
Membuat putri bunga pun tersipu malu melihat zain yang seperti itu. Mereka pun saling berpelukan menikmati indahnya malam dan indahnya malam pengantin mereka di temani cahaya bulan nan cantik.
Dan kini yang ada di pikiran Zain hanyalah putri bunga. Zain sudah tak mengingat akan nama dan kenangan tentang Kania. Semua terhapus dari pikiran zain karena bantuan sang Raja Venus.
*****
Balik ke Kania
Hubungan kania dan Raihan kini sudah semakin dekat. Sudah tiga bulan mereka menjalin hubungan. Kini hubungan mereka sudah mendekati hubungan yang serius.
Kania pun sudah mulai sedikit sedikit melupakan Zain. Kini hidupnya sudah tenang tidak ada serangan dari sosok hitam. Ataupun yang mengincar dirinya sejak kalung itu di lepaskan dan di serahkan oleh Zian.
Dan kasus gadis yang memukul Kania di toilet pun kini sudah selesai gadis itu di penjara. Hubungan nya dengan Radit memang Radit tidak punya hubungan dengan nya. Itu hanya dia yang meminta orang tuanya untuk, Untuk di jodohkan kan dengan Radit karena obsesi nya ingin memiliki Radit. Pihak keluar Radit pun juga sudah meminta maaf kepada keluarga Kania.
Tinggal lah Radit yang entah kemana. Sejak Radit putus dengan Kania. Ia pergi menjauh. Datang kembali berniat ingin dekat dan kembali dengan Kania. Ketika Radit mengetahui Kania mempunyai hubungan dengan Raihan. Harapan Radit hancur sudah . Apalagi Kania terluka karena gadis yang Kania tau adalah selingkuhan Radit. Sudah benar benar membuat hancur harapan Radit untuk kembali oleh Kania. Karena merasa bersalah karena sudah menyakiti Kania terus menerus. Radit pun pergi untuk keluar kota sendiri menerima tawaran nya untuk di pindahkan kerja di tempat yang jauh dan terpencil.. Daffa pun sudah tidak lagi kerja jauh dia hanya mengurus usahanya di Jakarta.
Apalagi Daffa dan Fitria akan menikah di akhir pekan besok. Karena memang Daffa dan Fitria berpacaran sudah lama dan menjalin hubungan jarak jauh.
Seluruh keluarga Daffa dan Raihan pun sudah berkumpul apa lagi saat mengetahui Raihan akan melamar seorang gadis cantik sehabis Daffa menikah. Semua keluarga besar mereka pun semua berkumpul.
Seminggu sebelum acaranya Daffa keluarga besar Raihan pun berkumpul.
"Raihan mana Gadis yang kamu ceritakan itu. Papah dan mama ingin tau."kata pak Rendi yang tak lain papahnya Raihan.
"Iya sayang mana gadis cantik itu yang bikin anak mamah semangat banget buat nikahi dia."kata Bu Hana yang tak lain adalah mamah nya Raihan .
"Iya Raihan nenek ingin kenal sama calon cucu nenek. Yang bikin Raihan ini slalu tersenyum." Nenek Diana pun juga ikut bertanya.
"Iya nanti malam sore Raihan aja ya . Kalian kan juga baru sampai sini. Pasti nanti aku kenalin deh sama Kania " Jawab Raihan dengan terus ada senyuman di bibirnya setiap kali menyebutkan nama Kania.
__ADS_1
" Benar ya kamu kenalin kami loh sama gadis itu. Papah tidak sabar ingin melihat gadis seperti apa yang membuat anak papah tergila-gila seperti ini. Setiap kali menyebutkan nama gadis itu slalu tersenyum." Ledek pak Rendy ke Raihan.
"Papah ni. Yasudah kalian istirahat ya . Nanti Raihan ajak Kania kesini . Kalian pasti Cape. Papah, mamah, dan nenek mau makan apa biar nanti Raihan pesankan dari tempat ku."kata Raihan yang masih duduk di sofa keluarga.
"Tidak usah Raihan, nanti biar mamah yang masak. Ajak lah kesini Mamah ingin dekat dengan calon menantu mamah". Kata mamah yang berada di sampingnya sambil menepuk tangan Raihan dengan lembut.
''Iya Raihan nenek juga ingin kenal sama calon cucu nenek. Biar lebih akrab kita masak di rumah. Kamu jangan ke restauran kamu, Ini sepesial buat kami". Omel sang nenek ke Raihan.
"Iya nek pasti Raihan akan di rumah . Yasudah Raihan jemput Nia dulu ya.Nenek, Papah dan mamah istirahat saja dulu di kamar.." Pamit Raihan yang bangkit dari duduknya. Lalu mencium tangan kedua orang tuanya dan neneknya.
