Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.37


__ADS_3

Semakin lama wajah Zain mendekat ke wajah Nia,Nia diam karena wajah Zain semakin dekat ke wajah Nia,Zain memiringkan wajahnya. Nia nampak diam tak berkutik, seketika tangan Zain berpindah posisi menjadi ke tengkuk leher Nia. Nia pun ikut memejamkan mata ,lalu Zain nampak tersenyum dan ikut memejamkan mata, dan wajah Zain semakin dekat bahkan sangat dekat, hingga terjadilah.


Jeng ,,,Jeng,,, Jeng,,,,Jeng............


..


...


.....


...


Nia mendorong Zain hingga terjatuh ,


Zain terjatuh duduk di pasir pantai.


Nia tersenyum karena wajah Zain yang nampak kesal oleh Nia.


"Hahaha....Maaf ya Zain,habis bibir kamu itu nggak bisa di kondisikan. Emang enak Weeeee.....".Nia mengeluarkan lidah ngeledek Zain.


Zain nampak kesal oleh Nia,tapi nampaknya senyuman yang tersungging tersematkan di bibirnya."Awas kamu ya Nia, kamu nakal ya mulai berani ngerjain aku ya kamu". Kata Zain dengan posisi masih terduduk di pasir pantai.


Nia tertawa sangat geli melihat Zain terjatuh, jadi Zain sengaja duduk seperti itu agar Nia tertawa. Apalagi wajah Zain yang nampak kesal, ada kebahagiaan yang Zain rasakan melihat Nia tertawa seperti itu


"Memang siapa yang takut,, hahahaha..... Mangkanya tuh otak jangan mesum.


Suka nya ci.. um ci.. um orang sembarangan,dasar hantu me*um weee...Hayoo bangun kejar aku sampai ujung sana". Kata Nia dengan semangat.

__ADS_1


Zain bangun dari duduknya,kini Zain sudah berdiri di hadapan Nia, sambil membersihkan tangan nya yang penuh pasir. "kamu nantang aku untuk lari,oke kita balap lari sampai batas batu yang di sana tuh,yang ada pohon besar itu bagaimana setuju nggak kamu".Kata Zain yang menantang Nia dengan senyuman yang menyeringai.


"Baik sampai batas itu".Kata Nia dengan sombongnya.


"Tapi ada syaratnya, kalau aku yang menang aku minta sesuatu dari kamu ya, dan jika kamu yang menang kamu boleh minta sesuatu dari aku, Bagaimana setuju enggak".Kata Zain sambil menaik turunkan alisnya.


"Oke,siapa takut deal," Kata Nia pun dengan semangat tanpa tau ada Niat yang terselubung di pikiran Zain.


"Siap ya kita mulai dalam hitungan ke tiga kita mulai.


1


2


3


Dan ternyata Nia lebih dulu sampai finis lebih dulu, Nia loncat loncat dengan girang. Karena Nia sudah menang dari zain.


"yeeeee.... Aku menang kamu kalah Zain, weeee.....Ahahaha,,,,". Nia tertawa dengan ceria.


Zain hanya bisa tersenyum melihat Nia yang bertingkah seperti anak kecil karena kegirangan."Kamu curang Nia kan belum sampai tiga kamu sudah lari,nggak adil itu, nggak bisa nggak bisa". Zain pura pura ngambek.


"Enak aja bilang aku curang, kamu nya aja yang nggak lari malah cuma lihat aku yang lari jadi kamu kalah kan. Lagian kamu ngalah dong sama cewek, kamu tuh sama cewek aja nggak mau ngalah". Kata Nia yang masih cekikikan.


Zain menganga mendengar ucapan Nia,"Hei... Mana ada orang lomba harus ngalah sama lawannya, nggak akan menang menang dong kalau begitu terus. Mau lawan nya itu cowok, cewek atau anak kecil pun sekalian,kalau lomba itu nggak ada kata mengalah. kamu doang yang bilang gitu Nia".kata Zain menggelengkan dan terkekeh.


