
"Raihan.." Kania pun memegang pipip Raihan, dan Raihan pun tersadar.
"Aahhh.... Iya sayang, maaf aku sampai gak fokus. Karena melihat kamu yang begitu cantik".
Kania mencebik kan bibirnya. "Gombal, Selain aku siapa aja yang sudah kamu gombalin.?" Goda Raihan.
"Gak, cuma kamu doang ko, Serius". Sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah.
Dan kania hanya menanikan kedua bahu nya, lalu raihan menggaaruk kepalanya yang tak gatal.
"Yuk kita berangkat sekarang". Kania pun mengangguk.
Lalu kania dan Raihan masuk kedalam mobil. Lalu mobilnya melaju meninggalkan kediaman kania.
Raihan mengajak kania nonton, sepanjanh jalan daihan menggenggam tangan kania. Di sana Raihan mengajak kania film romantis.
Di putar nya film, stiap bagian yang romantis. Kania mengingat kenangannya bersama Zain, kania mencoba membuang ingatan bersama Zain.
' Zain kenapa kenangan bersama kamu selalu hadir. Kenangan indah yang kita lakukan perlakuan manis yang kamu berikan. Kalau seperti ini, aku malah semakin merasa bersalah kepada Raihan. Raihan maafkan aku". Kania menggenggam tangan Raihan, lalu bersandar di pundak Raihan.
Raihan tersenyum melihat kania yang bersandar di pundaknya. Raihan membelai rambut Kania.
Setelah selesai nonton, Raihan mengajak kania jalan jalan berbelanja. Lalu Raihan mengajak makan.
Setelah puas jalan bareng Raihan mengantarkan kania pulang. Karena jam sudah menunjukkan jam 11malam, rumah Kania terlihat sepi.
Kini mobil sudah sampai di halaman rumah kania. Dan saat Raihan. Menolehke Kania, ternyata Kania tertidur.
"Dalam keadaan tidur aja masuhbterkihat cantik. Aku sayang kamu Nia". Raihan teeus memperhatikan kania yabg tertidur.
Raihan membungkuk kan wajahnya, menuntun untuk mendekat ke wajah Kania. Raihan mengecup bibir Kania. Lalu Raihan duduk seperti semula, karena melihat pergerakan kania. Raihan berusaba menahan senyumnya, karena seperti orang yang tertangkap basah..
Kania melihat keliling nya. "Udah sampai rumah aku ya, ko kamu gak bangunin sih.?"
__ADS_1
"Baru nyampe sayang, aku baru mau bangunin kamu. Kamu sudah bangun duluan." Kania hanya menganggukkan kepala nya dan ber oo saja.
"Yasudah kamu mau mampir gak, tapi sudah malam."
"Gak, aku gak mampir. Aku langsung pulang saja ya." Kania mengangguk kan kepalanya.
"Yasudah aku masuk". Kania mengambil tas nya.
Raihan menahan tangan Kania, saat kania menoleh ke arah Raihan. Raihan menempelkan bibirnya di bibir Kania. Kania membelakak kan matanya, terkejut karena perlakuan Raihan yang mengecupnya.
Setelah itu Raihan melepaskan ci...uman di bibirnya kania. Jantung Kania berdebar sangat cepat.
"Raihan aaku mmasuk ya". Kania langsung membuka pintu mobil dan meninggalkan Raihan yang masih menatap Kania.
Kania bingung harus bagaimana untuk menetralkan jantungnya agar tidak membuatnya linglung. Agar tidak terbawa suasana kania harus keluar dari mobil, dari pada canggung dan nantinya malu.
Raihan masih menatap kania masuk kedalam rumahnya tanpa menoleh. Setelah itu Raihan meninggalkan kediaman Kania.
Kania di dalam kamar, masih menyentuh bibirnya. Kania melamun di dalam kamar nya.
Karena rasa ngantuk yang tak tertahan kania pun tertidur.
Sedangkan di lain tempat , Zain sedang merasakan gelisah.
"Kenapa setiap malam seperti ini aku merasa sangat merindukan seseorang. Apa yang terjadi, siapa yang terus menyebut nama ku." Begitulah Yang saat ini Zain rasakan.
