
"Kak ini aku Lia adik kakak?" Kania menggeleng dan menutup telinganya.
Aulia hanya merasa sedih melihat kakaknya seperti itu. Lalu Lia pun pergi dari kamar kakak nya .
"Kania kamu kenapa.?" Tanya ayah.
Lalu Kania menceritakan kejadian yang dia alami. Bu Ani yang sedang membersihkan luka nya pun mendengarnya merasa heran.
"Aneh ya, bisa menyerupai adik kamu.?"
Kania pun bercerita tidak semuanya, terutama pada bagian kalung tersebut.
"Yasudah, sekarang kamu istirahat.
Keesokan harinya, seperti biasa seluruh keluarga menikmati sarapan.Dan setelah sarapan Nia memulai buka obrolan.
"Dek Kakak minta maaf ya semalam kakak udah marah sama kamu. Kakak sendiri juga sebenarnya takut karena sosok hitam itu, maafin kakak ya dek".Nia meminta maaf sambil memegang tangan adiknya.
"Iya ka gak apa apa sebenarnya semalam saat sosok menyeramkan itu mendekati kakak aku tau. Saat aku mendekati nya sosok itu langsung hilang."
Aulia yakin ada sesuatu yang aneh pada kakaknya tersebut. Namun Lia tidak mau memaksa kakaknya untuk cerita saat ini.
" Tapi kakak semalam marah nya galak banget tau ka.? " Wajahnya di buat memelas.
" Kan kakak sudah minta maaf dek. Kakak minta maaf, beneran kakak semalam itu masih takut kalau kamu sosok itu.
" Idih jahatnya kakak itu. "Lia memanyun kan bibirnya.
" Heheh maaf dek".
"Kalau mau di maafin ada syaratnya ka."
Nia melirik Aulia dengan menautkan kedua alisnya,seperti nya adik nya Nia ada mau nya.
"Cepetan apa syaratnya, kakak seperti mencium bau bau gimana gitu ".Nia tersenyum meledek.
Aulia terkekeh lebih dulu karena kakak nya sudah bisa nebak."hehehe.... Syarat nya aku minta tambahin uang jajan ya Ka. Soalnya aku mau tabungin untuk uang ujian dan perpisahan aku nanti, kan kalau aku tabungin sebagian. Jadi pas waktu bayar, jadi enggak kebanyakan ka. karena masih ada tabungan ku, tinggal di potong aja". Aulia tersenyum sangat lebar dengan dua mata nya di kedip kedip kan.
"Kenapa mata kamu kelilipan kedip kedip begitu".Nia tertawa meledek.
orang tua Nia hanya tersenyum melihat sikap ke dua anaknya.dan menggeleng kepalanya.
"Lia kasian kakak kamu kalau kamu minta uang jajan tambahan,nanti ayah kasih untu bayar ujian di cicil sedikit sedikit.".kata ayah Nia.
karena beliau merasa tak enak,karena tugas biaya sekolah adalah tugas nya. Bukan tugas Kania.
Nia yang mengetahui ayah nya merasa tak enak hati ,segera berbicara.
"Yaudah Yah biarin nanti Nia kasih uang jajan Tambahan,
ayah enggak usah mikirin engga enak gitu sama aku. Izin kan Nia untuk membantu yah, selama ini ayah dan ibu sudah berjuang banting tulang untuk aku. Dan sekarang giliran aku yang bantuin ayah untuk bocil ini ya yah".Nia berbicara sama ayah nya, dengan hati hati agar beliau tidak tersinggung..
ayah dan ibu Nia pun merasa terharu dengan ucapan Nia.Dan merasa beruntung mempunyai anak yang baik seperti Nia.
"Ya sudah nanti kakak tambahin uang jajan kamu,tapi ada syaratnya". kata Nia.
"apa ka syarat nya"?.tanya Aulia.
"Rajin belajar jadi kebanggaan ayah,ibu,dan kakak oke".Nia dengan menunjukan ibu jari dan tersenyum.
"Oke kakak, trimakasih ya kakak ku yang cantik,kalau begitu aku berangkat ya".kata Lia merasa senang dan bersemangat.
Lia pamitan dengan semua keluarganya lalu Lia berangkat ke sekolah ,dengan menggunakan ojek.
Kini hanya tinggal kania di rumah. Karena ayah dan ibunya sudah berangkat kerja.
Terdengar suara orang mengetuk pintu.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumsallam.."
Saat pintu terbuka, Raihan kaget karena di kening Kania terdapat luka di kening nya.
"Kania. Itu kening kamu kenapa.?"
"Aah ini hanya luka sedikit.
" Iya tapi aku itu kenapa.? "
"Emmm... Nanti aku ceritakan ya Raihan. Ow iya kamu mau minum apa biar aku buatin minum.?"
"tidak usah Nia ,nanti di cafe aja. Terus sekarang bagaimana, Mau berangkat sekarang atau gimana nih?"
__ADS_1
"Berangkat aja lah yuk, Udah siang juga." Raihan pun mengangguk
Nia dan Raihan sudah masuk kedalam mobil,dan Raihan mengendarai mobil dengan hati hati.
