siapkan semua anak buah kita!" Perintahnya setelah mendengar jawaban di seberang.


bersambung🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2