
"Ayah, kenalin ini Zain. Zain ini ayah dan ibu aku.?" Ada rasa bergetar saat memperkenalkan Zain kepada orang tuanya.
Zain menc.... ium punggung tangan kedua orang tua Kania.
"Nama kamu Zain, nama yang bagus nak. Zain maaf sebelumnya tapi ibu baru melihat kamu.?"
"Iya bu saya baru berteman dengan Kania beberapa bulan lalu." kedua orang tua Kania mengangguk kan kepala.
"kalau begitu, silahkan duduk Zain. Biar di buatkan minuman sama ibu dulu". Kata pak Ahmad dengan ramah.
"Iya pak terima kasih, tidak usah repot-repot bu sampai membuat minuman segala."
"Tidak apa-apa hanya minuman, nak Zain minum apa kopi teh atau apa.?"
"Air putih saja bu, saya tidak suka kopi atau teh." Kata Zain dengan senyuman dan sikap sopan.
Zain dan ayah Kania saling mengobrol, Sedangkan Kania dia sendiri hanya menemani Zain dan sang ayah di luar.
"kamu satu kerjaan Zain sama Kania.?"
"Tidak pak, saya tidak satu kerjaan dengan Kania. Saya kerja di sebuah restauran pak. Saya kenal Kania waktu itu saat saya membeli satu barang di toko nya. Dan kami saling mengenalkan diri". Cerita karang Zain, Kania hanya tersenyum mendengar nya.
Ayahnya Kania pun percaya dengan apa yang Zain ceritakan, dengan hasil karangan nya. Kania hanya melihat dan mendengarkan apa yang Zain ucapkan, tanpa memotong atau membantu Zain bicara.
"Ow begit Zain, Rumah kamu jauh Zain dari sini.?"
"Iya pak rumah saya jauh dari sini. Saya juga hanya ngekos sama teman saya, karena memang saya tidak punya siapa-siapa lagi di sini." Zain dengan senyum kecil.
"Maksud kamu tidak punya siapa-siapa lagi.? Memang keluarga kamu kemana.?"
Tiba tiba ibu Kania membawakan minuman untuk Zain. Lalu Zain melanjutkan ceritanya.
" Sebenarnya Keluarga saya sudah tiada pak. Namun karena suatu kejadian keluarga saya mengalami kecelakaan, dan semuanya..." Zain tak melanjutkan ceritanya, terlihat wajah sedih Zain.
"Tidak apa-apa nak, tidak usah di lanjutkan kalau memang kamu tidak bisa menceritakan nya. Kami turut berduka cita ya atas apa yang menimpah keluarga kamu.?" Ayah dan ibunya Kania merasa prihatin dengan keadaan Zain.
"Iya pak tidak apa apa, lagian kejadiannya juga cukup lama. Hanya saja jika saya di rumah, saya akan selalu sedih mengingat keluarga saya."
"Iya nak, kamu masih muda, Jalan kamu masih panjang. Jangan lah berlarut-larut dalam kesedihan, pasti kelak ada kebahagian untuk kamu. Sekarang kamu harus semangat untuk masa depan kamu nak Zain, yang terpenting doa ka saja keluarga kamu". Ayah Kania menepuk bahu Zain.
Dan Zain mengangguk kan kepalanya,
Lalu mereka pun saling mengobrol, sampai ayah kania lupa waktu karena ke asyik kan mengobrol.
"Pak bu, karena sudah larut malam. Sepertinya saya harus pamit pulang."
"Ya ampun iya nak, saking asik nya mengobrol sampai lupa waktu. Yasudah kamu hati hati ya pulangnya.?" Kata ayah Kania.
" Looh Zain, kamu pulang naik apa.? Soalnya sudah malam juga.?" Ibu nya Nia pun bertanya Karena khawatir dengan Zain.
__ADS_1
"Tidak apa apa Bu motor saya di pake sama teman saya. Kerumah temannya, tidak jauh dari sini ko. Tadi sebenarnya saya lagi main ikut teman, kebetulan liat Kania jadi saya ikut mampir kesini. Nanti gampang lah saya nyusul aja teman saya itu." Lalu kedua orang tua Kania pun mengangguk.
" Mau bapak anterin Zain kerumah teman kamu itu.? " Kania yang mendengar hanya bisa melihat ke arah Zain.
Dan Zain pun tau kania sedik was was dengan ajakkan ayah nya Kania itu.
" Tidak usah pak, kaya anak kecil saya pakai di antar." Pak Ahmad pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya." Kalau begitu saya pamit ya pak, bu, Kania aku pamit ya."
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsallam.."
Zain pun berjalan meninggalkan rumah Kania, saat Zain sudah tak terlihat. Aya ibu dan kania pun masuk ke dalam.
Kini Zain sedang berjalan mencari tempat yang sepi untuk tidak menampakkan diri nya. Karena jika Zain menghilang, takut ada yang melihat takut jadi heboh.
Setelah menemukan tempat sepi Zain melihat kekiri dan ke kanan. Memastikan tidak ada orang yang melihatnya. Dalam hitungan tiga detik Zain pun menghilang.
" Ternyata Zain pinter juga ya, hihihi. Zain Zain, kamu memang bikin aku gemes tau gak sama akting kamu itu". Ucap Kania dalam hati.
Aulia dengan tingkah jail nya, mengintip kamar Kania. Di lihat nya kakaknya sedang senyum senyum sendiri membuat Aulia terkekeh sendirian.
