Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.50


__ADS_3

Zain masih betah dengan menyendiri nya di balkon kamarnya. Dan ia masih mengingat waktu bersama dengan Kania. Zain senyum senyum sendiri.


Di lain tempat ada seseorang yang baru saja pulang dari rumah sakit. Ia adalah Kania. Kania berada di dalam kamarnya.


Kania di dalam kamarnya di temani oleh ibu dan adiknya. Karena ayahnya Kania sedang berada di kamarnya untuk beristirahat.


Lalu Raihan pun masuk ke kamarnya Kania. Karena sejak baru datang Raihan hanya berada di luar.


Lalu ibu dan adiknya Kania pun keluar meninggalkan Raihan dan Kania. Ibu dan adiknya Kania faham takut ada pembicaraan yang bersifat pribadi untuk Raihan dan Kania. Namun pintu kamar masih terbuka jadi masih aman untuk keluarga Kania.


Kania melihat Raihan yang duduk di bangku dekat Kania hanya diam saja.


" Raihan ko kamu diam saja, kenapa?


Apa aku punya salah sama kamu, apa ada omongan yang bikin kamu kesal. Kenapa kamu beda sama aku. Tadi siang kamu masih banyak bicara, kenapa sejak kedatangan Radit kamu jadi diam sama aku Rai." Tanya Kania dengan posisi bersandar di tempat tidurnya.


Raihan yang di tanya Kania merasa bingung. Dan Raihan juga melihat Kania tak tega ." Tidak ada apa apa Kania. Kamu tidak salah ko, Mungkin aku hanya lelah mangkanya aku jadi diam. Ya sudah kamu istirahat ya. Sudah malam aku juga mau pamit pulang. Kamu banyak banyak istirahat ya biar cepat sehat lagi." Kata Raihan membuat Kania tersenyum.


"Trimakasih ya Raihan kamu sudah datang jenguk, dan ngantar aku pulang juga. Kamu juga istirahat ya." Ucap Kania dengan senyum.


"Iya sama-sama, ya sudah aku pulang ya. Assalamualaikum..." Salam Raihan dan menyentuh pipinya Kania.


"Waalaikumsallam, hati hati ya Raihan". Jawab Kania.


Lalu Raihan keluar kamar Kania dan pamitan kepada keluarga Kania. Setelah pamitan Raihan masuk ke dalam mobil nya dan melaju mobilnya keluar dari rumah Kania.


Di dalam mobil Raihan merasa tak tega melihat Kania seperti itu. Lalu Raihan tidak langsung pulang dia mampir ke tempat seseorang.

__ADS_1


Setelah Raihan pulang, Kania keinget dengan perubahan sikap Raihan kepada dirinya. Yang begitu cuek kepada Kania.


Kania juga kembali teringat kepada Zain. Namun Kania mencoba menepis semua pikiran itu. Ia tak mau terlalu dalam memikirkan Zain. Karena rasa kantuknya Kania pun merebahkan dirinya di kasur. Kania membaca doa agar tidak terjadi mimpi yang buruk lagi..


******


*******


Kini sudah tiga hari Kania berada di rumah nya. Tiap hari yang datang kerumahnya Kania hanya Radit. Dan kadang Fitria, Dewi dan Adam pun juga menjenguk Kania. Semenjak Kania pulang Raihan tak pernah datang lagi. Kania mencoba bertanya kepada Dewi.


"Dewi, kamu suka liat Raihan tidak di cafe nya. Apa kamu dengar gitu pacar kamu nyebut nama Raihan". Tanya Kania ke Dewi.


"Mas Raihan mba, ada mas Raihan di cafe. Aku juga suka liat dia, kalau lagi nunggu Adam di sana. Memang mas Raihan nggak kesini?" Jawab dewi dan itu membuat Kania sedikit bersedih.


"Dia datang ko pas aku pulang dari rumah sakit. Aku pikir dia sibuk, ya sudah Dewi tidak apa-apa mungkin dia lelah." Kata Kania .


Kania pun tersenyum ke Dewi."Ya sudah nggak apa-apa ko Dewi lupain aja ya aku udah nanya Raihan".


