Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.22


__ADS_3

Nia hanya tersenyum, sambil menggeleng kan kepala nya


" Aku cuma bercanda ko Rai".


"Kamu bercanda mulu sih, kamu lagi sakit tapi kaya gak lagi sakit. Nia tapi benar kaki kamu tidak ada yang sakit.? kamu tuh .. memang jatuh dari motor kaya luka biasa'.ada ada aja kamu tapi tidak ada yang parah kan .?"


Alhamdulillah, Tidak ada ko Rai".


'Maaf aku sudah gak jujur, sama kalian semuanya. Aku berbohong biar kalian gak panik, dan khawatir. Kalau aku cerita pun pasti kalian gak akan percaya, kalau aku jatuh di alam mimpi. Dan luka nya pun terbawa ke alam nyata, aku sendiri saja bingung ".. Gumam kania dalan hati


" Nia boleh kan aku nanti jemput kamu. Saat kamu mulai kerja, berangkat bareng.? "


" Takut ngerepotin kamu Rai."


" Apa sih kamu, gak ngerepotin ko. Kita kan searah juga, jadi sekalian aja bareng jangan jangan kalau nanti aku jemput, kamu takut ada yang marah ya???!


"Santai aja, gak ada yang marah. Dan gak bikin aku repot juga ko, lagian kalau kamu yang bikin Repot jugak gak apa-apa". Raihan mengering kan matanya.


Dan kania menanggapi nya hanya dengan tersenyum.


'Yang begini ini yang bikin gue kangen sama dia senyuman nya itu. Sudah sekian lama aku tidak merasakan berdebar seperti ini. Entah kenapa aku bahagia kania saat melihat kamu". Hanya suara isi hati Raihan saja.


Saat mereka berdua sedang mengobrol kedua orang tua kania datang.


"Loh ada tamu, bagaimana nak sehat kabar kamu.?" Raihan pun mencium tangan kedua orang tua nya Nia ..


"Alhamdulillah, bagaimana kabar ibu dan bapak .?"


"Alhamdulillah kami berdua baik, hanya anak itu saja yang kurang baik." Kata pak ahmad, dengan bibir mencebik ke arah kania.


"Ayah..." Rengek kania, membuat Raihan tersenyum.


"Sudah lama nak datangnya.?"


" Lumayan lama juga, tadi ada Fitria. Eéh dia pulang kata nya ada urusan." pak ahmad mengangguk kan kepala, dan ber oo saja." Bapak ibu dari mana.?"


"Kami dari acara nikahan keponakan Rai, tadi nya mau mengajak kania, dan Lia. Karena kania sakit, jadi bapak dan ibu yang pergi. Aulia suruh jagain kakak nya saja."


Dari kejauhan ada Zain yang sedang memperhatikan ke akraban Raihan dan keluarga kania.


" Cowok itu sepertinya baik, dia dekat juga dengan keluarga nya. Mungkin dia bisa menjaga Nia, suatu saat nanti."


Zain merasa ada api cemburu yang ia rasakan saat ini. Tapi Zain sadar di hanyalah hantu yang tak pantas berdampingan dengan manusia.


" Maaf kania aku jangan sampai menyukai mu terlalu dalam. Aku berharap kamu juga, agar hati kamu tidak akan pernah terluka dan kehilangan. Dn jika suatu saat kita berpisah, aku harap kamu bahagia dengan pria pilihan kamu." Zain pun menghilang untuk tidak memperhatikan kania dan Raihan


Saat malam hari, dan saat kania sedang ingin beristirahat. Tiba tiba Zain datang, dan itu membuat kania kaget.

__ADS_1


Zain tersenyum lalu menyapa kania.


" Hai Nia...."


" Zain, kamu kemana aja ko seharian ga terlihat..?" Kania sambil mengubah posisi tidur menjadi duduk ..


kan ada teman kamu dan ada si Raihan juga kan. Masa kamu masih nyariin aku.? " Zain duduk di samping Nia


" Memang nya kenapa? Apa aku tidak boleh nyariin kamu. Ya sudah kalau aku gak boleh nyariin kamu, aku ga bakal nyariin kamu lagi ". Kania menjawab nya dengan ketus.


Lalu Kania pun ingin mengubah posisinya, tapi di tahan sama Zain.


"Eeiit, ko marah si. Ayo duduk lagi sini" Zain memegang tangan Nia, dan Nia mencoba melepaskan tangannya. Namun genggaman Zain terasa kuat.


Kania memalingkan wajah untuk tidak melihat Zain." kenapa malah kamu yang jadi marah.?" Zain tersenyum dan merapihkan rambut Nia yang menutupi sebagian wajahnya nya..


