
Mereka pun saling berbincang dan saling tertawa. Daffa, Fitria, Kania dan Raihan pun duduk nya berpencar. Setelah mereka selesai makan. Mereka pun mengobrol . Tangan Raihan tak melepaskan tangan Kania yang terus Raihan genggam,dan senyuman pun terukir di binir mereka berdua.
Setelah acara pertemuan antara keluarga Raihan dan Kania pun sudah selesai. Dan keluarga Raihan pun pamitan untuk pulang. Termasuk Daffa, Fitria mereka juga ikut pamit begitu juga Raihan.
"Pak Ahmad, Bu ani dan bapak ibu sekalian karena berhubung acara kita sudah selesai dan waktu juga semakin malam. Kami selaku keluarga meminta maaf jika ada yang kurang berkenan". Ucap keluarga Raihan.
"Justru kami yang harus bicara seperti itu mohon maaf jika jika ada kekurangan, dan makanan yang kami sediakan kurang enak hanya sekedar makanan kampung saja. Mohon maaf jika ada jamuan kami ada yang kurang." Ucap pak Ahmad merasa tak enak hati.
"Tidak pak, justru masakan dan kue-kue nya enak enak. Kami semua menyukai masakan keluarga ibu dan bapak." Ucap mamah Hana.
"Kalau begitu syukur kalau semua menyukai masakan kami. " Setelah mengobrol keluarga Raihan pun pamitan dengan keluarga Kania dan para tetangga. Lalu keluar Raihan dan keluarga Daffa pun masuk ke Dalam mobil mereka. Dan mereka pun meninggalkan rumah kediaman pak Ahmad.
Di tempat lain Zain merasa ada yang aneh dengan dirinya. Ia merasa merindukan seseorang, tapi Zain sendiri bingung siapa yang saat ini ia rindukan.
Hingga suatu ketika Zain berkeliling sekitar istana. Zain melewati kamar yang terbuka pintu nya. Dan Zain mendengar kedua saudaranya sedang berbicara tentang dirinya.
"Kalau saja aku tidak di rasuki rasa sakit iri dan dengki, pasti Zain tidak akan seperti ini. Putri pun takkan sesedih ini, ketika mendenbar suaminya masih mengingat Kania. Kalau saja Ka Zain tidak aku penjarakan di kalung tersebut, pasti Zain tidak akan bertemu oleh kania. Semua karena aku, aku merasa bersalah pada Zain dan putri. "Zian menyesal apa yang terjadi.
" Ya sebenarnya aku pun juga sama merada kasihan kepada Zain dan putri. Tapi mau bagaimana lambat laun Zain pasti bisa menerima keadaannya jika ia telah kembali ke alam nya. "
" Apa maksud dari ucapan kalian. Apa yang terjadi oleh ku, dan siapa kania itu. " Suara Zain membuat Juan dan Zian terkejut.
" Zain... "Ucap juan dan Zian.
" Kenapa kalian diam, jelaskan apa maksud pembicaraan kalian. Siapa Kania itu, kenapa kalian hanya diam". Zain sudah mulai marah.
"Tahan amarah mu, jangan kau turuti hawa nafsumu. Kendalikan emosi mu Zain". Zian mendekati Zain yang sedang
__ADS_1
Karena Zain sudah marah, emosinya tak bisa ia kendalikan. Zain mencekik Zian,dan juan di buat terkejut apa yang di lakukan saudara nya itu.
"Zain lepaskan Zain,dia bisa mati di tangan mu. Aku mohon lepaskan dia, sebelum kau menyesal".
"Diam kau, kalau kalian tidak memberi tahu ku apa yabg terjadi. Maka besok akan ada kabar tentang di kerajaan ini." Ancam Zain.
Dan itu membuat Juan dan Zian sedikit takut dengan ucapan Zain. Karena Zain bukan hanya menggertak sambal belaka. Dia akan benar-benar melakukan apa yang ia ucapkan.
Kini Zain telah mengangkat tangan satunya, dan tangan itu mengeluarkan cahaya biru. Juan tau akan kekuata tersebut, jika terkena itu. Maka yabg terkena sinar itu akan musnah dan lebur, dan hanya tersisa butiran debu yang mudah terhempas.
