Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.41


__ADS_3

Lalu Fitria menghampiri Kania dan memandang Nia yang penuh arti.


Nia yang faham dari tatapan dari sahabat nya itu pun tau, apa maksud nya .


"Sekarang elo ceritain ke gue, siapa cowok itu. Ceritain semuanya ke gue, jangan ada yang ke tinggalan ya".Kata Fitria yang memaksa Kania untuk cerita,dengan mata nya yang melotot butuh penjelasan.


"Iya iya aku ceritain ke kamu semua, tapi ada syaratnya cukup kamu aja yang tau. Bagaimana, dan satu lagi kamu jangan kaget ya, kalau kamu tau siapa Zain itu."Jawab Kania panjang lebar.


" Kaget, kenapa gue harus kaget. lah emang Cowok itu dari kerajaan apa? sampai segitunya".Kata Fitria panjang lebar,dan di angguki oleh Kania. Membuat Fitria beneran kaget,mata melotot, mulut menganga.


Kania nampak ragu untuk bercerita. Namun Fitria terus memaksa nya.


" Eeemmm..... Jadi begini sebenarnya Cowok itu bukan manusia Fit".


"What... _" Kania segera menutup mulut Fitria karena suaranya terdengar kencang. "Jadi dia bukan manusia.?" Dan volume suaranya di kecil kan.


Kania menganggukkan kepalanya.


"Eemm.... Sebenarnya dia itu sosok hantu yang menempati isi kalung ku ini."kata Kania yang membuat Fitria tak percaya.


" Terus..? " Fitria di selimuti rasa penasaran akan cerita kania.


Dan Kania pun menceritakan semua kepada Fitria,dari A sampai Z, dari atas sampai bawah, dari panjang kali lebar semua di ceritakan oleh Kania.


Dan selama cerita sudah berapa kali juga Fitria berubah ekspresi dari mulut nya terbuka lebar,mulut seperti huruf oo, dan berubah mulut nya menjadi gigi yang terlihat. Bahkan Fitria pun menganggukkan kepalanya, ya begitu ekspresi wajah Fitria nampak terkejut akan cerita Kania.


Setelah cerita itu selesai, dan membuat Fitria tak penasaran lagi.


"Pantas aja tuh cowok beda gue liatnya gimana gitu, apalagi aura nya.


Ow iya... Jadi namanya cowok itu ZAin, asal nya dia dari kerajaan, Pantesan ganteng. Eh., kira kira Ada lagi nggak ya model macam Zain, kalau ada satu lagi aja, buat gue Kania . hahahaha...".Tanya Fitria yang campuri tertawa terbahak-bahak.


" Ck, dasar kamu ini. Daffa mau di kemanain.? Mau leher kamu nanti di... _"Kania mengarahkan tangannya ke leher, seakan akan itu pisau.

__ADS_1


Fitria hanya cekikikan melihat Kania mempraktekkan seperti itu.


" Tapi serius loh, Lalu bagaimana sama Raihan. kasian loh tuh cowok kaya nya suka sama Lo.?" Tanya Fitria lagi ke Kania karena penasaran sama cowok yang menghajar Radit itu.


"Iya kalau masalah Raihan, sebenarnya...." Sebenarnya apa.? "


" Sebenarnya aku juga nyaman sama dia". Kata Kania yang malu menjawabnya,sambil garuk-garuk kepalanya.


"Eeehh.... Buseh... Maruk banget Lo, nggak bisa gitu donk. Elo pilih Zain atau Raihan Bu, jangan dua duanya". Kata Fitria yang membuat Kania terkekeh.


"Ya mau nya si begitu, tapi sayang kalau salah satu dari mereka di cuekin kan kasian Bu. Dan memang kesannya aku tuh jahat, tapi buat Zain dia nggak masalah Bu. Lagian kan aku sama Raihan belum jadian Bu, aku juga nggak mau pacaran terlalu lama. Seperti yang udah udah Bu, dan Sekarang kan Raihan juga nggak ada di sini, hahahaha....."kata Kania yang di akhiri dengan tawa nya


"Dasar cewek koslet, eeehh.. Zain nggak marah Bu, kalau elo juga suka sama Raihan.?" celetuk Fitria mendengar kan Kania cerita dan bertanya dengan wajah kepo nya .


"Engga dia nggak marah. Justru dia yang nyuruh gue buat Terima Raihan, karena suatu saat nanti dia akan pergi dari sini dan ninggalin gue".kata Kania dengan raut sedihnya.


"Pergi kemana memang nya si Zain itu.? " Tanya Fitria dengan masih penasaran Cerita nya Zain itu .


"Dia akan balik ke alam nya sana, kumpul sama keluarganya di kerajaan. Dan kamu tau, dia yang udah bikin aku sedikit ngelupain Radit. Dan itu juga karena ada bantuan Raihan juga.


