Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
Part.65


__ADS_3

"Ya ampun, pasti sakit ya. Maaf ya sayang".


CUP...


Raihan mengecup kening kania, tepat di luka nya. Wajah kania terasa hangat di perlakukan manis seperti itu oleh Raihan.


"Aku obati ya, sebentar." Raihan mengambil kotak obatnya, di kursi belakang. Lalu memgobati salep di kening kania tepat di tanda warna merah.


"Wajah kamu hangat Sayang, kita kedokter ya".


"Jangan Rai".


"Terus, itu wajah kamu hangat. Dan berwarna merah pipi kamu kenapa" .


"Rai, wajah ku memerah dan terasa hangat karena aku malu karena kamu...Menci...umku".Kania menutup wajahnya dengan tangan nya.


Raihan melongo mendengar nya, Raihan pun tersenyum lucu mendengarnya.


"Astaga, jadi karena itu wajah kamu jadi merah".Raihan pun mengacak rambut kania karena gemas.


Kini mereka berdua melanjutkan perjalanan nya menuju rumahnya. Selama di mobio tangan raihan tak pernah melepaskan genggaman erat dari tangan kania.


Sedangkan di suatu tempat, ada seorang pria sedang menyendiri. Pria itu merasa entah kenapa dirinya merasa gelisah. Padahal dirinya Sudah di temani oleh sang istri yang tertidur di sampingnya.


" Kenapa hati ini gelisah, apa yang aku pikirkan sehingga aku gelisah. Aku seperti merindukan seseorang tetapi aku tak tahu. Aku tak mengingat siapa pun. Yang ada hanya putri bunga saja yang ada di pikiran ku dan hatiku. Tetapi kenapa hati ini begitu sangat merindu." Seorang pria sedang berdiri di atas balkon kamarnya di istana. Siapa lagi kalau bukan Zain.


Ya Zain merasakan saat tidur hatinya sungguh gelisah. Zain seperti mendengar seseorang yang sedang memanggil dirinya. Namun tidak ada siapapun, Zain hanya dapat mendengar suara itu. Saat Zain' ingin mencari sumber suara yang memanggilnya . Tiba-tiba sang istri mendekati nya. Lalu memeluk tubuh Zain dari belakang Zain. Zain tersenyum ke arah sang istri yang sedang tersenyum ke arah nya.


"Zain kamu kenapa keluar, aku mencari kamu sayang." Tanya putri bunga yang masih memeluk tubuh Zain.


Zain pun melepaskan pelukan sang istri lalu berbalik arah ke istrinya dan tersenyum. " Iya tadi aku merasa gelisah saja saat tidur. Lalu aku ke balkon . Saat aku di luar aku seperti suara seseorang yang memanggil namaku. Seperti suara seorang gadis. Aku mencari sumber suara itu. Entah lah sepertinya aku mengenal suara itu tapi aku tak tahu siapa dan tak mengingat nya."


Putri bunga memandang wajah Zain dengan tatapan sendu nya. Ada rasa sedih yang ia rasakan." Zain begitu mencintai gadis itu. Hingga kania menyebutkan dia nama mu, kamu masih bisa mendengar nya. Pantas saja ayahanda membantu kamu untuk menghilangkan ingatan nya tentang dia. Ternyata begitu dalam nya kamu mencintai nya.


Zain lebih baik kita masuk ke dalam dan melanjutkan istirahat ya. Zain pun tersenyum dan Zain pun masuk kedalam kamarnya mengikuti sang istri untuk melanjutkan istirahatnya..


Kembali ke Kania.

__ADS_1


Setelah pagi hari Kania terbangun dari tidurnya. Kania melihatbsebuah fotonya dengan Zain. "Maaf Zain sepertinya aku harus melupakan kamu. Jika tidak, akan ada hati yang terluka". Lalu Kania menyimpan foto nya kembali ke dalam laci mejanya. Setelah semalaman kania memandang fotonya bersama dengan ZAin.


Baru saja Kania hendak bangun dan meninggalkan kamar. Terdengar bunyi panggilan masuk.


Kania pun mengangkat panggilan telpon nya.


📞"Hallo selamat pagi sayang ".


📞" sedang apa kamu.?"


📞"Aku baru bangun Rai, tadi pagi sehabis beres beres aku tidur lagi. Mumpung masih libur".