" Ya sudah kalau begitu Dewi pulang ya.. Benar mba Nia nggak kenapa-kenapa". Tanya Dewi lagi.


"Nggak kenapa-kenapa. Lusa juga aku sudah masuk kerja ko. Aku udah sehat, yuk aku antar sampai depan." Kania pun mengantar Dewi sampai teras.


Karena memang di rumah Dewi tidak ada siapa-siapa hanya Dewi sedangkan Lia berada di dalam kamarnya sudah tertidur.


"Nia kita pulang ya kamu istirahat ya biar bisa ketemu di toko lagi.." Pamit Adam.


"Iya Dam, trimakasih juga sudah jenguk ya. Ow ya salam ya sama Raihan. Dia nggak main-main dan nggak ngasih kabar juga." Tanya Kania yang membuat Adam jadi bingung menjawabnya.

__ADS_1


"Iya Kania nanti aku sampaikan ya. Sekarang kita pamit ya. Assalamualaikum.. " pamit Adam dan Dewi yang sudah berada di atas motor nya.


Dan motor itu pergi meninggalkan rumah Kania. Setelah motor Adam tak terlihat Kania pun masuk.


"Apa salah ku sampai Raihan menjauh dari ku. Apa aku punya salah sama Raihan. Sampai Raihan menghindar dari aku . Kenapa Zain menghilang, Raihan pun juga menjauh". Lalu Kania menyentuh gelang pemberian Raihan.


Agar Raihan merasakan getaran. Saat Kania menyentuh tidak ada Raihan menghubungi atau mengirim pesan. Lalu Kania pun merebahkan dirinya di kasur dan tertidur.


Sedangkan yang di sebut namanya sedang berada di dalam kamarnya. Sebenarnya Raihan sangat senang jika Kania menyentuh gelang itu. Namun Raihan masih teringat dengan ucapannya Radit waktu di rumah sakit jika Kania mempunyai kekasih. Dan Raihan tidak mau mengganggu hubungan orang lain. Apalagi terlalu mengharapkan Kania untuk menjadi kekasihnya.


"Maaf Kania bukan maksud aku jahat sama kamu, aku sengaja menghindar dari kamu. Aku hanya takut kalau aku terlalu berharap dengan kamu dan aku nggak mau merusak hubungan kamu dengan laki-laki itu. Sebelum aku mencari bukti kalau memang kamu tak mempunyai hubungan dengan cowok itu." Ucapan Raihan. Lalu Raihan pun tertidur karena terus memikirkan Kania.


*****


Balik ke Kania.


Di sebuah pantai berpasir putih, ada seorang gadis yang begitu merasakan bahagia karena bermain ombak kecil. Ya gadis itu adalah Kania. Entah kenapa di mimpi itu Kania tidak takut akan pantai seorang diri. Kania terus berlari dan membuat tulisan sebuah nama seseorang yang dia rindukan.' Zain'. Itu yang Kania buat di pasir pantai.


Namun Kania di kaget kan dengan dua tangan yang menutup kedua matanya. Dan Kania tau siapa yang menutup matanya itu, lalu Kania menyebutkan namanya.


" Zain". Dengan tersenyum Kania menyebutkan nama itu. Saat Kania membalikkan badan benar saja yang Kania lihat itu adalah Zain. Kania merasa bahagia karena saat ini orang yang sangat ia rindukan berada di hadapan nya. Kania pun langsung memeluk Zain.


Kania memeluk Zain dengan erat dan bahkan Kania menangis saat memeluk tubuh Zain. Tentunya Zain pun juga membalas pelukan dari Kania.


" Zain kamu datang Zain, kamu kemana saja Zain aku kangen kamu Zain." Kania bertanya saat dirinya melepaskan pelukannya dari Zain.


" Aku juga rindu kamu bahkan sangat merindukan kamu Kania. Bagaimana kabar kamu apa,Kamu sehat kan sayang". Tanya Zain yang menghapus air mata Kania yang terus menetes membasahi pipinya.

__ADS_1


Zain terus memeluk Kani. Disaat Kania semakin bersedih, Zain terus menenangkan Kania sampai Kania benar benar tenang.


__ADS_2