"Kaya gue punya kakak lagi kasmaran nih. Tapi masalah nya dia senyum senyum sendiri, terus dari tadi.?"
Dengan jail Lia main masuk ke kamar Kania, jiwa kepo Aulia meronta ronta untuk diam aja.
" Kaya nya baru lagi tuh, siapa Ka nama nya.?? Iiihh Ka Nia diam diam pinter banget si nyari cowok nya, udah ganteng, manis lagi. Uuuuhh boleh dong ka cariin model begitu buat aku". Sambil cengengesan.
"ke to the po, kepo. Pengen banget apa ya cari model kaya Zain. Mana yang katanya pinter menaklukkan hati para pria, masa minta cariin cowok sama kakaknya. Aahh... cemen, memang tuh jiwa penakluk pria nya gak malu apa,dan gak. Meronta ronta."Sambil mencebikkan bibirnya meledek Aulia.
" Sombong betul baru dapet cowo gitu aja juga."Kania hanya tersenyum percaya diri ke Lia." Kakak, terus ka Raihan mau di ke manain.? Cowok lucu kaya ka Raihan langka loh ka, apa lagi tuh cowok udah bucin berat sama kakak. Iiiihh... Ka Nia jahat pisan euy, cowok kasep begitu di anggurin. Ka, kalau kakak gak mau sama ka Raihan, Lia di kasih gitu juga gak nolak ka. Lia dengan lapang dada Lia terima, ka Raihan Dengan ada apa nya. Hihihi.. " Aulia pun terkekeh sendiri, Lia bicara seperti itu hanya untuk meledek kakaknya aja.
" Enak aja, minta minta. Kamu kira Ka Raihan itu barang man oper."
"Lah terus, kan kakak ada ka Zain. Ya kale mau dua duanya. Maruk bener ka.?"
"Yaiyah dua dua nya kenapa gak, satu pacar beneran. Yang satu lagi cadangan. Hehehehe..." Kania tertawa mendengar ucapannya sendiri. Kesannya terdengar jahat sekali.
"Idih udah kaya Ban mobil, pake cadangan segala. Ckckckck,,,, sejak kapan kakak gue begini ya.? Ya tuhan ampuni dosa dosa kakak hamba kejam ini. Aaamiiinn...."
" Amiiin..."Dan di amini oleh Kania, dengan mengusap wajahnya.
" Udah sana kamu keluar dari kamar kakak. Ada kamu berisik, kakak mau istirahat. Husssh... Huuusssshh... Huuusssshh.... " mengusir layak nya anak ayam. Hihihibi
Mendengar nama Raihan, Kania jadi teringat Raihan.
"Raihan, ya ampun. Apa yang tadi aku lihat itu benar-benar Raihan ya." Kania mencari sesuatu barangnya. "Di mana hape ku ya.?"
Kania membuka tas, dan mencari handphone nya di dalam tas.
__ADS_1
"Akhirnya ketemu juga ni hape".
Kania menyalahkan handphone nya, layar pun menyala. Banyak pesan yang Kania terima, terutama dari Raihan. Entah kenapa Kania merasa bersalah dengan Raihan.
Zain💬: Hai Kania, kamu lagi apa.
Zain💬: Sepertinya kamu lagi sibuk ya. Maaf kalau mengganggu, aku hanya ingin tanya kamu ada waktu gak kira kira.?
Kania 💬 : Hai juga Raihan, maaf aku baru bales. Aku Bukan sibuk, hanya saja aku baru buka hape aja. Kenapa memang nya Raihan.?
Nia menunggu balasan
1 menit
3 menit
5 menit
10 menit
"Ko lama banget si Raihan bales nya.?" Kania terus melihat balasan dari Raihan. Dan terus memegang handphone nya.
"Mungkin Raihan sudah tidur sudahlah biarin aja. Kasian takut ganggu".
Lalu handphone Nia berbunyi tanda pesan masuk...
Raihan 💬: Aku ingin ngajak kamu jalan, kira kira kamu mau tidak Nia.? "
Kania💬: Boleh Rai". Sedangkan di sana membacanya sambil tersenyum.
Raihan 💬 : Oke sampai ketemu besok,
aku jemput kamu ya.? "
Kania💬 :Ok, aku tunggu ya. Kamu lagi apa Rai.?"
Raihan 💬: Aku lagi gak ngapa ngapain, kebetulan habis cek laporan aja. Kania sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan ke kamu, tapi gak sekarang deh. Soalnya gak enak. Sekarang kamu istirahat aja, sampai ketemu besok. See you, semoga mimpi indah ya.? "
Kania 💬: Oke, selamat mimpi indah juga Rai
Di tempat Raihan..
" Rasanya gue masih nggak percaya kalau cowok itu pacar Nia, gue gak percaya. Tapi kalau memang beneran dia itu cowok nya Kania.? " Raihan menurunkan pundaknya terasa lemas.
" Gue pasrah dah dan siap menerima ke kecewa lagi. Tapi boleh kan untuk sekarang gue berharap sama Nia.
Tapi serius gue gak mau sampai ortu gue, sampe ngejodohin gue, sama cewek gila kaya dia.. Pusing gue kalau mikirin perjodohan itu, lebih baik gue tidur aja".
Raihan pun merebahkan tubuhnya,lalu tertidur di balik selimutnya.
__ADS_1