Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.52


__ADS_3

Kania pun tertawa." Hahahaha..... Mangkanya kamu tuh suka nya cari kesempatan dalam kesempitan weeee". Ledek Kania ke Zain dengan mengeluarkan lidahnya dan ke dua tangan berada di telinganya. Lalu Kania lari menjauh dari Zain.


Zain pun bangkit akibat dorongan Kania.


Zain pun tersenyum.


"Awas kamu ya aku tangkap kamu, aku balas kamu". Dengan kedua tangannya di pinggang nya dan berteriak seperti kesal padahal Zain pura pura marah.


"Bodo weeee." Kania masih meledek zain dengan lidah nya Kania di keluarkan lalu tersenyum. Dan Kania pun berlari menjauh dari Zain..


Merekapun pun saling berlari dengan Zain mengejar Kania. Dengan Kania yang selalu tertawa. Zain berlari sangat cepat hingga zain kini berlari sudah hampir mendekat kepada Kania. Kania sudah lelah dan akhirnya Kania pun berhasil Zain raih. Kini lengan Kania di pegang oleh Zain. Nafas Kania pun terdengarlah begitu terengah-engah.


"Mau kemana kamu, kamu udah aku dapatkan. Mangkanya jadi cewek jangan jahil." Ucap Zain dengan menyentuh tengkuk leher Kania.


"Zain kamu mau apa?" Tanya Kania.


"Melanjutkan yang tadi". Jawab Zain. Dengan senyum yang menggoda, ke arah Kania. Lalu lengan Kania yang satu di pegang oleh tangan Zain yang satu. Tangan yang satunya pun masih menyentuh tengkuk lehernya Kania, dan masih menahannya.


Semakin lama wajah Zain semakin mendekat dan Zain pun memiringkan kepalanya. Kania pun memejamkan matanya Zain pun tersenyum. Daaan Zain pun membisikkan sesuatu ke telinga Kania.


"Aku sayang kamu, kamu orang pertama yang membuat aku merasakan arti jatuh cinta." Kania pun membuka ke dua matanya mendengar Zain membisikkan kata-kata di telinga nya.


Ada rasa sedih yang Kania rasakan saat Zain mengucapkan kata itu.


Lalu Kania menoleh ke arah Zain, dan Zain melihat mata Kania mengembun. Bibir Kania pun bergetar, Lalu Zain ingin menghapus air mata Kania, Namun Kania menghindar.

__ADS_1


" Kamu jahat Zain. kamu membuat aku perlahan lahan mati Zain. Mati tanpa adanya dirimu Zain di dekat aku. Kamu mau bikin aku terus memikirkan kamu Zain. Kamu mau bikin aku perlahan lahan gila Zain. Dengan kata kata kamu, dengan perhatian kamu. Membuat aku sulit nantinya melupakan apa lagi menjauh dari kamu Zain. Kamu sama seperti Radit membuat aku nyaman lalu meninggalkan aku Zain. Tolong buat aku membenci kamu Zain ,agar mudah aku melupakan kamu Zain. Jangan buat aku seperti ini Zain. Buat aku semakin sulit nantinya untuk aku melupakan kamu Zain." Itu Ungkapan isi hati Kania. Dan Kania terus menangis.


Zain terus memeluk Kania, jujur saja untuk Zain baru pertama kali merasakan perpisahan kepada manusia begitu berat hanya kepada Kania.. Zain seperti merasakan kehilangan kedua orang yang sangat Zain sayang yaitu ke dua orang tua nya. Yang terbunuh karena melindungi ke dua orang tua Raja.


Saat Kania sudah tenang, Zain dan Kania pun saling berpandangan. Zain mendekat kan wajahnya dan Zain pun mencium kening Kania.


"Maaf bukan maksud aku buat kamu terus bersedih. Itu juga isi hati ku Kania. Kamu bisa memilih pangeran yang bisa melindungi dirimu. Dan kamu hidup lah bahagia. Carilah Seorang laki-laki yang bisa melindungi dirimu. Yang pasti buat kamu tersenyum. Jangan buat kamu bersedih Kania. Jika kamu bahagia aku pun akan bahagia. Kita menjalin hubungan masing-masing. Sudah ya aku tak ingin kamu menangis lagi, dan seperti nya laki laki itu baik untuk mu. Dia pria baik tulus sayang sama kamu. Dan seperti nya kamu juga menyukai nya kan." Ucap Zain dengan memberi senyuman kepada Kania.


"Iya Zain aku memang menyukai dirinya. Tetapi entah kenapa dia sepertinya menjauh dari saat ini. Aku juga tidak tahu kenapa Zain. Tapi nanti aku cari tau sendiri Zain." Jawab Kania.


"Kania aku ingin memberi tahu kamu, jika aku sudah kembali ke istana. Kamu harus segera membuang kalung itu kelaut jika tidak akan ada yang akan menyerang kamu sayang. Kamu ajak lah Raihan untuk menemani mu. Dan kamu jelaskan kepadanya, jika aku ini memang sudah tidak ada. Lanjutkan lah hubungan mu dengan dia, karena memang dia penolong yang pantas untuk kamu." Penjelasan Zain.


