
"Ia aku juga sangat merindukan kamu putri. Sudah lama aku kehilanganmu. Aku tak ingin kehilanganmu kembali. Marilah kita melanjutkan pernikahan kita yang sempat tertunda. Aku tak ingin kehilanganmu kembali." Kata Zain dengan memandang wajah sang putri dan memberikan kecupan di kening sang putri. Tentu sang putri begitu bahagia.
Juan dan Zian memperhatikan kakak pertama nya yang sudah kembali. Dan melihat di wajah keduanya terukir senyuman. Merekapun ikut tersenyum. Apa lagi Zian ia sudah menemukan cintanya kini hanyalah Juan yang harus mendekatkan dirinya dengan putri anggrek.
Bagi Juan melihat sang kakak bisa tersenyum kembali saja sudah bahagia. Kisah cintanya itu urusan mudah. Lagian dirinya juga sudah mulai mendekati putri anggrek dengan perlahan lahan. Dan kini hubungan nya sudah sedikit membaik. Tinggal kelanjutan saja.
Semenjak kejadian perpisahan Kania dengan Zain di pantai. Kini sudah dua bulan lamanya Zain sudah tak mengingat tentang Kania. Dan hubungan Zian dengan putri senja pun sudah bejalan dua bulan hubungan keduanya sudah mendapatkan restu dari dua Raja dan Ratu. Dan hubungan Juan dengan putri bunga berjalan singkat hanya sebulan perkenalan kini sudah menjalin hubungan dengan baik. Bahkan Juan dan putri anggrek sudah persiapan pernikahan . Bahkan Zain yang akan menjadi suami bagi putri bunga sudah sangat siap akan gelar pernikahan dan berstatus suami .
Kini tepat di mana kerajaan Biru akan mengadakan pernikahan. sang putri menikah dengan para pangeran tiga putra dari raja Venus .
Semua kerajaan di hias begitu indah nan megah di hiasi dengan bunga bunga istana. Kembang api yang menyala-nyala membuat suasana menjadi meriah. Tiga istana yang kini menjadi satu keluarga mengadakan persatuan hubungan anak anak mereka.
Pesta yang di adakan tujuh hari tujuh malam untuk acara para pangeran.
Tiga putri yang begitu cantik nan anggun dengan pakaian yang mewah dengan riasannya yang membuat penampilan sang putri begitu terlihat sempurna dan menawan.
Tiga putri yang di gandeng oleh tiga Lak laki berwajah tampan dan bertubuh sangat gagah. untuk di serahkan oleh sang pangeran yang sudah menanti di hadapan tiga Raja. Untuk memberikan hormat kepada Raja dan Ratu.
Tiga pangeran itu yang tak lain adalah Juan, Zian dan Zian. Mereka terpesona melihat kecantikan dan ke anggunan dari para putri yang cantik tersebut.
__ADS_1
Tiga pangeran yang gagah Dan tampan . Tersenyum kepada calon istri mereka. yang ikut tersenyum dan tersipu malu.. Walaupun sang putri di beri tutup di wajah nya. Namun Masih dapat di lihat karena penutup wajah nya berbahan sutra.jadi masih terlihat para putri tersenyum dan tersipu malu.
Kini ketiga pangeran itu sudah berpasangan dengan pasangan mereka. Dan saling bergandengan tangan. Ketiga pasangan itu memberikan hormat kepada sang Raja dan Ratu. Para sesepuh kerajaan. Dan mereka saling memberikan hormat dengan pasangan mereka. Dan bermacam macam aturan dari istana untuk mengikat pernikahan harus di lakukan oleh tiga pasangan pengantin yang saling mencintai itu.
Peraturan dan adab pernikahan sudah di lakukan semuanya. Kini mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.bdan tentu nya mereka sangat bahagia. Dengan pasangan pilihan mereka.
Hingga acara yang terakhir untuk tiga pasangan pengantin. Mereka saling bersulang untuk minum arak yang sudah di sediakan di istana mereka. Namun caranya tangan mereka saling bersilang dengan pasangannya. Hingga salah satu air di cawan mereka ada yang tumpah.Dan mereka saling menyuapi makanan kepada pasangan mereka.
