Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.56


__ADS_3

Hingga dari tengah laut terlihat bayangan seseorang yang sedang memperhatikan mereka. Dan mendekat ke arah Kania, Raihan, Daffa dan Fitria. Ada raut wajah kesedihan dan kebahagiaan dari wajah sosok itu siapa lagi kalau bukan Zain.


Zain meminta izin kepada Raja. Untuk keluar istana melihat Kania untuk yang terakhir tanpa di temani oleh Putri bunga. Zain di temani oleh Juan untuk mendampingi nya.


Zain melihat Kania bergandengan tangan dengan Raihan. Zain sebenarnya sedih tidak bisa bertemu dengan Kania kembali. Tetapi Zain bahagia karena Kania mengikuti permintaan nya. Dan sekarang Kania sudah bersama Raihan. Zain percaya Raihan bisa menjaga Kania.


Apalagi gangguan dari sosok hitam itu sudah tidak lagi mengincar diri Kania. Untuk di jadikan istri dari sosok itu. Zain jadi lebih tenang meninggalkan Kania.


" Kania semoga kamu bahagia bersama Raihan. Aku lebih senang melihat kamu bersama dia, Semoga kamu bahagia Kania. Selamat tinggal masa lalu yang terindah". Ucap Zain.


Di lain sisi Kania seperti merasakan keberadaan Zain di tempat itu. Kania mencari ke kiri dan kanan. Dan di sekeliling Kania namun tak nampak adanya Zain.


"Zain aku tau kamu di sekitar aku. Ku mohon nampak lah hanya untuk ku. Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal. Walaupun sudah tetapi itu hanya dalam mimpi. Ku mohon hanya untuk diriku." Ucap Kania dalam hati.


Kania melihat Raihan yang sedang memfoto Fitria dan Daffa. Kania hanya menunggu mereka bertiga dengan duduk di bawah pohon yang berada di dekat batu batu. Karena Kania merasa lelah.


Tiba-tiba Zain menampakkan dirinya di dekat Kania. Walaupun tak terlalu dekat tapi dapat terlihat jelas oleh Kania. Zai tidak mau terlalu dekat dengan Kania. Takut seperti kemarin Kania dan dirinya tak mau jauh justru malah melihat Kania menangis.


"Kania". Zain Memanggil.


Kania melihat Zain dan Juan." Zain, aku yakin kamu di sini. Aku tau aku bisa ngerasain kamu. Aku ingin mengucapkan terimakasih sama kamu Zain. Trimakasih kamu sudah baik sama aku kamu sudah tolongin aku, dan kamu sudah jadi laki laki yang slalu peduli dan slalu melindungi aku kapanpun dan di manapun. Aku minta sama kamu, kamu harus perlakukan tuan putri lebih baik dari aku ya. Sekarang kita sudah beda kamu sudah tidak bisa kesini lagi seperti kemarin. Semoga kamu bahagia dengan tuan putri. Dan bahagia bisa berkumpul di istana kembali dengan saudara dan keluarga kamu". Kata Kania dengan tersenyum. Sekarang Kania sudah mulai tenang, tidak seperti semalam di dalam mimpi. Mungkin karena adanya Raihan yang benar-benar nyata untuk dirinya.


"Iya Kania Maafkan aku juga ya karena aku, kamu selalu terbawa mimpi buruk. Bahkan kamu sampai dapat ancaman dan serangan dari sosok hitam itu. Dan sampai kamu terluka bahkan kecelakaan segala. Tapi sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi. Kamu sudah aman dan bebas, sekarang kamu jalani hidup kamu dengan normal dan nyaman. Dan kamu harus tetap semangat dan semoga kamu bahagia dengan Raihan. Karena aku akan bahagia jika kamu bahagia Kania. Dan aku juga pasti akan memperlakukan Putri bunga dengan baik. Seperti apa yang kamu pinta. Kania berjanji lah kamu slalu bahagia bersama Raihan ya. Dan aku juga di istana akan bahagia. Maafkan aku jika aku suka bikin kamu jadi bete, kesal, marah. Tapi kenangan bersamamu akan menjadi kenangan yang terindah untukku Kania. Trimakasih sudah pernah ada di Dalam hatiku Kania". Kata Zain dengan tersenyum. Zain sudah bisa melepaskan Kania.


Kania pun mengangguk, dan Kania tersenyum kepada Juan.


" Trimakasih Juan sudah pernah menolong ku waktu dalam mimpi. Kalau tidak mungkin aku sudah tiada. Senang bisa kenal dengan kamu. Ternyata kamu baik dan aslinya tampan. Semoga kamu juga mendapat kan gadis yang baik juga ya." Kata Kania menyala Juan dan tersenyum.

__ADS_1


"Iya semoga Nona, dan trimakasih atas pujian Nona. Dan begitu juga untuk kamu. Semoga mendapat kan pengganti Zain yang lebih baik dan bisa menyayangi nona dengan tulus." Kata Juan dan juga memberikan senyuman ke Kania.