Raihan pun meninggalkan rumah nya dan pergi menjemput Kania ke rumah nya. Karena memang Kania dan Dewi libur kerja.
Kini Raihan sudah sampai di depan rumah Kania. Dia yang baru saja beres beres rumah beristirahat sejenak. Kania terkaget karena mendengar suara deru mesin mobil berhenti dirumahnya. Kania pun keluar membukakan pintu rumah nya .
"Raihan kamu kesini. Kamu tidak ke resto.?" Tanya Kania yang menyambut Raihan dengan senyuman .
Merekapun duduk di kursi di teras rumah Kania. Kania melihat Raihan terus tersenyum ke arah nya.
"Ayah kan masih kerja, ibu lagi ada pengajian mungkin pulang habis Zuhur. Kenapa memang mencari ibu dan ayah . Raihan kamu kenapa senyum senyum kearah aku memang ada yang aneh ya. ". Tanya Kania balik dan melihat penampilan nya sendiri.
"Kamu habis ngapain sayang, ko kaya nya lelah banget. Tapi terlihat gimana gitu aku lihatnya". Kata Raihan melihat Kania tanpa berkedip dan dengan senyumannya.
"Apa si Raihan Iiih... Kamu tuh ya. Kesini cuma mau ledekin aku aja.. nyebelin.." kata Kania dengan memanyunkan bibirnya.
"Iya maaf sayang. Aku kesini mau ngajak kamu main kerumah soalnya ada keluarga aku. Mereka ingin ketemu sama kamu katanya." Kata Raihan membuat Kania terkejut.
"Apa keluarga kamu Rai,Tapi aku takut Raihan. Takut keluarga kamu pas liat aku nanti langsung nolak aku " selamat Kania dengan wajah baru sedih.
"Keluarga aku tidak seperti apa yang kamu bayangin ko. Apalagi nenek beliau itu malaikat aku banget. Yasudah sekarang kamu mandi dan siap-siap. Karena kata mamah dia ingi belanja sama kamu. Dan mau masak masak bareng calon menantu mamah ". Kata Raihan membuat Kania senyum senyum mendengar nya.
__ADS_1
"Beneran nenek dan mamah kamu baik. Aku takut mereka itu nggak suka aku. Apa lagi aku itu bukan orang yang berpendidikan tinggi." kata Kania dengan wajahnya yang sedih.
"Tenang saja sayang keluarga aku tidak seperti itu. Keluarga aku tidak butuh materi. Yang mereka butuhkan aku itu bahagia. Apalagi aku bahagia nya sama kamu." Kata Raihan menyentuh tangan Kania. Membuat Kania sedikit tenang .
"Jangan takut ya." Kania pun mengangguk.
"Ya sudah aku masuk dulu. Ow ya kamu mau minum apa biar aku buatkan dulu untuk kamu sebelum aku mandi". Kata Kania yang hendak bangkit dari duduknya.
"Gampang sayang. Nanti aku bisa ambil sendiri ko. Tadi aku habis minum di rumah. Kamu siap siap saja ya sayang ."Kania pun mengangguk dan pergi meninggalkan Raihan.
Raihan hanya tersenyum melihat Kania yang masuk kedalam.
Raihan hanya duduk di luar memainkan alat gawai nya.
Kania pun masuk ke dalam kamarnya mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi yang berada di dekat dapurnya. Setelah mandi Kania memilih pakaian apa yang dia harus pakai. Bagaimana pun ini pertama kali dirinya kenal orang tua Raihan.
Raihan yang melihat Kania terlihat manis dengan penampilan sederhana. Membuat Raihan tak mengedipkan matanya. Raihan terus memperhatikan Nia.
"Bagaimana.?" Kania berdiri dengan orang memberitahu bahwa penampilannya yang ke Raihan.
"Sempurna sayang. Pasti keluarga aku suka. Karena keluarga aku nggak suka cewek ribet."kata Raihan dengan memberikan senyuman ke arah Kania.
" Betulkah aku udah cantik kan." Tanya Kania lagi untuk memastikan.
"Cantik banget sayang kalau perlu cepat lah kita nikah. Kalau begini terus aku nggak tahan liat kamu seperti ini " Kata Raihan dengan cengengesan nya.
"Raihan kamu tuh ya ngelantur ngomong nya." Kata Kania dengan memukul lengan Raihan.
"Hahaha... Ya lagi kamu nanya Mulu. Sudah siap kan Ayuk kita jalan." Kata Raihan dengan menggenggam tangan Kania. Kania tak lupa menutup pintu.Dan mereka berjalan menuju pintu mobilnya. Dan mereka masuk dan Raihan mengendarai mobil nya meninggalkan rumah Kania.
__ADS_1