Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.13


__ADS_3

Cahya rembulan bersinar indah menerangi sang malam. Dengan di temani cahaya bintang dan bulan nampak sempurna keindahan sang malam.


Tepat jam 8 malam, pengunjung mall sudah terlihat sepi. Kania, Dewi dan Fitria sedang bersiap-siap untuk menutup toko.


Fitria dan Dewi pun ingin sekali mengajak jalan Kania.


" Kania jalan yuk malam ini, dari tadi gue liat loe bete banget.?" Ajak Fitria dan Dewi


"Sorry ya hari ini aku lagi gak mood banget, maaf banget." Kania menolaknya dengan halus.


"Kan mba Nia besok libur. Ikut aja yuk, jarang jarang kan kita jalan jalan.?"


" Iya Dewi aku tau, tapi maaf hari ini aku lagi males kemanapun. Bagaimana kalau lusa, aku usahakan untuk jalan bareng kalian".


"Yasudah lah kalau Kania gak mau jangan di paksain Dewi. Yasudah kalau begitu kita jalan dulu ya, daaah...." Kata Fitria yang melambaikan tangan nya ke Kania.


Saat Kania sedang berjalan menyusuri jalan, menuju parkiran. Tiba-tiba saja Zain menampakkan dirinya di samping Kania.


Aaaaa... Nia berteriak karena Zain hadir dengan mengejutkan Kania. Sedangkan Zain hanya tersenyum tanpa rasa bersalah.


" Zain bisa gak sih, kalau datang gak ngagetin. Sudah kaya hantu saja, 1Dasar nyebelin." Sambil menepuk-nepuk dadanya.


" ckckck.... Masa begitu saja kaget." Sambil menggoda Kania." Dasar ya manusia, terutama wanita. Kalau lagi ada masalah atau kesel otak suka ikut gak berjalan ya.?" Kania menatap Zain dengan tajam.


"Maksud kamu apa otak ku gak berjalan.?" Sambil menilang kedua tangannya di pinggang, dengan mata melotot ke arah Zain.


Zain malah terkekeh melihat Kania seperti itu." Lagi kamu lucu, sudah tau aku hantu.pake bilang ngagetin seperti hantu. Kania, Di mana mana namanya hantu itu kalau datang suka ngagetin. Kalau hantu mau datang bilang permisi lebih dulu, tuh hantu gak jadi datang dan ngagetin orang tau gak .?"


"Memang kenapa.?"


"Astaga Kania Kania, kata nya kamu pintar. Kalau hantu nya bilang permisi duluan, yang ada manusia nya sudah pada kabur , sebelum hantunya datang. Gimana sih kamu.?" Zain menggelengkan kepala ke arah Kania.

__ADS_1


Sedangkan kania hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Pantas saja banyak manusia yang pikiran nya kosong. Suka ada hantu hantu yang iseng suka masukin manusia. Contoh nya seperti Kania ini nih. Dasar manusia labil". Gumam Zain.


Kini Nia dan Zain sudah menaiki motor ia melaju jalan arah pulang, dengan Zain berada di belakang Kania. Tetapi ketika di persimpangan jalan, Kania berbelok ke arah lain buka ke arah rumah nya.


"Loh, loh kamu mau kemana kania. Bukan nya kamu lelah tadi, saat di ajak teman-teman kamu jalan.?" Tidak ada jawaban dari Kania.


Tiba-tiba motor Kania berhenti di pinggir jalan. Kania meletakkan hape nya di telinga, layaknya orang menelpon.


"Dia ngapain coba di tanya gak di jawab. Malah berhenti di sini, pake nelpon segala lagi. Hadeuuh...." Gumam Zain berdiri samping kania.


"Nia ayo putar balik, jangan kemana-mana. Ini kan bukan arah rumah kamu, kamu mau kemana sudah malam Kania.?" Mendengar ajakan Kania Zain pun tersenyum lalu mengangguk.


" Kania kalau aku jadi manusia kamu jangan kaget ya. Karena pastinya aku sangat tampan, pasti kamu gak akan berkedip melihat aku". Sambil mengerling kan sebelah mata.


"Idih hantu pede nya kebangetan, astaga. Apa benar ya dia hantu, kadar kepedean nya melebihi manusia loh". Sambil menggelengkan kepalanya saat melihat Zain mencari tempat sembunyi.