Pikiran dan hati nya tak sejalan. Pikiran nya sudah melupakan Kania, tapi hatinya selalu merasakan berbeda.
Pagi hari saat Kania hendak membersihkan kamar nya. Kania baru mengingat handphone nya ia letakkan di mana, kania mencari hapenya.
Benar saja banyak pesan masuk yang di kirim Raihan untuk nya.
✉️ Sayang, kamu sudah tidur ya.
__ADS_1
✉️" MAAF, atas kejadian yang tadi ya. Bukan maksud aku kurang ajar sama kamu.
✉️" Pagi sayang, kamu sudah bangun ya. Aku minta maaf ya yank.
✉️"kamu mo belum balas si, pasti kamu marah ya.
✉️" Yank..
✉️Balas dong Yank, kalau kamu gak balas,aku kerumah kamu nih.
"Astaga aku gak liat aja, udah banyak pesan dari dia".Kania segera membalas pesan Raihan.
✉️" Ya, maaf aku baru liat handphone. Iyaa lupakan aja ya kejadian yang semlm. Aku bukan nya marah, aku hanya.... Sudah lah jangan di bahas. Kamu tau kan.". Kania tidak mau menjawab kalau kania sebenarnya malu akan kejadian malam tadi..
Sedangkan Raihan saat terdengar auara pesan masuk dia segera membaca pesannya. Raihan membacanya dengan senyum senyum.
Keesokan harinya Keluarga Kania di sibukkan dengan beres beres rumah serta memasak dan membuat makanan. Karena nanti malam, seluruh keluarga Raihan akan datang kerumah Kania. Seluruh keluarganya akan datang melamar Kania untuk Raihan. Mangkanya keluarga Kania sedang sibuk untuk acara nanti malam.
Kania dan ibu sedang membuat kue nanti malam. Karen kebetulan sang ibu penjual kue. Jadi ibu membuatnya hasil buatan sendiri. Ibu sudah membuat kue geplak makanan kampung yang sering ibu buatkan kalau ada pesanan untuk hantaran pernikahan. Kue yang berbahan tepung beras, santan,kelapa dan gula merah. Sudah jadi di buat ibu dari kemarin, selain kue itu awet bisa bertahan dua sampai tiga hari. Kue buatan ibu Kania juga paling legit kalau dimakan. Itu kata orang kampung yang sering makan makanan yang ibu buat.
Ibu juga juga membuat wajik ketan gula merah. Dan tak lupa kue Bugis kesukaan Kania ibu buatkan, Raihan juga waktu makan kue itu,Raihan juga menyukainya.
Bukan hanya kue, ibu juga membuat untuk makan malam bersama. Dan di bantu beberapa tetangga kiri kanan kania.
Saat malam hari, terlihat ada tiga mobil yang masuk ke halaman kerumahnya kania. Karena halaman Kania kecil jadi dua mobil lainnya berada di pinggir jalan. Dan semua tamu pun keluar dari dalam mobil. Termasuk Raihan dan keluarga nya. Ada Daffa dan Fitria beserta keluarga nya Daffa.
Semua turun dengan membawa parsel di stiap masing masing tamu. Tetangga Kania pun membantu menyambut para tamu dan sebagian membantu keluarga Kania di dalam .
Fitria duduk di samping Kania. Dia merasa bahagia karean malam ini Raihan akan melamar nya. Dan karena Daffa dan Raihan bersaudara berarti Kania dan diri akan bersaudara. Begitulah menurut Fitria.
Raihan tak henti hentinya memandang Kania. Pundak Raihan di tepuk oleh Daffa dan nenek membuat Raihan malu karena Semua orang tersenyum kearahnya.
Setelah acara pemasangan cincin selesai, semua keluarga dan tamu pun menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh keluarga kania.
__ADS_1
Mereka makan dengan sangat menikmati dan itu membuat Kania dan keluarga merasa senang.
Mereka pun saling berbincang dan saling tertawa. Daffa, Fitria, Kania dan Raihan pun duduk nya berpencar. Setelah mereka makan. Mereka pun mengobrol . Tangan Raihan tak melepaskan tangan Kania yang terus Raihan genggam,dan senyuman pun terukir di binir mereka berdua.