Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.44


__ADS_3

" Aku nggak kenapa kenapa ko ibu, ayah, aku hanya luka sedikit. Tapi kalau kakak dia mendapatkan jahit di jidatnya yah. Karena terkena benturan yang cukup keras. Dan kakak juga belum sadarkan diri yah,ibu."membuat Aulia menangis kembali.


"Ya sudah lebih baik kita berdoa ya agar kakak kamu cepat sadar".ucap sang ibu dengan memeluk Aulia. Dan mereka pun menunggu Kania sadar.


Sekarang ibu mau menemani Gita di dalam ya.


Bu Ani memperhatikan Kania yang sedang tertidur. Ibu menemani Nia sekaligus mengaji di samping tempat tidur Kania. Lalu ibu Ani pun memegang Al-Qur'an yang ada di dalam tasnya.


Dan Bu Ani pun memulai membacakan ayat ayat Al Qur'an.


Sedangkan Kania ia masih betah dalam tidurnya.dia sangat terlelap dalam mimpi nya.


Kania sedang berada di suatu tempat, Tempat yang sangat indah. Di sana terdapat sebuah kursi yang berada di taman yang penuh bunga bunga. Lalu Kania pun duduk di kursi itu. Saat Kania sedang duduk, tiba tiba Kania di datangi dengan gadis yang begitu cantik. Senyuman nya pun begitu manis, gadis itu terlihat anggun sekali dengan pakaian yang sangat bagus dan seperti putri raja.


Gadis itu tersenyum kepada Kania.


"kamu kania, kau gadis baik, kau cantik, dan kau beruntung Zain begitu sangat mencintai kamu". Gadis itu menyebutkan nama Zain di hadapan Kania.


"Kamu mengenal Zain, kamu siapa. kenapa semua kenal Zain begitu baik. Aku belum melihat Zain sudah tiga hari, dia tak pernah menampakkan dirinya. Kamu siapa kenapa kamu mengenal Zain?" Kania nampak sedih di wajah nya.


"Yaa.... Aku mengenal Zain sangat baik sebelum kamu mengenal Zain. Nama ku putri bunga aku kekasih abadi Zain, aku dan Zain saling mencintai. Tapi sesuatu yang buruk terjadi pada kami. Saat aku dan Zain akan menikah, salah satu saudara mengurung Zain di sebuah kalung dengan bandul botol kecil di kalung tersebut. Dan untuk menghilangkan Zain kalung itu di buang ke dalam laut dan bersatu dengan alam manusia. Sehingga Zain di temukan oleh diri kamu. Kami selalu mencari dimana pun namun tak ada satupun yang berhasil. Hingga suatu ketika pengawal kami menemukan Zain, dan Zain pun kabur tanpa jejak. Dan hingga saudara Zain yang menemukan Zain berada" Cerita Puti bunga dengan pandangan yang terus memandang ke depan.

__ADS_1


" Sebenarnya ini di mana kenapa aku bisa menemukan dirimu disini. Lalu di mana Zain sekarang, aku ingin bertemu dengannya,tolong katakan di mana Zain berada hiks...hiks..." Tanya Kania yang menangis mendengar nama Zain di sebut.


"Kamu sedang berada di alam mimpi dan aku yang menarik dirimu ke alam ku. Kau kini berada di tempat ku, jika kau tak ku bawa aku khawatir jika kau akan di kejar oleh sosok hitam yang akan terus membunuh mu. Karena sosok itu ingin sekali mendapatkan kalung itu bahkan juga diri mu. Sosok itu akan membunuhmu dan kamu akan di jadikan permaisuri makhluk hitam itu,apa kamu mau kania". Kania pun dengan cepat menggeleng kan kepalanya.


"Lalu di mana Sekarang Zain berada putri, sungguh aku tak tau di mana Zain berada saat ini. Dan juga semenjak Zain menghilang aku selalu di teror oleh sosok yang menyeramkan. Jika aku tak di tolong oleh sosok yang memakai baju hitam mungkin aku tak kan selamat." Cerita Kania membuat putri bunga nampak tersenyum.


