Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.43


__ADS_3

" Serahkan kalung itu kepadaku, jika tidak kau akan mati." Ancam sosok hitam tersebut.. Karena Kania sudah tak kuat akan keadaan fisik nya, akhirnya Kania pun tak sadarkan diri.


Kania jatuh dan tergelincir ke dalam kebun yang gelap dan sepi. Dan Aulia yang jatuh ke di dekat motor, Lia berusaha untuk bangkit namun gagal. Karena kakinya tertindih oleh body motor.


Jalan yang biasa nya rame kini pun terlihat sepi. Tiba tiba ada mobil yang berhenti di depan motor Kania yang tergeletak di jalan. Lalu orang yang berada di dalam mobil pun keluar, ternyata yang keluar dari mobil itu adalah Radit, Daffa dan Fitria." Ya ampun Lia kamu kenapa, Daffa dan Radit mendirikan motor nya, lalu Fitria yang membantu Aulia berdiri.


"Lia kenapa kamu bisa begini,di mana Kania". Tanya Fitria yang terlihat panik.


"Lia nggak tau Ka, tapi tadi Lia lihat Kaka jatuh ke arah situ". jawab Aulia yang menunjukkan tanah kosong dan terdapat kebun yang gelap.


Radit tanpa pikir panjang berlari ke arah yang Lia tuju, Begitupun juga Daffa.


" Kania kamu di mana, Kaniaaaaa..." Suara Radit berteriak memanggil Nia .


Daffa dan Radit terus memanggil sampai masuk kedalam kebun kosong, lalu Daffa seperti melihat seseorang yang tergeletak di tanah, Daffa memanggil Radit.


" Dit sini". Radit pun menghampiri Daffa "Lo liat di arah sana seperti ada seseorang yang tergeletak di sana.


Radit dan Daffa pun menghampirinya ternyata benar yang tergeletak itu adalah Kania. Lalu Radit melihat kondisi Kania terdapat luka benturan di dahi Kania, dan banyak luka juga di tubuh Kania. Radit meletakkan kepala Kania di pangkuannya.


" Nia bangun.... Nia kamu sadar Kania". Radit takut kenapa-kenapa melihat kondisi Kania yang penuh darah di dahinya.


Lalu Daffa memeriksa denyut nadi Kania. "Dit Kania hanya pingsan ayo kita bawa Kania ke rumah sakit". Kata Daffa, Radit pun mengangguk tanpa pikir panjang Radit menggendong Kania ala bridal style, dan keluar dari tempat gelap itu.


Aulia yang melihat sang kakak di gendong dan tak sadarkan diri, lalu mendekatinya, dengan kaki yang sedikit pincang akibat tertindih oleh body motor.


"Ka Radit, kakak kenapa hiks... Hiks..."Tanya Aulia ke Radit sambil menangis.


"Kak Radit liat kakak kamu sudah tergeletak di tanah, ayo kamu ikut kakak Daffa biar motor kamu di bawa sama KA Radit, biar kakak yang urus. Daffa gue minta tolong, Lo anterin Lia dan Nia ya. Biar motor Nia gue urus". Kata Radit yang di angguki Daffa dan Fitria.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, hanya tinggal Radit saja yang mengurus motor Kania. Radit menelpon seseorang untuk membantu nya.

__ADS_1


Kania di larikan ke rumah sakit terdekat, begitu pun Aulia dia di obati juga karena kaki nya mengalami luka luka.


Fitria mondar mandir di depan ruangan IGD tempat di mana Kania berada di dalamnya. Fitria sangat cemas dengan keadaan sahabatnya." Sayang sudah dong kamu jangan bolak balik nanti kamu cape, sini istirahat duduk di sini, kita berdoa saja semoga Kania tidak apa apa". Ucap Daffa yang menenangkan kekasihnya yang khawatir dengan keadaan Kania.


***


Balik ke Radit, Radit melihat kondisi motor nya kania, setelah di perbaiki sedikit, lalu Radit mengantar kan motor Kania kerumahnya Kania. Rumah yang dulunya ia sering datangi ketika menjemput Kania. Radit tersenyum getir kalau mengingat kenangan nya yang sulit untuk di perbaiki kembali.


Setelah sampai di depan rumah kania, Radit mengetuk pintu rumah Kania. Tok...tok...tok.


" Assalamualaikum...."Radit mengucapkan salam.


"Waalaikumsallam...Iya sebentar ya" jawab dari dalam.


Ceklaakk...pintu pun terbuka, ternyata ibu Ani yang tak lain ibunya Kania yang membuka kan pintu. "Radit kamu di sini, kamu mencari siapa Kania nya belum pulang". Tetapi ibu nya Nia melihat motor Kania sudah di depan rumah nya.


