Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.12


__ADS_3

Sedangkan di sebrang sana hanya Radit duduk dengan menatap foto seorang gadis, yang sedang di rangkul oleh dirinya. Senyuman mereka sama sama mengembang dan terlihat wajah bahagia dari mereka.


'Aku kangen kamu Kania, maafkan akan yang pernah menyakiti dan mengkhianati cinta kita. Karena kebodohan ku, membuat hubungan kita hancur seperti ini.'


Setelah Kania mendapatkan panggilan telpon dari Radit, wajahnya nampak murung. Dewi sebenarnya melihat gerak gerik dari sahabatnya itu, karena penasaran Dewi pun mendekat ke arah Kania.


"Mba Nia kenapa ko muka mba Nia sedih dan murung gitu.?" Padahal tadi sebelum menerima panggilan telpon, mba Nia masih ceria, ada apa mba? Apa ada masalah, atau ada sesuatu pada keluarga mba Nia.?"


" Tidak kenapa-kenapa Ko Dew, keluarga ku juga baik baik aja." Kania pun tersenyum kecil. " Sebenarnya yang tadi menelpon ku tadi, orang yang ingin aku jauhi. Tapi malah dia menghubungi ku Dewi". Kania tersenyum kecut.


" Maaf mba Nia,memang siapa yang telpon mba Nia tadi.?"


" Radit, dia itu masa lalu ku Dew" Dari tatap mata Nia, memancarkan kesedihan dan kerinduan yang sepertinya di pendam.


"Mantan mba Nia, memang sejak out s mba Nia tidak pernah komunikasi sama pria itu.?" Kania menggelengkan kepalanya.


"Semenjak aku putus, aku berusaha menjauh dari nya. Aku tidak ingin menggangu hubungan nya yang baru. Dan kebetulan handphone ku sempat hilang juga, jadi mana mungkin dia tau nomor ku yang baru ini.?" Dewi mengangguk kan kepalanya


Tiba tiba handphone Nia berbunyi tanda pesan masuk, yang di aplikasi warna hijau bundar dan ada gambar telpon nya...


✉️ ''Assalamualaikum.... Kania maaf ya, aku tadi langsung menelpon kamu, tanpa mengirim pesan siapa aku".


Itulah isi pesannya, Kania hanya membacanya saja. Tak ada niatan Kania untuk membalas pesan tersebut.


✉️" Nia aku slalu mencari tentang kabar kamu. Bagaimana ke adaan kamu sekarang, stiap kali aku menghubungi kamu slalu tidak akktif. Aku mengirim pesan pun juga sama, aku pikir kamu benci sama aku. Dan semua akun Facebook, Instagram kamu juga tidak aktif. Lalu aku liat di sosmed Daffa melihat video kamu. Sedang bernyanyi, mangkanya aku segera minta nomor kamu ke Daffa. Maaf ya Nia, aku harap kamu tidak marah.


Dua pesan yang terkirim untuk Nia sudah centang warna biru, tapi kenapa belum di bales oleh Kania.


Nia hanya membaca pesan itu, lalu di simpan kembali handphone nya. Bukan Nia tak mau membalas, tetapi dia hanya bingung ingin membalas apa.


Lalu nada pesan masuk kembali berbunyi. Ting.. Kania mengambil handphone nya kembali.

__ADS_1


✉️'' Nia kenapa kamu tidak membalas pesan aku, apakah kamu marah. Atau kamu lagi sibuk, maaf ya aku jadi ganggu kamu lagi kerja, sekali lagi terimakasih dan maaf Nia sudah mengganggu kamu.


karena Radit slalu mengirim pesan, mau tak mau akhirnya Nia pun membalas pesannya.


✉️"waalaikumsallam, Kabar Aku baik, dan aku juga nggak benci kamu. Memang gak ada yang tau no aku sekarang. Karena handphone lama ku sudah lama hilang, dan sekarang juga aku lagi kerja. maaf bukan nya aku ga mau balas pesan kamu".


Pesan itu pun dikirim oleh Nia, alangkah senang nya yang menerima balasan pesan dari Nia. Tidak lama Kania membalas pesan ternyata ada pesan masuk lagi. Dan ternyata itu dari Radit kembali.


Dan Kania pun enggan untuk membalas pesan dari Radit, karena kalau di ladenin dia akan terus mengirim pesan.