Kania mengangguk dan tersenyum. Zain pun juga membalas senyuman nya." Yasudah kalau begitu aku dan Juan pamit balik ke istana ya. Aku kesini karena aku yakin kamu pasti kesini. Dan ternyata benar kamu kesini. Jaga kesehatan ya dan tetap jadi Kania yang mudah tersenyum. Dan jangan jadi Kania yang mudah menangis ya. Kalau begitu aku dan Juan pamit ya,daaaaaahhhh....." Zain dan Juan pun melambaikan tangan ke Kania.


"Iya aku akan jadi Kania yang slalu tersenyum dan tidak mudah menangis. Kalian hati hati sampaikan salam ku pada putri bunga." Kania pun melambaikan tangan ke arah Zain dan Juan.


Zain dan Juan pun menghilang dari pandangan Kania. Dan Kania pun tersenyum walau ada sedikit air mata yang menetes. Namu segera Kania hapus takut Raihan melihatnya.


Dan Kania melihat Raihan, Fitria dan Daffa pun datang mendekat ke arah Kania.


"Udah foto nya Hem.." Tanya Kania yang melihat Raihan terlihat lelah.


"Sudah sayang, Huuuufffhh... Cape sayang dia ngajak foto sampai naik ke situ. Aku jadi ninggalin kamu sendirian di sini. Bete ya pasti Maaf ya sayang." Jawab Raihan dengan menunjuk ke arah yang dia tunjuk.


Dan Raihan meletakkan kepalanya di pundak Kania.


"Iya iya maaf ya gue beliin kalian minuman plus makanan nya . Ya abis kapan lagi coba ada Raihan gitu seorang mantan Fotografer Handal. Anggap aja prewedding ya sayang. Bagus kamera gue selalu gue bawa bawa dan gue slalu taro di mobil cewek gue. Hahahaha .... " Kata Daffa dengan senangnya.


"Sial manfaatin gue rupanya Lo Daff. Sekarang beliin gue minuman dulu tuh di situ. Ntar Lo Traktir gue sama cewek gue di lestoran. Nggak mau tau gue itu bayaran gue." Pinta Raihan ke Daffa. Dengan menaikkan kedua alisnya.


"Sama aja Lo malak cowok gue Raihan." Kata Fitria.


"Lah Lo tanya Daffa bayaran fotografer profesional berapa?" Ledek Raihan ke Fitria yang membela Daffa.


"Iya iya gue traktir kalian entar puas Lo. Udah sayang yuk kita beli minuman aku juga sama haus." Kata Daffa yang mengajak Fitria. Daffa pun berjalan meninggalkan Kania dan Raihan.


Raihan melihat ke arah Kania. Dan melihat mata Kania seperti habis menangis. Raihan mengamati wajah Kania. '' Sayang kamu habis menangis ya. Ko mata kamu merah si. Apa ada yang kurang ajar sama kamu tadi di sini ?" Tanya Raihan.

__ADS_1


" Aaaaahh... Nggak ada Raihan. Tadi tuh ada angin terasa kencang jadi mata aku kelilipan gitu. Terus aku lupa aku kucek gitu. Jadi nangis memang merah ya mata aku. Soalnya aku lupa tadi nggak bawa kaca mata yang biasa aku pakai.


"Ow gitu aku kira kamu nangis kenapa. Kamu kalau pakai kaca mata tambah cantik. Dan bikin aku gemeeessss tau nggak." Gombal Raihan yang membuat Kania tersenyum malu.


" Dasar kamu tuh gombal mulu Raihan." Kata Kania yang memalingkan wajahnya dari Raihan. Dan itu benar benar membuat Raihan gemas akan sikap Kania.


Raihan pun tersenyum ke arah Kania.


'' Nia kamu lucu banget kalo lagi begini. Makin gemes tau nggak kamu tuh".Raihan mencubit hidung Kania.


"Raihan.. Jangan pakai cubit hidung bisa nggak. Sakit tau nggak."Kania kesal dan mengusap usap hidungnya.


"Iya iya maaf sayang. Ucuk ucuk ucuk hidung pacar aku sakit ya." Suara Raihan membuat Kania tertawa. Dan mereka pun saling tertawa.


Diam diam Raihan mengambil gambar Kania dari samping. Raihan tersenyum melihat hasilnya. Lalu Raihan pindah posisi dari depan mengambil gambar Kania.


" Raihan kamu ngapain sih..? "


" Lihat kesini sayang, ayo dong please". Dengan wajah memohon.


Dan akhirnya kania pun melihat ke arah Raihan.


Cekrek... "Cantik..." Kata Raihan seraya tersenyum.


Dari jauh Daffa dan Fitria pun akhirnya datang dengan bawa kelapa berwarna hijau. Yang sudah terbuka di kasih sedotan di atasnya untuk minum air kelapa nya. Dan di belakang ada seseorang yang membawa makanan untuk mereka berempat.


"Trimakasih ya kang." Kata Dafa dengan tersenyum.

__ADS_1


"Akhirnya minuman nya datang. Plus makanan nya pula. Trimakasih bro. Yuk sayang di minum kamu haus kan.'' kata Raihan.


__ADS_2