
Raihan pun tersenyum, dengan membelai pipi kania. "Ya sudah aku kesana dulu sama Daffa, gak apa-apa kan aku tinggal."
"Iya Raihan gak apa-apa ko, ya sudah kamu kesana. Nanti aku minta temani Lia untuk di sini." Raihan pun mengangguk.
Lalu Raihan pun berjalan meninggalkan kania yang duduk sendiri. Raihan menemani tamu undangan yang tak lain teman-teman nya dan juga teman Daffa.
Di saat itu juga datanglah 3 pasang wanita dan pria. Kania tercengang saat melihat kedatangan tamu tersebut.
Dua pria dan tiga wanita tersenyum ke arah kania, tapi tidak dengan satu pria itu. Pria itu terus menatap Kania.,tanoa berkedip.
"Zain." Itu yang terucap di bibir kania.
Aulia yang melihat kedatangan Zain, langsung segera memperhatikan kakaknya.
"Astaga kenapa pria itu datang, aku khawatir dengan kakak."
"Selamat atas pernikahan kamu Kania, semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia". Juan bersalaman dengan Kania.
"Trimakasih, aku gak nyangka kalian datang ke acara ini. Padahal kan kalian...." Kania tidak melanjutkan pertanyaan nya.
Dan itu membuat Juan paham akan itu.. Lalu Juan memperkenalkan dua gadis yang kania tidak mengenal nya.
"Kalian cantik cantik."
"Trimakasih.
Lalu putri bunga memeluk Kania.
" Selamat ya Kania, aku senang saat tau kamu ingin menikah. Semoga ini awak yang baik untuk kita semua. "Kania mengangguk
" Trimakasih putri sudah datang aku senang bisa melihat putri. "Lalu putri bunga memberikan kotak kecil untuk kania." Apa ini.?"
" Buka saja nanti, semoga kamu suka ya. Itu dari kami ". Kania mengangguk.
" Trimakasih putri. "Kania memeluk putri bunga.
__ADS_1
Di saat bertatapan dengan Zain, kania merasa sedikit takut dan khawatir. Lalu kania melihat Juan, yang tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
" Selamat kania atas pernikahan kamu, semoga kamu bahagia. "
" T.. terima kasih Zain." Kania bersalaman dengan Zain.
Setelah bersalaman dengan kania, Zain dan saudaranya meninggalkan Kania. Sedangkan Kania menjadi salah tingkah saat Zain terus menatap nya, dan itu membuat kania tak nyaman.
" Ka, itu kan ka Zain. Kakak mengundang dia.? "Aulia pun menghampiri kakaknya.
Kania menggelengkan kepalanya.
" Tidak dek, kakak tidak mengundang nya."
Bagai mana mau mengundang nya dia itu bukan manusia. Itulah yang ada di pikiran kania saat ini.
Saat kania sedang sendiri, dan Zain sedang berkumpul dengan keluarga nya.
Namun Zain pandangannya masih mengarah ke Kania. Entah kenapa ada rasa merindu sangat teramat merindukan pengantin wanita itu.
Lalu Zain pun menjentikkan jarinya, tiiik...Trriiiing... Suasana pun menjadi sunyi, semua berhenti seketika. Seluruh orang yang berada di tempat itu hanya diam seperti patung. Termasuk Putri bunga, Zian dan juan.
Lalu Zain pun berjalan mendekati Kania, pundak Kania di sentuh oleh Zain, dan Kania pun tersadar. Kania menoleh ke arah samping ada Zain yang sedang tersenyum.
"Zain kamu, mau apa? Dan ini pasti ulah kamu membuat semua diam seperti patung". Tanya Kania yang melihat semua orang diam seperti patung.
Zain pun mengangguk, lalu menyentuh tangan kania. Lalu Zain membawa Kania ketempat yang sepi,dari orang di sekitar.
" Ya itu semua karena aku, aku membawa kamu kesini ada yang ingin aku tanya kan sama kamu?"
Kania melihat ke arah Zain dengan tatapan menyelidik.
" Kamu mau tanya apa? " Kania yang mengalihkan pandangannya.
Entah kenapa Zain teramat sedih saat Kania mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
" Aku hanya ingin bertanya, antara kamu dan aku sebenarnya apa yang sudah terjadi.? Kenapa aku merasakan tidak suka saat kamu di sentuh dengan pasangan mu. Apa sebelumnya kita pernah mempunyai hubungan dengan kamu. Aku yakin di antara kamu dan aku, kita pernah mempunyai hubungan kan.? "
"Apa benar dia lupa akan aku. Dia lupa akan kenangan manis yang pernah dia lakukan dengan aku. Kenapa dia bilang dia tidak suka dengan pernikahan ku dengan Raihan. Apa dia masih mencintai ku. Zain apa yang harus aku katakan, sedangkan aku sendiri juga sulit untuk melupakan kamu dan kenangan kita." Ucap kania dalam hati.