Waktu sudah menunjukkan waktu sore hari, lalu Nia melihat Fitria yang baru datang ke toko. Fitria datang hampir waktu sore hari, karena dia Habis ngecek toko lainnya.


Karena toko Fitria bukan hanya satu atau dua saja, dia punya lima cabang toko hasil dia sendiri. Belum lagi milik orang tuanya. walaupun Fitria pemilik toko, Fitria juga harus control keadaan dan perkembangan toko nya. Bukan hanya cuma duduk dan menerima setiap hasil laporan yang di berikan oleh setiap karyawan.


"Hai hai Semuanya, sorry ya baru datang. Biasa habis dari toko yang di mall C dan mall yang di P. Terus ke tempat ortu juga lagi, mangkanya jadi baru sempet kesini". Kata Fitria yang juga meletakkan barang di atas meja.


Kania dan Dewi yang sedang duduk segera membantu membereskan barang yang di bawa Fitria.


Fitria terkekeh mendengar ucapan Fitria.


"Niatnya aku mau kaya begitu, kesini nya besok aja. Tapi kalau aku gak kesini pasti kalian kangen kan sama aku. Hihihihi..." Kata Fitria dengan percaya diri.


" Eeh iya ni aku bawa makanan dan minuman, akan bawa buat kalian biar gak BETE." Sambil menujuk kan arah paper bag berisi makanan dan minuman merek terkenal.


" Terima kasih loh mba, di bawain makanan dan minuman segala. Besok besok juga gak apa apa mba Dateng nya sore, asal bawa kaya gini lagi. Iya kan mba Nia.?" Kata Dewi sambil terkekeh, dan Kania mengangguk kan kepalanya.


"Iya sering sering aja datang jam segini, dan bawa makan seperti ini". Timpal Kania.


"Dasar kalian emang ya karyawan gak ada akhlak". Celetuk Fitria.


Dan mereka bertiga pun tertawa bersama, begitu lah Fitria menganggap semua sama gak ada panggilan bos atau karyawan.

__ADS_1


Saat Dewi meminta izin untuk keluar, Fitria melihat kalau Kania sering diam. Fitria tau kalau sahabat nya itu menyimpan sesuatu darinya.


" Beb, Lo kenapa dari tadi ,gue perhatiin lo ada yang aneh. Kenapa memangnya ada masalah, cerita ke gue kalau ada masalah jangan di simpen sendiri.?"


" Gak ada apa apa, hanya tadi si Radit hubungi gue lagi. Katanya dia selalu cari gue lewat aksi n sosmed gue, gue bingung harus bagaimana.?"


Fitria kaget mendengar nama Radit.


"Apa Radit hubungi Lo lagi, mau ngapain lagi si tuh orang. Dia tau dari mana coba nomor elo Kania.?"


" Katanya tau dari Daffa.?" Kania tersenyum kecut.


"Daffa, dia tau nomor elo dari Daffa. Astaga kenapa sih Daffa kasih nomor lo ke dia, nyebelin banget si Daffa". Fitria merasa geram karena Daffa memberikan nomor Nia ke Radit


"Udah lah Fit, Daffa ga salah. Katanya Radit maksa buat minta nomor nya ke Daffa."


" Iya tau Radit tuh orangnya suka maksa, mangkanya gue kesel sama Daffa kenapa di kasih. Maksudnya apa coba minta nomor elo ke Daffa.?" Kania menaikkan kedua bahunya.


"Terus pas Lo tau kalau Radit telpon Lo, terus perasaan Lo gimana. Apa Lo msh punya rasa, atau perasaan kangen Gitu.?"


"Entahlah, perasaan gue mah biasa aja. Tapi saat gue dengar suaranya, saat ngomong sama gue. Jantung gue masih suka berdebar aja gitu. Tapi yang jelas untuk sekarang, gue berusaha menutup hati gue buat dia. Dan gue berusaha membuka hati gue buat pria lain".


Mendengar perkataan sahabat nya itu Fitria pun merasa senang, Karena Kania akan membuka hatinya kembali. Dan mencoba untuk move on.


Dan sebenarnya sejak tadi, Zan yang terus berada di dekat Kania. Melihat raut wajah Kania yang berubah menjadi sedikit pendiam.


"Radit yang sudah membuat kamu murung Kania, tapi kamu tidak usah khawatir ada aku yang akan membuat kamu tersenyum". Sambil terus memandangi Kania.


Bersambung....


...jangan lupa tinggal kan jejak ya.👍...

__ADS_1


__ADS_2