Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.32


__ADS_3

Selama di dalam mobil hanya ada lagu dan lagu. Karena Raihan sudah merasa jenuh mereka pun saling mengobrol.


Raihan dan Nia pun kini sudah sampai di kediaman rumah Kania. Dan mereka berdua pun keluar dari dalam mobil..


Dan rumah Nia pun terlihat sepi. Saat kania masuk ke dalam rumah, ternyata ada Aulia ada yang baru keluar dari kamarnya.


" Loh ka, baru sampe.?"


"Iya kaka baru sampe. Dek ibu dan ayah kemana sepi banget.?"


"Ow ayah ibu lagi keluar ka tadi, paling sebentar mereka keluar nya". Kania hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Dek tolong buatin minuman untuk kak Raihan ya.?" pinta Kania.


"Ok.." Aulia pun ke dapur untuk membuat kan minuman.


Sedangkan Kania, dia kembali duduk bersama Raihan. Mereka sedang asyik mengobrol. Dan Aulia pun datang dengan dua gelas cangkir minuman untuk Raihan dan kakaknya.


"Permisi minuman datang, panas panas. Heheheh...." Membuat Kania dan Raihan terkekeh.


"Trimakasih Bocil". Aulia cemberut dengan panggilan itu."Ooh iya dek, nih kak Raihan beliin oleh oleh buat kamu." Memberikan bingkisan ke Aulia.


Aulia pun mengambil bingkisan tersebut.


"Trimakasih ka Raihan."


Tentunya Aulia senang bukan main dapet bingkisan dari Raihan. Saat Aulia lihat isi dari bingkisan itu, ternyata Sebuah tas dengan warna biru dengan motif bunga.


"Waah... Terimakasih loh ka Rai. Ya ampun nih bagus loh tas nya, sekali lagi terimakasih ya. The Best lah kak Raihan ini". Aulia mengacung kan jari jempolnya, dengan tersenyum.


"Ok , sama sama. Kamu pakai ya.!"


"Aasssiiiiaaapp. Boss."Seraya memberikan hormat ke Raihan.


Kania dan Raihan hanya terkekeh.


" Dek sekalian nih kue kamu tata di piring ya, buat kak Raihan.. "


" Tidak usahlah Nia, itu kue untuk kalian aja. "


" Biarin aja, kita makan sama sama ". Raihan pun mengangguk kan kepalanya.


"Yasudah dek, kamu tata di piring ya".


"Ok ka, kalau begitu aku masuk ya. Ow iya ka Raihan thanks ya tas nya.?"


"Iya sama sama Lia." Lia pun masuk ke dalam.


Kini mereka pun mengobrol, lalu Lia pun datang dengan meletakkan kue nya di atas meja. Setelah itu Lia pun masuk kembali. Dan Raihan melanjutkan ngobrolnya, dan selama mereka berdua mengobrol. Di sana pun juga ada Zain yang menemani mereka berdua.


Benar kata orang tua dulu, kalau cewek cowok lagi berduaan. Dan yang ke tiganya itu adalah hantu. Dan itu benar, Zain itu bukan manusia, Zain itu hantu nya. Hihihi..


"Nia selama di sana, aku boleh kan menghubungi kamu.?"


"Boleh dong Rai, mas gak boleh."Raihan pun tersenyum.


Dan mereka pun saling bercerita


Raihan melihat jam yang ada di tangannya.


" Nia udah malam, aku pamit pulang ya. Kamu juga pasti lelah kan. Kalau boleh besok saat kamu berangkat aku jemput kamu ya. Kalau boleh dan gak ada yang marah.?"


"Boleh saja Raihan memang kenapa gak boleh. Dan siapa yang marah, gak ada yang marah ko". Sengaja Kania bicara seperti itu, Kania ingin lihat reaksi Zain.


Namun nyatanya Zain biasa saja, malah justru tersenyum meledek ke arah Kania.

__ADS_1


"Yasudah besok pagi aku jemput ya, Soalnya aku berangkat lusa."


"Ok, tapi tidak ngerepotin kamu kan Rai.?"


"Gak lah, santai aja. Ya sudah aku pamit ya, Assalamualaikum...."


