Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.8


__ADS_3

"Iya kamu datang aja Dew, sama Fitra dan teman kamu. Pokoknya kalian harus datang entar mala ya, aku tungguin loh sampai kalian datang".


"Iya wel, bawel banget. Entar gue dateng, tapi kasih makanan dan minuman yang spesial ya buat gue dan dua karyawan gue.?" Kata Fitria sambil menaik turunkan alisnya.


"Ya pokoknya kalian harus datang ya, soalnya kami juga di sana. Kami juga kan kerja sama Raihan". Timpal Adam dan di angguki oleh Reza.


"Ow jadi kalian di sana, sorry gue gak pernah liat kalian.?"


.


"Iya kita juga baru ko di ajak sama Raihan bantu ngembangin usahanya. Maklum dia kan masih galau". Sambil melirik ke arah Raihan.


Fitria dan Dewi pun tertawa mendengar ledekan Reza dan Adam buat Raihan. Dan Raihan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah empat temannya itu.


Sedangkan Kania yang tidak mengerti arah pembicaraan empat orang itu, yang sedang meledek Raihan . Hanya tersenyum melihat nya. Dan Raihan pun diam diam mencuri curi menatap kania, apalagi di saat Kania tersenyum Raihan pun menyukai senyuman nya itu. Yang teramat manis bagi Raihan.


Dan Fitria lagi lagi menangkap basah Raihan yang sedang menatap Kania sejak tadi .


"Ow iya kalau begitu kita bertiga balik ya, jangan lupa kalian datang ya ke tempat gue. Awas sampai gak datang.!"


Fitria, Dewi dan Kania pun mengangguk kan kepalanya.


Setelah tiga pria itu pergi Fitria dan Dewi meledek Nia.


"Beb kaya nya dari tadi Raihan melirik ke elo tuh, emang nya Lo gak perhatiin.?" Ledek Fitria, dan Kania hanya menggelengkan kepalanya.


Fitria menepuk keningnya sendiri dengan sikap sahabatnya itu yang terlalu cuek dengan laki-laki.


"Biarkan lah Fitria, dia punya mata. Masa gak boleh ngeluruk orang sih, jahat banget." Jawab nya asal


"Mba Nia, maksud mba Fitria itu tadi sih Raihan diam diam memperhatikan mba Nia terus. Memang mba gak merhatiin.?"Timpal Dewi yang ikut membatu Fitria.


"Gak, merhatiin. Lagian dia punya mata Dewi bebas mau memperhatikan siapa juga. Mungkin aja dia ngeliat barang barang di sini dan kebetulan ada aku di depan nya". Kania mengelak.


Sebenarnya Kania tau kalau Raihan sejak tadi memperhatikan dirinya, namun Kania berusaha untuk biasa biasa saja. Sebenarnya juga saat Raihan memperhatikan Kania, Kania menjadi salah tingkah.


Dan sebenarnya sosok hantu tampan, itu sejak tadi terus memandangi dan mengikuti Kania.


Setelah Kania membereskan barang barang di toko, setelah selesai. Kania duduk sendiri, untuk beristirahat sejenak. Dan Zain sosok hantu tampan itu juga terus menerus mengikuti Kania. Tanpa sepengetahuan Kania.


Ngapain kamu di sini, bukan nya aku tidak manggil kamu.?" Kani berbicara pelan pelan,agar tidak terdengar oleh Dewi dan Fitria...

__ADS_1


"Gak ngapa ngapain, lagian tanpa kamu panggil, aku bebas keluar sesuka hati. Lagian memang gak boleh apa ya, aku keluar dari kalung itu, bosen tau di dalam terus." Jawab Zain dengan memelas, membuat Kania tersenyum.


"Memang hantu bisa bosen juga ya.hihihi lucu...?" Ledek Kania.


"Memangnya hantu gak boleh bosen ya. Memang hanya manusia aja yang bosen, hantu juga bisa kali." Jawab ketus Zain,


yang di angguki oleh Nia.


"Yayaya.... Ternyata kamu aja dah, hantu mah bebas berkeliaran di mana mana". Ledek Kania, dan Zain hanya tersenyum mendengarnya.


" Cie cie kaya nya ada yang lagi di lirik nih sama cowok.?" Kata Zain sambil senyum senyum meledek Nia.


" Apaan si kamu tuh, hantu so tau banget. Sana kamu ngapain disini, kalau ada yang liat aku ngomong sendiri. Nanti di sangka orang, aku ini gila "


tanpa Nia sadari Fitria sedang memperhatikan sahabat nya.


"Nia Lo ngapain di situ, lagi ngobrol sama siapa.? Ngoceh sendiri udah kaya orang gila aja." Fitria terkekeh.


