Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.46


__ADS_3

Lalu pintu kamar pun terbuka,ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya Kania. Dan membuat Kania tersenyum kepada orang itu.


"Hai Kania".Sapa seseorang yang baru saja masuk keruangan Kania.


"Raihan" Jawab Kania dengan tersenyum.


Raihan pun mencium tangan ayah nya Kania


Ayah Kania pun tersenyum. " Apa kabar Raihan, kata nya kamu lagi ketempat keluarga kamu?". Tanya ayah Kania..


" Kabar saya baik pak. Iya pak saya kemarin ketempat orang tua, dan saya balik kemarin sore. Tadi saya ke toko katanya Kania kecelakaan , mangkanya saya langsung kesini". Jawab Raihan.


Dan Raihan pun meletakkan dua bingkisan, satu buah-buahan dan yang satu makanan dan minuman.


" Bapak sudah makan belum, ini pak saya beli makanan untuk bapak, bapak jangan ikut sakit juga karena kelelahan. Ayoo... Di makan dulu pak".


"Iya nak Raihan bapak makan ya. Nak Raihan terimakasih ya nak, sudah di bawakan makanan segala, Jadi ngerepotin tau". Ucap ayah nya Kania dengan membuka makanan dan minuman nya.


Kania pun tersenyum melihat Raihan begitu peduli oleh ayahnya. Ada rasa kagum pada diri Raihan. Lelaki baik, lucu ,romantis, peduli lagi sama semua orang.


"Tidak sama sekali merasa di repot kan ko pak. Kania kamu sudah makan belum. Atau kamu mau buah, ow ya aku juga beli buah yang sudah di potong-potong. Di makan yuk, Atau kamu mau aku suapi". Kata Raihan dan di akhir kalimat suaranya di kecilkan seperti nada berbisik dan mengedipkan sebelah matanya.


Walaupun suaranya Raihan seperti nada berbisik, namun ayah nya Kania dapat mendengar nya. Membuat sang ayah tersenyum, namun pura pura tak melihatnya tingkah konyolnya Raihan.


"Di suapi kamu aja Rai, tangan Kania masih sakit. Akibat kecelakaan semalam, kalau begitu ayah pergi dulu sebentar ya mau keluar dulu biasa mau ". memberikan isyarat dengan mulut di majukan dan jari telunjuk dan tengah di letakan di depan bibir, lalu di maju mundur maju.


Raihan pun faham kalau ayah Kania ingin merokok. Raihan pun mengangguk kan kepalanya begitu pun Kania.


Pipinya Kania terlihat merah. Karena Raihan dan ayahnya Sama sama meledak Kania. Untung saja Kania menutupi pipinya dengan selimut. Kalau tidak pasti sudah terlihat oleh ayahnya dan Raihan.


Ayah Kania pun membuka pintu dan keluar dari ruangan Kania .


Sedangkan di dalam ruangan hanya mereka berdua,Kania dan Raihan .


" Ko pipi nya di tutup kenapa, apa ada yang sakit.? " Kania pun menggeleng kan kepalanya.


Dan Raihan pun membuka buah yang sudah di potong-potong, yang di kemas di dalam kemasan Styrofoam. Lalu di tusuk buah itu dengan garpu.


"Aku suapi ya, ayo di buka mulutnya,Aaaaaaa...mmmm". Satu buah masuk ke mulut Kania.


Saat buah itu mendarat masuk kedalam mulut Kania . Raihan pun tersenyum melihat Kania yang tak menolak di suapi olehnya.


Begitu pun Kania, ia tersenyum karena di perlakukan manis oleh Raihan.


Satu persatu buah yang di suapi oleh Raihan hampir habis, hanya tersisa beberapa potong lagi namu Kania menutup rapat mulutnya.

__ADS_1


" Kenapa mulutnya di tutup, tinggal sedikit lagi loh buahnya ini ayo di makan lagi". Tanya Raihan Dengan sangat lembut dan masih mengarahkan buahnya ke mulut Kania.


Nia pun menggeleng kan kepalanya.


" Cukup aku sudah kenyang Rai". Kania menolak suapan dari tangan Raihan.


"Iya deh ". Kata Raihan, lalu Raihan memakan sisa buah yang tinggal tiga potong itu ke dalam mulutnya Sampai habis.


Nia yang melihat Raihan memakan buah yang tidak habis olehnya nampak bengong. Apalagi memakai garpu yang sama.


'Kenapa Raihan memakan buah dengan garpu bekas dari mulut aku itu sama aja....." Ucap dalam hati.


Raihan melihat Kania sedang memperhatikan dirinya langsung memanggilnya. " Kania". Raihan pun menyentuh tangan Kania.


Kania terkaget ketika tangan nya di sentuh." Iya Raihan ada apa?" Tanya Kania.


"Kamu yang kenapa melihat aku sampai segitunya, kenapa aku ganteng ya.?" Kata Raihan dengan senyum menggoda.