"Waalaikumsallam..."


Raihan pun langsung meninggalkan rumah Kania, untuk masuk ke dalam mobilnya. Dan Kania masih melihat Raihan mengendarai mobil. Sampai mobil yang Raihan tak terlihat, barulah Kania membereskan piring dan gelas, Lalu masuk ke dalam.


Selesai bersih bersih badannya, Kania pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Huffh... Akhirnya bisa rebahan juga". Kania pun memejam kan matanya.


ekhem....Tiba tiba terdengar suara Zain, yang kini sudah ada di samping Nia.


"Ngapain berdehem kaya gitu.?" Dengan mata masih terpejam.


Zain hanya tersenyum. "Kamu tadi dari mana.?"


"Mau tau banget apa.?"


"Bagaimana enak gak jalan sama pacar satu nya.?" Ngeledek Kania.


Kania yang mendengar nya, lalu mengubah posisi nya menjadi duduk. Dengan menatap Zain tanpa ekspresi. Sedangkan Zain tersenyum ke arah Kania.


"Maksud kamu apa Zain bicara seperti itu. Maksud kamu dari pacar satunya itu si Raihan.?" Zain hanya mengangguk...


"Zain kamu pikir aku cewek jahat ya, aku ngejalanin hubungan dengan dua cowok. kamu ko bisa mikir kaya gitu.?"


"Loh, bukan nya cowok itu ngungkapin perasaan nya sama kamu. Berarti dia itu kekasih kamu kan.?"


Kania sudah menujukan wajah kesal nya.


"Maksudnya, kamu ingin aku ngejalanin hubungan sama kamu dan dia, begitu maksud kamu.? Dan terus apa bedanya aku sama Radit, kamu ingin aku kaya gitu. Dengar Zain aku masih punya hati, kamu nyebelin tau gak Zain".


"Kamu nyebelin Zain. Kamu gak tau aku bingung dengan hubungan ini. Tapi kamu malah bilang seperti itu. Udah kamu sana, aku mau tidur, aku cape dan satu lagi jangan Dateng di mimpi aku". Kania pun merebahkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut.


Zain pun bingung harus bagaimana lagi, Zain pun pasrah dengan marah nya Kania. Lalu Zain pun menghilang dari kamar Kania.


Saat tengah malam Nia terbangun dari tidur nya karena merasa haus. Dan saat Nia sedang minum di dapur, Nia melihat seseorang di ruang tamu sedang duduk menyendiri. Lalu Nia melihat siapa yang duduk menyendiri dengan suasana gelap. Lalu Nia mengintip, ternyata Aulia sedang duduk menyendiri. Lalu Nia tersenyum melihat Aulia, dan Nia menghampiri Lia ...


"Dek, kamu ngapain di sini sendirian udah malem kamu ga tidur.?" Adiknya hanya diam dan menunduk.


"Dek, udah masuk udah malem. Lagian juga kenapa kamu matiin lampu nya @si dek, jadi keliatan Horor tau gak.?" Aulia pun masih diam tak bersuara..


Dan akhirnya Nia pun hanya menyalakan lampu. Lalu Nia melihat adiknya masih dengan posisi nya duduk dan menunduk...


Lalu Nia menemani adik nya di sebelahnya, sambil menyentuh tangan adik nya..


Kania merasa aneh tangan adiknya nya itu terasa dingin.


"Dek, kamu kenapa ko menyendiri di sini. kamu ada masalah ya, ayo cerita ke kakak. Kamu kan biasanya cerita, gak diam seperti ini.?"


Heeeemmm....Heeeemmmm.....Suara Aulia mengerang begitu menyeramkan.


"Dek kamu kenapa, Coba liat kakak, tatap kakak dek.!"


Saat Aulia menoleh ke arah Nia dengan senyuman menyeringai, dan dengan tatapan mata yang sangat tajam...


"Hai gadis manis, ternyata kau selama ini ada yang melindungi kamu. Sini berikan kalung itu kepadaku, hahahaha" Dengan senyuman menyeringai.


"Lia kamu kenapa dek.?" Nia kaget sepertinya sudah terjadi sesuatu kepada adiknya...


