
Dan Zain dapat melihat di wajah Juan ada rasa kagum saat Juan menceritakan tentang Kania.
"Apa maksudmu bilang Kania itu manis. Apa kau tertarik juga dengan Kania." Ucap Zain dengan sedikit rasa kesal.
Sedangkan yang di tanya hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.
"Gadisku lebih manis dari gadis mu itu." Ledek Juan.
Zain hanya menatap nya dengan tatapan tak suka kepada Juan .
Juan hanya tersenyum mendapatkan tatapan Zain.
"Zain, Zain lebih baik kau buang perasaan mu kepada gadis itu. Dia memang manis, Cantik, tetapi dia bukan milikmu selamanya. Ingat kau ingin dirinya celaka bahkan mati mengenaskan. Jangan bodoh Zain, kau telah membuat dirinya celaka Zain." Kata kata Juan membuat dirinya terkejut.
"Apa maksudmu Juan apa yang terjadi. Kania kenapa?" Tanya Zian.
Karena memang Zain sedang di tahan oleh Raja Venus. Ia tak di perbolehkan keluar, Zain hanya keluar jika di perbolehkan Raja.
"Beberapa hari lalu gadis itu di datangi oleh sosok hitam itu. Bahkan hampir di bunuh di alam mimpinya. Dan kau tau jika aku tak menolong nya dia sudah mati. Apa lagi gadis itu mendapat luka cekikikan di bagian lehernya." Juan melihat ke arah Zain yang memejamkan matanya mendengar kan ceritanya.
Juan menceritakan kembali.
__ADS_1
"Dan kau tau Zain gadis itu Habis mengalami kecelakaan, karena ulah sosok hitam itu. Karena sosok itu mengincar gadis itu, dan di saat gadis itu dan adik nya mengendarai motornya. Di saat Aku datang menolong nya, dan mendekat gadis itu sudah tak sadarkan diri. Dan tidak lama ada tiga orang yang mendekati adiknya dan membantu adiknya dan gadis itu."
Wajahnya Zain sangat menyeramkan. Dengan mata berwarna merah, dan tangan di kepal. Zain pun berteriak.
"Uwaaaaaaaaaaaaaa........Aaaaaaaaaa". Zain memukul Tangannya di tembok dan tiang di yang berada di kamar. Juan hanya dapat melihat kerapuhan saudara nya tersebut. Zain meeasa lemas tak berdaya, saat mengetahui Kania mengalami kecelakaan.
"Maaf kan aku Kania, lagi lagi aku tidak bisa menyelamatkan dirimu dari makhluk biadab itu. Maafkan aku yang sudah melibatkan dirimu dan membuat dirimu terluka, dan bahkan adik kesayangan mu itu pun terseret, dan membuat keluarga mu bersedih. Jika aku tak di kurung oleh Raja aku akan menyelamatkan dirimu Nia.Maafkan aku Kania aku sayang kamu". Juan baru melihat kerapuhan Zain. Juan merasakan seperti dirinya dahulu saat ia meninggal kan gadis yang dirinya sayangi.
Lalu Juan menghampiri Zain yang berada di lantai dan menepuk pundak Zain.
" Apa kau sudah siap. Jika sudah tidak dapat bertemu dengannya kembali. Dan melepaskan dia dengan laki-laki lain. Dari pada gadis itu terus menerus terancam nyawanya. Kau lebih merelakan dirinya hidup bahagia dengan laki-laki lai, atau nyawanya terancam bahkan mati dan di jadikan permaisuri oleh sosok hitam itu." Tanya Juan dengan serius.
"Kemarin putri bunga bertemu dengan gadis itu di alam mimpinya. Putri bunga sudah bertemu dengan Kania." Juan memberi tau Zain.
"Apa....putri bertemu dengan Kania. Terus apa yang terjadi. Aku yakin putri bunga dia baik, Jadi aku tak begitu khawatir ." Jawab Zain dengan memandang lurus ke depan .
