Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part 68


__ADS_3

Aulia yang melihat gerak gerik kakaknya yang mencurigakan, membuat Lia penasaran apa yang di buang oleh kakaknya itu. Karena Aulia melihat mata kakaknya itu sembab seperti habis menangis, mangkaya karena itu Aulia jadi penasaran apa yang terjadi pada kakaknya itu.


Setelah kakaknya masuk Aulia melihat apa yang kakaknya buang. Aulia melihat sebuah Gumpalan kertas yang sudah di kepal kepal oleh Kania. Lia ambil kertas kepalan dengan bentuk bulat. Lalu Lia ambil kertas tersebut, lalu dbawa ke dalam kamar nya. Tak lupa Lia mengunci pintu kamarnya, di buka kertas dengan bentuk kepalan tersebut.


Saat berada di dalam kamar nya.


SREEET.... Aulia membukanya.


"Apa ini hanya sobekan kertas, kenapa mata kakak seperti habis nangis kalau hanya kertas. Loh.. Loh ini kan wajah kakak.?" Saat melihat sebagian sobekan fotonya. Karena kania menyobek nya masih terlihat besar.


Aulia pun masih penasaran, aulia menyatukan sobekan tersebut, seperti potongan puzzle. Saat di satukan, ternyata itu sebuah foto dimana terdapat wajah kakaknya dengan seorang pria.


"Astaga ini kan foto kakak, tapi ini bukan ka Radit. Ini asli ganteng banget, kaya siapa ya.? Kayaknya pria ini seperti pernah nganterin kakak pulang siapa ya.?" Aulia berpikir sendiri mengingat ingat pria. N6di foto itu..


Sambil tangannya di letakkan di bibirnya.


" Eeemm.... Ayo Lia pake otak mu untuk berpikir, membantu rasa kepo yang sudah mencapai maksimum."


Aulia berusaha keras..Dan akhirnya dia mengingatnya.


" Aaaa... pria itu namanya Zain . Ya ka Zain, gak salah lagi pria yang di foto itu namanya Zain. Jadi mata kakak sembab seperti habis menangis karena pria ini. Apa kakak belum move on ya.?" Aulia madih mengamati foto tersebut.


Kania berada di sebuah taman yang sangat bagus dan indah. Kania merasa seperti pernah ke tempat ini, tapi Kania merasa tidak percaya.


" Ini di mana, gak mungkin aku seperti dejavu ". Kania menatap sekeliling tempat itu.


Kania melihat ada sebuah kursi, namu ada seseorang yang sedang duduk. Kania pun mencoba menghampiri orang itu. Dan saat orang itu menoleh ke arah Kania, ternyata itu orang yang kania kenal.


Kania menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya. Kania merasa tak percaya apa yang ia lihat. Pria itu adalah Zain, ya Zain datang kembali ke alam mimpinya.


"Zain... Kaa kamu di sini.?" Zain pun mengangguk.

__ADS_1


Zain tersenyum kepada Kania. Kania sendiri hanya diam, kania bingung dia harus bahagia atau justru sedih.


Kania melihat Zain saat ini, tidak seperti Zain yang dia kenal.


"Zain ada yang berbeda, apa karena Zain yang sudah mempunyai putri bunga."


Kania tidak tau kalau Kania sudah di hapus dari pikiran Zain saat ini.


"Jadi kamu yang namanya Kania.?" Kania terkejut dengan pertanyaan Zain yang bertanya namanya.


Kania mengangguk kan kepala. " Ya aku Kania. Apa kamu lupa dengan ku, sampai kamu bertanya nama ku.?"


Kania melihat sorot mata Kania, entahlah Zain seperti mencari sesuatu dari mata kania.


"Zain kamu kenapa, ada apa dengan kamu..?"


Haaah...Zain terlihat sedih dan merasa kecewa. Dirinya tidak daoat mengingat apapun, tetapi suara kania dia mengenal suara itu.


Kania tidak mengerti yang di maksud oleh Zain. "Kamu tau, tiap hari aku gelisah. Aku seperti merindukan seseorang, dan suara mu selalu terdengar di telingaku."


"Maksud kamu apa, jujur aku tidak tahu apa yang kamu maksud.


Grreeep.... Tiba-tiba saja Zain memeluk kania. Kania sangat terkejut apa yang telah Zain lakukan. Kania diam seperti patung kania bingung harus bagaimana, Kania tidak ingin hatinya menjadi Lemah.


