Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.30


__ADS_3

Raihan pun merebahkan tubuhnya,lalu tertidur di balik selimutnya.


Pov Raihan


Sekian lama, ku sebahagia seperti ini mengenal sosok wanita. Setelah seseorang yang aku cintai pergi untuk selamanya. Kini Kehadiranmu membuat semangat ku kembali, yang sudah lama hilang. Mata mu begitu indah, senyum mu terlihat manis, tawa mu membuat ku merasa bahagia. Sering ku dekat dengan setiap wanita, tapi hanya kamu yang membuat hatiku kembali bergetar. Senyum dan tawa mu membuatku kembali merasa bahagia. Hingga hati dan pikiran ku selalu hadir bayang bayang dirimu. Aku berpikir apa aku sudah gila, namun nyatanya hati ini memang sudah gila. Aku menyukai mu, KANIA SAPUTRI. Nama mu dan wajahmu selalu menghantui ku kapan pun dan di mana pun.


Pov and


Keesokan harinya Raihan akan menepati janjinya untuk menemui nya dan mengajaknya keluar. Kebetulan toko tutup, memang di suruh Fitria Untuk libur. Karena Nia sudah berjanji akan jalan dengan Raihan, jadi hari ini Kania sudah rapi dengan penampilan nya.


Saat Kania sedang di depan cermin, sosok Zian hadir di belakang Kania, dengan tersenyum manisnya..


Kania pun membalas senyuman nya itu.


"Cantik banget mau kemana.?"


Kania nampak ragu ingin mengucap yang sebenarnya. "Eeemm.... Maaf Zain, aku mau keluar. Karena Raihan mengajak keluar, kamu tidak marah kan Zain.?" Tanya Kania takut.


"tidak, aku tidak marah. Jika kamu ingin bertemu Raihan itu hak kamu, aku tidak bisa melarang. Mungkin kemarin kemarin aku egois dan cemburu gak jelas ke kamu. Dan aku pikir pikir kamu bebas jalan atau menjalin hubungan dengan pria lain atau Raihan. Yang penting itu bisa membuat kamu bahagia."


Kania mendengar nya kenapa rasanya ada kesedihan." Ko kamu diam, kenapa aku salah bicara ya.? Kamu sudah rapih dan cantik, kasian jika tidak jadi jalan. Nanti pengagum kamu sedih, tiba-tiba kamu ngebatalin.? "


Kania menatap Zain ada rasa bersalah yang Kania rasakan saat ini.


"Tapi kenapa aku merasa seperti aku mengkhianati kamu Zain. Apa bedanya aku dengan Radit..?Aku ngerasa bersalah dengan kamu Zain, apa yang telah aku lakukan dengan hubungan kita ini.?" Seketika air mata Kania mengalir.


Zain menghapus air mata kania.


"Tidak Kania, kamu tidak mengkhianati aku. Kan aku juga yang menyuruh kamu untuk membuka hati kamu untuk pria lain. Berarti kamu tidak seperti mantan kamu, yang sudah berkhianat itu. Sekarang kamu bersiap untuk keluar dengan Raihan. Kamu dengar kan aku sekarang, kamu ikuti apa kata isi hati kamu. Jangan kamu pikirkan tentang aku, dan hubungan kita. Karena kebahagian dan masa depan kamu, Ada pada diri kamu sendiri. Jadi kamu ikuti apa kata hati kamu, jika menurut kamu Raihan bisa membuat kamu nyaman ikuti lah apa yang ada di hati kamu."


Hiks.. Hiks..Tapi Zain.?" Kania kembali menangis, dan Zain pun memeluknya.


"Jangan nangis Kania, aku bicara seperti ini, karena aku sayang kamu. Aku tidak bisa menjadi masa depan kamu kania, dan aku juga ingin melihat kamu bahagia. Kita masih bisa ko menjalin pertemanan, Teman tapi mesra". Kania pun melihat wajah Zain, yang saat ini sedang tersenyum.


