Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.62


__ADS_3

"Raihan kamu tuh ya ngelantur ngomong nya." Kata Kania dengan memukul lengan Raihan.


"Hahaha... Ya lagi kamu nanya Mulu. Sudah siap kan Ayuk kita jalan." Kata Raihan dengan menggenggam tangan Kania. Kania tak lupa menutup pintu.Dan mereka berjalan menuju pintu mobilnya. Dan mereka masuk dan Raihan mengendarai mobil nya meninggalkan rumah Kania.


Selama di dalam mobil Kania terlihat gugup. Raihan tau itu dari gerak gerik Kania ." Kamu kenapa si sayang Hem..." Tanya Raihan tangannya menyentuh pipinya Kania.


"Sayang aku gugup aku takut. Serius nih tangan aku dingin banget. Saking gugupnya". Jawab Kania tangan di letakan di tangan Raihan.


Raihan pun memberhentikan mobilnya selamat di pinggir jalan. Dan lalu menatap wajah wajah Kania yang terlihat gugup.


Raihan baru melihat sikap Kania yang seperti ini." Sayang dengarkan aku. Keluarga aku bukan monster yang perlu di takuti. Keluarga aku semuanya baik-baik ko jadi kamu nggak usah takut atau gugup begini." Kata Raihan yang mencium punggung tangan Kania. Kania tersenyum melihat Raihan yang seperti itu. Kania jadi merasa lebih tenang.


Tidak terasa mobil yang Raihan kendarai kini sudah sampai di rumah Raihan. Raihan memarkirkan mobilnya di depan rumah nya. Mesin mobil pun di matikan. Raihan pun turun dari mobil, lalu berjalan membukakan pintu mobil Kania.


Kania benar benar gugup stelah sampai rumah Raihan. Raihan tersenyum melihat Kania. Di gandeng lah tangan kania berjalan menuju pintu rumahnya. Lalu Raihan dan Kania pun masuk kerumahnya. Di sana sudah ada nenek, mamah dan papah nya Raihan yang duduk di sofa. Mereka melihat Kania dengan tersenyum. Dan keluarga Raihan pun berdiri dengan wajah yang ramah agar Kania tidak takut. Karena terlihat sekali wajah Kania itu nampak gugup.


"Nek, mah, pah kenalkan ini Kania. Yang selama ini Raihan ingin kenalkan ke semuanya. Kania ini keluarga aku yang ingin sekali kenal sama kamu dari tadi nggak sabar nungguin kamu datang." Kata Raihan yang masih menggenggam tangan Kania.


Kania pun tersenyum. Lalu menghampiri


Keluarga Raihan. Lalu Kania mencium punggung tangan orang tua dan nenek nya Raihan. Lalu sang nenek juga memeluk kania. Dengan wajah yang sudah tak lagi muda namu masih nampak cantik di wajahnya. Apalagi dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


" Jadi ini Kania , yang begitu Raihan cintai. Kamu cantik sayang dari cerita Raihan bukan hanya cantik wajah tetapi cantik hatinya. Nenek senang sekali Raihan bisa kenal dengan kamu nak." Kata sang nenek lalu memeluk tubuh Kania kembali.


Kania merasa bahagia dan merasa terharu. Ternyata keluarga Raihan tidak seperti apa yang Kania bayangkan. Kania menyentuh tangan sang nenek.


" Terimakasih Nek,, Raihan itu terlalu berlebihan memuji Nia. Kania tidak seperti itu, Kania juga masih punya kekurangan ". Jawab Kania yang masih menyentuh tangan sang nenek .


"Kamu mau minum apa sayang biar bi Ijah yang membuatkan minuman untuk kamu." Kata Bu Hana yang tak lain mamah Raihan.

__ADS_1


"Mah Kania itu suka air jeruk dingin..Biar Raihan saja yang bilang ke BI Ijah . Sekalian Raihan ingin ke toilet." Kata Raihan yang berjalan ke dapur memberi tahu BI Ijah untuk membuatkan minuman.


Kania saling mengobrol dengan keluarga Raihan. Dengan canda dan tawa terlihat dari wajah bahagia mereka semua.


"Kania sayang kata Raihan kamu pintar masak. Kita masak masak yuk. Mamah ingin masak bareng sama calon menantu mamah". Kata mamahnya Raihan yang menyentuh tangan Kania .


"Tidak begitu pintar Tante. Tetapi Kania bisa memasak sedikit sedikit." Kata Kania yang nampak masih bingung memanggil mamahnya Raihan.