📞"Yasudah kamu istirahat aja, aku cuma ingin bilang. Nanti malam aku ingin ajak jalan, aku jemput kamu ya.?"


📞"Ya sudah iya."


📞"Aku tutup ya. Dah sayang, muuuuaaachh..."


📞"Iya sayang".


Panggilan pun berakhir.


Setelah selesai dengan urusan tandasnya Kania pun menuju dapur untuk mengambil minum.


Di sana sudah ada sang ibu yang sedang memasak. Karena memang hari ini. Masih hari libur jadi masak nya agak sedikit siang.


Saat di dapur Gita membantu membersihkan sayuran yang sudah di sediakan oleh sang ibu.


Bu Ani yang sedang menyiapkan bumbu untuk masakan yang akan di masak. Melihat Kania yang sedang membersihkan sayuran pun bertanya.


"Semalam kamu pulang jam berapa Nia ?"


"Kurang lebih jam delapan Bu". Jawab Kania yang sedang membantu memotong sayuran.


"Nak ternyata orang tua Raihan itu baik ya, Ibu kira keluarga nya sombong dan angkuh". Tanya sang ibu yang mengupas bawang merah.


"Iya tadinya aku pikir juga gitu. Ternyata keluarga nya baik semua. Ibu sudah tau kan kalau orang tua Raihan akan datang ke sini lusa ". Kania tersenyum ke arah ibunya.

__ADS_1


"Iya nak. Semalam mamah nya Raihan bilang sama ibu. Kamu sudah siapkan nak?"


"Insyaallah siap bu. Aku ingin punya rumah tangga Bu. Aku ingin menjalani kehidupan seperti ayah dan ibu jalani".


"Iya nak. Pernikahan itu bukan suatu permainan atau percobaan. Pernikahan itu ibadah nak. Semoga Raihan itu anak yang baik ya Nia, Ibu melihat nya Raihan itu sayang banget sama kamu nak. Ibu jadi merasakan bahagia. Kalau ada laki laki yang sayang sama kamu". Kata sang ibu yang menyentuh tangan Kania dan sedikit rasa terharu yang ibu Kania rasakan.


"Amiin doakan saja ya bu." Kania oun melanjut mengiris sayuran.


'Raihan bukan hanya orang baik, dia itu pengertian dan pemaaf. Entah kenapa aku merasa lega dan bahagia, setelah jujir dengan dia'. Gumam kania dalam hatinya.


"Pasti doa ibu selalu yang terbaik untuk anak anak ibu. Semoga kalian selalu bahagia". Kata sang ibu. Dan mereka pun saling berpelukan padahal mereka masih berada di dapur.


Aulia yang keluar dari kamarnya melihat sang kakak dan ibunya sedang berpelukan langsung menghampiri mereka.


" Ada apa nih berpelukan nggak ngajak ngajak aku..


"Kepo anak kecil". Kata Nia dengan tersenyum. Dan Lia hanya cemberut.


Sang ibu yang melihatnya anak nya yang cemberut. Ibu pun mendekati.


" Anak ibu kenapa si. Kamu tau gak Ada kabar bahagia, keluarga kak Raihan akan datang lusa ingin melamar kakak kamu.


Mata Aulia pun melotot dengan mulut menganga. Lalu tersenyum melihat ke arah sang kakak.


" Serius kak, kak Raihan akan datang melamar kak Nia. Yee akhirnya kak Nia nikah sama Ka Raihan . Jadi nggak sabar liat kakak nikah ". Aulia dengan senangnya.


Dan akhirnya mereka bertiga pun saling berpelukan Karena merasa bahagia.


Malam hari nya Raihan sudah menjemput kania di kediamannya. Raihan tak butuh waktu lama untuk menunggu kania. Karena Kania sudah siap dan sudah terlihat sempurna dengan penampilan.


Sampai sampai Raihan pun terperangah melihat Kania.


"Raihan, yuk aku udah siap.?"


Namun Raihan masih betah menatap Kania. Kania tersenyum melihat Raihan.


"Raihan.." Kania pun memegang pipip Raihan, dan Raihan pun tersadar.

__ADS_1


"Aahhh.... Iya sayang, maaf aku sampai gak fokus. Karena melihat kamu yang begitu cantik".


Kania mencebik ka bibirnya. "Gombal, Selain aku siapa aja yang sudah kamu gombalin.?" Goda Raihan.


__ADS_2