Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.55


__ADS_3

Raihan masih menggenggam tangan Kania, dan sebenarnya Raihan juga merasa bersalah kepada Kania. Bukan nya bertanya tapi dirinya malah menghindar dari diri Kania. Dan sebenarnya sejak baru sampai di parkiran, di pikiran Raihan hanya mencari di mana Kania dan Fitria berada.


Raihan bingung harus memulai dari mana. Raihan pun menarik nafasnya


lalu membuangnya.


" Maaf kan aku Kania aku sudah berbohong sama kamu. Selama ini aku tidak ketempat keluarga aku. Dan aku justru menghindar dari kamu, Karena aku sedikit kesal saat aku tau kamu sudah punya pacar. Dan aku hanya tidak ingin mengganggu hubungan kamu dengan pria lain." Kata Raihan.


Mendengar kata kata Raihan Kania pun menoleh kearah Raihan . Dan Raihan dapat melihat Kania menangis.


" Kamu tidak perlu meminta maaf, di sini aku yang salah Rai. Dan kamu tidak perlu susah-susah menghindar dari aku Raihan, Biar nanti aku yang pergi dari kamu." Raihan menggelengkan kepalanya. "Sekarang aku mohon lepaskan tangan aku. Agar aku bisa menjauh dari kamu secepat mungkin dari kamu. Agar kamu tidak susah susah menghindar dari aku." Kata kata Kania benar-benar membuat hati Raihan takut.


Raihan pun menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dan Raihan pindah posisi duduknya berhadapan dengan Kania.


" Tidak kamu tidak boleh pergi Kania. Kamu tidak boleh pergi dari aku Kania. Kamu itu penyemangat aku Kania, aku tidak ingin kamu pergi. Sudah sekian Lama aku rapuh, aku tak Semangat menjalani hidupku. Sejak bertemu dengan kamu, hidupku kembali bersemangat. Aku mohon jangan pergi maafkan aku Kania. Maafkan aku". Raihan menggenggam tangan dan mengecup punggung tangan Kania dengan sangat lama.


Kania baru melihat Raihan yang seperti ini. Raihan yang takut jika dirinya pergi menjauh. 'Seperti apakah Raihan yang dulu'. Kania semakin penasaran begitu tertutup nya kehidupan Raihan.


Raihan pun melihat Kania sedang Mandang dirinya. Dengan mata yang masih basah. Raihan pun menghapus sisa-sisa air mata Kania .


" Jangan nangis lagi ya. Maafkan aku, dan jangan pergi dari aku Kania. Kita mulai hubungan kita ini dari awal. Karena aku sudah jatuh cinta sama kamu Kania. Aku sudah sayang sama kamu. Aku tidak peduli kamu atau orang lain mau nyebut aku bucin sama kamu atau tergila-gila oleh kamu terserah aku nggak peduli. Karena memang itu Kenyataan." Kata kata Raihan membuat Kania terharu, karena bahagia ternyata Raihan masih mencintainya dirinya.


Kania pun tersenyum. Begitupun Raihan ia pun juga tersenyum melihat Kania sudah tersenyum kepadanya.


"Kamu mau maafin aku Nia". Tanya Raihan .


"Iya aku maafin kamu Raihan. Maafkan aku juga ya." Jawab Kania.

__ADS_1


"Iya sayang, nggak apa-apa kan sekarang aku manggil kamu dengan sebutan itu sayang ?" Tanya Raihan dengan tangan nya yang masih menggenggam tangan Kania.


"Iya Raihan boleh kamu memanggil dengan sebutan itu". Jawab Kania dengan senyum manisnya kepada Raihan.


"Trimakasih sayang." Raihan pun mencium kembali tangan Kania. Benar benar dirinya begitu bahagia. Karena benar benar Kania sudah menjadi miliknya.


Lalu tiba-tiba Raihan memeluk Kania.


" Rai jangan peluk aku malu di sini sudah ramai. Nanti jadi bahan tontonan."


"Biarkan Kania aku tidak peduli dengan semua orang. Karena aku lagi bahagia Kania." Lalu Raihan mencium kening Kania.


Benar benar Kania merasa malu di perlakukan romantis.


Lalu Kania bangkit dari duduknya. Dan merapihkan rambut nya yang tertiup angin. Namun Kania tak melihat Raihan berdiri. Kania malah melihat Raihan berlutut di hadapan Kania.Dengan memegang kotak kecil berwarna merah yang cantik. Dan terdapat cincin cantik di dalam kotak itu. Dan Raihan mengarahkan kotak itu ke arah Kania.


