Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.25


__ADS_3

" Aaah iya itu bucin bener-bener, berarti ibu salah ya .jadi malu ibu ngomong nya salah, kencang juga lagi suaranya, jadi malu ibu..hihihi..." Bu Ani menutup mulutnya sendiri.


"Hihihi ibu lucu tau dari mana omongan bucin, Pasti dari Lia ya..?"


Aulia yang baru keluar kamar ,kaget namanya tiba tiba di sebut kakak nya.


"Loh...loh... loh.... loh....ko jadi nama Lia di bawa bawa ka, ada masalah apa nih.?" Lia pun sambil tersenyum.


"Ini loh dek, masa ibu kenal kenalan sama bucin. hihihi.... ngomong nya salah lagi, masa micin, ada ada aja ...." Lia pun ikut tertawa jadinya, mendengar itu.


"Sudah donk Nia, ibu malu". Dan akhirnya mereka bertiga pun tertawa...


" eh...eh ...eh ada apa ini tiga wanita cantik. ko rame banget ya, ayah ga di ajak nih.?"


"iihh ... Ayah ikut ikutan aja, ini tuh urusan kaum wanita loh." Timpal Aulia


"Ow... Begitu ceritanya, biarin ayah ga di ajak. Ayah nanti cari temen tambahan lagi buat masuk ke tim ayah. Biar sama kaya kalian bertiga, ayah pun juga bertiga..Weeeee....ayah sambil mengeluarkan lidah nya, untuk ngeledek Nia,Lia dan ibu .


Mereka pun saling tertawa...ya begitu lah ke harmonisan dan humoris keluarga Nia....


Ayah yang tegas, bisa juga bikin suasana cair. Tidak kaku kaku banget sebagai sosok ayah masih ada rasa selera humornya...


Sama seperti Aulia, sikap ayah yang sedikit jail. Dan sikap tegas ayah nya pun ikut menurun ke Lia..Sifat jail nya itu nurunin ke Aulia yang suka jailin Nia.


Begitu juga ibu nya, ibunya Nia sebenarnya sifatnya sedikit diam seperti Kania. Kania mempunyai sikap sedikit pendiam, tapi masih mempunyai sifat jail seperti ayahnya...


ke esok kan harinya..


Nia sedang siap siap untu bekerja.. sedangkan di luar ruang tamu. Di luar sudah ada seorang laki-laki yang sudah menunggu Nia. Semalam Raihan menelpon Nia untuk menanyakan Nia masuk kerja kapan, karena ketidak sabaran nya Raihan...


Nia pun keluar kamar sudah rapih, wangi dan cantik. Raihan yang melihat Nia saat keluar dari kamarnya..


"Hai Raihan, maaf ya menunggu lama, pasti bete.?"


"Aaaahh enggak ko, aku Cuma berapa menit menunggu kamu. Kamu cantik Kania.?"


" Trimakasih Rai. Loh ibu aku kemana Rai, kamu dari tadi sendirian.?"


Nia bertanya karena Nia tidak melihat ibunya yang tadi sedang menemani Raihan...

__ADS_1


"Ibu kamu, tadi lagi keluar, pas ada suara tukang sayur. Mungkin ibu kamu belanja sayuran Kal" ..


"Mungkin, ya sudah biarin. Ooh iya Raihan, kamu udah sarapan.?" Nia tersenyum...


"Kalau sarapan mah gampang itu mah nanti aja, kamu udah sarapan belum? Jangan sampai gak, kamu kan bru sembuh. Harus sarapan dulu.?"


"Iya aku udah sarapan tadi. Yuk kita berangkat.?"


"Yuk, tapi kita pamit sama ibu dulu.?" Di angguki Raihan.


Lalu Nia berjalan menuju ibu nya yang sedang belanja sayur, untuk pamitan.


Raihan yang sedang menyalakan mesin mobilnya, lalu menoleh. kebelakang Karen melihat Nia dan ibunya menghampiri dirinya...


" Maaf ya nak Raihan, ibu tinggal tadi untuk belanja sayur..."


"Iya Bu gak apa apa ko. Bu kalau begitu saya dan Nia pamit ya..?"


"Iya nak, kalian hati hati ya.. Nanti kamu mampir lagi ya nak, saat pulang kerja.. Cobain masakan ibu, kita makan malam sama sama".