Saat Zain menjelaskan dari jauh Zain dan Kania melihat tiga orang datang menghampiri Zain dan Nia. Orang itu tak lain adalah putri bunga Zian dan Juan.


"Kamu Kania, salam kenal dari ku, nama ku Juan apa kau ingat ada yang menolong mu dari sosok hitam menjijikan itu." Ucap Juan . Kania pun membelalakkan ke dua matanya.


"Jadi kamu yang sudah menolong ku waktu itu, terimakasih banyak kamu sudah menolong. Aku hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada kamu." Kania pun membungkuk kan setengah badannya.


"Tidak perlu seperti itu. Aku menolong memang sudah kewajiban ku menolong kamu."ucap Zain.


Kania melihat ke arah Zian. Dan Zian melirik ke arah Kania dengan tatapan yang tajam.Dan itu membuat Kania takut.


" Kenapa takut kamu takut, aku tidak sejahat itu dengan seorang wanita. Tetapi jika wanita itu menantang ku akan ku bunuh." Dan itu membuat Kania ketakutan.


"Zian jaga ucapan mu, tidak kenapa-kenapa Kania dia memang seperti itu". Kata Juan yang membuat Zain mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Kania pun mengangguk dan hanya menunduk. Lalu putri bunga pun menghampiri Kania. Putri bunga menyentuh tangan Kania dan tersenyum.


"Kania ini saatnya di mana kamu dan Zain sudah tidak bisa saling bertemu kembali. Kami akan membawa Zain kembali ke istana, aku dan Zain akan melangsungkan pernikahan yang pernah tertunda. Kamu siap kan melepaskan Zain. Dan kamu serahkan kalung itu kepada Zian. Agar dia yang memusnahkan kalung tersebut. Agar kamu tidak perlu membuang kalung itu. Dan kamu aman tanpa incaran sosok lain. " Suara putri bunga yang lemah lembut membuat Kania pun terpesona mendengar suaranya yang indah.


"Baik putri". Lalu Kania melepaskan kalung itu dan di berikan kepada Zian. Lalu Zian pun mengambil kalung yang di berikan kepada Kania.


Lalu putri bunga memberikan sesuatu kepada Kania. Dan meletakkan di tangan Kania." Apa ini putri, kenapa kamu memberikan ini kepada ku". Tanya Kania kepada putri bunga yang meletakan sebuah kalung mutiara yang begitu cantik di telapak tangan Kania. Kania nampak kagum dengan kalung itu .


"Ini kalung mutiara asli miliki ku kesayangan ku. Ini untukmu, karena kamu gadis baik. Sebagai tanda perkenalan dan pertemanan kita. Kamu pakai ya, sini aku pakaikan." Ucap putri bunga yang memegang kalung itu dan memakainya di lehernya Kania.


Setelah kalung itu sudah di pakai dan berada di lehernya Kania. Putri bunga pun tersenyum ke arah Kania. "Tuh kan cantik kamu pakai, kamu jaga kania. Aku senang bisa kenal diri mu."


Begitu pun Kania nampak senang dan bahagia. Kania menyentuh kalung itu, dan mata Kania pun mengembun dan tersenyum." Trimakasih putri atas pemberian nya aku merasa tak pantas menerima pemberian sebagus ini. Aku juga senang bisa kenal dengan putri. Sekali lagi terimakasih putri." Ucap Kania lalu putri bunga pun memeluk Kania.


" Sama sama kania, kamu hidup yang bahagia ya, cari lah Laki laki yang bisa melindungi dirimu. Kamu gadis berhati mulia. Beruntung Zain bisa mengenal dengan mu." Ucap putri bunga dengan masih memeluk kania.


Dan semua itu tak lepas dari pandanga para tiga pangeran yang berada di sana. Termasuk Zain ia melihat kedekatan Kania dan putri bunga. Masih ada rasa sedih yang Zain rasakan karena akan kehilangan Kania. Juan mendekati Zain,dan menepuk pundak Zain. Dan Zain pun tersenyum ke Juan ."Lepaskanlah dan tersenyum lah." Zain pun akhirnya pun tersenyum. Ke arah Kania, Kania pun membalas senyuman nya Zain.


Lalu putri bunga pun melepaskan pelukannya." Sekarang saatnya kita pergi , jaga diri kamu ya Kania." Pamit putri bunga.


Yang di angguki oleh kania


Lalu kemudian Zian bersalaman kepada Kania, dan tersenyum." Semoga kamu dapat mencari pengganti Zain. Maafkan aku karena aku kamu jadi seperti ini. Sekali lagi maaf, senang bisa kenal dengan kamu.". Zian yang Kania takuti kini malah bersalaman oleh nya bahkan tersenyum. Membuat Kania tak merasakan takut lagi.


"Aaahh ... iya senang bisa kenal kamu Zian." Ucap Kania yang juga membalas senyuman Zian.

__ADS_1


__ADS_2