Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part .63


__ADS_3

Dan Raihan pun mengangguk. Kania pun pamit tak lupa Kania mencium tangan keluarga Raihan. Lalu Kania pun meninggalkan rumah Raihan masuk kedalam mobil. Raihan pun melaju kendaraan nya meninggalkan rumahnya. Dan berjalan menuju rumah Kania.


Selama dalam perjalanan Raihan melihat Kania yang sedang tersenyum." Kenapa ini pacar aku senyum-senyum?.


"Nggak kenapa-kenapa Rai, aku senang aja ternyata keluarga kamu tidak seperti apa yang aku pikirkan. Dulu waktu aku sama Radit. Aku di kenalkan ke orang tua nya, tapi malah keluarganya tidak suka sama aku. Aku berusaha buat dekat tetapi malah mereka memang tidak bisa menerima aku. " Terlihat sedikit wajah sedih Kania .


"Sudah ya sayang jangan di ingat lagi. Sekarang sudah kita pikirkan untuk kita kedepannya."Raihan mengusap rambut Kania dan senyuman di bibirnya. Kania pun mengangguk.


Tak terasa mobil yang Raihan kendarai sudah sampai. Mereka pun turun dari mobil. Dan di teras rumah sudah ada keluarga Kania yang sedang duduk santai di teras rumah. Raihan dan Kania pun datang dan mencium tangan kedua orangtuanya Nia.


"Cie cie kaya nya ada yang senang banget ni. Mukanya senyum senyum gitu." Ledek Aulia ke sang kakak.


"Apa si anak kecil kepo banget deh. Di larang kepo sama urusan orang tau nggak". Ledek Kania . Lia pun memanyunkan bibirnya. Kania pun tersenyum.


Raihan pun mengobrol dengan ayah ibunya,Raihan memberi tahu ayah kania "Yah,ibu sehabis Daffa nikah seluruh keluarganya Raihan akan kesini untuk melamar Kania.


Keluarga Kania pun senang mendengar Raihan punya niat baik untuk datang melamar Kania." Baik nak Raihan pintu rumah kami selalu terbuka. Ayah tunggu kedatangan orang tua kamu ya.


Kania yang keluar membawa minuman untu Raihan pun tersenyum. Karena Kania tau niat baik itu dari keluarga Raihan sendiri.


Raihan pun saling mengobrol dengan keluarga Kania . Apalagi dengan adiknya yang slalu Raihan Ledek kadang terdengar suara canda dan tawa. Yang menghiasi suasana rumah Kania. Di kala Raihan berkunjung kerumahnya.


****


Kini seminggu sudah Kania kenal dengan keluarganya Raihan . Kania pun semakin dekat dengan keluarganya Raihan. Dan hari ini Daffa dan Fitria menikah. dan Fitria mengadakan resepsi pernikahan di sebuah gedung milik Daffa. Fitria begitu cantik dengan balutan baju pengantin. Dan Fitria juga di temani oleh dua karyawan sekaligus sahabatnya. Seluruh karyawan Fitria pun juga turut hadir menemani acara pernikahan nya.


Kini Daffa dan Fitria berada sudah menjadi pasangan pengantin. Dan Kania dan Raihan pun menyaksikan pernikahan mereka.


Bukan hanya Kania, yang hadir.Dewi, dan karyawan yang yang yang lain pun juga hadir. Dan teman-teman yang dari Daffa dan Fitria berada juga turut hadir. Dan keluarga Kania dan Raihan pun juga nampak di sana


Dan tak lupa mereka pun mengabdi kan moment bersama kedua pengantin yang berbahagia.


Dan Raihan juga tak mau kala, dan karena Kania nampak cantik menggunakan seragam bridesmaid. Diam-diam suka Raihan mengambil foto Kania. Bukan hanya itu karena Raihan juga menggunakan ini dapatkan warna senada dengan Kania, Raihan juga berfoto dengan kekasihnya.


Dewi, Kania dan lia menggunakan warna senada.

__ADS_1


Karena acara pernikahan kami hanya sampai sore, kini acara pun sudah selesai.


Kini Raihan dan Kania pun sudah berada di dalam mobil. Fitria Raihan melihat wajah Kania nampak berbeda.


