
Zain tersadar kalau barusan dia terjebak dengan pertanyaan Nia..
Zain pun langsung menoleh ke arah Kania, Zain sadar sepertinya dia sudah salah menjawab.....
"Maaf bukan maksud aku"… Zain bingung harus bicara apa, memang kenyataan nya kalau kekasihnya di istananya begitu sangat mencintai diri ya.
"Kania aku minta maaf ya". Zain menggenggam tangan Nia..
Nia mencoba melepaskan tangannya dari Zain. Percuma tangannya Zain terlalu kuat, untuk Nia.
"Aku minta maaf, kamu jangan marah aku bilang seperti itu. Tidak seharusnya aku membawa bawa dia di tengah-tengah kita. Tapi kamu yang memancing itu lebih dulu."
Kania masih mode diam dan ngambek.
"Aku sadar Zain, cepat atau lambat, kita akan berpisah. Kita salah Zain memiliki hubungan ini." Mata kania sudah mengembun.
"Aku sadar, cepat atau lambat, kita akan berpisah. Dan memiliki kehidupan masing-masing di alam kita yang, Berbeda ini. Aku hanya ingin menciptakan kenangan indah untuk aku dan kamu. Saat dimana kalung yang kamu pakai hancur, di saat itu aku tidak akan bertemu kamu". Ucap Zain dengan serius.
Kania menatap Zain. Ada rasa sedih yang kania rasakan saat mendengar ucapan Zain.
"Zain." Zain menoleh, dan tersenyum.
"Apa kamu mau membuat kenangan manis untuk kita kania.? Aku punya suatu tempat yang mungkin kamu sukai.?"
"Benarkah.?" Zain mengangguk. " Dimana.?"
"Nanti juga kamu tau, tapi ada syarat nya.?"
"Syarat apa, ko ada syarat segala". Jawab ka ai mode cemberut.
Zain yang melihat Nia marah, makin gemes. Apa lagi dengan cemberut seperti itu, bagi Zain seperti anak kecil...
Zain menoel Noel dagu Nia berkali kali... sekali Nia diemin ,dua kali Nia mulai risih, ketiga kalinya, Kania menoleh ke arah Zain ..
"Zain kamu itu apa apaan sih".
Cup..
Mmmpppphh...
Kini Zain langsung menci... um bibir Nia ..
Ci... Uman singkat, karena Zain sangat gemas dengan kania. Zain tersenyum melihat ekspresi wajah Nia yang semakin menggemaskan kan ....
Sedangkan yang di cium pun masih melongo, Kania mengedipkan kedua matanya.
Zain semakin gemas melihat Nia yang seperti itu, lalu Zain menempel kan kembali bib.. irnya nya ke bibir Nia.
Cup
Mmmpph...
__ADS_1
baru lah Nia tersadar, dari lamunan nya. Nia menyentuh bibirnya sendiri, lalu Nia mengalihkan pandangannya dari Zain... Nia memejamkan matanya,lalu tersenyum.
Kecupan yang di berikan oleh Zain, masih terasa di bibirnya. Lalu Nia tersenyum, kebayang kan gimana muka Nia pasti merah nahan malu .....
Zain terus memperhatikan tingkah Nia. Zain terkekeh tanpa suara, sambil menutup mulutnya .
"Astaga, ya ampun jadi begini rasanya di cium oleh hantu tampan kaya Zain. Semoga ini cuma sekedar mimpi bukan suatu tanda keburukan untuk ku, tapi ga lah masa keburukan. Yang menci... Um nya aja tidak buruk". Kania bergumam dalam hati.
Tentunya Zain mendengar apa yang kania ucapkan dalam hatinya. Zain hanya terkekeh mendengar nya.
ekhem... ekhem....Zain berdehem.
Nia kaget dan segera menoleh ke arah Zain, dengan senyuman yang manis...
Zain pun menggeleng kan kepalanya dan tersenyum, karena melihat senyum nya Nia
"Ayo mau ikut ga, aku mau ngajak kamu ke suatu tempat, pasti kamu suka.?"
"Kata nya ada syaratnya.?"
"kan sudah."
"Sudah, memang syarat nya apa.?"
Nia bertanya kepada Zain...
"Itu senyuman kamu, sebagai syaratnya. kamu sudah tersenyum dan tak marah
"Haaahh... Jadi syarat nya hanya itu saja, aku kira apa?" Kania melihat Zain dengan tatapan menyelidik. " Berarti kamu tadi modus ya, ci... um c... ium aku segala ..
" Siapa yang modus sih sayang. Ekspresi kamu itu yang bikin gemeeessss. Sudah yuk jadi nggak ini.?"
Nia hanya tersenyum.. sambil mengangguk.