Entah kenapa Kania mendengar ada yang membuat Kania tersenyum.


"Teman tapi mesra, ko kaya sebuah judul lagu ya Zain..?"


"Oow ya anggap saja seperti itu". Dan keduanya pun akhirnya tersenyum.


"Nah begitu dong, masa sudah cantik nangis sih. Aku lebih suka melihat kamu yang tersenyum, akan terlihat semakin cantik".


Pipi Nia pun Bersemu merah, dan Zain pun juga ikut tersenyum Melihatnya.


"Beneran Zain kamu tidak apa jika aku jalan dengan Raihan.?"


"Tidak, kamu ikuti apa kata hati kamu." Dengan tatapan hangat nya.


Kania pun tersenyum. "Terimakasih Zain, Trimakasih." Kania pun langsung memeluk Zain dengan bahagia.


Tok tok tok.... Terdengar suara ketukan pintu kamar.

__ADS_1


"Kakak, ka Raihan sudah datang.?" panggil Aulia.


"Iya dek.."


Kania pun melihat ke arah Zain.


"Raihan sudah datang, aku tinggal ya. Kamu beneran gak marah sama aku.?"


"Gak Kania, buat apa aku marah. Yasudah sana jalan, kasian pria itu menunggu kamu". Kania pun mengangguk.


Kania pun keluar kamar, sedangkan Zain masih menatap kania.


"Maaf kan aku kania, aku egois sama kamu. Mungkin cepat atau lambat aku pasti akan kembali ke istana, dan akan meninggalkan kamu". Ucap Zain seorang diri.


Nia keluar dari kamarnya, Raihan yang melihat Kania begitu amat cantik. Raihan sampai terpesona melihatnya.


Apa lagi Kania menggunakan dress warna peach, flatshoes warna senada. Serta dengan rambut di gerai, Kania terlihat amat manis menggunakan dress seperti itu. Dan dan tak lupa Kania menggunakan Sling bag, Kania biasa nya menggunakan pakaian yang simple, tapi ini terlihat feminim. Bahkan membuat Raihan terpaku menatap Nia....


Raihan masih menatap Kania, yang kini berada di depannya.


ehem...ehem... Suara deheman dari Lia membuat Raihan tersadar.


"Udab kali ka Raihan melihat Kaka nya Lia seperti itu, Kakak ku gak akan kemana-mana ko.?" Aulia sambil senyum senyum meledek Raihan....


"Maaf maaf. Habisnya kakak kamu cantik banget."


Kania tersenyum mendengar pujian Raihan. "Terima kasih Raihan, yuk.. Rai kita berangkat kapan.?"


"Sekaran, Bagaimana kamu sudah siap.?" Kania mengangguk. "Kania ayah ibu kamu kemana. Dari tadi aku gak ngeliat mereka.?"


Raihan hanya mengangguk dan ber ooohh saja....


"Yasudah yuk sekarang." Kania pun mengangguk. "Ya sudah yukk, hai bocil, kakak jalan ya. Kakak kamu aku pinjem dulu.?"


"Jangan lupa oleh oleh nya ya ka..?"


"Oke manis". Sambil menunjuk kan jari jempolnya ke arah Aulia.


Raihan pun membuka pintu mobilnya untuk Kania. Setelah Kania masuk, Lalu Raihan duduk di kursi kemudi. Lalu mobil pun melaju mobilnya dengan hati hati...


" Nia kamu cantik banget hari ini.?" Raihan membuka obrolan dengan memuji.


"Jadi hari ini aja nih aku cantik, kemarin aku gak cantik ya.?" Ledek Raihan


"Eeh.. Ma maksud aku bukan begitu. Kamu hari hari selalu cantik, tapi hari ini kamu lebih cantik. Begitu maksud aku".Raihan hampir kelagapan mendengarnya.


"Oooo... Aku kira aku gak cantik kemarin kemarin. Terimakasih Raihan.?"