Kania pun melepaskan pelukan Zain.


"Berarti benar jika kamu yang aku rindukan saat ini. Suara kamu, panggilan kamu yang membuatku merindukan kamu."


"Apa maksud kamu Zain, aku tidak mengerti. Dan hentikan semuanya Zain, kamu sudah memiliki putri bunga. Dan alam kita berbeda, kamu tidak bisa seperti ini. Sedangkan aku saat ini, aku sudah membuka hatiku untuk orang lain. Aku sudah mengikuti apa yang kamu ucapkan, jadi aku mohon Hentikan semuanya".Kania mudur beberapa langkah.


"Mungkin kamu bingung dengan sikap ku ini. Maaf jika aku tidak mengingat akan dirimu. Sebenarnya diri kamu dan kenanhan bersama kamh semua nya terhapus dari ingatan aku. Jadi aku tidak mengingat kamu dan semua tentang aku dan kamu. Semua di lakukan di luar kendali ku, dan semuanya di lakukan oleh ayahanda".

__ADS_1


"Labih baik semuanya itu hilang dari pikiran mu Zain. Agar semuanya baik baik saja, kamu bisa di sisi putri. Dan bukan hanya itu, aku bisa hidup tenang tanpa adanya gangguan jin yang menginginkan diriku.Bukan hanya diriku saja Zain, keluarga ku pun bisa hidup tanpa ganghuan makhluk yang menyeramkan itu."


Zain menatap kania, di saat itu kania kembali mundur. Di saat kania mundur, Zain malah melangkah maju, mendekati Kania. Kania sedikit takut, karena semua yang di lakukan Zain akan membuatnya kembali luluh. Kania tidam mau itu terjadi.


" Kania apa aku boleh memeluk mu sebentar saja". Kania menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku mohon. Aku tidak mau membuat putri Terluka. Aku tidak ingin membuatnya kecewa, karena beliau baik. Dan bukan hanya itu Zain aku akan segera menikah. Jadi aku mohon jangan ganggu hubungan aku lagi Zain. Kembali lah kepada keluarga mu. Alam kita berbeda, aku mohon Zain. Aku sudah mengikuti apa yang kamu ucapkan, aku mohon kamu pun juga. "


Di saat itu juga kania melibat Raihan berada di belakang Zain, tatapan Raihan memancarkan kekecewaan kepada kania.


Zain menggenggam erat tangan Kania. Di saat itu juga Raihan pun pergi meninggalkan Kania yang sedanb bersama Zain. Kania terus memanggil nama Raihan, namun Raihan enggan menoleh ke arah Kania.


"Raihan.... Rai... Kania terus memanggil.


Kania mencoba melepaskan tangannya dari Genggam tangan Zain. Namun Zain tidak mau melepaskannya, sampai akhirnya Kania pun memohon kepada Zain untuk di lepaskan tangannya. Dan akhirnya Zain melepaskan Kania.


Hati Zain masih tidak tega saat mendengar suara tangis dari kania, apalagi kania sampai memohon kepadanya.


"Raihan,,, Raihan... Raihan....."


Kania pun tersadar dari tidurnya.


"Raihan, Zain kenapa mereka berada di dalam mimpiku. Kenapa Zain kembali lagi di dalam mimpi, apa maksud dari semua ini." Kania mengusap wajahnya.


Lalu kania melihat jam sudah menunjukkan jam 5pagi. Kania pun akhirnya tidak melanjutkan tidur lagi. Kania ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Lalu melakukan kewajibannya.


Sedangkan di lain tempat, Raihan yang terbangun dari tidurnya. Karena bermimpi tentang kania dan seorang pria.


"Kania, astaga semoga ini hanya mimpi. Aku takut ada hal buruk. Padahal hanya mimpi tapi kenapa itu sperti nyata, sasak sekali rasanya."


Raihan pun akhirnya memutuskan untuk bangu, dan juga melakukan kewajiban sebagai muslim.

__ADS_1


Semenjak mimpinya semalam Raihan merasa gelisah tak tenang. Jadi Raihan pun pagi pagi menjemput Kania tepat jam 7 pagi. Hari ini Raihan dan kania akan melakukan sesi pemotretan prewedding. Karena mereka melakukan prewedding Outdoor. Jadi mereka akan pergi ketempat yang akan di lakukan nya pemotretan.


__ADS_2