Zain membelalakkan matanya saat mendengar suara hati Kania. Namun Zain bisa merubah raut wajahnya di hadapan kania menjadi biasa saja.Lalu Kania melihat Zain kembali.
" Tidak, kita tidak memiliki rada apapun. Itu hanya perasaan mu saja." Kania berbicara enggan untuk melihat wajah Zain. "Lebih baik kamu kembalikan seperti semula dan Kembali normal. Aku lelah aku ingin istirahat, aku mohon kembalikan seperti awal tadi."
Kania hendak meninggalkan Zai. Namun Zain menarik tangan nya Kania, dan mendorong tubuh Kania sampai mentok ke tembok. Zain menatap wajah Kania dengan tatapan merindu, dan tatapan sendu saat melihat Kania.
" Berarti perasaan aku tak berbohong, kalau aku memang pernah menjalin hubungan dengan mu. Dan jujur aku sangat rindu denganmu Kania. Kamu tau kania suara mu sering terngiang dan terdengar di telinga ku". Kania seakan tak kuasa untuk menahan air matanya.
Dan akhirnya air mata pun tak dapat terbendung lagi. Karena ucapan Zain yang membuat hati Kania seakan goyah.
Apalagi saat Zain menyentuh wajah, dan bibir kania dengan jari nya. Membuat Kania tidak bisa bergerak seakan terpaku akan sikap Zain kepadanya.
Saat wajah Zain menatap wajah kania, terutama Zain menatap bibir ranum kania. Dan wajah Zain mendekat, hingga nafasnya pun kania bisa merasakan nya, lalu Kania mendorong tubuh Zain.
" Cukup Zain, jangan lakukan itu. Ingat Zain aku sudah milik orang lain. Fan kamu, kamu sudah mempunyai istri. Dan lihatlah istri kamu yang slalu menunggumu dan menantikan kamu. Begitu setia nya istri kamu, aku mohon jangan sakiti hatinya. Zain kita berbeda, aku manusia,dan kau hanya sosok jin. Kita berbeda Zain aku ingin mempunyai hidup yang normal Zain. Kelak kalau kamu mengingat semua nya, ku harap kamu akan menjadi Zain yang selalu ada untuk istri kamu. Dan lupakan semua tentang kita Zain, Aku ingin mempunyai hubungan yang nyata dan normal Zain. Ku mohon lupakan Zain, dan sekarang lepaskan aku Zain". Kania menjelaskan dengan emosi
Hiks... Hiks... Kania yang menangis dan mengatup kan tangannya, tanda memohon kepada Zain.
Zain yang tak tega melihat Kania menangis sesenggukan,dan memohon kepada nya. Membuat Zain tak tega dan Merasa sakit di hatinya. Lalu Zain melepaskan cengkraman tangannya dari lengan Kania.
Lalu Zain mengusap air matanya Kania , dan Zain pun sebenarnya tak sanggup melihat Kania yang menangis seperti itu.
"Maafkan aku Kania, baik aku akan berusaha mengikuti apa yang kamu ucapkan. Sebenarnya aku hanya mengikuti isi hatiku saja, saat aku melihat kamu tadi. Benar benar hati ku merasakan sesak saat meluhat kamu dengannya. Tapi ucapan dalam hati kamu yanng membuat aku yakin ,kamu itu benar-benar istimewa baut aku. Dan aku juga berjanji akan menjaga istri ku, kamu bisa hidup bahagia dengannya. Kamu boleh pergi sekarang Nia, sekali lagi maaf aku sudah membuat kamu takut."
Lalu Zain membalikan badan dengan mengepalkan tangannya, Zain pun membelakangi Kania, agar Kania bisa pergi darinya.
Lalu saat Kania melihat Zain membelakanginya, Nia hendak meninggalkan Zain, namun Kania berhenti untuk melangkah
" Maafkan aku Zain, sekali lagi Maaf". Lalu Kania menghapus air matanya lalu berjalan meninggalkan Zain.
Dan Zain pun kembali menjentikkan jarinya. Triiing... . Dan suasana kembali seperti semula normal kembali .
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak 👍 dan komentarnya. Terimakasih 🙏🙏🙏🙏...