"Sama sama Kania". Lalu Raihan kembali fokus menyetir nya.


" Raihan sebenarnya kamu mau ngajak aku kemana..?"

__ADS_1


" Kemana ya.? Eeemmm... Nanti juga kamu tau kita mau kemana.?" Raihan masih merahasiakan tempatnya..


"Cerita nya rahasia nih Rai.?"


"Iya dong Nia". Raihan hanya melirik kania, dan senyuman hangatnya.


Sudah sekian lama di perjalanan, akhirnya mereka pun sampai. Lalu Raihan memegang tangan Kania, tak ada penolakan dari Kania. Hanya senyuman yang Raihan dapat saat menggenggam tangan Kania. Kini mereka berjalan masuk ke kawasan te sebut, setelah masuk Nia terkejut..


"Ya ampun bagus banget ini Raihan, ini cantik banget.?" Dengan wajah sumringah.


"Kamu suka gak.?"


"Banget Rai, trimakasih ya." Raihan pun mengangguk kan kepalanya. "Raihan kita kesana yuk.!" Kania menunjuk tempat yang di lihat nya bagus.


Raihan pun menganggukkan kepalanya.


Kini Raihan mengajak Nia ke sebuah taman yang penuh dengan bunga bunga. Raihan tau kalau nia itu menyukai keindahan, apalagi berbau bunga. Raihan tau kalau kania sangat suka bunga, siapa lagi kalau bukan Fitria yang memberi tau infonya.



"Raihan ini bagus loh, ko kamu tau aku suka sama bunga bunga.?" sambil menatap ke arah Raihan.


" Syukurlah kalau kamu suka tempat ini. Sebenarnya tempat ini aku dapat rekomendasi dari temen si, kalau ada tempat ini. Aku Searching di internet, ternyata bagus tempat nya. Dan aku juga gak tau kalau kamu suka bunga ". Sambil menatap Kania, dan memberikan senyuman.


Dan pegangan tangan mereka juga tidak ada yang saling melepaskan. Entah lah ada rasa bahagia yang Raihan rasakan saat ini.


" Kania, yuk kita kesana". Ajak Raihan sambil menunjuk ke sebuah taman bunga. Kania pun mengangguk dengan cepat, Kania pun juga merasa tak sabaran untuk ke tempat itu.


Dan mereka berhenti beristirahat sejenak. Duduk di kursi yang sudah di sediakan,dengan udara yang sejuk. Angin yang bertiup membuat rambut Nia yang tergerai, menutupi sebagian wajahnya...


"kamu suka gak Nia Sama tempat ini". Nia pun mengangguk..." kalau kamu mau nanti kita kesini lagi, atau cari tempat yang lebih keren.?"


Kania senyuman manisnya.


Raihan yang melihat mata Kania tertutup rambut, Raihan menyentuh rambut Nia, dan membetulkan rambut Nia yang menutupi sebagian wajahnya.


Nia melihat ke arah Raihan, senyuman indah Kania pudar.


" Sorry Nia, maaf tadi rambut kamu menutupi mata kamu. maaf ya". Raihan merasa tidak enak..


Kania tersenyum. " nggak apa-apa Raihan trimakasih ya".


Lalu Raihan mengeluarkan sesuatu dari kantong, dan memberikan nya kepada Nia ..


" Apa ini Raihan..?" Di lihat oleh Kania sebuah jepitan rambut berbentuk bunga dengan warna hitam dengan bunga kecil menghiasi jepitan tersebut .


Kania tersenyum melihat bentuk jepitan tersebut, lalu melihat ke arah Raihan.


"Raihan ini jepitan rambu, terimakasih ya. Ini lucu loh bentuknya.?"


"Kamu suka tidak.?" Kania menganggukkan kepala nya. "Syukur kalau kamu suka.

__ADS_1


" Suka Raihan, terima kasih ya. "Sambil menggenggam jepitan rambut tersebut.


Bersambung..


__ADS_2