Zian sudah amat ketakutan akan amarah Zain. Juan menggelengkan kepalanya saat melihat saudara nya itu.
"Jangan Zain, ku mohon jangan." Juan memohon, namun senyuman Zain namoak mengerikan.
"Kau ceritakan atau kau ingin kehancuran."
Seketika itu Zain memejamkan matanya, dan cahaya biru yang keluar dari telapak tangannya itu hilang. Cekikan Zian pun di lepaskan oleh Zain. Amarah Zain pun berkurang.
"Maafkan aku Zian". Zian pun mengangguk.
Lalu Zain mengarah kekuatannya untuk menghilangkan rasa sakit, yang di rasakan Zian.
"Trimakasih ka". Zain mengangguk kan kepalanya.
Kini Zain, juan dan Zian sedang berada di gazebo istana. Juan menceritakan semuanya kepada Zain. Dan Zian pun ikut menceritakan ke Zai, sekaligus meminta maaf kepada Zain atas kesalahan nya.
Juan pun juga menceritakan hubungannya Zain dengan Kania. Dan bukan hanya itu saja, Juan juga menceritakan tentang hilangnya Zain membuat putri bunga sedih.
__ADS_1
Dan Juan juga menceritakan kalau ayahanda lah yang menghapus memory Zain smua tentang Kania.
" Begitulah Zain ceritanya. Mungkin suara itu adalah suara Kania."
"Jadi namanya Kania". Juan mengangguk kan kepalanya."Bantu aku untuk bertemu dia.!"
"Apa maksud kamu Zain, jangan bikin keadaan istana runyam. Aku mohon jangan bikin tuan putri kecewa dan sedih untuk ke dua kalinya". Kata Juan yang merasa khawatir dengan ucapan Zain.
"Kamu jangan khawatir, aku hanya ingin bertemu saja. Kalian tau, aku seperti makhluk bodoh. Diriku di sini, tapi oikiran dan hatiku entah kemana. Aku sendiri tak tau apa yang terjadi pada diriku. Aku sadar aku sudah menyakiti tuan putri, tapi aku tak tenang dengan suara seseorang. Selalu ada yang memanggil namaku, dan seakan menarik ku untuk mencari sunber suara tersebut. Dan aku juga sadar karena ada putri yang kini menjadi milikku."
"Tapi aku khawatir akan dirimu di sana ZAin."
Zain tersenyum. "Apa yang kkalian khawatirkan pada diriku.? Takut aku menghilang kembali. Kalau kalian tak percaya kalian bisa ikut dengan ku untuk bertemu dengan Kania.!"
"Apa kau ingin mengajak putri bunga Zain.?"
"Ya agar kalian percaya, dan kaisar tidak curiga. Lebih baik kalian ikuti aku, aku tidak ingin membuat masalah di istana. Apalagi ayahanda dan ibunda khawatir dengan ku." Juan pun mengangguk kan kepala.
Seminggu kemudian, dalam kamar kania sedang bersandar sambil memandang selembar foto dirinya dan dengan seseorang yang membuat kania tersenyum melihatnya.
Ada rasa rindu di benak nya, namun Kania berusaha buat membuang rasa itu.
" Kenapa sulit sekali melupakan kamu sih. Pertemuan kita ini sangat singkat, tapi kamu membuatku terkesan. Jika foto ini masih di sini, sampai kapanpun akan selalu teringat. Aku harus membuang nya, sebagaimana aku juga harus membuat bayangan mu di benakku. Maaf Zain aku terkesan jahat, tapi aku harus menjaga hati seseorang nantinya. Aku tidak mau membuat banyak hati yang terluka nantinya. "
Dengan perasaan sedih, yang kania rasakan. Lalu kania menyobek foto saat dirinya bersama Zian waktu di pantai itu.
Setelah itu kania pun membuang sobekan fotonya di tempat sampah yang berada di dapur. Lalu kania masuk ke kamar kembali dan mengunci nya.
__ADS_1
Aulia yang melihat gerak gerik kakaknya yang mencurigakan, membuat Lia penasaran apa yang di buang oleh kakaknya itu. Karena Aulia melihat mata kakaknya itu sembab seperti habis menangis, mangkaya karena itu Aulia jadi penasaran apa yabg terjadi pada kakaknya itu.