
" Udah gak usah Fitria, aku pulang sendiri aku udh biasa. Nanti aku bisa naik ojol aja, biar cepet sampai rumah. Yasudah yuk semuanya aku pamit.." kata Kani yang berpamitan.
" Nia biar aku saja yang antar kamu pulang, lagian sudah malem juga ga baik seorang gadis pulang sendiri." Kata Adam yang menawarkan dirinya sendiri untuk mengantarkan Kania pulang.
Raihan yang melihat reaksi Adam, yang sepertinya Adam menyukai Nia. Raihan pun bingung harus bagaimana.
Terlihat gerak gerik Raihan, Fitria pun segera bertindak memberikan kode kepada Dewi. Dan Dewi pun faham, akan maksud dari kode Fitria.
"Mas Adam, mas Adam anterin aku aja. Kan mas Adam kan belum tau seluk beluk daerah sini. Takut mas Adam abis nganterin mba Nia nanti ke sasar lagi, tidak tau jalan nya. Kalau mba Kania biar mas Raihan saja , soal nya mereka searah." Kata Dewi dan Adam pun tak menunjukkan ekspresi wajahnya.
Antara mau atau tidak mengantar Dewi. Sebenarnya Dewi juga malu sih menawarkan dirinya di antar Adam. Cuma mau bagaimana lagi, sementara urat malunya di putusin dulu aja. Sedang kan Fitria pun yang melihatnya ingin sekali dia tertawa, melihat Dewi begitu agresif nya...
"Kalau mas Adam tidak mau juga gak apa-apa ko. Biar aku pulang sendiri". Dewi sudah kepalang tanggung menahan malu nya , jadi biar aja sekalian.
Adam nampak berfikir. " Ya sudah, aku antar kamu aja ya Dew. Kania maaf yaa, aku ga jadi nganterin kamu. Sebenarnya aku juga belum lama di sini, jadi belum tau jalan sini". Kata Adam yang menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Gak apa-apa ko mas Adam, lagian aku bisa naik ojol ko".
"Jangan sudah malam, gak baik anak gadis pulang sendirian Tengah malam. Raihan kamu anterin Kania saja, kasian dia pulang sendirian. Lagian kamu dan Kania rumah nya searah kan, mau apa lagi coba.?" Raihan menggaruk kepala nya.
Sedangkan Fitria sangat geram dengan sikap bodoh nya Raihan. Dengan kesal Fitria menginjak kaki Raihan.
Aaaw... Raihan melihat ke arah Fitria yang sedang melototi dirinya. Raihan hanya meringis.
"Kania kamu tidak keberatan kan, kalau aku antar kamu pulang. Benar kata Adam gak baik seorang gadis pulang sendirian." Kata Raihan mengajak Kania pulang bareng.
"Aku sih tidak masalah, aku hanya takut merepotkan kamu Rai.?"
"Gak ngerepotin sama sekali ko Kania. Yasudah aku antar kamu pulang ya.?" Kania pun mengangguk kan kepalanya, tanda dia mau diantar pulang oleh Raihan.
Raihan tentunya bahagia sekali bisa mengantarkan Kania pulang. Jadi Raihan bisa mencuri kesempatan untuk dekat dengan Kania.
Tidak ada obrolan di antara mereka, hanya suara deru mesin mobil saja.
" Eeem....Nia kamu sudah lama kenal Fitria.?" Akhirnya Raihan membuka obrolan.
Dan memecahkan kesunyian yang berada di dalam mobil. Sebenarnya Raihan tidak suka sunyi, apa lagi di sebelahnya ada Kania. Rasa nya Raihan gatel ingin ngobrol sama Nia.
"Sudah lama mas, Fitria itu sahabat ku dari SMA. Kalau mas Raihan sendiri sudah lama kenal sama Fitria?"
__ADS_1
"Belum lama juga ya kurang lebih dua tahunan lah aku kenal Fitria. Terus kenapa tadi kamu gak mau di antar, kan sudah malem.
" Takut ngerepotin mas Raihan. Lagian cafe mas juga lagi rame, masa di tinggal.?"
" Gak merepotkan sama sekali kania. Lagian udah malem juga anggap aja aku pulang duluan, lagian rumah aku itu searah sama rumah kamu". Kata Raihan yang masih fokus menyetir mobilnya.
Kania hanya mengangguk kan kepalanya saja." Ow ya mas, mas Raihan kenal Daffa ya.?"
Iya kenal Daffa itu sahabat ku sekaligus saudaraku. Aku sama Daffa satu sekolah dari SD sampai SMP. Hanya saja saat waktu SMA dia beda sekolah. kata nya sih dia satu sekolah sama Fitria dan kamu yaaaa.?"
"Iya kita satu sekolah".
" Berarti mereka cinlok dong, hahahah.. Daffa Daffa..". Kata Raihan dengan terkekeh.
" Terus bagaimana kabarnya Daffa sekarang mas.?"
"Ow dia sekarang lagi ngurusin perusahaan orang tuanya, di luar kota. Tapi nanti dia bakal kesini lagi ko .