"Maksud Lo, Raihan kenapa ko gue baru tau si Lo nggak pernah cerita tentang dia." Kania yang baru tau tentang rahasia Raihan.


"Yeeee.... Gue juga baru tau dari si Daffa baru semalam. Dan katanya si Raihan itu pernah terpuruk akan cinta


"Terpuruk, aku baru tau. kalau masalah Raihan pernah sempat terpuruk gue nggak tau Bu.. Yaudah entar lagi lanjutin ceritanya, sekarang aku mau S O barang lagi. Ini udah akhir bulan, dan waktunya gajian kan...."Kata Kania yang mengakhiri ceritanya,lalu meraih pulpen dan kertas untuk mencatat,dan Kania melanjutkan tugasnya.


Antara Kania dan Fitria seperti itu, sebenarnya Fitria ingin bicara sama temennya sendiri jangan terlalu formal biasa aja. Tapi Kania tak enak hati, jika di luar keja barulah Kania mengunakan panggilan elo gue.


Waktu sudah malam hari dan Kania pun sudah pulang dari toko, dan kini sudah berada di dalam kamarnya. Kania melihat gelang pemberian dari Raihan,Kania mengingat cerita dari Fitria.


Ya selama Kania kenal dengan Raihan, karena dia tipe cowok yang punya selera humor, romantis,baik,dan pinter ngambil hati orang tua.


"Kenapa aku kangen sama Raihan ya". Kania bicara dalam hati,lalu tersenyum. Lalu Kania memegang gelang itu. "Aku sentuh aah gelang nya, kira kira gelang dia getar tidak ya". Ucap Nia dengan senyumnya.

__ADS_1


Lalu Kania menyentuh gelang itu



Lalu yang di sana pun merasakan gelang nya pun bergetar. Raihan yang sedang berkumpul dengan keluarga nya pun, tersenyum sendiri karena gelang yang dia pakai bergetar." Maaf semua Raihan tinggal dulu sebentar ya". Dengan senyuman yang mengembang dan wajah ceria nya.


"Lihat lah anak mu Rendy, Hana,anak kalian sepertinya sudah menemukan seorang gadis yang sudah membuat dirinya tersenyum kembali".ucap seorang nenek yang tak lain ada lah neneknya Raihan yang bernama Diana.


Kedua orang tua nya Raihan pun hanya mengamati sang anak yang sedang menaiki anak tangga.


Kembali ke Raihan, lalu Raihan memegang benda berbentuk pipih itu. Di lihat ada sebuah panggilan telpon dari seseorang yang membuat nya tersenyum. Ya Raihan dapat panggilan telpon dari Kania .


📞 "Hallo.... Assalamualaikum, Kania.


📞 "Waalaikumsallam, hai apa kabar Rai.?"


📞 "Alhamdulillah...Baik Kalau kamu Sendiri Nia.?"


📞 "Iya kabar ku baik. eeemmmm.....Itu gelang kamu bergetar tidak,tadi aku sentuh gelang ini". Ucap Kania dengan tersenyum, lalu menyentuh gelang itu kembali.


📞"Iya bergetar, barusan juga getar kamu sentuh lagi ya.?"Lalu Raihan menyentuh gelang milik nya,dan gelang milik Nia yang bergetar.


📞"Iya Rai, Eehh...gelang aku bergetar kamu sentuh ya". Dan mereka berdua pun tertawa.


Dan mereka pun saling berbicara di telepon, sampai larut malam.Ya entah kenapa pula Zain tak menampakkan dirinya di depan Nia. Entahlah hanya Zain yang tau.


Cukup lama Raihan dan Kania telponan, hingga rasa kantuknya Kania pun sudah tak dapat di tahan. Dan mereka mengakhiri panggilan telpon nya ..


Di tempat Gelap gulita,sunyi, sepi, udara dingin menusuk hingga tulang. Tak ada seorang pun di tempat, Pepohonan yang rindang, jalan yang licin dan penuh bebatuan, jurang jurang terjang yang berada di sisi hutan itu.


Kania berjalan di suatu tempat entah di mana Kania pun tak tahu. Tempat itu sangat gelap dan sepi, lagi lagi seperti hutan yang lebat.


Hoooshh...Hooossshhh.... Kania nampak lelah, nafas yang memburu mengikuti dan mengiringi di stiap langkah nya.

__ADS_1


"Aku berada di mana ini, tak ada seorang pun yang aku temui disini, tak ada cahaya pun untuk membantu pengelihatan ku. Ini sangat gelap, Jalan pun begitu licin, dan penuh batu kerikil sebenarnya ini di mana, aku tak tahu ini dimana". Kania terus berjalan hanya ada cahaya bulan yang membantu menerangi jalan..


Lalu Karena Kania merasa lelah Kania pun beristirahat sejenak. Dan saat Kania sedang beristirahat Kania di datangi oleh sosok hitam dan sangat menyeramkan,yang berada tepat di hadapan Kania...


__ADS_2