Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.71


__ADS_3

Dan Zain pun kembali menjentikkan jarinya. Triiing... . Dan suasana kembali seperti semula normal kembali .


Kania berjalan menghampiri Raihan, Dan Raihan pun terkejut akan keadaan yang dia rasakan bagaimana sangat aneh.


Kania memegang lengan Raihan, lalu bersandar memeluk Raihan. Dan itu membuat Raihan kaget ada apa dengan istrinya.


Raihan melihat wajah Kania, Kania yang memejamkan matanya tak dapat Raihan melihat sorot matanya." Raihan aku lelah kepalaku Sedikit pusing ,aku ingin istirahat".


"Kamu sakit sayang".


Raihan menyentuh kening Kania yang memang sedikit hangat." Yuk kita istirahat di kamar hotel saja" . Kania pun mengangguk mengikuti apa kata Raihan.


Lalu Raihan merangkul pinggang Kania, Fitria dan Daffa pun menghampiri Raihan." Rai, Kania Kenapa?" Melihat Kania yang di sampingnya.


" Kania kurang sehat, mungkin kelelahan". Jawab Raihan, yang masih merangkul pundak Kania.


" Yasudah kalian istirahat saja." Lata Daffa dan di angguki oleh Raihan.


Saat Raihan dan kania akan meninggalkan acaranya. Tiba tiba Zain dan menghampiri mereka.


"Kania tunggu". Raihan dan kania pun berhenti. Raihan dan kania pun menoleh, namun tangan Raihan tak melepaskan rangkulan nya pada Kania.


Raihan melihat ternyata pria yang berada di dalam mimpi, dan pria yang berada di taman dengan Kania. Raihan menatapnya dengan selidik, lalu melihat ke arah kania yang masih memeluk lenvan Raihan.


"Kamu siapa.?" Tanya Raihan,dan Zain pun tersenyum.


"Aku hanya masalalu nya Kania. Kamu tidak perlu khawatir dengan kedatangan ku di sini. Aku kesini hanya untuk memberikan selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian berdua menjadi k bahagia


" Oh.. Jadi kamu yang bernama Zain.?"Zain sendiri terkejut saat Raihan menyebutkan namanya.


Kania pun juga melihat Raihan, yang seperti nya ada rasa tak suka saat tau itu Zain.


" Ya kamu benar aku Zain.


"Terimakasih atas kedatangan mu di pernikahan kami Zain. Dan ku harap kamu menerima kenyataan kalau kalian berbeda dan harus berpisah."Dengan santai Raihan mengatakan itu.


Zain melihat Raihan yang berbicara namun dengan ekspresi santai.


" Apa maksud pembicaraanmu itu.? "


" Aku tau semuanya dari Kania, siapa kamu, jadi aku mohon sama kamu jangan ganggu Kania lagi. Kamu berbeda dan mempunyai kehidupan masing-masing. Jadi biarkan kania hidup bahagia, jangan buat Kania ketakutan dan bahkan membuat Kania dalam bahaya." Raihan berbicara dengan tegas.


Zain melihat kania, ada rasa tak tega saat melihat Kania.


" Baik aku tidak akan dekati kania lagi. Aku titipkan Kania padamu. Aku yakin kamu orang baik jadi ku mohon lindungi kania jangan buatnya sedih".Zain pun menjawabnya dengan sungguh-sungguh.


"Kamu tidak perlu khawatir, itu sudah menjadi tugas ku sebagai suami Kania". Sebgaja Raihan menekankan kata suami pada ZAin.

__ADS_1


Lalu Zain mengangguk lalu menunduk. Datanglah saudara-saudara ZAin, menghampiri Raihan yang sedang berhadapan dengan Zain.


"Zain kamu di sini.?" Putri bunga menghampiri Zain, dan merangkul lengan Zain.


"Ayo kita kembali.!" Putri bunga, juan dan yang lainnya mengangguk. "Kalau begitu kita harus kembali, sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian". Zain bersalaman dengan Raihan, dan Raihan pun membalasnya.


Lalu Zain bersalaman dengan Kania.


"Selamat atas pernikahan kamu, semoga kamu bahagia Kania. Maaf jika aku membuatmu takut, dan selalu membuatmu dalam bahaya."Kania membalas jabatan tangan Zain, dan mengangguk.


" Trimkasih Zain dan putri . Dan trimakasih juga kalian sudah datang, dan semoga kalian bahagia ". Zain mengangguk.


" Terimakasih putri, atas hadiahnya. "


Putri bunga mengangguk dan tersenyum.


" Sama sama kania, aku senang bisa mengenal mu. Itu untuk pertemanan kita, jadi sengaja kita memberikan hadiah untukmu. "


" Yasudah kalau seperti itu kita harus pamit. Sekali lagi selamat untuk kalian berdua ya". Juan bersalaman dengan Kania dan juga Raihan.


Raihan pun juga bersalaman dengan Juan, begitu pun juga kania. Dan juga Zian pun juga bersalaman.


"Maafkan Kami yang sudah membuat kamu dalam bahaya, kini kamu sudah bebas. Sekarang kalian berbahagialah, dengan keluarga baru kalian." Kata Zian seraya tersenyum kepada Kania.


"Terimakasih Zian, ternyata kamu baik.kamu tak sejahat yang aku kira. Terimakasih sudah datang." kania pun tersenyum ka arah Zian. Lalu Zian pun bersalaman kepada Raihan.


Setelah mereka semua tak terlihat. Raihan dan Kania pun pergi meninggalkan acaranya,untuk ke kamar untuk mereka berdua.