"Kamu makan makanan sisa aku loh bahkan garpu nya juga bekas dari aku, kamu nggak jijik Rai.?" Tanya Kania dengan melihat Raihan.


"Jijik kenapa harus jijik sama garpu bekas bibir kamu". Raihan menjawab dengan entengnya.


" Kamu kesini balik dari kapan Rai. Ko kamu nggak ngabarin aku si, di sana juga kamu juga jarang kirim pesan. Terus ko kamu bisa pas ya datang nya pas aku sakit". Tanya Kania yang beruntun.


Dan tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan datang seorang dokter dan perawat untuk memeriksa kania.


"Permisi mas kami mau memeriksa mba Kania dulu". Kata seorang perawat. Dan dokter pun memeriksa Kania dengan alat stetoskop setelah di periksa dokter itu mencatat sesuatu di catatannya.


"Mba Kania setelah di periksa hasil dari pemeriksaan mba Kania. Semua hasilnya bagus,dan normal. Mba Kania sudah sehat dan Mba Kania sudah di perbolehkan pulang". Dokter pun menyampaikan nya dengan senyum.


Kania sangat senang mendengarnya" Alhamdulillah saya boleh pulang kapan dok". Tanya Kania dengan sangat bahagia dan tak sabar.


"Nanti sore juga mbak Kania sudah boleh pulang. Karena hasilnya memang sudah bagus dan mba nya sudah sehat".


Lalu sang dokter melihat ke arah Raihan." Maaf kalau boleh saya tau anda ini saudaranya dari mba Kania atau siapa?". Tanya sang dokter.


"Oooh saya, saya calon suaminya dok". Raihan menjawab dengan santai. Dan dokter pun tersenyum.


"Syukur kalau begitu nanti sampaikan ya pada keluarga nya. Kalau mba Kania sudah di perbolehkan pulang. Dan segera urus biaya administrasi dan obat nya untuk kepulangan pasien. Kalau begitu saya permisi". Kata sang dokter.


"Terimakasih dokter". Jawab Raihan dan Kania.


Dokter pun mengangguk dan keluar.


Setelah dokter dan perawat itu keluar ayahnya Kania pun masuk ke dalam.

__ADS_1


"Kania itu Bu dokter masuk periksa kamu lagi ya". Tanya ayah.


"Iya yah, Kania di perbolehkan pulang nanti sore. Katanya Kania sudah sehat, senang deh Kania sudah boleh pulang". Jawab Kania dengan semangat.


"Iya pak Kania sudah di perbolehkan pulang katanya. Nanti pulang nya biar sama Raihan aja pak. Raihan bawa mobil ko, Ow iya pak kalau begitu Raihan mau ke toilet dulu ya sudah kebelet". Kata Raihan sambil cengengesan.


"Ooowaalaah.... Maaf ya Rai, bapak kelamaan ya di luar. Karena Pas adzan ashar jadi bapak sekalian shalat". Ucap sang ayah kepada Raihan.


"Tidak apa-apa pak, shalat kan harus di utamakan, yasudah Raihan juga sekalian mau shalat ashar. Kalau begitu Raihan permisi ". Raihan pun berjalan membuka pintu dan ia pun keluar.


"Nia, ayah telpon ibu dulu ya. Bilangin ibu kalau kamu mau pulang nanti sore, biar ibu mu tidak sedih terus Nia di rumah. Dari kemarin ibu nangis terus ayah jadi tidak tega". Kata ayah Kania.


"Iya yah maaf ya Kania jadi ngerepotin kalian semua". Jawab Kania dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak sama sekali nak. Musibah kita tidak ada yang tau, jadi kamu tidak usah merasa sedih ya". Ucap sang ayah dengan memeluk sang anak yang ingin menangis.


Setelah Kania cukup tenang." Kania sekarang kamu istirahat ya, ayah keluar dulu,mau telpon ibumu dulu". Kata sang ayah.


"Iya yah". Jawab kania.


Lalu ayah pun keluar dan menekan no sang istri.


Tuuutt.... Tuuuutt..... Tuuutt.


Terdengar suara di sana.


📞 Waalaikumsallam... Bu ini ayah mau memberi tahu kalau Kania sudah boleh pulang nanti sore.


📞......


📞Iya Alhamdulillah ayah juga senang dengar nya tadi pas tau Bu.


📞.....


📞Iya nanti ayah urus administrasi nya, nggak usah bu. Kalau ibu kesini cape, lagian di sini ada Raihan tadi dia bilang pulangnya sama dia aja kebetulan dia bawa mobil.


📞......


📞Iya ibu nggak usah khawatir. Ya sudah ayah tutup ya telponnya, ayah mau urus administrasi nya. Assalamualaikum...


📞....


Tut.


Telpon pun terputus. Ayah pun tersenyum kepada kania. "Ayah keluar dulu ya nak. Mau urus buat kamu pulang". Kata sang ayah dengan membelai rambut Kania.

__ADS_1


__ADS_2