Kania melihat keseluruhan tempat itu, tampak sangat indah dan cantik tempat itu. Banyak bunga bunga penuh warna warni, dan kupu-kupu yang berterbangan,ada air mancur di tengah tengah taman. Ada pula sungai dan jembatan yang sangat indah di pandang, Kania merasa takjub dengan tempat itu" tempat apa ini, dan apa ini yang di sebut surga.tempat ini sangat indah sekali". Kania berbicara dalam hati tentu putri bunga pun nampak tersenyum.


" Zain sudah berada di suatu tempat, Zain kini sedang menghadap Raja. Kania Aku boleh tanya sesuatu kepada mu, kamu tau kan kalau Zain itu bukan berasal dari bumi, dan bukan manusia". Kania pun mengangguk.


"Seandainya Zain itu pergi dari kamu apa kamu siap. Jika Zain kembali kepadaku apa kau tak merasa kehilangan sosok Zain". Tanya putri bunga dengan memandang wajah Kania.


Kamu baik putri, Apa aku boleh minta sesuatu dari mu?" Tanya Kania dan putri bunga pun mengangguk dan tersenyum.


"Apa aku boleh bertemu Zain aku tidak mau seperti ini di ikuti sosok yang amat menyeramkan, Jujur aku takut. Dan kamu putri tidak usah takut aku pasti akan melepaskan Zain. Aku ingin ketemu Zain hanya untuk bertanya sesuatu". Mata Kania mengembun dan menetes kan air mata.


"Baik aku akan sampaikan kepada ayahanda. Agar Zain bisa bertemu dengan dirimu. Dan aku tidak akan bohong Zain pasti akan bertemu dengan dirimu Kania". Ucap sang putri dengan tersenyum.


"Trimakasih putri,kamu memang wanita baik, sangat cocok untuk laki laki seperti Zain". Jawab Kania.


"Trimakasih Kania, kamu gadis baik. Semoga kamu mendapatkan pria yang baik, melebihi Zain. Dan sekarang kamu balik lah ke alam nyata mu, kasian keluarga mu dan sahabat mu juga sudah menunggu dirimu".putri bunga pun tersenyum dan menyentuh tangan Kania.

__ADS_1


Dan Kania pun menyentuh tangan putri bunga. " Trimakasih putri,benar kata Zain kamu mempunyai hati yang baik dan suci. Dan aku beruntung mengenal dirimu putri bunga. Baik aku akan kembali, sekali lagi terimakasih".Lalu Kania pun memeluk Putri bunga, begitu pun putri bunga ia pun juga membalas pelukan Kania.


"Kamu juga baik senang aku bisa bertemu dan mengenal diri kamu kania". Ucap putri bunga dengan senyuman manisnya.


Kania pun mengangguk dan berjalan meninggalkan putri bunga. Lalu Kania melihat putri bunga melihat kebelakang, lalu tersenyum dan melambaikan tangan ke arah putri bunga untuk perpisahan. Dan di balas oleh Putri bungan dengan membalas senyuman juga.


Lalu Kania terus melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan putri bunga.


Kania pun membuka kedua matanya lalu, "Ibu..."Suara Kania yang memanggil ibunya dengan bibir bergetar.


"Alhamdulillah nak kamu sudah sadar, kamu mau apa nak". Ucap sang ibu dengan meneteskan air mata, merasa bahagia karena Kania sudah sadar.


"Aaaa,,,iiirr Bu. Nia HA... US". Ucap Kania namun tak terdengar suaranya,namun dapat di fahami oleh ibunya.


"Iya nak." lalu ibu pun mengambil gelas dan membantu Kania untuk minum.


Kania minum cukup banyak,lalu Kania pun berhenti meminumnya.


"kamu tunggu ya sayang, ibu panggil dokter dulu untuk memeriksa kamu". lalu sang ibu menci...um kening Kania,dan pergi untuk memanggil dokter.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2