"Ya memang tidak terjadi apa-apa justru mereka saling berpelukan Zain. Dan kau tau Zain putri bunga akan membantu mu untuk bertemu dengan gadis itu. Karena apa, karena gadis mu itu akan merelakan dirimu meninggalkan dirinya. Dan membiarkan dirimu berkumpul di istana Zain. Gadis itu hanya ingin minta bertemu dengan mu untuk terakhir kalinya nya Zain. Justru itu tadi aku tanya apa kau siap jika kau harus merelakan gadis itu bahagia jika dengan laki laki lain." Cerita panjang Juan.
Zain mendengar kan cerita dengan memandang lurus ke arah depan . Zain sebenarnya merasakan jantungnya bagaikan tertusuk oleh panah, terasa sakit dan sesak. Membuat Zain Sulit untuk bernafas. Tapi Zain harus mendengarkan cerita selanjutnya. Dan sebenarnya Zain ingin sekali bertemu dengan Kania.
"Lalu apa yang putri bunga lakukan untuk permintaan Kania." Tanya Zain ke Juan masih dengan memandang ke depan.
__ADS_1
"Ya putri bunga akan berusaha meminta keringanan untuk mu. Dan meminta agar kau dan gadis itu akan bertemu untuk terakhir kalinya. Dengan satu syarat untuk yang terakhir kalinya. Kau tak boleh bertemu dengan nya kembali . Bahkan sampai coba coba kau kabur. Karena dampak nya akan terjadi pada gadis itu dan keluarga nya. Jadi bagaimana apa kau setuju dengan syarat putri bunga. Dan syarat dari Raja. Jika kau setuju dengan syarat ini mungkin secepatnya kau akan di berikan kesempatan untuk bertemu dengan dirinya. Dan untuk yang terakhir kalinya juga".
Zain yang mendengar Juan berbicara seperti itu ada rasa bahagia di dalam benaknya. Terlihat senyuman di bibirnya Zain, dan Juan dapat melihat itu. Lalu Zain melihat Juan yang berada di sampingnya ikut tersenyum..
"Baik aku setuju aku tidak akan kabur dari kalian. Kalau kamu mau, kamu bisa menemani ku untuk bertemu dengannya. Jika memang di meminta seperti itu aku akan mengikuti nya. Aku juga tidak mau dia sampai kenapa kenapa. Aku akan menemui dirinya untuk yang terakhir kalinya. Katakan pada ayahanda." Zain menjawab dengan tegas tidak ada wajah keraguan di wajahnya.
Juan merasa bahagia akhirnya saudara angkatnya bisa mengambil keputusan untuk kebaikan dirinya dan gadis itu. Juan hanya takut kalau Zain salah mengambil langkah. Takut seperti pangeran yang mencintai seorang gadis Manusia dan menikahi nya,dan Mempunyai keluarga. Dan bahkan keluarga pangeran tersebut mati dan pangeran tersebut di kutuk oleh ayahnya sendiri. Dan bahkan hancur bersama dengan anak dan ayah tersebut.
"Baik aku akan menyampaikan ini kepada ayahanda. Kalau kau setuju dengan syarat yang ayahanda berikan. Semoga kau dan gadis itu menyelesaikan masala dengan baik . Kalau begitu aku pergi untuk menghadap ayahanda kaisar.." Ucap Juan dan melangkah meninggalkan kamar Zain.
Namu saat baru beberapa langka. Zain sudah memanggil Juan. Juan pun berhenti dan berbalik arah.
" Trimakasih atas semua nya." Lalu Zain memeluk Juan. Dan Juan pun membalas pelukan sang kakak.
Kemudian Juan pun benar-benar meninggalkan kamar Zain. Lalu Zain berjalan menuju balkon kamar istana.
Dan memandang pemandangan di sekitar.
" Kania aku tak sabar ingin bertemu dengan diri mu walaupun untuk yang terakhir kalinya. Tapi setidaknya aku bisa melihat kamu sayang. Aku tak pernah mencintai seorang gadis seperti ini. Sekalipun itu putri bunga. kamu membuat ku berbeda, Kamu benar-benar istimewa Kania. Aku rela melepas kamu, asalkan kau tak terancam Kania. Biarkan kebersamaan kita yang indah akan menjadi kenangan terindah untuk kita." Kata Zain dalam sendiri nya.
Zain masih betah dengan menyendiri nya di balkon kamarnya. Dan ia masih mengingat waktu bersama dengan Kania. Zain senyum senyum sendiri.
__ADS_1