"Loh... Itu kan motor Kania, Kania dan Aulia kemana. kenapa motor nya bisa sama kamu Dit.?" Tanya ibunya Kania yang sudah menampakkan wajah khawatir nya.


"Ibu yang tenang ya nanti Radit cerita kan". Jawab sang Radit.


Saat Radit ingin cerita ayah Kania pun datang.


"Radit, ada apa kamu kesini, Kania nya belum pulang ". Kata sang ayah yang duduk menemani istrinya.


Radit nampak bingung ingin menjelaskan dari mana.


"Eeemmmm.... Radit minta ayah dan ibu yang tenang jangan panik. Begini ayah, ibu, Radit ingin memberi tahu kalau Kania dan Aulia mengalami kecelakaan di jalan saat mau pulang. Lia dan Nia di larikan ke rumah sakit sama Fitria dan Daffa, justru itu Radit membawa motor Kania sekalian ingin memberi tahu kan kepada ayah dan ibu. Agar tidak menunggu kalau Kania dan Aulia belum pulang." Kata Radit yang menyampaikan tentang Kania dan Lia. Sebenarnya Radit merasa tak tega dengan menyampaikan berita ini.


"Apaaaa..... Jadi Kania dan Lia mengalami kecelakaan, Astaghfirullah..Anak anak ku hiks,,hiks..."Kata ibunya Kania yang menangis.


"Kania, Lia anak ku". Kata sang ayah yang ikut menangis..lalu memeluk sang istri yang menangis..

__ADS_1


"Radit, Kania dan Lia di bawa ke rumah sakit mana". Tanya sang ayah yang sudah lebih sedikit tegar.


"Ayah, Kania di bawah ke rumah sakit XXX di dekat tempat Kania bekerja. Kalau kalian mau kesana nanti Radit antar. Kita tunggu teman Radit kesini, dia akan menjemput Radit kesini. Ayah ibu bersiap lah sekalian bawa salinan untuk Kania dan Aulia karena baju nya sudah sobek dan banyak noda darah". Ucap sang Radit, yang di angguki oleh kedua orang tua nya Kania.


Lalu kedua Orang tuanya Kania pun masuk ke dalam untuk bersiap-siap, sedangkan Radit menelpon temannya yang akan menjemput dirinya.


Setelah semua sudah siap mobil yang akan menjemput Radit pun datang. Radit dan kedua orang tua nya Kania pun sudah masuk kedalam mobil, dan melaju untuk menuju ke rumah sakit.


***


Sedangkan di rumah sakit Daffa, Fitria masih menunggu dokter yang sedang menangani Kania di dalam ruangan. Aulia yang sudah di obati juga ikut menunggu bersama Fitria.


"Lia coba ceritakan sama kakak kenapa kalian bisa jatuh, kamu kan sudah biasa bawa motor. Apa kamu ngebut ya ngendarain motor nya.?" Tanya Fitria ke Aulia yang sedang duduk di bangku di depan ruang IGD.


"Begini ka tadi Lia bawa motor nya santai, kakak juga tadi badan sedikit menggigil. Terus tiba tiba ada sosok hitam yang menghadang jalan aku, dan sosok itu tangannya seolah-olah seperti mendorong motor, tau tau motor ku oleng begitu saja ka. Aku juga nggak tau itu sosok hitam itu siapa aku jelas banget ka melihat sosok itu." Kata Aulia yang menceritakan panjang lebar..


Saat Aulia bercerita, dokter yang sedang memeriksa Kania pun keluar, Fitria Daffa dan Aulia pun menghampiri dokter itu.


"Dok bagaimana keadaan kakak saya di dalam, apa kakak saya baik baik saja".Tanya Kania yang sudah sangat khawatir kepada kakak nya.


"Kakak kamu tidak apa-apa hanya saja benturan yang ada di kepalanya begitu keras dan luka di dahinya mendapatkan jaitan. Dan untuk sekarang kakak kamu belum sadarkan diri, masih membutuhkan istirahat yang cukup. Kalau begitu saya permisi".Ucap sang dokter dengan tersenyum.


"Baik trimakasih dok". Jawab Fitria.


Lalu dari belakang Daffa terdengar suara ayah dan ibunya Kania yang memanggil Aulia.


" Nak di mana kakak kamu Sekarang, bagaimana keadaannya sekarang, terus bagaimana apa badan Lia ada yang sakit. Ibu sangat khawatir nak sama kalian". Ucap sang ibu dengan memeluk Aulia, dengan menangis.


"Aku nggak kenapa kenapa ko ibu, ayah, aku hanya luka sedikit. Tapi kalau kakak dia mendapatkan jahit di jidatnya yah. Karena terkena benturan yang cukup keras. Dan kakak juga belum sadarkan diri yah,ibu". Membuat Aulia menangis kembali.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2