
" ya ya ya ya, aku akuin kamu luar biasa Zain. Motor ku juga tanpa lecet kamu bawa". Kania terkekeh." Yasudah kita masuk yuk sekarang kedalam.!" Zain pun mengangguk.
Sepanjangan jalan saat Nia berjalan bersama zain. Semua pengunjung yang berada di taman itu, semua melihat ke arah zain dengan tatapan kagum. Zain yang berada di samping Nia hanya tersenyum, apalagi ada salah satu gadis berbicara kepada teman nya .
"Yaaa ampun ganteng banget si tuh cowok. Manis pula lagi saking manis nya gula aja kalah.hihihihi...." Zain yang mendengar nya hanya tersenyum.
Nia yang mendengar nya rasa nya jengah. Lalu Nia berjalan di depan Zain, sambil memutar kedua matanya karena males mendengarkan pujian cewek cewek yang menurut Nia lebay.
"Lebay banget si tuh cewek muji cowok sampe segitu nya, dasar cewek lebay. Kaya ga pernah liat cowok ganteng aja ...." Kania ngedumel, dan Zain hanya tersenyum mendengar Kania yang ngedumel.
Nia gak sadar kalau tadi Nia juga sama kaya cewe itu. malahan sampe kebuka mulut nya, bagus nyamuk dan lalat ga masuk ke mulut Nia.hihihi....
Zain lalu mengejar Nia ."Hei .. cewek jalan cepet banget si gak ada lemah lembut nya sama sekali .."
"Bodo amat, mau jalan cepet ke lama ke aku sendiri yang jalan. Bukan minta Gendong sama kamu. Wee". Nia menjawab dengan ketus..
" idih, ketus nya. Begini ya seorang Nia, kalo kamu mau minta gendong juga ga apa apa ko. Ayoo sini aku gendong....." Zain berjongkok di membelakangi Kania. agar Nia mau di gendong di belakang....
"Iiihh.... Apaan si kamu Zain. Bangun gak, di liatin orang malu tau." Zain tidak bangun juga, malah masih berjongkok. "Udah aahh, bodo amat".Lalu Nia jalan dengan cepat menuju danau meninggalkan Zain.
Sedangkan Zain hanya tersenyum menatap Kania yang jalan lebih dulu.
Sebelum sampe danau, Nia membeli minuman dan makanan untuk nya dan Zain. Pikirkan Nia." Terserah Zain mau makan apa ga, kalau di makan ya bagus kalau ga ya Alhamdulillah buat bawa pulang lagi hahahaha....toh makanan yang di beli makanan yang kering.dan bisa di bawa pulang."
__ADS_1
Sesudah beli makanan Nia dan Zain duduk di pinggir danau,dengan ditemani cahaya lampu di pinggir danau. Dangan pemandangan danau yang gelap gulita hanya dengan Cahaya bulan yang menyinari danau itu.hahahaha..... Ya gelap menurut Zain itu danau gelap, karena letak cahaya lampu pun hanya sedikit dan cahaya nya pun sangat minim. Kalau tidak ada lampu, pasti taman dan danau itu gelap banget. Yang ada hanyalah penghuni penghuni danau. Zain terkekeh sendirian.
Nia yang melihat Zain terkekeh sendirian, Kania nampak heran apa yang dia tertawa kan. " Zain Memang ada yang lucu apa sampai tertawa seperti itu. Dasar hantu gak jelas". Kata Kania dengan ketus.
Zain pun merapatkan bibirnya, untuk menahan tawanya. " Lagi kamu ada ada saja, malam malam kesini mau ngapain sih.? Lagian gelap, ada lampu juga di sana tuh". Sambil menujuk tempat di mana ada lampu taman." Apa yang kamu mau liat, yang ada kamu yang di liatin sama penghuni di sini Nia. Dasar cewe aneh kamu tuh..." kata Zain dengan senyum ngeledek.
" Kamu tau Zain, aku terkadang suka lemah kalau tentang dia. Kita cukup lama menjalin hubungan, jujur sampai saat ini aku terkadang masih mengingat kenangan bersamanya. Tapi aku harus menjauh, karena lagi lagi restu yang membuatku enggan melanjutkan hubungan itu. Kamu tau kan apa yang aku maksud, pria yang tadi menelpon ku tadi." Zain mengangguk.
