Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.16


__ADS_3

Kania kesal meninggalkan Zain yang tertawa melihat Kania yang kesal.


Zain mengejar Kania yang sedang ngambek kepadanya.


"Mau ngapain sana, nyebelin banget si kamu.". Kania cemberut.


"Katanya mau pulang ayu aku antar kamu pulang.?" Kania hanya diam, dan Kania tidak melanjutkan jalannya karena Zain memegang tangan Kania." Kamu marah sama jawaban aku itu, kalau sosok itu adalah aku. Menurut kamu bagaimana kania, jika memang aku ini menyukai kamu.?"


Kania diam mematung mendengar jawaban serius dari Zain." Maksud kamu apa Zain, apa yang kamu ucapkan itu benar.?" Zain pun mengangguk.


"Maafkan aku, yang diam diam mengangumi kamu. Aku ingin sekali di samping kamu. Aku ingin sekali melindungi kamu. Aku sadar aku ini hanya sosok hantu, alam kita pun berbeda. Tapi hatiku tidak bisa di bohongi Kania, aku menyukaimu."


"Zain tapi aku bingung harus jawab apa. Dan aku juga bingung hubungan seperti apa yang kita jalani. Aku manusia Sedangkan kamu ...?"


"Aku tau Kania, aku hanya mengungkapkan perasaan aku saja ke kamu. Kalau terima juga aku yakin hubungan yang seperti apa yang kita jalani, tapi jika aku di tolak aku tidak masalah, dan memikirkan itu. Asal kita tetap berteman baik. Aku juga tau kamu sedang dekat dengan Raihan itu kan, kamu juga sepertinya tertarik dengannya. Aku yakin dia pria baik, aku tidak masalah Kania kamu memiliki hubungan dengannya.?"


"Kita jalankan dulu saja ya Zain sebagai teman. Dan aku juga tidak akan menutup hatiku untuk laki laki lain Zain. Bagaimana pun suatu saat nanti kamu akan kembali ke alam kamu. Dan maaf alam kita berbeda." Kania menundukkan kepalanya." Jujur aku juga nyaman sama kamu Zain, nyaman akan hadir kamu Zain. Maaf Zain bukan nya aku ingin mempermainkan perasaan kamu Zain."


"Uuuuusssstt... Tidak ada yang perlu di maafkan, di sini aku yang salah sudah memiliki perasaan sama gadis manis seperti kamu." Zain menghapus air mata Kania yang sudah membasahi pipinya..


Raihan menjentikkan jarinya, seketika.. Sriiing... Zain menarik tu...buh dan memel....UK Kania. Tidak ada yang melihat Kania menangis di pelu.... kan Zain.


"Tanpa memiliki status, tapi dengan kita berdekatan seperti ini aku tak masalah Kania. Hubungan dengan status apalah aku tidak peduli, asal bisa terus melihat senyuman kamu aku sudah bahagia Kania." Gumam Zain dalam hatinya.


Cup


Zain mengecup kening Kania, Kania terkejut dengan sikap Zain seperti itu.


Nia tersenyum dan terus memperhatikan Zain, sampai Zain pun salah tingkah.


"Nia sudah, jangan terus memperhatikan aku seperti itu. Aku risih di perhatikan terus, seperti tawanan saja di perhatikan terus." Zain dan Nia pun tertawa bersama.


Nia tersenyum karena melihat Zain yang salah tingkah ,saat dirinya selalu di perhatikan oleh Nia....

__ADS_1


"Zain beneran kamu ga marah kan sama aku , aku ga mau loh kamu sampe marah. Kita tetap temenan Kan Zain.?" Kania sambil memegang tangan zain.


" Aku gak mau hubungan pertemanan kita, ada kata status pacaran. Aku ingin kita tetap temenan aja, jujur saja aku nyaman sama kamu zain. Kamu baik sama aku , perhatian sama aku. Bohong kalau aku tidak tertarik sama kamu, apalagi sebagai wanita aku di kasih perhatian lebih sama kamu." Lalu Nia tersenyum dan Zain pun membalas senyumannya.


Zain yang mendengar itu kalau Nia nyaman sama dia .Zain pun sangat senang.


"Yasudah kita temenan saja ya teman yang mesra". Zain mengerling kan sebelah mata nya.


Zain mengantarkan Nia pulang tapi sebelum sampai rumah Zain turun di tempat sepi. Zain berjalan ke balik pohon di tempat yang sepi, untuk kembali ke wujudnya nya agar orang tidak dapat melihat nya kembali. Lalu Zain kembali ke motor Nia, Zain akan menemani Nia sampai rumah dan hanya Nia yang dapat melihat Zain.


Tidak ada kata teman, tidak ada kaya pacaran. tetapi mereka menjalani mengalir seperti air. Hubungan antara manusia dan hantu mungkin sulit di pikiran nalar manusia, namun merek menjalaninya seperti biasa.


Zain juga tidak melarang Kania untuk dekat dengan pria lain, karena Zain tau akhirnya nanti dia akan kembali ke asalnya cepat atau lambat. Zain juga tak keberatan jika Kania dekat dengan Raihan. Begitu juga Kania yang tidak melarang jika Zain ingin kembali dengan keluarganya dan kekasihnya.