"Ow begitu ya, berarti Fitria nanti udah ga LDR an lagi dong. Hihihi.." Kania terkekeh. " Eeemmm.... Bararti mas Raihan kenal sama yang nama nya Radit..?" Tanya Kani sambil menunduk kan kepala.
Dan kebetulan di jalan sedang lampu merah, dan mobil Raihan pun berhenti. Lalu Raihan melirik ke arah Kania, Raihan melihat seperti ada sesuatu yang rahasia yang akan di tanyakan Nia.?
"Radit, dia mengenal Radit. Apa yang dia maksud Radit Prayoga.?" Gumam Raihan dalam hatinya.
Nia pun mengangguk.
" Kamu kenal Radit.?" Tanya Raihan sambil tersenyum.
"Iya mas, aku kenal Radit".
"Ow kamu kenal Radit juga ternyata, siapa.? Mantan kamu ya.?" Raihan menggoda Kania.
Kania mengangguk kan kepalanya. " Ow iya mas, apa Radit sudah nikah mas.?"
"Maaf Kania aku kurang tau, semenjak aku di sini aku sudah gak tau kabarnya.
Kamu kangen sama dia ya.? kalau memang kamu mau tau kabar dia, biar nanti aku tanya nomor telepon nya sama Daffa.?"
"Jangan mas, tidak usah. Tidak perlu menanyakan kabarnya juga ke Daffa. Lagian aku nanya hanya saja, jadi jangan dianggap serius.?' Raihan mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1
Setelah itu sudah tidak ada obrolan lagi di dalam mobil, antara Raihan dan Kania .
Sebenarnya Zain juga ada di dalam mobil itu cuma hanya Nia saja tidak melihatnya. Karena Zain tidak menampakkan wujudnya di depan Nia
"Sepertinya laki laki ini suka sama kania. Dan Nia ini punya mantan yang juga sahabatnya cowok ini. Ribet banget si hubungan manusia ini, tenang Nia aku siap mengibur kamu." Kata Zain yang tersenyum melihat Kania.
Dan tiba lah mobil Raihan sampai di depan halaman rumah Kania, yang sederhana. Keluarga Nia pun keluar menyambut Nia pulang. karena ada suara mobil, pasti ada tamu yang berkunjung kerumahnya. Dan mereka kira Fitria main lagi kerumah mereka.
Di dalam mobil.
"Mas Raihan mau mampir mas..??
"Iya dong, masa aku nganterin anak orang sampe depan rumah saja. Sedangkan orang tua nya sudah menunggu di depan pintu". Kata Raihan dengan senyum manis nya membuat Nia tersipu malu.
"Yasudah hayoo mas Raihan, kau mau main.?" Ajak Kania dan di angguki oleh Raihan.
Nia dan Raihan keluar dari mobil, menuju ke rumah Nia. Yang sudah di sambut oleh keluarganya nya. Sebenarnya jantung Raihan sudah seperti orang lari maraton, berdetak sangat cepat. Namun Raihan berusaha bersikap santai, Raihan menarik nafasnya lalu membuangnya dengan pelan, agar tidak ketahuan kalau dia grogi.
" Assalamualaikum.." Nia dan Raihan mengucapkan salam lalu mencium tangan ke dua orang tua nya Nia
"Waalaikumsallam, loh ibu kira Fitria. Ternyata bukan ya, memang nya ini siapa Nia.?" Tanya ibu
Sebelum Nia menjawab, Raihan sudah menjawab.
" Perkenalkan Bu, pak. Nama saya Raihan, saya teman nya Nia dan Fitria. Dan karena Fitria nya tadi ga bisa nganterin Nia pulang, jadi saya yang mengantar kan Nia. Maaf ya pak buk, saya nganterin Nia pulang sampai larut malam.?" Kata Raihan d Ngan sopan.
Nia pun bengong mendengar Raihan berbicara seperti itu.
" Ow begitu tidak apa apa nak Raihan, yang penting kamu sudah mengantar Kania sampai rumah dengan selamat. Kalau begitu mari duduk dulu nak, tidak buru buru balik kan.?" Tanya pak Ahmad yang menyuruh Raihan untuk duduk.
"Iya nak duduk dulu, ibu buatkan minuman. Dan sekalian kamu cobain kue buatan ibu ya.?" Bu Ani dengan senyum ramah.
"Ya ampun Bu trimakasih, saya jadi merepotkan ibu".
" Tidak apa apa nak kamu kan juga tidak pernah main kan ke sini. Sebentar ya ibu kedalam sebentar buatkan minum dulu. Ow ya nak kamu mau kopi atau apa.?"
"Apa saja Bu, asal tidak membuat ibu repot".
"Tidak sama sekali nak Raihan, ibu masuk ya. Kamu ngobrol sama bapak dan Kania dulu.?" Raihan pun mengangguk.
__ADS_1
Saat sedang mengobrol, Raihan melihat seperti ada yang memperhatikan dirinya. Benar saja ada seorang gadis yang memperhatikan dirinya dari dalam.
...jangan lupa tinggalkan jejak 👍.biar author semakin semangat membuat alur ceritanya.terimakasih...🙏🙏🙏🙏...