"Eeemm.. Kania sebenarnya kamu kenapa, jujur aku khawatir loh sama kamu sekarang."
"Rai, terimakasih sudah mengkhawatirkan aku. Tapi ini gak apa-apa ko, semalam juga sudah di obati
Sama ibu."
"Sakit nggak, kalau ngerasa sakit kita berobat ya".Raihan merasa khawatir .
"Enggak sakit ko Rai".Nia tersenyum.
Raihan pun hanya mengangguk, sebenarnya Raihan merasa ada yang ganjil dengan luka Kania.
"Maaf Nia, tapi itu kenapa.?"
"Kalau aku ceritain pasti juga gak akan masuk akal Rai".
"Coba ceritakan, agar aku mengerti."
Kania akhirnya pun menceritakan kejadian yang semalam Kania rasakan. Raihan sampai menepikan mobilnya di pinggir jalan, untuk mendengarkan cerita Kania, Karena cerita Kania berbau mistis, dan memang sulit untuk pikiran yang tak masuk akal.
" Astaga Kania, cerita kamu itu agak menyeram kan loh. Terus itu juga bahaya untuk kamu sendiri. Terus jadi sekarang kamu bisa melihat makhluk aneh seperti itu.?" Kania mengangguk. "Ayah dan ibu kamu tau.?" Kania menggeleng kan kepalanya.
"Aku jadi khawatir Kania sama kamu.?"
"Tidak apa apa Rai, Aku akan jaga diri ko."
Kania memang bercerita tapi tidak dengan kalung dan Sosok Zain.
Tidak terasa mobil Raihan sudah sampai Mall di mana toko Nia berada. Nia sudah sampai di toko, dan di sana juga ada Dewi pula .
"Hai mba Nia,Mas Raihan.Cie...Cie ...Cie. berduan aja Nia yeee".Dewi meledek Nia dan Raihan
"Cie ..Cie ada yang baru jadian ni Yee..Pajak jadian nya ni jangan lupa ya?".Gantian Raihan yang meledek Dewi,sambil terkekeh.
Nia yang mendengar pun kaget.
"Dewi jadian sama siapa Raihan.?" Nia bertanya ke Raihan.
"Itu sama Adam dia baru jadian semalam Adam cerita ke aku".Raihan menjelaskan ke Nia .
"heheheh....Iya terima kasih ya mba Nia, Tinggal mba Nia nih yang belum resmi sama mas Raihan".Dewi tersenyum ke Nia.
Nia dan Raihan saling tersenyum,
"Doakan saja ya.Agar nanti resmi,kalau bisa mah pengennya langsung Sah". Jawab Kania dengan tersenyum.
Raihan yang mendengar nya pun langsung berubah ekspresi,wajah nya terlihat bahagia.Dan senyum nya mengembang.
Senyuman itu terlihat jelas oleh Nia, Nia merasa malu,dan tersipu malu.dia sadar omongan bercanda nya bisa bikin orang Baper.
"Tuh mas mba Nia kasih kode".Dewi meledek Raihan.
"Oke tunggu waktu nya saat aku pulang dari rumah orang tua ku,aku akan bicarakan sama keluarga ku".kata Raihan.
Nia tersipu malu dan di angguki oleh Nia..
Dewi pun ikut tersenyum.
"Ya sudah aku balik ke cafe ya,nanti aku kesini lagi ". Raihan pun pamitan.
Nia pun sebenarnya bimbang, tapi dia tidak bisa terus menerus menjalin hubungan nya dengan Zain. Apalagi Zain hanya sosok hantu,cepat atau lambat dia akan pergi dari sini dan dari sisi Nia . walaupun berat Nia harus bisa melepaskan nya.
Nia berpikir memang bahaya jika terus menerus seperti ini. Dan Kania juga khawatir jika keluarga nya akan terlibat akan sosok itu.
Saat waktu siang Fitria baru datang ke tokonya, dan langsung meledek Kania.
"Cie cie..Giman ni yang kemarin habis ngedate ke taman. Iiih romantis pasti pemandangan nya".Fitria langsung buka suara.
Nia yang merasa kaget,hanya menepuk dadanya."Ngucapin salam dulu dong Fit".kata Nia
Dewi pun kepo, ikut bertanya?
"Ow.. Jadi mba Nia kemarin abis ngedate sama mas Raihan.Pantes tadi senyum senyum gitu mas Raihan nya". Dewi ikut nimbrung meledek Nia
"Bagaimana Nia,apa Raihan udah bilang sama lo,kalo dia suka sama loh".Fitria terus mencecar pertanyaan kepada Nia...
Nia mengangguk."Iya dia kemarin nembak gue, tapi.." Niia menggantung kan jawabannya ...
"Tapi kenapa,ko ada tapi nya.Apa lo tolak dia ya, jahat banget si Lo".Fitria maen Nyeletuk aja.
__ADS_1
"Apaan si Lo Fit, maen Nyeletuk aja. Dia mau jawaban gue pas dia udah balik dari rumah keluarga nya ". Jawab Nia merasa kesal.