"Iya iya maaf aku takut kamu menang nanti kamu minta yang macem macem, kamu kan hantu modus Zain "kata Nia yang memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Zain pun tertawa, "Ahahaha.... Ternyata kamu faham Nia apa yang aku pikirkan".kata Zain dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal..


"Faham lah kamu tuh hantu mesum tau gak , Udah aah cape aku mau istirahat ".lalu Nia duduk dengan kaki yang di luruskan.


Dan kaki Nia yang masih terkena ombak kecil di pinggir pantai,dan bercampur pasir pantai. Dan Zain pun ikut duduk di sebelah Nia.


"Tau gak Zain Sudah lama aku nggak tertawa selepas ini,bahagia banget rasanya. Semenjak kejadian dengan Radit aku jarang tertawa lepas".Kata Nia yang masih memandang lautan luas.


Sambil memandang matahari yang akan habis di telan oleh sang malam. Zain masih betah memperhatikan wajah Nia, dan saat Nia ingin menoleh Zain pun berhenti memandang wajah Nia,dan menoleh kearah laut.


"Segitu berarti nya Radit buat kamu Nia,sampai kamu sulit untuk melupakan nya".kata Zain yang menoleh kembali ke arah Nia.


"Bukan Radit nya si, tapi di kenangan saat saat sama dia aja yang sulit di lupain. Tapi sedikit sedikit aku sudah bisa melupakan tentang dia karena kamu dan......".Nia menggantungkan ucapan nya..


"Dan Raihan, maksud kamu Nia. Aku tau cowok itu juga berarti buat kamu kan,aku bisa liat dari mata kamu saat menatap dia".kata Zain yang menatap wajah Nia.


"Zain maafkan aku ya, aku udah jahat sama kamu. Aku ngerasa aku udah jahat, sudah bohong sama kamu.. Tapi aku nggak bisa bohong sama perasaan aku zain, aku ngerasa nyaman saat dekat kamu dan dia. Dia juga mengungkapkan perasaan nya sama aku kemarin tapi aku belum jawab Zain ,aku masih bingung apa yang harus aku jawab,sedangkan masih ada kamu di sini ".Sambil mengarahkan ke dadanya.


"Aku nggak bisa Zain nyakitin kamu, tapi aku juga butuh status yang jelas nantinya. Apalagi ayah dan ibu meminta ku untuk segera menikah. Dan dan aku juga nggak munafik Zain aku ingin punya kehidupan sendiri Zain, untuk status yang jelas nantinya. Aku ngerasa udah khianati kamu Zain, udah jahat sama kamu Zain."Nia menunduk, dengan kedua tangannya yang menutupi wajahnya, dengan kaki di tekuk. Nia menangis hingga kedua pundak nya bergetar.


Zain merasa tak tega dengan keadaan yang di jalanin dirinya dan Nia. Zain tak tega melihat Nia yang seperti ini, lalu Zain menggeser duduknya untuk lebih dekat dengan Nia." Kania kamu nggak salah, kamu berhak memilih pilihan kamu sendiri Nia " .Kata Zain sambil memandang air laut yang mengikuti gerakan ombak.


Lalu Nia mengangkat wajahnya dengan menatap Zain." Maksud kamu apa Zain, kamu ingin hubungan kita ini berakhir".Kata Nia dengan menatap wajah Zain, dengan mata yang basah a


Karena menangis.


Zain tersenyum. "kamu tau kan Nia, kita berbeda. Aku hanyalah jin dan tempat tinggal ku juga bukan di sini. Suatu saat aku akan pergi ketempat asal ku. Dan kelak hubungan kita juga akan berakhir Nia, kamu berhak mempunyai masa depan, dan cinta yang sebenarnya yang tulus sayang kamu. Bukan seperti aku yang hanya sesaat mencintai kamu, aku harap kau mengerti Nia. perjanjian awal kita jangan mencintai terlalu dalam agar tak sakit hatinya".Kata Zain yang masih menatap wajahnya Nia dan menghapus air mata di pipinya Nia .

__ADS_1


"Apa kamu akan pergi ke tempat asal mu Zain dan berkumpul dengan keluarga mu".kata Nia dengan menatap wajah Zain.


__ADS_2