Di dunia nyata Zain ibarat kupon hadiah, di gosok undian iseng iseng berhadiah.wkwkwkw...


Di dunia asli nya bukan di sini, yaitu alam gaib. Hubungan, dan kehidupan Zain sangat aneh dan gak jelas. Author sendiri bingung. Hihihihi....


"Sudah makan kamu Nia.?'Nia menggeleng kan kepala. " Ibu udah siap kan makanan untuk kamu, kamu makan dulu sana.!" Bu Ani melihat Kania membawa bungkusan plastik." Loh kamu bawa apa itu nak.?"


"Oppo... ini tadi aku beli jajanan di pinggir jalan Bu, kalau ibu dan ayah mau, makan aja gak apa apa ko. "Kania meletakkan makanannya di atas meja. " Aku mau bersih bersih dulu, nanti aku baru makan masakan ibu ".


"Mba Nia makanan nya buat aku yang satu.?" Tanya aulia dengan tersenyum manis, berharap di kasih


"Gak boleh, ini tuh aku beli buat ayah ibu, bukan buat kamu.!" Nia berlaga tak suka padahal Kania ingin menjahili adiknya.


" Mba Nia pelit, masa aku minta aja ga boleh". Aulia dengan bibir mengerucut, merasa kesal.


Kedua orang tua merek hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, melihat ke dua anaknya itu.


"Aduh ada yang ngambek, kasian adik kakak yang jail ini. Ucuk... ucuk...." menggoda Aulia dengan menoel Noel dagunya." Kamu makan saja kakak tadi niat nya memang membelikan untuk kamu. Sudah jangan ngambek, kaya anak kecil". Kania dengan senyum jahilnya.


Aulia pun tersenyum." Trimakasih kakak ku yang cantik". Dengan semangat nya Aulia membuka bungkusan plastik nya.

__ADS_1


Kania tersenyum lalu masuk kedalam kamarnya. Untuk bersih bersih.


Setelah Nia bersih bersih,Nia balik ke meja makan, Nia makan.


Setelah selesai Nia berkumpul dengan keluarganya.


"Ibu ayah belum tidur.?"


"Ayah dan ibu belum mengantuk Nia, mangkanya kami nonton tv dulu.


" Tumben udah malem, bocil belum tidur mau ngapain neng..? Udah malem memang besok kamu gak sekolah..?"


" Ayah,ibu belum ngantuk nak, kalau adik kamu kata nya lagi libur. Kania teman kamu si nak Raihan tidak main lagi ke sini.?" Nia yang kebetulan lagi minum kaget sampai tersedak.


ukhuk ....ukhuukk...uhuuukk.....Aulia melihat kakaknya seperti itu terkekeh..


"Ibu tumben nanyain mas Raihan, ada apa Bu memangnya? Mas Raihan lagi berkunjung ketempat orang tua nya Bu, nanti aku sampaikan ke dia kalau ibu nanyain dia." Sambil Meletakkan gelas di atas meja.


" Iya nak tumben gak main. Nak ibu mau tanya, kamu itu sama Raihan punya hubungan spesial gak sih? Kalau ibu liat ya, kaya nya Raihan nya seperti suka sama kamu. Tapi kamu nya biasa aja sama dia.?"


Nia tersenyum. " Nia sama mas Raihan belum punya hubungan apa apa, kita temenan aja Bu ". Kania menjelaskan


"Lah ibu kira kalian pacaran, ibu salah dong ya.?" Sambil tersenyum. " Ibu lihat Raihan itu anak baik. Apa kamu belum bisa melupakan Radit. Masa kamu kalah


"Ibu, ayah. Aku bukan nya tidak mau menikah, dan aku juga membuka hatiku untuk pria lain. Cuma untuk saat ini aku ingin membantu ayah dan ibu untuk Lia, sampai Lia lulus. Setelah itu Lia akan mikir untuk ke arah pernikahan.


"Maafkan ayah ya, yang belum bisa membuat kalian bahagia. Ayah merasa sedih, karena Nia bekerja kerasnya untuk kita. Sedangkan ayah kerja hanya sebagai buruh tukang sapu, di komplek". Ayah Nia sambil menangis sedih.


"Ya ampun ayah, ayah ko ngomong begitu si. Ayah itu, ayah yang terbaik untuk kita. Justru dari ayah lah aku berterimakasih, karena ayah dan ibu sudah bekerja keras untuk kehidupan Nia dan sekolah. Sekarang kewajiban Kania untuk membantu kalian, justru Nia malu karen belum bisa membahagiakan kalian sebagai anak pertama". Kania bicara dengan air mata nya yang terus mengalir.


Begitu pun Aulia, yang juga merasa sedih karena demi mengurus nya, kakaknya sampai menunda rasa ingin menikah nya.


"Ayah, ibu, kakak. Di sini aku lah yang harus meminta maaf dan berterima kasih pada kalian. Karena membiayai sekolah, ayah ibu dan kakak bekerja untuk membayar sekolah ku. Sampai kakak juga menunda menikah karena harus membantu bayar sekolah ku". Aulia menundukkan kepalanya dengan sesugukan.

__ADS_1


__ADS_2