
"iiya Raihan ini bagus loh, trimakasih yaa.
Nia memakai jepitan yang di berikan Raihan.
" Bagaimana Rai, Bagus gak jepitan rambut nya di rambut ku.?"
Raihan terus memandangi Nia sambil tersenyum." Bagus Nia, kamu pakai jepitan itu di rambut kamu. Dan kamu makin terlihat cantik."
Nia pun tersenyum malu." Terimakasih Rai". Raihan pun mengangguk kan kepalanya.
Raihan nampak bingung, sebenar nya ada yang ingin Raihan tanyakan. Namun entah kenapa Raihan ragu saat melihat Kania dengan tersenyum seperti itu.
"Raihan kamu kenapa.?" Kania membuyarkan lamunan nya.
"Eeehh.... Kenapa Nia.?"
"Kamu kenapa Rai.?"
"Eeemmm Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan ke kamu Nia.?"
"Kamu mau tanya apa, tanya aja.?"
"Tapi maaf sebelumnya, aku mau tanya. Kania apa selama ini, kamu sudah mempunyai pacar?"
"Kenapa kamu tiba-tiba nanya seperti itu Rai.?"
" Aku hanya tidak enak saja kalau kamu sudah punya pacar, takut nanti ada yang marah dan salah paham sama kita.?Aku hanya tidak mau membuat hubungan kalian salah paham.?" Raihan sambil tersenyum kecut.
"Salah paham apa maksud kamu.?" Nia sengaja memutar mutar pembicaraan Raihan..." Raihan jujur sebenarnya kamu mau ngomongin apa.?Jujur aku gak ngerti, kenapa mesti ada salah paham.?"
"Kania kalau kamu sudah punya pacar, aku akan menjaga jarak dengan kamu.?"
"Kenapa kamu bicara seperti itu Rai, kenapa kamu mesti menjaga jarak.?" Ada rasa sesak saat mendengar Raihan seperti itu.
"Aku takut nanti ada yang marah, dan ujung ujungnya hubungan kalian akan bertengkar karena salah paham.."Raihan dengan senyum kecilnya.
' Agar aku tidak berharap kepada kamu Kania. Agar aku siap menerima hancur nya harapan ku, untuk dekat dengan kamu." Hanya berani di ungkapkan dalam hati.
"Aku harus bagai mana ini ya, kenapa aku tidak ingin Raihan menjauh. Ya tuhan apa yang harus aku lakukan saat ini. Kenapa aku merasa menyakiti dua pria saat ini. Tapi aku juga tidak bisa menjalin hubungan terlalu lama dengan Zain. Bagaimana pun dia juga bukan manusia sejati, dan hubungan kita tidak normal. Tapi hatiku mengatakan aku gak ingin Raihan menjauh. Untuk saat ini aku nyaman dengan nya, Raihan manusia sejati. Zain maaf kan aku jika aku menyakiti kamu dan mengkhianati kamu. Aku juga ingin mempunyai hubungan yang normal. " Hati Kania gundah gulana.
" Kania kamu ikuti apa kata hatimu, kebahagian kamu ada pada diri kamu sendiri. " Tiba tiba kania mendengar suara Zain.
Raihan dapat melihat ada kebimbangan di wajah Nia.
"Kania dengarkan aku saat ini, aku tidak peduli tanggapan kamu seperti apa nanti nya. Yang jelas saat ini aku ingin jujur sama kamu." Raihan menatap lekat lekat wajah kania, dari sorot mata Kania yang sendu membuat Raihan enggan jauh dari Kania.
"Kania aku ingin jujur sama kamu selama ini. Aku menyukaimu, aku jatuh cinta sama kamu. Sejak kita bertemu pertama kali, aku menyukai kamu kania. Maaf aku tidak bisa menahan rasa ini terlalu lama Kania, terlalu berat Kania untuk menahan nya. Rasa suka kepada wanita yang membuat ku seperti orang gila."Raihan tersenyum.
Seketika bayangan saat Kania berpe.... Lukkan di danau itu. Membuat senyum nya memudar.
" Maaf aku mengungkapkan apa yang hati ku rasakan saat ini. Tapi Kania jika hati kamu sudah ada yang memiliki, lupa kan lah apa yang aku ucapkan ini.
'Mungkin aku juga akan menjauh, Aku tidak sanggup melihat kedekatan mu dengan pria itu. Dan mungkin aku akan menerima apa yang orang tua ku pinta. Dan mungkin aku juga takkan kembali.?"
Ucap Raihan dalam hatinya.
" Raihan apa kamu serius dengan ucapan kamu itu.? "Raihan pun mengangguk." Raihan apa kamu tidak salah menyukai gadis seperti aku. Aku ini tidak cantik Rai, aku hanya gadis yang hidup di keluarga tidak kaya. Aku hanya takut nantinya hanya membuatmu malu, jika kita mempunyai hubungan.? "
" Maksud kamu apa Kania, aku tidak melihat kehidupan kamu. Mau kamu kaya atu miskin sekali pun aku tidak peduli. Aku mengatakan, karena apa yang aku rasakan saat ini kania. "Dengan menggenggam tangan Kania.