Zain hanya diam mendengarkan gadis di sampingnya mengeluarkan isi hatinya. Sebenarnya Zain sendiri merasa tak tega, segitu cinta nya wanita di sampingnya itu dengan masa lalunya.
Flashback
Kania Fitria dan Daffa kami berteman, Daffa dan Fitria merek menjalin hubungan saat sekolah. Di saat itu datang murid baru pindahan dari sekolah lain. Dan ternyata itu teman Daffa, yang bernama Radit.
Setiap kali kali sedang kumpul, Daffa selalu mengajak Radit. Dan Radit terus memperhatikan Kania, karena Kania gadis pendiam. Radit pun semakin penasaran ingin mendekati nya.
Bahkan mereka menjalin hubungan sampai empat tahun lama, Sampai Radit pun memperkenalkan Kania dengan keluarganya. Hanya Radit yang membuat Kania berubah menjadi gadis yang ceria, bahkan Radit lah yang mengajarkan Kania bernyanyi dan bermain gitar.
Hanya dengan Radit lah Kania melewati hari hari nya yang bahagia. Dan akhirnya Kania sampai mudah akrab dengan orang lain.
Namun saat Kania dia ajak kerumah keluarga Radit, ternyata kedua orang tuanya tidak setuju kalau Radit menjalin hubungan dengan Kania.
Bukan hanya itu di saat reuni sekolah, Kania mendapatkan kejutan dari Radit. Kejutan yang tak ingin Kania lihat.
__ADS_1
Di saat selesai Radit mengisi acara panggung di acara itu, Kania mencari Radit. Alangkah terkejutnya saat KA ia mendapatkan Radit sedang berci....Uman bersama Niken teman seangkatannya di sekolah. Radit terkejut saat Kania melihat kejadian itu secara langsung, dan Kania pun berlari meninggal kan tempat itu.
Radit berusaha menjelaskan yang terjadi, namun Kania tidak Mau mendengarnya. Dan sampai suatu hari orang tua Radit menghubungi Kania. Kalau beliau ingin bertemu dengannya, dan Kania pun menemui orang tua Radit. Ternyata di sana sudah ada Niken bersama dengan orang tua Radit.
Dan alangkah terkejutnya saat ibunya Radit memberitahu kalau Niken dan Radit itu sudah di jodohkan. Dan mereka akan melangsungkan pernikahan mereka, dan dari itu Kania di pinta untuk menjauhkan Radit. Dan meminta mengakhiri hubungan dengan Radit.
Karena Kania tidak ingin menjadi benalu di antara hubungan keluarga dan terutama dengan Niken dan Radit. Jadi Kania mengalah untuk hubungan itu.
Dan akhirnya Kania mengakhiri hubungannya dengan Radit, dan berusaha menjauh darinya. Bukan hanya itu Kania Pun menghilang setelah hubungan nya berakhir dengan Radit dan sampai sekarang.
Flashback of
" Begitulah Zain kenapa hubungan ku berakhir, dan bahkan kadang aku masih belum bisa menghilangkan getaran saat mendengar suaranya." Zain hanya tersenyum mendengar ceritanya. Zain sendiri pun bingung harus bagaimana.
"Jahat sekali wanita itu, dan kedua orang tuanya. Terus apa kamu ingin melanjutkan kembali hubungan kalian. Apalagi kan katanya dia sudah ingin menikah kan.?" Kania menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak ingin melanjutkan kembali hubungan aku dan dia. Aku tidak mau sampai aku di khianati lagi. Lagian aku lebih suka seperti ini bebas, dan aku juga tidak menutup hatiku untuk dekat dengan pria lain". Kania dengan senyum nya.
Zain pun mengacak-acak rambutnya Kania. "Begitu dong, jadi cewek itu jangan lemah. Lagian kamu masih punya keluarga, masa kamu masih sedih aja karena masalalu. Masa kamu kalah sama aku, yang hanya hantu tapi hidupku saat ini di zaman modern. " Zain dengan tawa nya.
Kania melihat sosok hantu yang tampan, yang berada di sampingnya. Setiap bicara selalu percaya diri, memuji dirinya sendiri. Kania hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Dasar hantu gak jelas". Ledek Zain.
__ADS_1
"Aku dengar loh Nia omongan kamu ". Zain melihat Kania bangun dan berdiri.
Tepat di saat itu mata Zai melotot ke arah Kania. Tiba tiba Zain menarik tangan Kania, Hinga Kania kini berada dalam pelukan Zain.