"Hehehehe ..Iya maaf maaf jangan ngambek donk Kania sayang". Fitria meminta maaf."Itu kening kamu kenapa luka.?"
"Aah ini gak apa-apa, kepentok tembok". Jawab bohong Kania.
"Kaya anak kecil aja pake kepentok segala".
"Bodo".
Dan semuanya pun tertawa karena Fitria selalu meledek Kania.
Waktu terus berjalan,hingga waktunya malam . Fitria, Dewi dan Nia menutup toko mereka.Di sana sudah ada Adam dan Raihan yang menunggu dua gadis di antara mereka...
"Tuh para pangeran kalian berdua udah nungguin,tinggal gue doank.mana nih pacar gue".Fitria pura pura bete
"Bukan nya Daffa mau kesini Fit".kata Raihan.
"Iya kata nya gitu, tapi kapan kapan nya gue ga tau.Bete gue jadi nya ma dia Rai".Kata Fitria dengan bibir manyun nya
"Yang penting kalian tetap komunikasi, Saudara Gue nggak akan bohong ko.Pasti dia akan kesini.Raihan memberi tahu Fitria untuk sabar.
"Iya deh,ya sudah gue duluan pamit ya.Kalian hati hati"Kata Fitria.
Mereka berempat pun berpencar dengan kendaraan nya .
Nia dan Raihan pun sudah sampai di rumah Nia. Dan Nia membuat kan minuman untuk Raihan, Kania dan Raihan duduk di teras sambil menikmati semilir nya angin malam.
"Nia apa omongan kamu yang tadi itu serius"?.tanya Raihan dengan senyuman.
"Yang mana ya Rai.?"
"Yang kamu ingin menjalin hubungan yang serius.?"
"Apa itu keberatan buat kamu Rai.?" Raihan menggelengkan kepalanya.
"Gak sama sekali Kania".Raihan tersenyum. "Baik aku akan tagih itu nanti saat aku kesini lagi, apa kamu siap jika kita menjalin hubungan.?"
Nia pun mengangguk"Iya Raihan aku ga mau menjalin hubungan sama kamu. Dan aku juga tidak mau menjalani hubungan yang terlalu lama. Dan aku rasa untuk kita saling kenal itu sudah cukup. Dan untuk saat ini aku butuh waktu untuk memikirkan dan membicarakan ini kepada orang tua ku Raihan.
"Tidak apa-apa Kania, dan aku juga akan beritahu keluarga ku. Jika aku ingin serius menjalin hubungan dengan kamu. Trimakasih ya sudah memberi jawaban yang jauh dari harapan ku".Raihan sambil menggenggam tangan Nia.
Nia pun mengangguk dan tersenyum.
"Ya sudah aku pamit pulang ya,sudah malam".Kata Raihan.
"Iya hati hati,mau pamitan sama ayah ibu, seperti nya mereka sudah tidur semua".Kata Kania.
"Iya gak apa, pamit sama kamu aja. Aku pulang ya calon pacar dan calon istri". sambil mengedipkan mata sebelah.(mata genit)
Lalu Raihan masuk ke dalam mobil,sampai mobil itu jalan dan tak terlihat,Nia baru masuk
Nia pun masuk ke dalam kamarnya...
Zain ain pun tiba tiba datang.
"Hai Nia".
"Hai juga Zain".Nia sambil tersenyum, lalu Nia mengunci pintu kamarnya..
Kania tersenyum ke arah Zain, dan Zain pun membalas senyumnya.
"Zain semalam kamu kemana, kamu tau semalam aku terjadi sesuatu yang menyeramkan.?" Cerita Nia.
"Sesuatu yang menyeram kan. Apa itu Kania.?"
"Zain semalam ada yang menyerupai Lia adik ku, dan ujung ujungnya dia menyerang". Kania menceritakan kronologi yang sebenarnya kepada Zain..
Ya hanya pada Zain lah Kania berani bercerita. Karena akar kejadian itu ya karena kalung itu, yang di mana di singgahi oleh Zain.
Zain masih dengan posisi duduk nya, sambil mendengarkan cerita Kania. Zain nampak berpikir, ada rasa khawatir yang di rasakan oleh Zain saat mendengar cerita kania.
' Maafkan aku yang sudah membawa masalah dalam hidup mu. Aku sampai membuat kamu terluka seperti ini, semua gara gara aku". Ucap dalam hatinya.
Zain menatap kania dengan tatapan sendu.
" Kamu tidak usah khawatir, secepatnya kamu akan aman. Dan sosok itu tidak akan mengejar kamu lagi." Zain meyakinkan Kania dan Kania pun menganggukkan kepalanya.
" Maaf aku belum bisa cerita ke kamu, karena semalam aku tidak bisa menyelamatkan kamu. Dan sekarang kamu istirahat ya. Kita. Berjumpa di mimpi. "Kania pun mengangguk dan tersenyum.
Entah kenapa ucapan Zain membuat Kania merasa sedih.
bersambung.....
__ADS_1