Keluarga Kania pun melihat Kania yang di rangkul oleh Raihan pergi meninggalkan acaranya, begitu khawatir.


Terutama Aulia dan Fitria. Mereka mengkhawatirkan Kania.


" Kenapa sih ka Zain datang. Sekarang aku jadi khawatir dengan kakak. Semoga ka Raihan mengerti." Gumam Lia


"Ngapain juga sih Zain datang. Kasian kania, pasti akan banyak pertanyaan dari Raihan yang akan di lontarkan ke Kania. Semiga Raihan mengerti dan memahami." Itu juga yabg ada di pikiran Fitria. Saat melibat kedatangan Zain ke pernikahan kania dan Raihan.


Lalu Fitria melibat ke kedua orang tua Kania. Fitria dapat melihat wajah kekhawatiran seorang ibu, Fitria pun mencoba menenangkan Bu Ani dan pak Ahmad.


" Ibu tidak usah khawatir, kania hanya kelelahan. Dan dia akan istirahat, tadi kania sudah menitipkan kalian ke aku dan Daffa. Ooh iya... Bapak sama ibu dan sama kamu bocil, kalau ingin istirahat biar di antar Daffa untuk istirahat".


" Memang tidak merepotkan nak Daffa.?" Tanya pak Ahmad.


"Tidak sama sekali pak, saya antar ya pak, Ke tempat kamar Kalian". Jawab Daffa dengan ramah.


Dan keluarga kania pun di ajak oleh Daffa dan Fitria untuk beristirahat di kamar hotel.


Balik ke Raihan dan kania yang sekarang berada di kamar. Setelah kania dan membersihkan dKania duduk di kursi depan meja rias. Kania menundukkan kepalanya, merasa tak enak hati dengan Raihan yang kini sudah menjadi suaminya.

__ADS_1


Raihan yang melihat Kania termenung langsung menghampiri kania.


"Kamu kenapa, kenapa kamu jadi sedih. Kamu nampak Murung karena pria itu pergi.?" Kania menatap wajah Raihan, lalu menggelengkan kepalanya.


"Terus kamu kenapa hem... Apa kamu tidak bahagia kita sudah menjadi pasangan suami istri.?" Pertanyaan Raihan membuat kania merasa sedih mendengarnya.


Jujur saja Raihan saat ini masih merasa sedikit kesal. Raihan bukan kesal kepada Kania, tapi karena Zain datang di hari bahagianya. Dan di tambah lagi melihat ekspresi kania yang terlihat begitu sedih saat menatap Zain.


"Kenapa kamu bicara seperti itu Rai, apa sekarang kamu meragukan aku.?Apa kamu masih tidak percaya atas apa yang aku lakukan. Kalau aku tidak bahagia dengan pernikahan kita, alesan nya apa. Apa karena Zain datang, dia pun datang istri dan saudaranya. Mereka hanya datang mengucapkan selamat saja. Aku tidak percaya dengan cara pikir kamu Rai. "


Kania menundukkan kepala nya, pundaknya pun bergetar. Raihan pun menoleh menatap kania, yang saat ini kania menangis.


Raihan lalu mendekati kania, lalu membawa kania je dalam pelukannya.


" Maaf sayang, aku tidak bermaksud membuatmu sedih. Dan aku juga tidak meragukan kamu sayang. Hatiku saat melihat pria itu, hatiku di selimuti rasa cemburu. Maaf sayang, maafkan aku..."


Raihan mendekap kania, yang kini telah menjadi istri nya. Dan bibir Raihan pun tak henti henti nya mengucapkan maaf, dan mengecup nya. Sampai kania benar-benar tenang,setelah cukup tenang, Raihan menatap kania lekat lekat.


" Maafkan aku ya, sudah jangan sedih. Aku benar-benar minta maaf."Kania mengangguk dan tersenyum.


" Iya aku sudah maafin kamu mas.. " Raihan terkejut dengan panggilan dari istrinya.


" Apa.. Coba kamu ulangi yang terakhir tadi.? "


" Yang mana.? "


" Yang tadi, kamu manggil aku dengan sebutan apa.? "


" Mas, boleh kan aku manggil kamu sekarang dengan panggilan mas Raihan.?"


Raihan tersenyum, dan mengangguk kan kepalanya.


"Boleh banget sayang. Boleh aku dengar lagi panggilan manis itu.?" Raihan merasa bahagia dengan kania memanggilnya dengan panggilan Mas.


" Boleh dong mas Rai. Tiap hari aku akan memanggil kamu dengan sebutan itu".


Raihan pun langsung membawa Kania kedalam pelukannya. Dan mereka pun akhirnya menjalani malam pengantinnya seperti pengantin lainnya.


Hari hari nya mereka sebagai pasangan pengantin baru, menjalani kehidupannya dengan sangat bahagia. Dengan kesabaran Raihan, dan kelembutan kania. Membuat mereka menjalani dengan selalu harmonis.


Sedangkan Zain kini telah bisa menerima takdir nya yang tak bisa menyatu dengan kania. Dan Kania pun sudah membuang pikirannya dari masalalu nya bersama dengan Radit dan Zain.


Kini di hati nya kania hanya ada nama Raihan. Ya pria sabar, humoris, penyayang dan pengertian yang selalu mengisi hari hari dengan ke istimewaan dan kebahagian.


***TAMAT


Terimakasih kasih buat kalian yang sudah membaca cerita ku ini sampai tamat. Dan semoga kalian di berikan kesehatan ya.

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 👍👍👍🙏🙏🙏🙏***...


__ADS_2