Semua yang datang dari semua istana menikmati acara dan hidangan yang ada di istana. Acara terus berjalan hingga istana ramai dengan para tamu yang datang mengucapkan selamat kepada para pasangan pengantin. Pengantin baru pun sangat bahagia. Menikmati peranan nya sebagai pengantin baru. Dan berstatus suami istri. Waktu sudah semakin malam para pasangan pengantin baru' sudah lelah dan kini masuk kedalam kamarnya masing masing.. karena istana mengelar pernikahan selama tujuh hari. baru hari pertama pasangan pengantin sudah lelah karena banyaknya tamu yang datang ke istana untuk mengucapkan selamat kepada para pengantin
Jadi para pasangan pengantin pun masuk ke kamarnya masing masing.
Di kamar Juan dan putri anggrek mereka duduk berhadapan di ranjang tempat tidur mereka. Juan dan putri anggrek saling berhadapan. Mereka nampak gugup dan malu. Namun Juan mencoba mencairkan suasana gugupnya.
Sang putri pun mengangguk dan tersenyum tersipu malu. Bahkan Juan mengangkat dagu sang putri. Juan berusaha menatap wajah sang putri yang begitu cantik. Membuat Juan terpesona. Juan memberanikan diri untuk mengecup kening dan bibir putri anggrek dan sang putri hanya tersenyum dan memejamkan mata..
Dan selanjutnya hanya mereka yang tau . Author tak tahu jangan nanya author ya ... Hihihi....
Selanjutnya Zian. Zian ini dia lebih terbuka . "Trimakasih putri, kamu telah melembutkan hatiku yang keras bagikan batu yang sulit untuk di hancur kan. Trimakasih kau telah memberikan ku semangat kembali setelah ku hampir di buang oleh keluarga ku. Kau begitu berarti untuk ku." Kata Zian yang menyentuh tangan putri senja.
__ADS_1
"Aku yang harusnya berterima kasih kepadamu pangeran. Karena kamu mencintai seseorang gadis yang hanya pembantu sang putri. Sungguh aku yang beruntung di persunting oleh mu pangeran." kata sang putri dengan mata yang mulai menangis.
"Sekarang kamu adalah putri di sini dan di hati ku. Ku akan membahagiakan mu sayang.", Kata Zian yang memeluk sang istri dan melakukan hal yang lainnya.
Mungkin mereka sedang menghitung amplop kali. Kalo urusan membuka amplop author ikut Zian. Hihihi....
Sekarang di kamar Zain. Pria tampan nan gagah itu kini sudah benar-benar melupakan Kania, berkat bantuan sang Raja melumpuhkan ingatan Zain. Kini ia berada di kamar dengan putri bunga dengan senyum simpul yang menghiasi di wajah mereka.
"Zain aku senang kamu bisa kembali seperti ini. Aku bersyukur atas bantuan Ayahanda kita bisa seperti ini. Aku merasakan kebahagian yang telah lama ku nantikan Zain. Sudah sekian lama ku menanti saat-saat seperti ini. Trimakasih Zain kau sudah kembali kepada ku". Kata sang putri yang terharu saat menyentuh tangan Zain.
"Jangan menangis sayang di hari bahagia kita. Aku tak tahu apa yang terjadi selama ini aku tak ingat sama sekali. Dan buat ku yang terpenting sekarang kamu kembali kepada ku. Kita mulai hidup kita yang baru. Kita buat kebahagiaan untuk kita dan penerus kita.. Jika aku pernah melakukan kesalahan atupun kelak ku melakukan kesalahan. Ku mohon jangan tinggalkan aku ya putri. Hanya kamu yang aku punya keluarga kandung ku sudah tiada. Kita buat penerus Zain yang banyak untuk menggantikan orang orang yang ku sayang yang telah tiada. Untuk menemani kita agar kita tidak kesepian."kata Zain dengan mengedipkan mata sebelah nya. Dengan senyuman yang terus terukir di bibirnya.
Membuat putri bunga pun tersipu malu melihat Zain yang seperti itu. Mereka pun saling berpelukan menikmati indahnya malam dan indahnya malam pengantin mereka di temani cahaya bulan nan cantik.
Dan kini yang ada di pikiran Zain hanyalah putri bunga. Zain sudah tak mengingat akan nama dan kenangan tentang Kania. Semua terhapus dari pikiran zain karena bantuan sang Raja Venus.
bersambung...
Hai teman-teman semua, jangan lupa ya mampir di cerita ku yang lain.
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggal kan jejak kalian. 👍🙏🙏