"Waduh, saya merasa tersanjung dapat sambutan dari ibu untuk menikmati makanan." Semuanya pun tersenyum. " Baik nanti saya mampir kesini, tapi sebelumnya saya terima kasih sama ibu".


"Yasudah bu kalau begitu aku dan Raihan pamitan." Raihan dan kania pun mencium tangan beliau.


"Kalian hati hati ya.?" Di angguki oleh Raihan dan kania.


Mereka lalu meninggalkan kediaman rumah kania.


Sebenarnya pemandangan saat Raihan dan Nia saling akrab. Apalagi saat berpamitan dengan ibu Nia, Sebenarnya Zain melihat itu. Zain cemburu melihat itu, dan terasa sesak. Namun di tepis oleh Zain, dan Zain pun lalu tersenyum ..


Selama di perjalanan mereka slalu mengobrol dan tertawa,tanpa terasa mereka pun sudah sampai...


Raihan memarkirkan mobil nya, lalu mengantar kan Nia ke toko.


"Loh Raihan, ko kamu nganterin aku sampai toko juga. Memang nya kamu gak ke resto kamu .. "


"Ya ampun Nia, memang kenapa si aku nganterin kamu. Takut ada yang marah.?" Raihan menatap dengan tatapan menyelidik.


"Bukan seperti itu Raihan, kan aku nya jadi ..."

__ADS_1


Aaaaaaa...


Hap


Tiba tiba saat Nia berjalan, Nia hampir terpeleset karena lantai nya sedikit basah. Ada tumpahan air, dan Nia pun hampir terjatuh, untung sajadi tahan sama Raihan...


Raihan dan Nia saling menatap satu sama lain.... jantung Nia dan Raihan sama berdetak ...


"Astaga tatapan ini, yang bikin hati gue gak karuan mikir dia.. Jantung gue juga, udah kaya orang lari maraton, cepet banget berdetak nya". Gumam Raihan dalam hati.


"Jantung ooh jantung, jangan kaya gini donk. Rasanya ini jantung kaya mau loncat lari keluar". Hati Nia berkata,


lalu Nia tersadar dan mengubah posisi nya.


"Maaf ya Rai."


Tidak jauh di belakang Raihan, ada seseorang yang sedang memperhatikan dan tersenyum melihat Nia dan Raihan seperti itu.....


ekhem...ekhem....Nia pun terkaget karena ada yang berdehem di belakang Raihan .Saat Nia menoleh ke arah belakang, ternyata ada Fitria yang sedang tersenyum meledek. Dan di belakang Fitria ada Zain yang sedang memperhatikan Nia, tanpa ekspresi.


"Cie...cie ... Gue kaya lagi liat drama India. Pada saling tatapan mata, pasti jantung kalian hampir mau keluar ya hihihi....." Fitria menunjukan wajah ngeledek ke dua orang yang sedang salah tingkah itu.


Raihan salah tingkah, dan jadi malu. karena ketahuan sama Fitria..


" Apaan si kamu Fitria tadi aku tuh hampir kepleset. Untung saja ada Raihan di belakang jadi Raihan megangin aku agar ga jatuh. jangan mikir macem-macem." Jelas kania, dan Fitria masih menunjuk kan wajah ngeledek nya.


Nia berbicara seperti itu sekaligus ngejelasin ke Zain. Kalau kejadian barusan itu gak seperti apa yang dia pikirkan.


Nia yang melihatnya wajah Zain dengan ekspresi datar. Kania pun jadi bingung harus bagai mana cara menjalankan kepada Zain.


"Zain aku minta maaf, ini tidak seperti yang kamu lihat. Aku mohon kamu jangan salah paham, nanti aku jelaskan ya ke kamu. Wajah kamu senyum dong Zain, ekspresi mukanya kamu juga jangan seperti itu. Wajah kamu datar bangat, udah kaya papan triplek aja". Ucap kania dalam hati, sekaligus menggoda Zain.


Kania yakin Zain pasti mendengar apa yang kania ucapkan dalam hati nya. Dan


sengaja Nia bicara dalam hati, karena Zain pun juga pasti tau, pikiran Nia.


Lalu Kania, Raihan, Dan Fitri kini berjalan menuju toko, di ma a di sana sudah ada Dewi yang sudah membuka toko nya.


Sedangkan Zain dia hanya diam tanpa ekspresi apapun melihat kedekatan Kania dan juga Raihan.

__ADS_1


Kania tau Zain pasti marah, tapi Kania bingung menjelaskan nya untuk saat ini.


__ADS_2