"Kania sayang, seperti permintaan kamu. Kamu tidak mau berpacaran terlalu lama. Begitu pun juga aku. Justru dari itu aku berniat hari ini di tempat ini. Dengan janji yang pernah ku ucap sama kamu waktu itu. Dan sekarang aku buktikan sama kamu dan di hadapan semua orang dan di tempat ini pula akan menjadi saksi kita sayang. Will you marry me ?" Kata Raihan dengan tersenyum dan berlutut di hadapan Kania.


Fitria dan Daffa pun juga ikut menyaksikan Raihan melamar Kania dengan romantis. Dan Daffa pun mengabadikan nya di handphone milik nya.


Kania tak percaya jika Raihan akan melakukannya saat ini.


"Iya Raihan aku mau". Jawab Kania dengan tersenyum dan menangis terharu.


Dan semua orang yang menyaksikan itu bertepuk tangan. Dan Raihan pun berdiri berhadapan dengan Kania. Dan memakaikan cincin itu ke jari Kania. Lalu Raihan menghapus air mata Kania. Dan memeluk nya. Lalu Raihan melepaskan pelukannya Kania. Dan tersenyum kepada semua pengunjung pantai di situ.


Pengunjung di sana mendekat ke arah Raihan dan Kania. Dan mengucapkan selamat. Raihan dan Kania pun berterima kasih dan tersenyum. Sampai sudah tidak ada lagi pengunjung yang bersalaman kepada Kania dan Raihan.

__ADS_1


Dan hanya ada Daffa dan Fitria di sana . Dan mereka pun mendekat. Fitria dan Kania pun saling berpelukan.


'' Selamat ya beb akhirnya Raihan melamar Lo juga, gue senang banget ngeliat Lo bisa senyum lagi. Dan buat Lo Raihan jaga sahabat gue baik baik Lo jangan sakiti dia awas Lo. Sampai Lo sakiti sahabat gue lagi. Gue yang akan hajar Lo awas Lo." Ancam Fitria membuat Raihan dan Kania tersenyum.


"Siap bos saya akan jaga tuan putri dan tidak akan buat putri bersedih pula." Jawab Raihan dan memberi hormat ke arah Fitria. Dan Fitria pun tersenyum.


"Selamat ya Kania, cuma Lo yang bikin Raihan bisa kembali lagi seperti Raihan yang gue kenal sebagai sepupu gue. Semoga kalian cepat menikah dan hidup bahagia.'' Daffa bersalaman dan berpelukan sebagai sahabat.


"Trimakasih ya Daffa. Lo dan Fitria selalu baik ke gue selalu bantu gue. Beruntung gue punya kalian semua."Kania, Fitria, Daffa, saling berpelukan.


" Aku nggak di ajak ni pelukannya" ledek Raihan.


"Sini sayang". panggil Kania tentu Raihan merasa senang. Dan Raihan pun mendekat dan memeluk sahabat dan kekasih nya.


"Udah lah kenapa jadi mellow begini si pake berpelukan segala lagi udah kaya Teletubbies tau kita". Omel Fitria.


Mereka pun saling tertawa." Nah jadi sekarang kita mau kemana lagi nih." Tanya Daffa.


"Terserah kalian mau kemana kita ikut aja". Jawab Raihan, Kania pun juga mengangguk.


Dan mereka pun berjalan jalan menikmati indahnya pemandangan pantai dan deburan ombak. Dan sekalian mereka mengabadikan diri mereka dengan pasangan nya..


Hingga dari tengah laut terlihat bayangan seseorang yang sedang memperhatikan mereka. Dan mendekat ke arah Kania, Raihan, Daffa dan Fitria. Ada raut wajah kesedihan dan kebahagiaan dari wajah sosok itu siapa lagi kalau bukan Zain.


Zain meminta izin kepada Raja. Untuk keluar istana melihat Kania untuk yang terakhir tanpa di temani oleh Putri bunga. Zain di temani oleh Juan untuk mendampingi nya.


Zain melihat Kania bergandengan tangan dengan Raihan. Zain sebenarnya sedih tidak bisa bertemu dengan Kania kembali. Tetapi Zain bahagia karena Kania mengikuti permintaan nya. Dan sekarang Kania sudah bersama Raihan. Zain percaya Raihan bisa menjaga Kania.

__ADS_1


__ADS_2