
Bab 57
Daffa dan Fitria pun akhirnya datang dengan bawa kelapa berwarna hijau. Yang sudah terbuka di kasih sedotan di atasnya untuk minum air kelapa nya. Dan di belakang ada seseorang yang membawa makanan untuk mereka berempat.
"Trimakasih ya kang." Kata Dafa dengan tersenyum.
"Akhirnya minuman nya datang. Plus makanan nya pula. Trimakasih bro. Yuk sayang di minum kamu haus kan.'' kata Raihan.
Mereka pun menikmati makanan dan minuman yang sudah di beli oleh Daffa.
Setelah mereka selesai makan dan minum dan beristirahat. Mereka memutuskan untuk pulang.
Kania dan Fitria pun berpisah.
Fitria bersama Daffa, dan Kania bersama Raihan. Mereka meninggalkan pantai setelah puas berfoto dan bermain.
Namun saat di jalan Kania meminta di cari kan toilet. Karena sejak dari tadi dia mencari toilet. Raihan pun mencari sebuah Cafe. Karena dirinya membutuhkan kopi. Jadi sekalian beristirahat sejenak untuk menikmati kopi. Setelah Raihan menemukan sebuah cafe. Mobilnya pun terparkir, dan mereka masuk. Raihan mencari tempat duduk, dan Kania pun berjalan menuju toilet.
Kania pun menemukan toilet namun cukup ramai, jadi Kania harus menunggu. Sudah bergilir toilet hanya beberapa orang lagi.
Namu ada seseorang yang baru keluar dari toilet. Orang itu terus memperhatikan Kania. Gadis itu merapihkan rambut sesekali melirik ke arah Nia. Nia pun merasa risih di perhatikan oleh seperti itu. Hingga giliran Kania yang masuk segera lah Kania masuk dan mengunci pintu. Kania semenjak kejadian sosok hitam itu Kania jadi risih jika di perhatikan seseorang.
Saat Kania keluar dari toilet. Gadis itu masih berada di toilet ." Kenapa gadis ini masih di sini. Dia memperhatikan aku terus si siapa dia." Kania mencuci tangan dan saat Nia mematikan air keran. Gadis itu memanggil dirinya.
"Hai Kania apa kabar? Apa kamu lupa sama aku sekarang, sampai kamu tak mengenal aku". Kania pun memutar badannya untuk melihat siapa gadis itu. Karena memang Kania tidak fokus untuk memperhatikan orang lain. Karena Kania fokus sang urusan tandasnya.
Kania memperhatikan gadis itu . Dan Kania baru ingat jika gadis itu adalah gadis yang merebut Radit dari dirinya.
'' Ya aku ingat kamu, kamu Farah gadis yang dulu sama Radit kan. Ya sudah aku tidak ada urusan dengan kamu. Aku harus balik permisi". Kania pun berbalik arah berjalan keluar toilet.
Namun di hadang oleh gadis itu.
" Eeit... Mau kemana Kania. Jelas kamu ada urusan sama aku. Karena kamu selama ini dekat dengan Radit kembali kan".
" Kamu salah faham, aku tak pernah dekat dengan Radit. Ya sudah aku tidak mau punya urusan sama kamu." Kania pun melangkah meninggalkan Farah.
__ADS_1
Namun saat Kania melangkah gadis itu mendorong badan Kania. Hingga Kania terjatuh tersungkur di lantai.
" Aaaaaaaaaaa... Apa mau kamu Farah aku sudah tidak punya urusan dengan kamu. Jangankan untuk dekat dengan Radit, Buat sekedar ngobrol aku nggak mau.'' Kania merintih kesakitan.
Kania tidak bisa bangun karena kaki nya terkilir dan kening nya terbentur tembok akibat di dorong oleh Farah.
"Jangan berlaga bodoh kemarin aku melihat kedekatan kamu dan Radit kembali. Perlakuan dan perkataan Radit ke kamu baik tidak seperti Radit ke aku. Apa kamu hasut Radit selama ini untuk tidak berlaku baik sama aku iya ". Kata Farah dengan menjambak rambutnya Kania.
"Aaaaaaa..... Raihan. Tolong.... Sakiit Farah kamu sudah gila Farah. "Teriak. Kania karena Kania sudah tidak berdaya apa lagi kondisi nya belum membaik akibat kecelakaan.
Dari arah luar ada seorang gadis ingin masuk ke toilet. Melihat Kania yang meminta tolong gadis itu lari keluar berteriak minta tolong sama keamanan.
Raihan yang sedang menunggu kania belum datang dan mendengar orang minta tolong segera menghampiri gadis itu. "Ada apa mbak". Tanya Raihan.