Zain bergandengan tangan dengan Nia. Dan tiba lah di mana ada sebuah rerumputan yang di tumbuhi bunga bunga yang warna warni. Kania yang melihat sangat bahagia...
" Waaaahh Zain ini di mana? Ya ampun bagus banget, banyak bunga bunganya lagi".
"Bagaimana kamu suka Nia.?"
"suka banget, ya ampun ini tuh Indah banget loh. Terimakasih ya kamu udah ngajak aku ke tempat seperti ini.?"
"Iya sama Sama, kalau kamu senang aku juga ikut senang,dan begitu sebaliknya".Zain merapikan posisi rambut Nia yang menutupi sebagian Matanya.
Nia hanya diam memandang wajah Zain yang sedang tersenyum padanya..
" Nia kamu kenapa, ko melihat ku seperti itu. Ayo kesini.." Nia hanya mengikuti kemana Zain menuntun nya.
Zain mengajak Nia ke sebuah danau, yang sunyi tapi indah pemandangan. Seperti alam yang tak tersentuh namun sangat indah. DI sana Zain mengajak Nia untuk menaiki sebuah perahu.
" Ayo Nia naik, kita ke tengah danau. Pasti seru.?" Ajak Zain seraya mengulur kan tangan.
__ADS_1
Nia menggeleng."Aku nggak mau Zain, aku fobia sama di tengah air Zain, aku takut".
" Tidak apa-apa kania, ayoo sini". Zain memberikan tangan nya agar Nia mau naik perahu nya.
"Enggak mau nanti aku takut jatuh".
Zain pun terkekeh. " Tidak akan Nia ada aku, Percaya sama aku."
Nia pun mengangguk, lalu memegang tangan Zain untuk melangkah ke perahunya. ...
"Zain aku jujur takut loh" . Nia terus memegang lengan Zain, dengan posisi duduknya...
"Kamu tenang aja ya, anggap aja kamu sedang naik sepeda."..
"Sepeda apa Zain yang kamu maksud, tetap aja kan ini di danau Zain". Grutu kania.
" kalau kamu takut, kamu tutup mata aja. Nanti kalau sudah Sampai aku kasih tau". Kania mengangguk kan kepalanya.
Zain terus menggowes perahu itu sampai ke tengah tengah, Zain pun berhenti.
"Sekarang sudah sampai kamu buka mata kamu".
Lalu Nia mengikuti apa yang Zain ucapkan. Kania pun membuka ke dua matanya, secara perlahan lalu Nia menengok kiri kanannya dengan membuka matanya lebar-lebar.
aaaaaaaaaaaaaaa...... Teriak kania. Zain yang berada di samping nya menutup kedua telinganya...
"Za Zain ke kenapa ada di tengah-tengah gini sih. A.. Aku taa taa takut Zain." Kata kania dengan terbata bata.
Kania dan dengan ekspresi takutnya, membuat Zain tertawa terbahak bahak...
Buaahhahahah... Lucu banget sih kamu Nia, serius an kamu takut.?" Nia yang di Tertawa kan seperti itu, mata nya mulai mengembun..
Zain yang melihatnya merasa tak tega..
Nia lalu menoleh kearah lain, Kania tidak mau melihat Zain. Air mata nya pun mulai turun ke pipinya, dengan perasaan takut kania menggenggam tangan nya sendiri.
Zain terus mengayuh perahu nya untuk segera sampai pinggir danau ..
Zain yang melihat Nia seperti itu, langsung panik. Zain mencoba menyentuh tangannya agar sedikit tenang. Namun kania menolak di sentuh tangannya, kania menoleh ke arah lai dengan menghapus air matanya yang terjatuh.
Nia sedih takut dan sedih karena mengingat kejadian masalalu nya dulu. Di saat kania hampir tenggelam kania jadi bahan tertawan. Dan hanya satu orang yang justru menyelamatkan kania saat itu, Yaitu Radit.
Saat sudah sampai di pinggir danau, Zain keluar lebih dulu untuk membantu Nia. Namun Nia tidak mau di bantu oleh Zain....
Nia terus berjalan cepat meninggalkan Zain, lalu Zain pun mengejar Kania. Zain pun kehilangan jejak nya..
Nia yang berlari ke arah taman yang di tumbuhi dengan bunga, Nia duduk di rerumputan dengan menekuk ke dua kaki nya. Lalu kening nya di letakkan di kedua lututnya.
Zain terus mencari, hingga Zain pun berhasil menemukan Kania.
Zain duduk di samping Nia, dan Nia yang merasakan ada seseorang, segera berhenti menangis. Kania menoleh ke arah Zain, dengan mata yang sudah sembab dan hidung yang merah, karena habis menangis...
__ADS_1
Nia pun segera bangkit dari duduknya, dan segera bangun. Namun di tahan oleh Zain, tangan Nia di genggam erat oleh Zain..