GAME LOVE

GAME LOVE
Bab 50 siapa gadis itu


__ADS_3

Gadis itu menghadang Vino yang ingin menangkap Lili lagi, ia sudah menyiapkan kuda kudanya setelah melihat Vino mendekati mereka.


"Sapa kamu sebenarnya, kenapa memanggilku Kakak ipar?"


Tanya Lili lirih sambil melihat kearah Reza juga Jay, hatinya terasa sakit melihat darah yang mengalir dari keduanya.


" Entar Kak Lili juga tau sapa aku, soal Kak Jay juga Kak Reza, Kakak nggak perlu khawatir, sebentar lagi mereka juga akan menyudahi perkelahian mereka."


Ucap Gadis itu sambil tersenyum kearah Lili, namun tetap fokus pada gerak gerik Vino.


"Loe mau rasain tendangan sama tinju gue lagi, ayo maju sini, beraninya kamu mengganggu Kakak Iparku."


Ucapnya sambil menatap sinis kearah Vino yang mengusap sedikit darah dari sudut bibirnya.


Gimana tidak berdarah, gadis itu menendangnya dengan cukup kuat dan cepat, sesungguhnya Lili juga menahan tawa melihat Vino yang dipecundangi oleh gadis yang masih muda belia.


"Kalau saja kamu bukan cewek, pasti udah kuhabisi kamu, sialan."


Bisik dalam hati sambil menatap tajam kearah gadis itu.


"Kenapa loe, mau ku colok mata loe, liat gue kayak gitu, loe pikir gue takut sama loe,,ihh,, najis,,,"


Senyum meremehkan terbit dari bibir gadis ini.


Vino hanya bisa menahan marahnya dengan mengepalkan tangannya. Ia tak menghiraukan ucapan gadis itu, langsung menuju ke arah Lili yang menahan tawanya melihat Vino yang merah padam wajahnya.

__ADS_1


" Lili,,, kemari atau terpaksa aku bersikap kasar pada wanita."


Ucap Vino sambil melirik kearah gadis itu saat melewatinya, maksud hati Vino ingin ke tempat Lili berada tapi langkahnya dihalangi sama cewek itu.


"Maumu apa sih,,, dia istri sahabat gue, minggir,,,"


Ucap Vino sambil menatap tajam ke gadis itu.


"Oh,, jadi dia istri sahabatmu, tapi dia Kakak Iparku,,,"


Ucapnya sambil berkacak pinggang kearah Vino, membuatnya ingin sekali meluapkan marahnya pada gadis itu tapi ditahannya.


Akhirnya mereka terjadi percek cokan mulut yang membuat Lili merasa ada kesempatan untuk melerai Jay dan juga Reza yang sudah sama sama saling berdarah dan babak belur.


Lili tanpa berpikir panjang langsung berlari kearah keduanya, saat itu mereka berdua sudah bersiap dengan pukulan tinju masing masing, tanpa mereka sadari Lili sudah berdiri di tengah tengah mereka, untung saja mereka refleks lalu menarik tinjunya masing masing.


Ucap Reza yang bersiap menyerang Jay lagi, namun tangannya di cekal oleh Lili.


"Cukup Kak,,, sudah jangan berantem lagi, ku mohon,,, jangan sakiti orang lebih banyak lagi,,,Kakak tau siapa Jay sebenarnya, dia itu pemilik Ceofeng Company, putra dari Bibi Aisyah Az Zahra, dan Kakak tau itu sapa,,"


Ucap Lili sambil berderai airmata dengan menakupkan kedua tangannya di kedua pipi Reza, ia pun mengusap darah yang mengalir dari bibir Reza dengan saputangannya.


Reza yang mendengar perkataan Lili hanya bisa diam terpaku untuk sesaat, setelah itu ia menatap Lili dengan penuh tanya, sambil menghapus air mata Lili.


"Apa yang kau katakan semuanya benar sayang,,, dia putra Bunda?"

__ADS_1


Reza menatap ke arah Jay yang kini mengusap darah di mulutnya dengan tissu yang di beri oleh asistennya.


"Aku sudah tau dia adik tiri Kakak saat kami bertemu di kampus untuk pertama kalinya, karena tanpa sepengetahuan kita, Bibi Aisyah selalu mengawasi Kakak. Kami sering bertemu hingga Papa Kakak mengetahuinya, terpaksa beliau kembali ke Ceofeng lagi. Dan karena itu Papa Arsen mengejarku untuk mempertemukan mereka, maafkan aku Kak, tak jujur soal ini padamu, karena aku terlanjur berjanji sama Bibi Aisyah.


Tutur Lili dengan derai air matanya karena melihat luka hati dan juga batin yang diderita oleh suaminya itu.


Reza pun membawa Lili dalam pelukannya, berusaha menenangkan istrinya, sedang Jay hanya berdiri tak jauh dari mereka, ia hanya terdiam melihat Lili dan Reza, kemudian matanya tertuju pada gadis yang kini sedang bertengkar dengan Vino lewat tatapan mata mereka setelah selesai beradu mulut tadi.


Jay hanya tersenyum melihat adik kesayangannya kini sudah berani menatap seorang pria tanpa rasa malu, takut dan canggung lagi.


Perlahan ia melangkah kearah Vino dan gadis itu.


"Dia tampan bukan?"


Bisiknya ditelinga gadis itu, tanpa sadar gadis itu menganggukkan kepalanya.


Vino yang bisa mendengar perkataan Jay pun melangkah pergi dengan wajah yang bersemu merah, ntah karena marah atau malu melihat reaksi gadis itu.


"Cewek jadi jadian, kamu suka sama dia?"


Goda Jay lagi dan gadis ini baru tersadar jika dikerjai oleh Kakak nya. Ia pun memukul Jay tepat di perutnya, membuat Jay meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Erlangiiii,,,"


teriaknya pada gadis itu yang sudah melenggang meninggalkannya menuju kearah Lili dan Reza berada.

__ADS_1


"*Rasain itu Kakak tak ada akhlak,, ha,,, ha,, ha,,,"


bersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน*


__ADS_2