Kania pun bangun dan berjalan mundur menjauh dari adik nya. Karena Kania yakin itu bukan adik nya.

__ADS_1


"Berikan kalung kamu kepadaku, atau nyawa kamu akan terancam." Sosk hantu yang menyerupai Aulia berjalan mendekat ke arah Kania.


"Siapa kamu haaah, pergi dari adik ku. Jangan ganggu kami.?"


Tiba tiba adik Kania berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Dengan tubuh berwarna hitam, dengan gigi bertaring , serta kuku kuku yang tajam.


"Hahahahaha....Gadis manis, berikan kalung itu. Dan kau akan ku jadikan budak ku, dan aku tak kan menyakiti kau". Sosok itu tertawa dengan menyeramkan.


"Kalung apa yang kamu maksud, aku gak punya kalung atau pegangan apapun. Sana pergi, jangan ganggu".Lalu tangan Kania di cengkram dengan erat, Kania merasa kesakitan.


Aaaaaaaaaaaaaaa.... Kania berteriak.


Lalu sosok itu Melempar tubuh Kania, dan tubuh kania terpental tepat di dapur. Dan mengenai piring dan gelas. Hingga kening Kania berdarah.


Sosok itu berjalan mendekati Kania. Kania kini sudah terkapar di lantai dengan kondisi lemas. Lalu sosok itu mencekik leher Kania dengan tatapan tajam. Membuat Kania ketakutan, bahkan Kania hampir kehabisan nafasnya.


"Iii... Ibu. Aaaaa ayah. Toooloong aaakuu". Suara Kania sudah habis.


Kania sudah tak berdaya pandangan Kania pun gelap. Dan akhirnya Kania tak sadarkan diri.


Tepat di saat itu, Aulia yang keluar kamar dan hendak menuju kamar mandi. Melihat kakak nya tergeletak di lantai, langsung berteriak.


"Kakak..." Dan alangkah terkejutnya Aulia melihat sosok hitam berada di dekat kakaknya.


Karena mendengar suara manusia sosok itu pun menghilang. Dan orang tua Kania pun keluar dari dalam kamar.


"Ada Apa Lia, kamu berteriak.?"


"Ibu, itu lihat kakak di sana.!"


Saat mereka menoleh arah dapur, alangkah terkejutnya melihat putri sulung nya terkapar di lantai.


"Ya ampun Nia". Bu Ani mulai panik. "Ayah bawa kania ke kamar.?"


Ayah pun membawa Kania ke dalam kamar, dengan ke adaan tak sadari diri.


Semuanya nampak sedih dengan kondisi Gita dengan luka di kening dan tangannya.


Dan Kania pun akhirnya tersadar. Keluarga pun nampak tenang, melihat kondisi kania. Tapi Nia masih nampak ketakutan.


Nia melihat kiri kanan ada ayah,ibu dan adiknya. Ibu pun, memberikan minum ke Nia. Setelah minum lalu Nia memeluk ibu nya, lalu Kania melihat ada adiknya....


Nia menatap adik nya dengan tatapan aneh."Dek.."


"Iya ka Nia, ini aku.?" Sambil tersenyum lalu mendekati kakaknya.


"Jangan mendekat, sana kamu jangan di sini."Nia menangis dengan sangat tersedu-sedu..


" kakak kenapa.? "Aulia pun bingung apa yang terjadi sama kakaknya.


Bukan hanya Lia, kedua orang tua Kania nampak bungun dengan sikap Kania yang seperti itu.


Saat Aulia ingin menyentuh tangan kakaknya, Kania pun menghindar.


" Sana jangan sentuh aku, sanaaa pergi dari kamar aku". Teriak Kania.


Ayah dan ibu pun bingung apa yang sedang terjadi....


"Nia kamu kenapa, sadar Kania. Dia itu adik kamu Nia.?"


"Ibu itu bukan Lia Bu".


"Kak ini aku Lia adik kakak?"


Kania menggeleng dan menutup telinganya.

__ADS_1


Aulia hanya merasa sedih melihat kakaknya seperti itu. Lalu Lia pun pergi dari kamar kakak nya .


__ADS_2