" Kamu nyebelin seharian tidak menampakkan diri kamu kamu marah sama aku.?"


"Mana bisa aku marah sama kamu. Sebenarnya aku tuh tadi liat kamu lagi ada tamu, kan tadi aku bilang bukan nya tadi kamu lagi ada tamu. ko masih nyariin aku, memang kamu kangen ya sama aku .?" Goda kania


"Aku gak kangen, ya sudah kalau tadi kamu ada, dan liat aku. Dan sekarang aku mau tidur, mau istirahat dulu..


tapi kamu ga marah kan..?


" Beneran kamu tadi ada, kamu tidak sedang marah kan sama aku.? "


" Bener sayang, mana bisa aku marah". Kania tersenyum mendengar panggilan Zain dengan sebutan itu.


"Ya sudah kalau kamu mau tidur, aku pergi dulu ya." Kania pun mengangguk, dan di saat kania sudah menutup selimut Zain memanggil kania kembali. " Tapi tunggu Nia".


Lalu Nia bangun menjadi posisi duduk.. Zain masih tetap berada di samping Nia.


"Ada apa lagi si Zain, kan aku mau ti.."


Cup...


Pipi Nia di cium oleh Zain.


"Selamat istirahat dan mimpi indah. Kamu jangan marah lagi ya pacar, aku sayang kamu". Zain tersenyum mengerlingkan mata sebelah, dengan senyum menggoda.


Yang di cium hanya bengong. Dengan mata membulat dan mulut terbuka.


"Sudah jangan begitu, tutup mulut kamu. Seperti nya kamu mau aku Ci... Um lagi, tapi pindah gak di pipi, tapi di..." Sengaja Zain tidak meneruskan ucapannya.


Kania pun paham, reflek Nia Langsung menutup mulutnya. Dengan mata mendelik ke arah Zain. Tapi terlihat ada senyuman kecil di bibirnya Nia, saat Nia melengos kan muka nya...


" Ya sudah aku pergi ya pacar, sampai ketemu di mimpi". Zain masih dengan posisi menggoda kania.

__ADS_1


Triiiing.. Zain pun menghilang dari kamar Nia.


Nia menutup mukanya dengan bantal,


rasanya seperti nano nano. Di hati Nia merasa, malu kesal,dan bahagia.


"Astaga kenapa perasaanku senang begini si Zain. Kamu udah nakal ya udah berani cium pipi segala,dasar hantu genit hantu me... Sum." Gerutu kania


Nia terus mengoceh sendiri, sambil senyum senyum. Dan sepertinya Nia sudah menjadi ceria kembali, semenjak ada Zain.


Lalu kania kembali posisi tidur nya, lalu memejamkan mata dan tertidur.


Nia kembali bermimpi, di dalam mimpinya tidak seperti kemarin. m


Malam ini Nia bermimpi indah.


Di mimpinya Nia sedang berada sebuah taman. Nia sedang duduk di sebuah bangku taman seorang diri. Tiba tiba matanya di tutup oleh seseorang, dan tangan nya yang kekar, dan terasa dingin di muka Nia. Dan dengan bisikan suara yang khas, yang merasa Nia mengenal suara itu ..


Nia hanya tersenyum.


"Zain"… Ya Nia mengenal suara itu.


"Hai pacarku, sudah lama nunggu di sini.?" Lalu Zain duduk di samping Nia..


"Zain ini di mana bukankah aku tadi lagi tidur. Dan kenapa disini, apa ini di alam mimpi lagi ?" Kania masih nampak bingung


" Iya kania ini di mimpi, dan ini baru kamu datang di mimpi indah kita. Apa mungkin karena tadi aku ci... um kamu, baru kamu datang di mimpi ini". Zain dengan senyum yang manis membuat Nia malu....


"Zain apaan si kamu tuh". Kania mencubit pinggang Zain.


"Liat tuh muka kamu sampai merah kamu malu ya.?" Zain terus ngeledek Nia.


Zain, kamu tuh ya. Hantu genit banget si, apa begini kamu kalau di alam mu genit kaya begini.? "Kania dengan senyum nya.


" Sebenarnya aku kalo di tempat ku. Aku tidak seperti ini. "


" Pendiam gitu.? " Zain mengangguk.


" Berarti sama calon kamu yang di istana kamu juga pendiam.."


" iya...


"Berarti calon kamu itu jatuh cinta banget sama kamu Zain.?"


"Iya lah". Jawab Zain tanpa sadar


"oooow.. Kania nampak Murung dengan jawaban Zain.

__ADS_1


Zain tersadar kalau barusan dia terjebak dengan pertanyaan Nia..


Zain pun langsung menoleh ke arah Kania, Zain sadar sepertinya dia sudah salah menjawab.....


__ADS_2