Raihan tidak ingin memaksa Kania dengan pertanyaan nya.
" Bagaimana jawaban kamu Kania, dengan apa yang aku ucapkan..? Kalau kamu belum bisa menjawab nya sekarang tidak apa apa. Tapi aku akan menagih nya nanti, saat aku kembali nanti.? "
Kania menatap Raihan.
__ADS_1
"Memang nya kamu mau kemana Raihan.?" Ada rasa sedih saat Raihan bilang akan pergi lagi.
Entahlah Kania merasa kalau Raihan saat ini sedang marah dan seakan menghindar darinya.
Raihan tersenyum . " Aku akan kerumah orang tua ku Kania, karena kemarin aku di hubungi oleh orang tua ku dan menyuruh nya kesana.
" Berapa lama Raihan kamu di sana.?"
"Entah lah Nia,aku enggak tau berapa lama. Tapi itu tergantung dari kamu. Jika kamu merindukan aku, aku akan cepat kesini. Jika tidak mungkin aku akan lama di sana".
"Rai kamu jujur, Kamu tidak lagi menghindari aku kan. kamu marah sama aku ya.?" Ada tatapan menyiratkan kesedihan.
Raihan merasa tak tega melihat Nia.
"Buat apa aku marah sama kamu. Aku kesana karena keluarga ku sedang berkumpul, kalau kemarin aku hanya bertemu nenekku karena keluarga aku lagi sibuk."
"Rai beneran kamu gak marah kan sama aku.? "
"Nia, aku serius. Aku gak marah sama kamu". Raihan sambil tersenyum.
'Kenapa rasanya aku sulit sekali ingin menghindar dari kamu Nia.' Ucap Raihan dalam hati.
"Raihan". Panggil Kania.
"Ya.."
"Apa kamu rindu dengan ku juga Nia, saat aku tidak ada.?" Raihan memancing pertanyaan ke Kania.
"Kamu ingin aku jujur atau tidak.?" Kania menatap Raihan.
Membuat Raihan jadi salah tingkah.
"Aku ingin jujur pasti nya.?"
"Aku kangen sama kamu Raihan". Mendengar itu hati Raihan kembali berdebar.
"Kania".
"Hemmm... Kenapa Raihan..?"
"Nia aku ingin kasih kamu sesuatu, aku harap kamu menyukainya.?"
Setelah itu Raihan mengeluarkan sesuatu benda berwarna hitam couple, dari dalam kotak.
Nia mengamati benda hitam itu seperti bentuk gelang. Kania melihat Raihan yang sedang tersenyum.
" Gelang couple.? "Raihan mengangguk, dan Kania pun tersenyum.
" Bagus gak.? "Kania mengangguk." Sini aku pakai kan ya". Kania tersenyum.
"Raihan, sini aku pasangin juga punya kamu.?" Raihan pun mengaguk.
Nia pun juga memasang kan gelang itu ke tangan Raihan. Nia terus memperhatikan gelang yang ada di tangan nya itu dengan terus tersenyum.
"Sula gak.?" Kania mengaguk. "Kania tau gak gelang ini jika di sentuh dan Gelang Yang kamu pakai itu akan bergetar nantinya, seperti ini".Raihan menyentuh gelang yang dia pakai.
Drreeet... Dreeet.... Ternyata gelang yang Nia pakai ternyata bergetar.
"Bergetar tidak gelangnya.?" Nia mengangguk.
"Aah iya Rai, gelang ini bergetar." jawab nya dengan tersenyum.."Sekarang gantian aku ya yang menyentuh gelang ini.?" Nia menyentuh gelangnya, lalu gelang Raihan pun bergetar..
"Gelang ku juga bergetar kania.?" Kania tersenyum menatap gelang itu.
" Kania kamu pakai ya gelang nya, dan jika kamu sedang kangen sama aku tinggal kamu sentuh aja gelang itu. Maka gelang ini akan bergetar juga, itu tanda nya kamu kangen sama aku. Walaupun jarak nya jauh sekali pun, gelang ini akan tetap bergetar." Dan. Kania pun mengangguk.
__ADS_1
πΆπΆπΆ
Aku telah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maaf kan aku, terlanjur mencinta
Senyuman itu
Hanya lah menunda luka
Yang tak pernah ku duga
Dan bila akhirnya kau harus dengan nya
Mengapa kau dekati aku
Kau membuat semua nya indah
Seolah tak kan terpisah
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maaf kan aku, terlanjur mencinta
Bila memang hatimu untuk aku
Salah kah ku berharap,
berharap kau memilih diri ku cinta
****
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maaf kan aku , terlanjur mencinta
tapi mengapa kita selalu bertemu dan bertemu
aku telah tahu hati ini harus menghindar
namu kenyataan Ku tak bisa
maaf kan aku , terlanjur mencinta
**By: Tiara Andini
Maafkan aku, terlanjur mencinta**
πΆπΆπΆ
__ADS_1
****
Selama di dalam mobil hanya ada lagu dan lagu. Karena Raihan sudah merasa jenuh mereka pun saling mengobrol.