" Ko Tante si. Panggil mamah saja ya. Mamah lebih suka kamu memanggil mamah. Biar lebih akrab sayang. " Kata mamah Hana .


" Eeem... Iii...Iya mah ," kata kania yang masih kikuk memanggilnya.


Dan semua keluarga Raihan pun hanya tersenyum.


"Ow iya Nia panggil saya papah ya. Jangan om nanti di sangka nya saya ini om om. Nanti mamah yang ada marah." Ledek pak Rendy yang mencair kan suasana.


Lalu dapat hadiah cubitan dari mamah Hana.


"Pemandangan yang sangat indah. Senang nya melihat senyuman yang terukir di bibir Kania. Dan dari wajah keluarga nya". Batin Raihan.


Lalu Raihan pun menghampiri Kania dan keluarga nya. Raihan melihat minuman Kania sudah ada di meja.


"Mah tadi katanya mau ngapain. Lupa nih sama niat awalnya." Ledek Raihan ke sang mamah.


"Nggak sayang ini baru mau ya Kania. Yuk kita masak. Bahan bahannya sudah ada. Tadi mamah minta bi Ijah yang beliin.."akhirnya Kania ,mamah dan nenek pun pergi kedapur dan mereka memulai untuk memasak.


Dan Raihan mengabadikan momen yang paling berharga itu tanpa sepengetahuan mereka.


Terdengar suara tawa dari mamah dan nenek dari arah dapur. Pak Rendy dan Raihan pun melihat pemandangan itu dari arah sofa. Terkadang mendengar dengan senyum di wajah papahnya Raihan.

__ADS_1


"Raihan kamu berhasil membuat diri kamu kembali lagi nak. Setelah kamu kehilangan Bella. Kamu menjadi pendiam. Kini papah bahagia sangat bahagia akhirnya kamu kembali lagi. Dan kamu juga sudah mengembalikan senyuman mamah dan nenek kembali. "Kata sang papah yang menepuk pundaknya Raihan.


"Itu semua karena Kania pah. Yang sudah membuat Raihan kembali lagi seperti Raihan yang dulu. Raihan senang bisa kenal Kania." Kata Raihan yang masih memandang kekasih nya mamah dan nenek nya. Yang berada di dapur.


Cukup lama mereka berada di dapur. Sampai makanan yang mereka buat sudah jadi . Dan makanan pun tertata rapih di meja makan.


"Aduh lama banget si masak nya Raihan sudah lapar nih. Ya kan Pah, kita sudah lapar." Kata Raihan yang memberi kode ke arah papahnya.


" Ya sudah makan pah. Ini masakan Kania loh. Ayo kita makan mamah juga lapar." Kata mamah Hana.


" Ayo nenek juga sudah lapar. Yuk makan Kania ayo makan ".Ajak sang nenek ke Kania.


Mereka pun menikmati makanan yang di buat Kania. Mereka memakan nya dengan sangat lahap.


Setelah selesai makan mereka pun duduk di sofa. Namun saat Kania ingin membantu BI Ijah di larang oleh sang mamah.


"Nia ayo duduk, biar tugas ini Bi Ijah saja yang kerjakan." Kata sang mamahnya Raihan.


"Tidak mah, Nia selalu begini kalau di rumah Kania suka membantu ibu mencuci piring Kasian mah. Apalagi piring nya banyak. Pasti Cape bibinya." Jawab Kania membuat mamah Hana tersenyum mendengar nya.


"Baiklah". Kata mamah Hana. Lalu mamah Hana kembali duduk di ruang keluarga kembali.


Setelah Kania membantu bibi di dapur. Kania kembali duduk di sofa bersama keluarga nya Raihan.


Sudah malam Kania pun izin pamit karena harus pulang." Mah ,pah nenek. Kania pamit pulang ya, sudah malam takut orang rumah nyariin sudah malam begini belum pulang." Pamit Kania .


"Iya padahal mamah masih ingin sama kamu. Yasudah nanti main lagi ya Nia.


Raihan anterin Kania sampai rumah ya." Kata mamah Hana. Yang melihat ke arah anaknya .

__ADS_1


Dan Raihan pun mengangguk. Kania pun pamit tak lupa Kania mencium tangan keluarga Raihan. Lalu Kania pun meninggalkan rumah Raihan masuk kedalam mobil. Raihan pun melaju kendaraan nya meninggalkan rumahnya. Dan berjalan menuju rumah Kania.


__ADS_2