
Nia pun segera bangkit dari duduknya, dan segera bangun. Namun di tahan oleh Zain, tangan Nia di genggam erat oleh Zain..
"Aku minta maaf, sudah membuat kamu menangis. Aku tidak tau kamu tidak suka dengan danau, Maaf kania". Zain menghapus air mata kania.
Nia memperhatikan Zain ,yang begitu perhatian nya kepada dirinya.
"Aku memang kesal sama kamu Zain. Tetapi ini bukan salah kamu seutuhnya, wajar kalau kamu tidak tau." Kania menunduk kan kepalanya.
Zain pun ikut menunduk untuk melihat wajah Nia. Apa ada sesuatu yang membuat kamu marah seperti tadi.? "
Nia menatap Zain dengan mata berembun.
"Sebenarnya aku takut berada di tengah tengah air, karna aku trauma Zain. Jadi tadi aku mengingat kembali, kejadian itu, aku tidak bisa berenang Zain. Dan aku juga takut akan laut atau apa lah yang berbau air.
Flashback
Saat kania masih duduk di bangku SMA. Dan dari sekolah pun mengadakan jalan liburan ke pantai. Dan kania ikut di acara liburan tersebut.
Saat sudah sampai di tempat tujuan di pantai di daerah Banten. Semua murid menikmati pemandangan, dan menikmati permain di pantai. Kania yang memang tidak berenang hanya melihat dari bebatuan di atas bukit.
Tepat di saat itu juga tiba tiba ada seseorang yang yang mendorong kania ke Laut. Kania pun berteriak, meminta tolong. Namun tak ada yang mendengar teriakan Kania. Dan di saat Kania sudah tak dapat lagi bertahan dan pasrah. Kania sudah tak sadarkan diri Dan tenggelam.
Ada seorang pria baik yang menyelamatkan kania, dan kania pun di larikan di rumah sakit. Kania sempat tak sadarkan diri selama seminggu.
Bukan hanya itu saat kania mulai dekat dengan pria yang sudah menyelamatkan dirinya itu. Kini kania selalu di benci dengan teman-temannya. Dan di saat sedang menemani pria itu ke kolam renang. Kania memang tidak ikut berenang hanya menemaninya saja. Di saat kania sedang jalan. Kania di dorong dari belakang dan terjatuh di kolam renang dengan kedalaman 2 Meter.
Dari situlah kania takut akan yang suasana berbau air.
Flashback of
"Ow seperti itu, kalau boleh tau siapa pria yang menolong kamu itu.?"
"Radit."
"Apa kamu masih menyukainya sampai saat ini.?" Nia menggeleng.
" Aku sudah tidak ada rasa sama dia, tapi kenangan dia masih terus berputar di pikiran ku. Itu yang sulit aku lupain....aku lagi berusaha....untuk ngelupain dia...
__ADS_1
" Sebegitu berat nya ya buat kamu ngelupain dia. Apa akan sama Jika aku sudah jauh dari kamu, dan kamu bakal sulit untuk ngelupain aku. Seperti ya tidak, Mungkin kamu akan dengan mudah ngelupain aku. Secara aku hanya hantu, yang gak berarti apapun buat kamu.?"
"Zain ko kamu berpikiran seperti itu. Kamu hantu, tapi kamu. Berbeda tidak tidak menyeram kan. Dan bukankah kamu janji akan membuat kenangan manis dan indah tentang kita".
Zain pun ikut tersenyum. " Pasti Nia kita akan buat kenangan yang indah untuk kita berdua". Zain pun mengusap pipi Nia. " Kania apa aku boleh bilang sesuatu ke kamu.?" Mereka masih dengan posisi saling berhadapan...
"kamu mau bilang apa Zain....??"
"Aku sayang kamu..."
Nia hanya tersenyum, lalu menunduk, karena Nia malu dengan ucapan isi hati Zain...
Lalu Zain mengangkat dagu Nia ,agar Nia menatap Zain, lalu wajah mereka saling mendekat.
Nia nampak gugup, dia harus apa. Dan bagaimana? Nia hanya menutup mata nya..
wajah zain semakin dekat,bahkan sangat dekat ...