"Tuh kan apa aku bilang, aku di kata kaya orang gila kan. dah sana hush... hush..... hush.... hush". Sambil mengibas tangan nya yang berada di bawah, menyuruh Zain agar pergi.


Berbicara pun Kania sangat pelan agar tidak terdengar oleh Fitria..


"Apaan si kamu Fit, enak aja kalo ngatain. Aku lagi mikir ikut ga ketempat temen kamu itu, takut pulang nya kemalaman. Aku hanya bingung pulang nya".Zain pun hanya tersenyum melihat Nia bicara ke temannya.


"Buat kamu, buat ku handphone ku seperti ini mana muat.?" Kana menjawabnya dengan ketus.


"Ya aleh Kania, gampang kalau masalah balik. Gue yakin Raihan mau ko nganterin elo, jadi santai." Sambil tersenyum ngeledek.


Yasudah


di skip aja ya ....


Tak terasa waktu sudah menunjukan malam hari ,sang matahari sudah berganti rembulan. Dengan di temani cahaya bintang nan begitu indah.


di dalam toko Fitria. Tiga orang gadis sedang bersiap-siap, untuk ke tempat Raihan, yang sudah di janjikan tadi . Fitria,Dewi sedang ribet mengurus penampilan nya.


Ya.... Hanya Nia yang tidak seribet mereka, Kania tipikal cewek yang simpel ga ribet. Tapi tetap manis di lihat. (gula aja kalah manis nya sama Nia. yaaaaaa eeee......hehehehe)


" kalian mau kemana memangnya ribet banget si.? Kamu juga Fit, ngomong kata nya ada Daffa. Tapi makeup sampe segitu nya.?" Sambil memutar matanya karena malas melihat sahabatnya itu..


"Yaa ampun Kania, kita itu mau ketempat Raihan. Di situ ada cafe juga, terus ada live musik nya juga. kali aja gue pengen nyengyong di Sana, hihihi...." Fitria terkekeh sambil menutup mulutnya...

__ADS_1


" Iyaa, mba Kania. Kali aja aku dapet kenalan cowok ganteng tajir lagi". Dewi sambil tertawa ngakak." Mba Nia mah tidak makeup aja udah cantik."


"ya Memang kalian mau ngapain makeup tebal begitu di sono, mau ngelenong Bu. hehehe...." Nia tertawa karena heran melihat dua orang temannya yang seperti ondel-ondel. "yasudah kalian masih lama engga ni.?"


" iya iya ini udahan. Bawel banget si Lo.?" Fitria menjawab dengan nada kesal. Sedangkan Nia dan Dewi pun hanya tersenyum.


Toko pun sudah tutup, dan mereka bertiga pun berjalan menuju parkiran. Di mana tempat mobilnya Fitria di parkir. Mereka menaiki mobil walaupun tempat nya hanya berada di depan dekat mall.


walaupun dengan jalan kaki sampai, tetapi Fitria ingin membawa mobil agar ga cape.hihihi....


Dan sekalian juga biar bisa pulang langsung, jadi tak perlu ke mall sebelah untuk mengambil mobil, agar ga bolak-balik.


Kini tiga cewek-cewek sudah sampai di tempat restauran Raihan. Benar saja Raihan ,Reza,dan Adam sudah ada di dalam masih setia menunggu para cewek cewek datang .


" Hai .. raihan, kalian bertiga seriusan nungguin kita..?"


" Iya lah nungguin kalian. Ooh iya kalian duduk di sana yuukk.! Ada tempat buat santai, kali aja ada yang mau nyumbang lagu terus mau nyanyi. Senang banget gue kalau kalian mau nyanyi ngisi acara di tempat gue ini.?" Sambil tersenyum tapi arah mata nya ke Nia.


Kania terus di lihat hanya saja Nia ga sadar kalo dari tadi di perhatikan Raihan .


mereka jalan menuju tempat yang Raihan kasih tau.. Mereka duduk di sofa yang panjang agar duduknya tidak terpisah.


" Kalian mau pesan minuman apa..?"


" Kaya biasa aja yang sering gue pesan. Makanan nya pun juga samain aja.." jawab Fitria.


"Kalau kamu minuman nya apa Nia?"


" Capuccino ice aja ada kan mas..?"


" Ada, kamu pesan itu. Terus makanan nya apa.?"


"Apa saja, samain aja kaya mereka juga tidak apa-apa mas..?" Sambil tersenyum ke arah Raihan..


'Ya ampun senyuman nya aja udah bikin gemeeessss..." Ucap Raihan dalam hatinya.


"Oke kalau begitu siap, aku tinggal sebentar ya semua.?" Mereka pun mengangguk kan kepalanya.


Dan mereka pun mengobrol...


" Mas Adam dan mas Reza gak ikut pesan juga?" Tanya Kania.

__ADS_1


" Gampang kalau kita". Jawab Reza sambil tersenyum.


__ADS_2