" Itu ada gadis yang bertengkar dan gadis yang satu sudah terjatuh lemah." Jawab Gadis itu.
Raihan pun langsung berlari melihat kedalam. Benar saja Kania sudah tak berdaya." Kania...." Raihan berteriak, di dorong lah gadis itu dari tubuh Kania yang sudah lemah.
" Kania bangun sayang.. Kania ..." Raihan membangunkan Kania yang sudah tergeletak di lantai. Hampir tak sadarkan diri.
" Kamu akan berurusan dengan saya karena sudah menyakiti calon istri saya." Dengan tatapan tajam pandang Raihan ke arah gadis itu.
"Raihan". Kania memanggil Raihan yang sedang berhadapan dengan gadis yang Raihan tak kenal itu.
"Kania ayo bangun sayang". Raihan mengangkat tubuh Kania, dan menggendong Kania ke mobilnya. Dan mendudukkan tubuhnya Kania agar bisa bersandar. Raihan pun juga masuk ke dalam mobil. Sebelum menyalakan mesin mobil, Raihan membersihkan darah yang ada di bawah hidung dan kening Kania. Raihan sungguh tak tega melihat Kania. " kita obati luka kamu ya. Kamu juga habis kecelakaan, takut sakit kamu yang kemarin belum hilang sudah di tambah lagi". Kania mengangguk, dia sudah pasrah.
Raihan pun menyalakan mesin mobilnya. Namun tiba-tiba saja handphone milik Raihan berdering. Lalu Raihan menyentuh lambang warna hijau.
📞 "Hallo.. Daf.
📞"elo di mana.?"
📞" Gue tadi mampir cari toilet skalian gue beli kopi di cafe, tapi gue sekarang mau ke klinik. Kania di serang perempuan gila.
📞"Apa, Kania di serang sama perempuan gila. Posisi lo sekarang dimana.?"
__ADS_1
📞"Gue di cafe XXXX. Mungkin klinik, dekat sini sudah ya nanti gue kabarin lagi.
Panggilan pun terputus.
" Sayang kamu kenal sama cewek itu." Tanya Raihan yang sambil mengendarai mobilnya.
"Iya dia Farah pacarnya Radit, dia cemburu dia pikir aku masih dekat dengan Radit." Jawab Kania yang menahan rasa sakit di kaki dan di keningnya.
" Ko bisa gitu ya, dasar cewek sableng.
Kenapa Radit mau sama cewek gila kaya dia ". Raihan merasa geram.
" Dia begitu karena dia takut Radit balik sama aku. Karena memang dia yang merebut Radit dari aku." Jawab Kania.
" Dasar cewek gila. Radit mau aja ya?" Raihan pun menggelengkan kepalanya.
Setelah Raihan menemukan klinik Kania dan Raihan turun. Raihan mengendong Kania ala bridal style. Dan masuk ke dalam klinik.
Kini Kania sudah di obati, Setelah Kania mendapatkan obat dan Raihan mengurus administrasi nya. Mereka pun memutuskan untuk pulang tanpa berhenti.
Saat sampai di rumah di sana ada Daffa dan Fitria yang sudah menunggu kania. Dan tentunya juga ada keluarga nya Kania .
Kania di bawa masuk keruang tamu untuk meluruskan kakinya dan beristirahat di sofa yang begitu sederhana. Di bantu oleh Raihan dan pak Ahmad. Setelah Kania duduk pak Ahmad menanyakan kronologi nya .
"Nak Raihan kenapa Kania bisa seperti ini.?" Tanya pak Ahmad.
"Eem.... Saya juga tidak tahu pak tadi kita mampir ke sebuah cafe. Sekedar saya ingin membeli kopi dan Kania ingin ke toilet. Tapi sudah cukup lama Kania belum datang. Terus ada cewek teriak minta tolong kata nya ada yang terluka. Jadi Raihan langsung lari cari Kania di toilet. Ternyata Kania sudah di cekik sama cewek gila itu. Saya langsung dorong cewek itu sampai mental. Dan keamanan pun datang." Cerita Raihan membuat semua orang bertanya siapa cewek itu.
"Ka siapa si cewek gila itu. Pengen Lia hajar aja tau nggak." Kata Lia dengan nada emosi nya.
"Kata ka Kania si itu pacar nya Radit dek." Jawab Raihan. Membuat keluarga Kania faham.
Sang ibu yang dekat dengan Kania terus mengusap rambut kania dan memeluk nya. Kania hanya bisa bersandar di pelukan sang ibu.
bersambung...
__ADS_1