(Zain kamu mau ngapain ...loh loh loh ko semakin dekat....ni masih ada author loh ....)
saat wajah mereka mulai mendekat.....
...
...
kring...
kriiing...
kriiiiiing..
Tiba tiba terdengar bunyi alarm, dan Nia pun terbangun dari tidurnya.....
Nia terbangun karena kaget alarm jam sudah berbunyi, pertanda waktunya nia bangun untuk shalat subuh..
Nia terbangun dengan senyum senyum sendiri. Lalu Nia pun masuk ke dalam tandas, untuk bersih bersih dan berwudhu, lalu Nia shalat subuh....
__ADS_1
Yaaa Nia walaupun dia berteman dengan hantu, tetapi Nia tetap menjalankan shalat. Toh juga Zain bukan lah hantu/ jin yang jahat...
Nia sadar walaupun hubungan nya dengan Zain salah, tetapi Nia tetap pada janjinya. Tidak menjalani hubungan dan perasaan yang berlebihan, karna suatu saat mereka akan berpisah. Nia menjalani hubungan nya hanya untuk melupakan pikiran nya dari Radit.
Karena semenjak dekat dengan Zain, Kania menjadi ceria kembali. Sebelum nya Nia kembali menjadi cewek yang pendiam, hanya di depan keluarga nya saja Nia bisa ceria kembali . Jika di luar Nia akan menjadi sosok yang pendiam.....
Hari itu Nia sangat ceria, Nia pun belum di perbolehkan kerja oleh orang tua nya. Kania pun memutuskan untuk membantu ibu nya membuat sarapan untuk adik dan ayahnya.....
Saat Nia sedang membantu ibu nya di dapur, ibu Nia mengajak berbicara...
"Nak apa kamu masih sering memikirkan Radit.?" Nia yang sedang mengaduk masakan pun berhenti.
"Maksud ibu, kenapa ibu bisa berpikir seperti itu ke aku. Kalau aku masih mikirin Radit.?" Kania sambil tersenyum.
" Tidak ibu hanya bertanya saja, apa kamu masih belum bisa ngelupain Radit.?"
"Jujur bu, kalau memikirkan dia sih tidak. Tapi jika mengingat masa masa sama dia, aku masih suka mengingat nya. Dan aku lagi berusaha banget buat ngelupain dia Bu, bukan berarti aku ingin balik lagi sama Radit". Kania menggeleng kan kepalanya.
"Ibu kira kamu masih memikirkan dia. kamu Mash belum bisa lupain Radit, dan kamu sampai menjaga jarak dari cowok yang Deket sama kamu". Kania pun tersenyum.
"Siapa pria yang ibu maksud.?" Kania sudah bisa menebak apa yang ibunya katakan.
"kaya nak Raihan, dia sepertinya anak baik.? Dan sepertinya dia itu suka sama kamu, apa si kalau Aulia suka bilang tuh. Sudah micin apa ya.?" Bu Ani sambil mengingat kata-kata nya....
Nia yang mendengar nya pun terkekeh.....
" Bucin bu, bukan micin. Ibu tuh ada ada aja ." Kania menggelengkan kepala sambil mengaduk masakan.
" Aaah iya itu bucin bener-bener, berarti ibu salah ya. Jadi malu ibu ngomong nya salah, kencang juga lagi suaranya, jadi malu ibu..hihihi..." Bu Ani menutup mulutnya sendiri.
"Hihihi ibu lucu tau dari mana omongan bucin, Pasti dari Lia ya..?"
Aulia yang baru keluar kamar ,kaget namanya tiba tiba di sebut kakak nya.
"Loh...loh... loh.... loh....ko jadi nama Lia di bawa bawa ka, ada masalah apa nih.?" Lia pun sambil tersenyum.
"Ini loh dek, masa ibu kenal kenalan sama bucin. hihihi.... ngomong nya salah lagi, masa micin, ada ada aja ...." Lia pun ikut tertawa jadinya, mendengar itu.
__ADS_1
"Sudah donk Nia, ibu malu". Dan akhirnya mereka bertiga pun tertawa...
" eh...eh ...eh ada apa ini tiga wanita cantik. ko rame banget ya, ayah ga di ajak nih.?"