'Kenapa hati ini rasanya pengen sesak ya, padahal mah hati ini sudah bisa melepaskan diri dari Zain. Kenapa saat melihat Reni menikah dengan Daffa. Dan kenapa harus saat melihat Raihan seperti ini merasa bersalah.' Ya itulah yang yang ada di pikiran kania.


Kania masih suka merasa bersalah kepada Kania dengan Raihan, akan perasaan nya. Kania ingin sekali jujur dengan Raihan dengan apa yang telah terjadi selama ini.


Jika Kania selama ini menjalin hubungan dengan ya dengan Zain. Kania tidak ingin ada yang di sembunyikan dari Raihan. Apalagi kalau hubungan nya dengan Raihan akan ke jenjang lebih serius.


Akhirnya mata Kania pun terlelap di dalam mobil Raihan.


Kania berjalan ke suatu tempat yang sepi dan sunyi. Saat Kania terus berjalan, dan kania melihat pria sedang tersenyum kearahnya. Kania pun tersenyum melihat pria itu, entah kenapa Kania sangat merindukan dia.


"Zain, kamu kemana. Aku rindu kamu.?"


"Aku pun sama Nia, aku sangat merindukan kamu."


Dan mereka pun berdua pun saling menggenggam tangan satu sama lain. Ada rasa kerinduan yang mereka rasakan.


Namun saat itu ada tangan lain yang menyentuh tangan Zain. Ya ada seorang wanita yang bersandar di pundak Zain.


"Zain, jangan tinggal kan aku." Panggil Kania, membuat wanita itu membawa Zain menjauh dari Kania.


Kania nampak sedih, dan Kania pun berlari mengejar ZAin yang di bawa oleh wanita itu.


"Zain... Zain jangan pergi, jangan tinggalkan aku".


****


"Zain jangan pergi, jangan tinggalkan aku Zain."


"Zain, Zain, Zaiin..


Puuukkk... Puuukkk... puuuk... Ada yang menepuk pipi Kania.

__ADS_1


" Kania bangun...Nia bangun.... Kaaniaa


Haaaaahh... Mata Kania terbuka.


"Zain..." Itulah yang terucap dari di bibir Kania, saat Kania menoleh ternyata orang itu bukan Zain ternyata itu Raihan.


"Raihan.."


Ya Raihan menunjukkan bahwa wajah kecewa nya pada Kania.Nafas Kania masih terengah engah, Raihan memberikan minuman ke Kania. Namun Raihan enggan untuk melihat Kania.


Raihan melepaskan kancing kemeja bagian atas,karena merasa sesak dan panas.


Kania menutup wajahnya dengan tangannya. Merasa selamat bersalah dengan Raihan.


'Ya tuhan apa yang aku lakukan. Kenapa ZAin hadir kembali di mimpiku, hingga menyebutkan namanya di depan Raihan'.


Kania benar-benar merasa bersalah dengan Raihan. Tak ada suara di mobil, mobil Raihan pun berhenti. Karena bagi Raihan ini butuh penjelasan tentang kepadanya.


"Siapa Zain.?"


"Rai, aku minta maaf."


"Siapa Zain itu Nia.?"


Pandangan Raihan masih menatap lurus kedepa, tanpa menoleh dan menatap Kania. Kania menyentuh tangan Raihan, dan menggenggam tangan Raihan.


"Aku minta maaf Rai, aku tadi...?"


Raihan tersenyum kecut.


"Tadi kamu menyebutkan nama Zain. Zain, Zain, jangan tinggalkan aku..." Raihan mencontoh cara kania mengigau.


"Zain itu siapa Kania... Siapa..?"


Raihan dengan suara kesal. Membuat Kania terkejut mendengar nya. Raihan kecewa dengan Kania, yang menyebutkan nama pria lain dalam mimpinya. Padahal mereka akan menikah, tetapi masih ada yang di Rahasia kan oleh Kania.

__ADS_1


" Kamu menyebutkan nama Zain, di mimpi kamu. Bukan hanya itu, tapi di hadapan ku, aku mendengar nya secara langsung. Apa ada yang kamu sembunyikan lagi Kania dari aku, jawab Nia. Kenapa kamu diam aja, dan jawab Nia, jawab...?" Raihan sudah emosi dengan diam nya Kania.


Kania ingin cerita takut, Kania takut akan marah nya Raihan .


__ADS_2