Lalu Zain pun kembali menghampiri Kania yang masih duduk di atas motor nya. Saat Zain datang Kania terkejut melihat penampilan nya yang modis.


Menurut Nia sangatlah Zain sangat tampan, Nia melihat nya tanpa berkedip, dengan Mulutnya yang menganga. Zain tersenyum saat melihat ekspresi Nia yang lucu, dengan ekspresi yang lucu. Dengan jahilnya lalu Zain mengagetkan Nia, sampai Nia terkaget kaget.


Dooorrrr .... Suara Zain yang mengagetkan Kania, sampai sampai Kania berjingkrak kaget.


Kania memukul Zain.


"Zaaaaaiiiiiinnnn.... Nyebelin banget sih kamu jadi hantu, rese tau gak. Suka banget sih ngagetin orang". Kania merasa geram, sambil mengelus dada6 karena kaget.


Zain terkekeh


"Ya Maaf maaf, lagi kamu lucu banget. Liat tuh air liur kamu sampai jatuh. Kan aku bilang tadi kamu jangan heran nanti saat liat aku, ternyata kamu sampai seperti itu, kan lucu".

__ADS_1


Nia berlaga kesal, sebenarnya Kania nampak malu karena kepergok menatap Zain sampai segitunya.


Zain tidak ingin membuat Kania bertambah malu.


" Sini aku bawa motornya, kamu aku bonceng". Sambil menyuruh Nia bangun dan pindah di belakang..


"Memang nya kamu bisa Zain bawa motor. Sudah biar aku aja yang bawa kamu aku yang bonceng, ayoo cepetan naik.!"


"Hahaha .. Dia ngeremehin hantu, dia belum tau aja. Udah cepat pindah kebelakang, masa cowok di boncengin cewe. Hilang wibawa aku sebagai pria, walaupun sebenarnya aku ini hantu". Di akhir kalimat Suara nya di kecil kan volumenya.


" Aku gak yakin kamu bisa bawa motor Zain. Motor ku baru ini, nanti kalau jatuh gimana.?" Kania nampak ragu untuk menyuruh Zain mengendarai motornya.


" Dengarkan aku ya Kania Saputri. Aku ini sebelum nya mempunyai majikan yang baik hati, aku pun juga pernah mengendarai motor. Jangankan motor, mobil pun aku bisa. Jadi jangan nyepelein aku ya sebagi Hantu. Dan satu lagi, walaupun motor kamu jatuh, gak akan sampai masuk bengkel. Karena sama aku tinggal di triiing.... Aja langsung beres". Dengan sombong nya Zain bicara, sambil menaikkan kedua alisnya.


"Beneran nih kamu bisa bawa motor, awas aja sampai jatuh motor aku ini. Tau sendiri kamu ,ni motor baru awas aja." Kania mengancam Zain dengan mengarahkan jari telunjuk nya di depan Zain.


Sedangkan yang di ancam nya hanya tersenyum." iya Kania Saputri yang bawel, kalo lagi marah ternyata kamu bawel banget ya ". Sambil menggoda Kania.


Lalu Kania pindah ke belakang, dan Nia berpegang di pinggang Zain.. Sedangkan Zain hanya tersenyum melihat tangan Kania yang memegang pinggangnya.


Kini mereka sudah sampai di sebuah taman, ya lumayan rame pada malam hari. Karena di sana bukan hanya ada taman saja, kebetulan di sana juga sedang ada pasar kaget. Jadi cukup ramai lah untuk taman pada malam hari.


"Ternyata Zain hantu plus plus. Hihihi... Tampan, bisa bawa motor pula lagi. " Kania memuji Zain dalam hati, sambil tersenyum kepada Zain.


Tentu saja Zain mendengar pujian dari Kania itu. " Trimakasih Kania atas pujiannya". Dan Zain pun tersenyum ke arah Kania.


Kania rasanya sangat malu karena memuji Zain dalam hati. Sampai sampai Zain tau Kania memujinya.


" Niih... Tuan putri kunci motor nya, sekarang percaya kan kalau aku itu luar biasa.?"


" ya ya ya ya, aku akuin kamu luar biasa Zain. Motor ku juga tanpa lecet kamu bawa". Kania terkekeh." Yasudah kita masuk yuk sekarang kedalam.!" Zain pun mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2